18 Januari 2017

HIDUP KITA SINGKAT DAN SEMENTARA

Refleksi dari kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin. (Luk 16:19-31)

Cerita tentang orang kaya dan Lazarus ini diawali dengan gambaran yang kontras antara keduanya di mana si kaya bergelimang harta dan Lazarus bergelimang air mata.

Luk 16:19-21 - (19) Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. (20) Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu (21) dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

Namun ayat 22 dan 23 menggambarkan bahwa Lazarus dan orang kaya itu akhirnya mati.

Luk 16:22-23 - (22) Kemudian matilah orang miskin itu, .... (23) Orang kaya itu juga mati, ....

Tidak dilaporkan pada usia berapa mereka mati tapi berapa pun usianya, itu tergolong singkat / sementara apabila dibandingkan dengan kekekalan. Itu sama seperti gunung A bisa lebih tinggi dari gunung B tapi semua gunung akan dianggap lebih rendah jika dibandingkan dengan langit. Ini juga terlihat dari fakta bahwa cerita orang kaya dan Lazarus ini di dalam dunia digambarkan dengan begitu singkat (hanya 3 ayat) padahal cerita setelah mati ada 10 ayat. 

Secara umum Alkitab menggambarkan bahwa hidup manusia itu memang singkat sekali.

Yak 4:14 “....Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Ayub 7:7,9 – (7) Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik. (9) Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati .....

Ayub 4:1-2 – (1) "Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan. (2) Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.

Kalau memang hidup kita ini singkat dan sementara maka waktu kita di dunia ini pun singkat dan sementara. Dan tentu saja adalah sesuatu yang tidak bijaksana apabila dengan waktu yang singkat ini kita membuangnya dengan percuma tanpa mengisinya dengan hal-hal yang berharga sehingga apabila waktu kita telah selesai, kita menyesal bahwa ada banyak hal baik dan berguna yang belum sempat kita lakukan di dalam hidup ini. Rasul Paulus memberikan nasihat :

Efs 5:15-16 – (15) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, (16) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Kata “waktu” dalam ayat ini menggunakan kata Yunani “KAIROS” yang kontras dengan kata “KRONOS” yang berarti kesempatan. Jadi di sini kita dinasihati untuk berbijaksana dengan jalan mempergunakan kairos kita sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin karena kairos kita hanya singkat dan sementara.

Dalam waktunya yang singkat dan sementara itu si orang kaya gagal mempergunakan kairosnya sehingga semuanya jadi terlambat. Ia terlambat percaya kepada Yesus (kesaksian Musa dan para nabi) yang akhirnya membawanya ke neraka. Ia terlambat berbuat kasih kepada Lazarus sehingga Lazarus hidup dan mati dalam kemiskinan. Ia terlambat menginjili saudara-saudaranya sehingga mereka juga akan menyusul dia ke neraka.

Ada banyak kita yang tidak bijaksana tetapi hidup seperti orang bebal dengan membuang begitu banyak kesempatan / waktu di dalam hidup ini dengan hal-hal yang tidak bernilai. Misalnya :

o   Duduk minum mabuk setiap hari.

Ams 23:29-35 – (23) Siapa mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah? Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya? (30) Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam, mereka yang datang mengecap anggur campuran. (31) Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, (32) tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak. (33) Lalu matamu akan melihat hal-hal yang aneh, dan hatimu mengucapkan kata-kata yang kacau. (34) Engkau seperti orang di tengah ombak laut, seperti orang di atas tiang kapal. (35) Engkau akan berkata: "Orang memukul aku, tetapi aku tidak merasa sakit. Orang memalu aku, tetapi tidak kurasa. Bilakah aku siuman? Aku akan mencari anggur lagi."

o   Tidur tidak pakai waktu

Ams 6:9 - Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?

Ams 26:14 - Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya.

o   Main kartu dan bola guling sampai lupa makan.
o   Duduk cari kutu sambil gosipkan orang lain berjam-jam.
o   Nonton infotaiment berjam-jam.
o   Selfie non stop dengan berbagai gaya dari gaya normal hingga abnormal seperti bibir monyong, dll.
o   Dll.

Ingat, waktumu di dunia singkat dan terbatas. Dan ini seharusnya membuatmu berpacu dengan waktu untuk menghasilkan hal-hal yang bernilai dalam kehidupan yang bisa engkau tinggalkan saat kehidupanmu berakhir.

Satu saat saya mendengar khotbah Pdt. Stephen Tong yang berkata bahwa :

“Ada banyak orang yang hidup di dalam sejarah tetapi pada akhirnya ditelan dan dilupakan sejarah karena mereka mati tanpa meninggalkan apa-apa dari mereka yang patut diingat oleh sejarah. Tetapi ada orang-orang tertentu yang sekalipun sudah mati, tidak bisa dilupakan oleh sejarah. Mengapa? Karena mereka mati dengan meninggalkan warisan sejarah berupa hasil karya atau buah pikiran atau penemuan mereka. Misalnya Socrates, Plato, Yesus Kristus, JS. Bach, Bethoven, Thomas Alfa Edison, Martin Luther, John Calvin, dll. Sejarah berhutang kepada mereka. Sejarah mencatat nama mereka dengan tinta emas. Sejarah tidak bisa menelan mereka. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang pengaruhnya melampaui sejarah. Lalu bagaimana orang-orang ini tetap diingat sejarah? Karena mereka mewariskan penemuan, hasil karya dan pemikiran mereka dalam bentuk tulisan sehingga sekalipun mereka sudah mati berabad-abad, tulisan mereka tetap diingat.

Saya lalu membaca juga kata-kata Pramudya yang berkata : “Sepintar-pintarnya seseorang, jika dia tidak menulis, maka ilmunya akan tenggelam bersama kehidupannya”.

Dari situ saya ambil keputusan sejak beberapa tahun lalu untuk mendokumentasikan seluruh pikiran / khotbah saya dalam bentuk buku dan video. Hingga hari ini jumlah buku yang sudah saya tulis adalah 180 judul (Lihat koleksi buku-buku saya di sini), dan jumlah video yang sudah saya unggah ke Youtube adalah 1217 video (Lihat koleksi video-video saya di sini). Saya bertekad untuk menulis minimal 500 buku dan mengupload minimal 5000 video sebagai warisan bagi sejarah sebelum orang menyebut almarhum. Maka saya akan menjadi orang yang tidak mungkin dilupakan sejarah dan terlebih lagi membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Mengapa saya melakukan itu? Karena saya sadar hidup saya singkat dan sementara dan saya harus pergunakan kairos yang ada ini secara maksimal untuk memberkati sejarah dan memuliakan nama Tuhan. Ya, hidupmu singkat dan sementara, waktumu terbatas. Jadi pergunakanlah waktu yang ada untuk hal-hal yang berguna.



Catatan : Lihat juga video menarik ini yang berbicara tentang penggunaan waktu. Klik!   

17 Januari 2017

TUHAN PASTI MENYEMBUHKAN?

Kalau ada teman-teman yang menulis status di Facebook tentang seseorang yang sedang sakit atau kecelakaan atau sedang dirawat di Rumah Sakit, saya sering melihat ada orang-orang yang berkomentar :

“Tuhan pasti sembuhkan”,

“Berdoa saja kakak, Tuhan Yesus pasti sembuhkan”

“Tetap beriman, Tuhan pasti sembuhkan mama”

“Bapak pasti sembuh dalam nama Yesus”

dan kalimat-kalimat sejenis itu.

Yang menjadi pertanyannya adalah darimana keyakinan bahwa TUHAN PASTI MENYEMBUHKAN? Darimana ajaran bahwa kalau kita beriman PASTI SEMBUH DARI SAKIT? Darimana paham bahwa kalau kita berdoa TUHAN YESUS PASTI SEMBUHKAN dari sakit? Sedangkan para tokoh Alkitab sendiri kadang tidak disembuhkan dari sakit mereka, bahkan akhirnya mati dengan penyakit itu. Misalnya :

Yakub tidak sembuh tetapi mati.

Kej 48:1; 49:33 – (48:1) Sesudah itu ada orang mengatakan kepada Yusuf: "Ayahmu sakit!" Lalu dibawanyalah kedua anaknya, Manasye dan Efraim…. (49:33) Setelah Yakub selesai berpesan kepada anak-anaknya, ditariknyalah kakinya ke atas tempat berbaring dan meninggallah ia, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.

Elisa juga tidak sembuh tetapi mati karena sakitnya itu.

2 Raj 13:14 : Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!"

Rasul Paulus mengalami sakit yang hebat yang ia sebut sebagai “DURI DALAM DAGING” dan untuk itu ia sudah 3 kali berseru tapi Tuhan TIDAK MENYEMBUHKAN DIA.

2 Kor 12:7-10 : (7) Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. (8) Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan iblis itu mundur dari padaku. (9) tetapi jawab Tuhan kepadaku: "cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Timotius tidak disembuhkan. Paulus tidak mengadakan mujizat untuk menyembuhkan Timotius. Ia hanya menasihatinya untuk mimun anggur juga.

1 Tim 5:23 : Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.

 Demikian juga Trofimus tidak disembuhkan. Paulus tidak mengadakan mujizat untuk menyembuhkan dia. Ia malah ditinggalkan dalam keadaan sakit.

2 Tim 4:20 - Erastus tinggal di Korintus dan Trofimus kutinggalkan dalam keadaan sakit di Miletus.

Kalau tokoh-tokoh Alkitab yang jelas orang-orang beriman saja bisa tidak disembuhkan dari sakit mereka, lalu bagaimana bisa kita memastikan bahwa Tuhan akan menyembuhkan seseorang yang sakit?

Jelas ada beda antara mengharapkan Tuhan menyembuhkan atau mendoakannya supaya sembuh dengan memastikan kesembuhan itu sendiri. Tuhan tidak pernah berjanji bahwa orang beriman kalau sakit PASTI DISEMBUHKAN. Untuk orang-orang yang sering komentar begitu, saya ingin tahu, kira-kira kalau yang sakit itu ternyata tidak sembuh dan malah meninggal, mereka mau bilang apa? Bukankah kata-kata mereka itu akhirnya bertentangan dengan apa yang dialami?

Jadi sebaiknya kita mendoakan saja dan mengharapkan kesembuhan bagi si sakit dan tidak usah memberikan kata-kata yang MEMASTIKAN KESEMBUHANNYA karena kalau sampai dia tidak sembuh, itu bisa rumit bagi dia maupun bagi kita yang mengucapkannya. Ingat, apapun yang dilakukan Tuhan, entah menyembuhkan atau pun tidak, Tuhan tetap Mahakuasa dan Mahabaik.


AKU DATANG MEMBAWA PEDANG

Mat 10:34-36 - (34) ‘Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya”.

Ayat di atas adalah kata-kata Yesus yang terasa aneh. Saya katakan terasa aneh karena kita semua tahu bahwa misi Yesus Kristus boleh dikatakan sebagai misi damai sejahtera.

Ia disebut sebagai Raja Damai.

Yes 9:5 - Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Ia memberikan damai di hati orang yang percaya.

Yoh 14:27 - Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”.

Ia mendamaikan orang yang percaya dengan Allah.

Rom 5:1 - “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus”.

2 Kor 5:19 - Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Ia mendamaikan orang percaya dengan orang percaya.

Efs 2:14-18 - “(14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, (15) sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, (16) dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. (17) Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’, (18) karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa”.

Kalau begitu apa yang Yesus maksudkan pada waktu Ia berkata bahwa Ia bukan datang membawa damai tetapi pedang? Dilihat dari konteks Mat 10 yang berbicara tentang pengutusan murid-murid untuk memberitakan Injil, maka ayat ini harus ditafsirkan dari surut pandang pemberitaan Injil itu. Artinya adalah pada waktu Yesus/Injil diberitakan kepada suatu kelompok orang/keluarga, selalu ada orang-orang yang percaya dan yang tidak percaya.

William Barclay – Pertemuan dengan Yesus akan menyebabkan setiap orang harus memilih antara menerima atau menolak-Nya. Dan dunia serta manusia di dalamnya selalu terbagi ke dalam dua golongan, yaitu golongan yang menerima Kristus dan golongan yang tidak menerima-Nya.

Nah, antara orang yang percaya dengan orang yang tidak percaya, bukan terjadi damai, tetapi justru terjadi perpecahan dan pertentangan karena Yesus. Bandingkan :

Yoh 7:40-43 - “(40) Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: ‘Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.’ (41) Yang lain berkata: ‘Ia ini Mesias.’ Tetapi yang lain lagi berkata: ‘Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! (42) Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.’ (43) Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia”.

Kis 14:1-4 - “(1) Di Ikoniumpun kedua rasul itu masuk ke rumah ibadat orang Yahudi, lalu mengajar sedemikian rupa, sehingga sejumlah besar orang Yahudi dan orang Yunani menjadi percaya. (2) Tetapi orang-orang Yahudi, yang menolak pemberitaan mereka, memanaskan hati orang-orang yang tidak mengenal Allah dan membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara itu. (3) Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karuniaNya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. (4) Tetapi orang banyak di kota itu terbelah menjadi dua: ada yang memihak kepada orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu”.

Pertentangan inilah yang Yesus maksudkan sebagai pedang. Dan itu bisa terjadi dalam 1 keluarga / rumah tangga dan karena itu lalu dikatakan :

Mat 10:35-36 – (35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya”.

Mengapa orang itu dipisahkan dari ayahnya? Karena orang itu percaya pada Yesus sedangkan Karena anak perempuan itu menerima Yesus sedangkan ibunya menolak Yesus. Mengapa menantu perempuan itu dipisahkan dari mertuanya? Karena menantu itu menyambut Kristus sedangkan mertuanya menolak Kristus. Karena itu lalu terjadi perpecahan/permusuhan sehingga dalam ayat 36 dikatakan : ”musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya”.

Coba pikirkan ini, jika keluarga saudara adalah sebuah keluarga Islam yang soleha dan taat beribadah dan damai. Lalu tiba-tiba salah seorang anggota keluarga saudara menyatakan diri menjadi Kristen karena telah mendengar pemberitaan Injil. Kira-kira bagaimana reaksi/tindakan saudara? Saudara mungkin memaki, membenci, mengusir dari rumah, menghapuskan namanya dari daftar keluarga, dll. Mengapa keluarga yang tadinya begitu damai sekarang justru penuh kebencian dan kehancuran? Seandainya nama Kristus tidak diberitakan pada anggota keluarga itu, pastilah mereka akan tetap menjadi keluarga yang damai bukan? Tetapi karena Kristus diberitakan di sana, maka respon yang berbeda terhadap-Nya lalu memicu pertentangan/perpecahan itu.

Inilah makna kata-kata Yesus bahwa Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang. Untuk memisahkan orang dari ayahnya, memisahkan orang dari ibunya, memisahkan menantu dari mertuanya. Jadi Yesus datang untuk membawa pertentangan bukan? Bandingkan dengan ayat paralelnya dalam Injil Lukas yang mengatakan :

Luk 12:51 - Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

Tidak dapat disangkal bahwa hubungan seseorang dengan keluarganya adalah hubungan yang begitu berharga. Tidak ada orang waras yang ingin keluarganya hancur namun kelihatannya itu tidak bisa dihindari jika terjadi respon yang berbeda terhadap Kristus. Hal ini diperparah lagi dengan kenyataan bahwa permusuhan / kebencian karena perbedaan agama adalah yang paling sengit.

Matthew Henry - Akibat dari pemberitaan Injil bukanlah kesalahan dari Injil, tetapi kesalahan dari mereka yang tidak menerimanya.... Perhatikan, permusuhan-permusuhan yang paling sengit dan keras adalah permusuhan-permusuhan yang muncul karena perbedaan agama; tidak ada permusuhan/kebencian seperti permusuhan/kebencian dari penganiaya, tidak ada ketetapan hati seperti ketetapan hati dari orang-orang yang dianiaya.

Matthew Henry - Perhatikan, ikatan yang terkuat dari kasih dan kewajiban keluarga sering dihancurkan oleh suatu permusuhan / kebencian terhadap Kristus dan ajaran-Nya.

Spurgeon - Kebencian karena agama sering membangkitkan kebencian / permusuhan yang paling sengit, dan kedekatan keluarga makin mengobarkan, dan bukannya memadamkan, permusuhan.

Itu berarti bahwa seorang yang percaya kepada Kristus bisa mengalami permusuhan / kebencian yang hebat dari pihak keluarganya sendiri yang tidak percaya pada Kristus. Jangankan persoalan perbedaan iman, kadang-kadang perbedaan denominasi gereja saja (GMIT, Kharismatik, Injili, dll) sudah bisa membuat orang memusuhi / membenci orang lain / terjadi perpecahan bahkan dalam keluarga (suami-isteri, orang tua-anak, kakak-adik, dll). Apalagi perbedaan agama / iman? Karena itu jangan heran kalau saudara ikut Yesus, saudara akan ditentang oleh orang-orang yang menolak Yesus bahkan mungkin yang ada di rumah saudara. Kalau saudara mau ikut Tuhan sungguh-sungguh, saudara akan ditentang oleh orang-orang Kristen KTP di dalam keluarga saudara. Kalau saudara mau ikut gereja dengan ajaran yang benar maka saudara akan ditentang oleh orang lain tidak menyukai ajaran yang benar.

Mark 13:13 - Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

2 Tim 3:12 - Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesusakan menderita aniaya

Di sinilah apa yang Kristus katakan menjadi kenyataan bahwa Ia datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang. Jadi boleh dikatakan bahwa ”pedang” itu selalu ada dalam kehidupan setiap orang yang mau percaya sungguh-sungguh kepada Kristus.

Kalau begitu apa respon kita? Apa sebenarnya yang dikehendaki oleh Tuhan ketika mengatakan kalimat ini kepada murid-murid-Nya? Yang ingin dikatakan oleh Tuhan adalah kalau kamu percaya Kristus, kalau kamu mau sungguh-sungguh hidup sesuai Firman Tuhan, kalau kamu mau berpegang teguh pada ajaran yang benar, kamu akan mengalami pertentangan-pertentangan, permusuhan-permusuhan, kebencian-kebencian dari orang-orang yang tidak beriman / menolak Kristus, orang-orang yang tidak mencintai dan tidak peduli pada kebenaran, bahkan bisa jadi orang-orang itu ada di dalam rumahmu, tetapi itu tidak boleh menyebabkan kamu menjadi mundur dari imanmu dan kebenaranmu.

Spurgeon: Kedatangan Kristus ke dalam sebuah rumah sering merupakan penyebab dari perbedaan antara orang-orang yang sudah bertobat dan yang belum bertobat. Makin orang Kristen itu mengasihi, makin ia ditentang: kasih menciptakan suatu semangat yang lembut untuk keselamatan dari sahabat-sahabat, dan semangat itu sering menimbulkan kejengkelan / kebencian. Kita harus mengharapkan hal ini, dan tidak boleh mengubah haluan karena hal itu pada saat hal itu terjadi. ... Kita harus maju terus dalam mengaku Tuhan Yesus, apapun yang diakibatkan olehnya. Bahkan kalau rumah kita menjadi gua / sarang singa bagi kita, kita harus tetap berdiri / bertahan untuk Tuhan kita. Orang-orang yang mengusahakan damai dengan mengorbankan apapun tidak mempunyai bagian dalam kerajaan ini.

Wycliffe Bible Commentary - Sekalipun perpecahan seperti ini sangat menyedihkan, seorang murid tidak boleh membiarkan perasaan alamiahnya menyebabkan melemahnya kasihnya kepada Kristus.

Inti dari semua ini adalah Tuhan mau agar kita lebih memprioritaskan Dia di atas segala sesuatu termasuk keluarga kita sekalipun. Karena itu di ayat berikutnya Tuhan langsung berkata :

Mat 10:37 - Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Renungkanlah, apakah saudara sudah mengasihi Kristus di atas segala-galanya? Jikalau tidak, ayat tersebut berkata bahwa saudara tidak layak bagi Kristus!



YESUS MEMANG SANGAT ISTIMEWA

Catatan : Dicuplik dari khotbah Pdt. Esra Alfred SoruAKU AKAN MEMBERIKAN KELEGAAN KEPADAMU

Mat 11:27 – Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Dalam Ayat di atas Yesus mengucapkan suatu kalimat yang sangat eksklusif tentang diri-Nya bahwa ada hubungan yang sangat khusus dan istimewa antara Ia dan Bapa. “Tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak ….”. Berarti yang mengenal diri Yesus dengan benar hanya Sang Bapa. Dan yang mengenal Sang Bapa dengan benar hanyalah Yesus. Bandingkan :

Luk 10:22 – “…tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak ….

Alkitab Bahasa Kupang (Luk 10:22) – “….Yang tau batĂșl, bilang, Beta ni, sapa, andia cuma Bapa sa. Deng yang tau batĂșl, bilang, Bapa tu, sapa, cuma Bapa pung Ana sa, andia Beta.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Yesus lebih besar dari semua nabi, rasul, tokoh agama manapun karena sehebat-hebatnya mereka, mereka tidak bisa mempunyai pengenalan yang begitu sempurna tentang Allah sama seperti Allah mengenal mereka dengan sempurna. Bahkan rasul sekaliber Paulus pun berkata :

1 Kor 13:12 – “… Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal”.

Jadi hanya Yesus Sang Anak yang mempunyai pengenalan yang sempurna tentang Allah Bapa. Karena itu kalau ada nabi lain yang bicara tentang Allah tapi tidak sama atau bahkan bertentangan dengan apa yang Yesus katakan maka itu adalah omong kosong yang besar. Jangan percaya nabi itu!

Selanjutnya Yesus mengatakan bahwa manusia bisa mengenal Allah (Bapa) juga dengan benar tetapi semuanya bergantung kepada diri-Nya, apakah Dia berkenan menyatakan itu kepada mereka atau tidak.

Mat 11:27 – “….tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Berarti orang mengenal Allah Bapa tergantung pada Yesus. Kalau Yesus menyatakan-Nya kepada mereka barulah mereka mengenal Allah (Bapa). Tapi kalau Yesus tidak menyatakan-Nya kepada mereka, mereka tidak mungkin mengenal Allah (Bapa). Di sini kita kembali menemukan satu hubungan yang sangat erat antara Sang Bapa dan Yesus.

Jikalau kita bandingkan ini dengan pernyataan Yesus kepada Petrus ketika Petrus dengan benar mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias Anak Alah yang hidup maka ada kebenaran indah di sini. Perhatikan ayat ini :

Mat 16:15-17 – (15) Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" (16) Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (17) Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Jadi mengapa Petrus bisa mengenal Yesus dengan benar? Karena Bapa yang menyatakan-Nya kepada Petrus.

Kalau begitu antara Yesus dan Bapa ini bukan saja saling mengenal tetapi juga saling memperkenalkan. Hanya Bapa yang mengenal Yesus (Anak) dan hanya Yesus (Anak) yang mengenal Bapa. Selanjutnya orang bisa kenal Bapa kalau Yesus menyatakan kepada mereka dan orang bisa kenal Yesus kalau Bapa menyatakan kepada mereka. Dengan kata lain : Bapa memperkenalkan Anak kepada orang dan Anak memperkenalkan Bapa kepada orang. Tidak ada orang yang mengenal Bapa kalau Anak tidak menyatakan-Nya dan tidak ada orang yang mengenal Anak tanpa Bapa menyatakan-Nya. Ini berarti di hadapan Allah (Bapa) Yesus mempunyai kedudukan yang sangat istimewa. Tanpa Dia orang tidak mungkin mengenal Allah (Bapa) dengan benar. Tanpa Dia orang tidak mungkin sampai kepada Allah (Bapa).

Yoh 14:6 - Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Semua itu berarti Yesus ini adalah tokoh yang istimewa, tokoh yang penting, tokoh yang menentukan di dalam pengenalan orang kepada Allah. Karena itu apabila orang tidak mau menerima Yesus ini atau bahkan anti terhadap Dia apalagi membenci Dia seperti yang dilakukan oleh orang Islam, mana mungkin mereka bisa mengenal / sampai kepada Allah? Tidak mungkin sekalipun setiap hari mereka berteriak “Allah Hu Akbar”!!!

Fakta ini juga seharusnya membuat kita menyadari betapa istimewanya Yesus dan karena itu jangan pernah kita melepaskan iman kita kepada Dia dan berganti dengan kepercayaan yang lain. Sekarang ini ada banyak orang melepaskan Yesus hanya karena cinta, ekonomi, jabatan, dll seperti yang terjadi di pulau Timor. Marga mereka masih marga Timor tapi namanya sudah berganti menjadi nama-nama Arab yang seringkali identik dengan Islam seperti Arifin Timo, Muhammad Atupah, Siti Banamtuan, Abdullah Neno, dll. Mereka yang melepaskan Yesus dan menggantikannya dengan yang lain sama dengan membuang emas yang ada di tangan kita dan menggantinya dengan seng atau almunium.

Ada banyak mualaf berpikir dengan melepaskan Yesus dan memeluk Islam mereka menjadi lebih mengenal Allah tetapi itu adalah kesalahan terbesar karena mereka telah melepaskan tokoh istimewa yang adalah akses satu-satunya di dalam mengenal Allah dan sampai kepada Allah.

1 Yoh 2:23 - Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.

Yoh 15:23 - Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku.

Jadi jangan pernah melepaskan Yesus Kristus, tokoh istimewa ini apapun yang terjadi.

AMIN.

Catatan : Khotbah lengkapnya dapat dilihat di sini : “AKU AKAN MEMBERIKAN KELEGAAN KEPADAMU”.

TUJUAN TUHAN MEMBERIKAN BADAI

Catatan : Dicuplik dari khotbah Pdt. Esra Alfred Soru “BADAI KEHIDUPAN”.

Luk 8:22-25 - (22) Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-muridNya, dan Ia berkata kepada mereka: ‘Marilah kita bertolak ke seberang danau.’ Lalu bertolaklah mereka. (23) Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya. (24) Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya: ‘Guru, Guru, kita binasa!’ Iapun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh. (25) Lalu kataNya kepada mereka: ‘Di manakah kepercayaanmu?’ Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: ‘Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepadaNya?

Ayat di atas bercerita tentang badai yang menghantam murid-murid dalam perjalanan mereka. Jikalau kita percaya pada providensi Allah yang mengajarkan bahwa segala sesuatu telah ditetapkan / diatur oleh Allah maka kita harus percaya bahwa badai yang menimpa Yesus dan murid-murid-Nya ini bukanlah suatu kebetulan. Semua itu tentu ada tujuannya.

Calvin - Adalah pasti bahwa badai yang menggoncangkan danau bukanlah kebetulan : karena bagaimana Allah bisa mengizinkan Anak-Nya didorong kesana kemari dengan sembarangan oleh kehebatan gelombang-gelombang? (http://biblehub.com/commentaries/calvin/matthew/8.htm).

Demikian pula pada waktu badai itu menghantam perahu mereka dan Yesus tertidur, itu pun bukan kebetulan.

Calvin - Karena itu hendaknya kita menyimpulkan, bahwa semua ini diatur oleh providensia rahasia dari Allah, - supaya Kristus tidur, supaya suatu badai yang hebat muncul, dan supaya gelombang-gelombang melingkupi perahu, yang ada dalam bahaya dari kehancuran. (http://biblehub.com/commentaries/calvin/matthew/8.htm).

Dan karena itu pula kalau hidupmu dihantam oleh badai dan gelombang kehidupan, engkau berteriak tetapi tidak ada jawaban, Tuhan seolah-olah diam / tidur, itu tidak kebetulan. Semuanya ada tujuan!

Lalu apa tujuannya? Di sini saya memberikan 3 tujuan :

1. TUHAN MAU AGAR MURID-MURID-NYA MENYADARI KELEMAHAN MEREKA.

Satu hal juga tidak kebetulan adalah bahwa peristiwa ini terjadi di danau Galilea. Ingat bahwa beberapa dari murid Yesus adalah mantan nelayan yang sudah biasa mengarungi danau Galilea. Boleh dibilang itu adalah “lapangan” mereka dan mereka sudah berpengalaman di “lapangan” itu. Tapi justru sekarang di “lapangan” mereka itulah badai dan gelombang menghantam mereka dan nyaris binasa.

Apa sebenarnya yang mau dikatakan Tuhan lewat semuanya ini? Tuhan sedang mau katakan bahwa sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lemah yang tanpa Tuhan pasti binasa. Ya, setiap badai kehidupan yang menghantam hidup kita sesungguhnya adalah pesan Tuhan untuk kita bahwa kita adalah makhluk lemah yang tanpa Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tanpa Dia kita akan binasa. Kita tidak bisa mengontrol segala sesuatu agar seturut dengan keinginan kita.

Adam Clarke - Satu keuntungan dari ujian-ujian adalah membuat kita mengetahui kelemahan kita. (http://biblehub.com/commentaries/clarke/matthew/8.htm)

Kiranya setiap kita bisa menangkap pesan Tuhan lewat badai-badai yang menghantam kehidupan kita.

2. TUHAN MAU MENGUJI DAN MENGUATKAN IMAN MURID-MURID-NYA.

Selain untuk menunjukkan kelemahan para murid, badai itu juga dimaksudkan untuk menguji dan menguatkan iman mereka.

Calvin - Dan hendaknya kita belajar bahwa kapan pun terjadi peristiwa apapun yang merugikan / bersifat bermusuhan, Tuhan menguji iman kita. (http://biblehub.com/commentaries/calvin/matthew/8.htm).

Matthew Henry - Ia sedang tertidur. Sepertinya Ia tidak akan segera bertindak untuk menolong bahkan saat keadaan semakin genting. Dengan demikian Ia menguji iman dan kesabaran mereka, serta mendorong mereka untuk berdoa dan membangunkan-Nya sekaligus membuat penyelamatan itu terasa semakin disyukuri ketika akhirnya datang juga. (Injil Lukas 1-12, hal. 284).

William Hendriksen - Kita tidak boleh lupa bahwa pimpinan ilahi sedang bekerja di sini, seperti yang selalu terjadi: Yesus harus berada di danau ini supaya, melalui mujizat yang sangat mengherankan, bisa menguatkan iman dari murid-murid-Nya. (NT Commentary : Luke, hal. 438-439).
Ya, Tuhan mau menguji dan menguatkan iman kita melalui badai-badai hidup yang kita alami. Apakah kita tetap beriman dan berpegang pada firman-Nya? Lihatlah Ayub yang ditimpa oleh badai kehidupan. Tapi imannya tetap teguh kepada Allah.

Ayub 1:21 - katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!

Dia sudah berfirman bahwa Dia akan memelihara hidup kita. Dan untuk menguji apakah kita mempercayai-Nya dalam hal itu, Ia kirimkan badai yang menghantam / menghancurkan ekonomi / pekerjaan / bisnis kita untuk melihat apakah kita benar-benar percaya pada janji pemeliharaan-Nya? Dia sudah berfirman bahwa Dia akan melindungi kita di setiap jalan kita. Dan untuk menguji apakah kita mempercayai-Nya dalam hal itu, Ia kirimkan badai berupa bahaya yang mengancam hidup kita untuk melihat apakah kita benar-benar percaya pada janji perlindungan-Nya? Dia sudah berfirman bahwa Dia akan menyertai kita. Dan untuk menguji apakah kita mempercayai-Nya dalam hal itu, Ia kirimkan badai berupa kehilangan orang-orang yang terkasih, untuk melihat apakah kita benar-benar percaya pada janji penyertaan-Nya? Demikianlah setiap badai yang Ia kirimkan dalam hidup kita sebenarnya untuk menguji dan menguatkan iman kita. Dan karenanya biarlah kita tetap berpegang teguh pada setiap firman-Nya setiap kali badai kehidupan menerpa kita.

3. TUHAN MAU MENUNJUKAN KUASA-NYA DAN MEMPERKENALKAN DIRI-NYA KEPADA PARA MURID.

Perhatikan ayat 25 :

Luk 8:25 – “.... Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: ‘Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepadaNya?

Mat 8:27 - Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

Hari itu, hari di mana murid-murid dihantam badai dan taufan, mata mereka melihat sebuah mujizat yang luar biasa bahwa angin badai, taufan, gelombang teduh seketika. Hari itu juga mereka menyadari mereka tidak sedang mengikuti seorang guru biasa. Ini lebih daripada seorang manusia. Dia Tuhan dan Allah. Seandainya perahu mereka tidak dihantam badai hari itu, mereka tidak berkesempatan untuk melihat mujizat yang luar biasa itu dan juga tidak mengenal Yesus dengan lebih baik.

Mengapa Tuhan membiarkan Israel ditindas dan menderita ratusan tahun di Mesir? Supaya pada waktu Ia menyelamatkan mereka dari sana, mereka dapat melihat kuasa dan keajaiban Tuhan serta dapat mengenal-Nya dengan baik. Bandingkan :

Kel 18:10-11 – (8) Lalu kata Yitro: "Terpujilah TUHAN, yang telah menyelamatkan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan Firaun. (11) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN lebih besar dari segala allah; sebab Ia telah menyelamatkan bangsa ini dari tangan orang Mesir, .....

Mengapa Tuhan membiarkan Naaman yang hebat itu terkena kusta? Supaya Ia bisa melihat kuasa Tuhan nyata atas dirinya dan mengenal Tuhan dengan benar.

2 Raj 5:15 - Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. ....

Mengapa Tuhan membiarkan anak janda Sarfat jatuh sakit dan mati? Supaya Ia bisa melihat kuasa Tuhan dan percaya pada Firman Tuhan.

1 Raj 17:24 - Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: "Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar."

Ya, setiap badai hidup yang menerpa kita sebenarnya adalah sebuah kesempatan untuk melihat kuasa / mujizat Tuhan berlaku atas kehidupan kita. Ini tidak berarti bahwa Tuhan selalu akan membebaskan kita dari dari setiap problem. Tidak! Itu mungkin berarti bahwa Tuhan akan memberikan kekuatan kepadamu untuk menanggung problem itu. Itu juga sebuah mujizat.

C. H. Spurgeon - Saudaraku yang kekasih, tahukah kamu bahwa Allah kadang-kadang mengerjakan mujizat yang lebih besar pada waktu Ia menopang umat-Nya dalam kesukaran dari pada jika Ia membawa mereka keluar darinya? Bagi Dia untuk membiarkan semak menyala tetapi tidak terbakar merupakan sesuatu yang lebih agung / hebat dari pada memadamkan nyala itu dan dengan demikian menyelamatkan semak itu. (Spurgeon’s Expository Encyclopedia, Vol 3, hal. 267).

Demikian juga setiap badai hidup yang menerpa kita sebenarnya adalah sebuah kesempatan untuk mengenal Dia dengan baik.

Esra Alfred Soru - Jika anda tidak pernah mengalami sakit, bagaimana anda mengenal Dia sebagai Penyembuh? Jika anda tidak pernah mengalami kesedihan, bagaimana anda mengenal Dia sebagai Penghibur? Jika anda tidak pernah mengalami kekurangan, bagaimana anda mengenal Dia sebagai Pemelihara? Jika anda tidak pernah mengalami ketakutan, bagaimana anda mengenal Dia sebagai Pengawal? Jika anda tidak pernah mengalami bahaya, bagaimana anda mengenal Dia sebagai Penjaga? Jika anda tidak pernah mengalami kesendirian, bagaimana anda mengenal Dia sebagai Sahabat? Jika anda tidak pernah mengalami kebimbangan, bagaimana anda mengenal Dia sebagai Penasehat? Jika anda tidak pernah mengalami tuduhan, bagaimana anda mengenal Dia sebagai Pembela?

Karena itu janganlah mengeluh, janganlah bersungut-sungut, jangalah kehilangan kepercayaan / iman apabila perahu kehidupanmu dihantam badai. Sebaliknya bersyukurlah karena semua diatur Tuhan untuk memberimu kesempatan melihat kuasa-Nya dan mengenal-Nya dengan lebih dalam.

AMIN

Khotbah lengkap dapat dililat di sini : “BADAI KEHIDUPAN”


27 April 2016

LESBIAN, GAY, BISEXUAL, TRANSGENDER (LGBT)

By. Pdt. Esra Alfred Soru.

Saudara-saudara, berikut ini adalah pembahasan saya terkait masalah LGBT. Saya hanya berikan outlinenya saja dan saudara-saudara dapat mendengarkan / menonton videonya bagian per bagian dengan mengklik link yang saya berikan di bawahnya. Semoga ini mencerahkan kita sekalian.

PENDAHULUAN

I. APA KATA ALKITAB TENTANG LGBT?
b. Kasus Sodom. 

c. Kasus dalam kitab Hakim-Hakim. 

d. Larangan dalam Hukum Taurat.  

e. Pernyataan Paulus Dalam Surat Roma.  

f. Pernyataan Paulus Dalam Surat 1 Korintus dan 1 Timotius.


II. ADAKAH DUKUNGAN ALKITAB BAGI LGBT?

a. Ajaran Yesus dalam Mat 19:12. 

b. Hubungan Daud dan Yonatan.


III. BAGAIMANA JIKA KAUM LGBT BERKATA......?

b. Homoseksual bukan dosa dan tidak salah karena homoseksual tidak merugikan orang lain.


IV. BAGAIMANA SIKAP KITA TERKAIT LGBT / HOMOSEKSUAL INI ?

a. Bagaimana sikap kita terhadap orang-orang LGBT / homoseksual?

# Kita tidak boleh membenci / mengucilkan mereka / tetap mengasihi mereka tetapi juga tidak boleh bertoleransi terhadap paham dan praktek mereka.

# Kita harus melakukan langkah-langkah antisipatif. 


b. Bagaimana sikap kita (saya) kalau ternyata kita (saya) sendiri adalah seorang LGBT / homoseksual?
Ada kesalahan di dalam gadget ini