23 November 2011

BOLEHKAH MENGADAKAN PERINGATAN HARI KE-40 BAGI ORANG YANG SUDAH MENINGGAL?

By. Esra Alfred Soru


Seorang sahabat baru-baru ini mengajukan pertanyaan kepada saya tentang apakah boleh merayakan/memperingati 40 hari kematian ibunya karena terjadi pro kontra di antara anggota keluarganya. Yang lain mengatakan harus, tapi yang lain mengatakan tidak boleh.

Berikut ini jawaban saya :

Mengapa orang sering memperingati hari kematian seseorang pada hari ke 40? Ini tradisi/kebiasaan yang tidak jelas tujuannya. Apa tujuannya membuat peringatan hari ke- 40? Jika alasannya adalah karena pada hari ke 40 baru arwah/jiwa orang mati itu benar-benar meninggalkan dunia ini (karena sebelumnya masih melayang-layang / gentayangan), maka jelas ini pemahaman yang salah dan tidak alkitabiah.

Alkitab mengajarkan bahwa begitu seseorang mati, tubuhnya dikubur tapi jiwa/rohnya langsung menuju ke surga (bagi yang percaya Yesus) atau neraka (bagi yang tidak percaya Yesus). Ini terlihat dari :

1. 2 Kor 5:1 - “Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar (artinya: jika kita mati), ALLAH TELAH MENYEDIAKAN SUATU TEMPAT KEDIAMAN DI SORGA BAGI KITA, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia”.

NIV/NASB: ‘we HAVE a building from God’.

Perhatikan kata ‘have’ yang ada dalam ‘present tense’ (bentuk sekarang), bukan ‘future tense’ (bentuk yang akan datang). Ini menunjukkan bahwa begitu kita mati, kita langsung mendapatkan rumah itu.

2. 2 Kor 5:8b: ‘terlebih suka kami beralih dari tubuh ini UNTUK MENETAP PADA TUHAN’.

NASB: ‘to be at home with the Lord’ (ada di rumah bersama Tuhan).

NIV: ‘at home with the Lord’ (di rumah bersama Tuhan).

Literal / hurufiah: ‘to come home to the Lord’ (pulang ke rumah kepada Tuhan).

Jadi ini menunjukkan bahwa bagi Paulus ‘mati’ sama dengan ‘pulang ke rumah Bapa’ dan ini menunjukkan bahwa begitu seorang Kristen mati ia langsung masuk surga.

3. Fil 1:23 - Aku didesak dari dua pihak: aku ingin PERGI DAN DIAM BERSAMA-SAMA DENGAN KRISTUS - itu memang jauh lebih baik”.

Kata ‘pergi’ di sini jelas menunjuk kepada ‘mati’. Jadi Paulus berkata kalau ia mati, ia diam bersama-sama dengan Kristus. Ini pasti sama dengan masuk surga.

4. Yesus menjanjikan bahwa penjahat yang bertobat di kayu salib akan masuk ke Firdaus (surga) pada hari itu juga (Luk 23:43).

5. Cerita tentang Lazarus dan orang kaya (Luk 16:19-31), bukan hanya menunjukkan bahwa orang percaya yang mati langsung masuk surga, tetapi juga menunjukkan bahwa orang tidak percaya yang mati akan langsung masuk neraka.

Bacalah cerita ini dan saudara akan melihat bahwa sekalipun orang kaya itu masih mempunyai 5 saudara yang masih hidup, yang menandakan bahwa Yesus belum datang untuk keduakalinya, tetapi ia sendiri sudah masuk ke alam maut / Hades (ay 23), yang digambarkan sebagai tempat penderitaan dengan nyala api (ay 23-25), sehingga jelas menunjuk pada neraka.

6. Yudas 1:7 - “sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, TELAH MENANGGUNG SIKSAAN API KEKAL sebagai peringatan kepada semua orang”.

Perhatikan bahwa di sini digunakan kata-kata telah menanggung’ bukan akan menanggung’. Jadi, pada saat Yudas menulis surat ini (abad pertama Masehi), orang-orang Sodom dan Gomora itu sedang menanggung / mengalami siksaan api kekal / neraka. Dengan demikian jelaslah bahwa orang jahat bukannya baru akan dimasukkan ke neraka pada saat Yesus datang untuk keduakalinya.

7. Dalam Wah 20:10 dikatakan: “dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya”.

Perhatikan bahwa pada waktu Iblis dimasukkan ke neraka, ternyata neraka itu tidak kosong, tetapi binatang dan nabi palsu itu sudah ada di sana. Saya tidak ingin mempersoalkan kata ‘binatang’ itu menunjuk kepada siapa, tetapi saya hanya ingin menekankan bahwa sudah ada manusia di neraka sebelum Iblis dibuang ke sana pada akhir jaman.

Semua ini memperlihatkan bahwa orang yang mati, jiwa/rohnya langsung menuju surga/neraka (tergantung dia beriman pada Yesus atau tidak). Jadi tidak ada roh yang gentayatangan/melayang-layang sampai hari ke-40. Dengan demikian memperingati hari ke 40 dari orang yang meninggal dengan konsep/alasan bahwa pada hari itu arwah/jiwa dari orang mati itu baru benar-benar pergi meninggalkan dunia ini jelas sama sekali tidak alkitabiah dan seharusnya orang Kristen yang sejati tidak boleh melakukan hal ini.

Mungkin ada juga yang beralasan bahwa mereka hanya mau bersyukur saja karena Tuhan sudah menjagai mereka hingga 40 hari tanpa kehadiran orang yang sudah meninggal itu. Tapi kalau ini alasannyaa, mengapa harus tepat hari ke-40? Mengapa tidak bisa hari ke 50, 63, 71, dll? Mengapa memutlakan hari ke 40? Ada apa di balik semua ini?

Jadi menurut saya, membuat peringatan hari ke-40 bagi orang yang meninggal selain tidak ada gunanya, juga sangat tidak alkitabiah.

Salam Kasih!

Esra Soru

15 komentar:

  1. Tuhannya kok aneh...ini terlihat ada rekayasa alkitab...masa sudah tau israel jahat, kejam dan sadis membunuh orang kristen...;Tuhan masih menjadikan israel umat pilihan...

    tidak masuk akal...disini saja sudah terlihat ada keganjilan dan ketidak adilan...lalu bangsa yang lain dianggap tuhan apa ?//


    wah nggak beres ini...beriman sih beriman...tapi kalau begini....???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak ada satupun 'Kitab Suci' yang bebas dari rekayasa, tergantung rekayasa untuk tujuan baik atau buruk.Semua orang beragama mengklaim kitab sucinya BENAR karena dianggap 'aseli' dari Tuhan. Mungkinkah? Belajar dari sejarah awal mula munculnya semua agama, diketahui bahwa selalu para pencetus agama baru melakukan rekayasa. Ada 4 rekayasa yang biasa dibuat: (1) Menyalahkan atau memojokkan (ajaran) agama sebelumnya supaya ide2 yang dibawa oleh agama baru itu bisa laku terjual dan mendapat pengikut. Kalau tidak memojokkan agama sebelumnya maka agama baru itu tdk akan mendapat banyak pengikut.(2) Mengklaim apa yang dikatakan itu sebagai yg berasal dari Tuhan supaya tidak ada yang mempertanyakan kebenarannya. (3) Membuat aturan2 yang sifatnya memaksa supaya orang tdk mempersoalkan lagi kebenaran yang dibawa oleh agama yang baru itu; atau dgn kata lain, "ajaran agamaku tak boleh dikritik karena ini kata2 langsung dari Tuhan". Nama Tuhan dipakai supaya tdk ada kritik.(4) Kekerasan sering dipakai sebagai cara terbaik untuk membela apa yang menurut mereka benar. Empat rekayasa ini dipakai oleh semua agama pada masa awal agama2 itu muncul.

      Hapus
  2. benar kata Allah SWT...

    mereka orang2 kafir (mudahan yang punya blog ini bukan orang kafir) sama saja bagi beri mereka peringatan atau tidak beri peringatan mereka tidak akan beriman...

    “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu)! (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (QS. AN-Nisa’: 171)

    BalasHapus
  3. yg kamu kasih ayat alquran. Ayat Alkitab yang di tulis pak Esra itu. Jika itu menurut anda benar, mengapa anda gk senang karena kmi menganggap Alkitab kami benar? Rekayasa Alkitab? Anda punya bukti atau tidak? Israel kejam dan jahat? Menurut anda bangsa lain tidak jahat dan kejam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan..

      "Mengapa bangsa Israel banyak menyerang/menghancurkan bangsa2 tertentu?"

      Bukan kejam atau apa..
      Bangsa yg dihancurkan Israel, sudah diketahui oleh Tuhan tidak akan bisa bertobat lagi, jadi Tuhan mengirim mandat kepada bangsa Israel untuk menghancurkan bangsa tersebut..
      Buat apa bangsa2 yg tidak akan bisa bertobat tersebut dipertahankan??

      Itulah penjelasannya..
      Kalo anda masih gak mudengg, harap cuci pikiran anda biar bersih..

      Hapus
  4. Sangat sedih ditinggal oleh orang-orang yg kita cintai. Sampai 3 hari mungkin seminggu, rasa shock yg ada .... 40 hari rasanya belum percaya juga, ia/beliau rasanya sedang pergi jauuhh tapi belumm kembali-kembali. Hingga 100 hari pun rasa itu masing suka datang. Mungkin setelah 1.000 hari kita bisa dalam kondisi yg normal.

    Gak tahu angka-angka itu datang nya dari mana. Yg jelas pas rasanya saat-saat itu kita mendekat dg Tuhan & sesama utk berdoa sendiri, berdoa bersama, mengenang, memuji Sang Pengasih.

    Oh Allah ku, aku rindu pada Ayah & Bunda ku ....

    BalasHapus
  5. Pendeta ytk. Anda membeberkan soal peringatan hari ke 40 dengan mengutip nas Kitab Suci yang banyak. Harap tdk kehabisan kazana alkitab yang kaya, jauh melampaui pikiran manusia yang kecil. Begini, bisa jadi hari ke empat puluh didasarkan pada hari kenaikan Yesus Ke Surga, setelah kebangkitan. Bisa jadi, juga tradisi suku tertentu yang ingin mengenang orang yang dikasihi. Tidak ada salahnya mendoakan orang yang dikasihi, pada hari ke 40, juga pada hari-hari lain. Tuhan selalu mendengarkan doa-doa kita. Ia ada dan selalu mencintai.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pendeta ytk. Anda membeberkan soal peringatan hari ke 40 dengan mengutip nas Kitab Suci yang banyak. Harap tdk kehabisan kazana alkitab yang kaya, jauh melampaui pikiran manusia yang kecil. Begini, bisa jadi hari ke empat puluh didasarkan pada hari kenaikan Yesus Ke Surga, setelah kebangkitan.

      Esra : Apa hubungannya hari ke 40 Yesus naik ke surga dengan peringatan hr ke 40 bagi orang yg mati?

      =====

      Bisa jadi, juga tradisi suku tertentu yang ingin mengenang orang yang dikasihi. Tidak ada salahnya mendoakan orang yang dikasihi, pada hari ke 40, juga pada hari-hari lain.

      Esra : Mengenang tidak harus dengan mendoakan. Mendoakan orang mati apa gunanya? Kalau dia sudah di surga, dia tak butuh doa2 kita. Tidak ada manfaat bagi dia. Kalau dia di neraka, nasib kekal tidak akan berubah dengan doa2 kita. Jadi tetap tidak manfaatnya doa untuk orang mati.

      =====

      Tuhan selalu mendengarkan doa-doa kita. Ia ada dan selalu mencintai.....

      Esra : Salah! Tuhan hanya mendengar doa2 yg sesuai kehendakNya. Kalau tidak sesuai kehendakNya, dia tidak jawab.

      I Yohanes 5:14 : Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

      Hapus
    2. amin......., pak pdt. Esra

      Hapus
    3. Kalo soal mendengarkan doa, Tuhan itu selalu mendengarkan doa-doa kita..Semua didengarkan oleh Tuhan, karena Tuhan tidak tuli, tetapi tidak semuanya dikabulkan..Yang dikabulkan itulah yang menjadi anugerah dan karunia dari Tuhan, bagi kita yang berdoa kepada Tuhan.

      Hapus
  6. Kalau 40 tahun pembebasan Israel dan 40 hari TUHAN YESUS bebas dari beban puasa di padang gurun boleh nggak dikaitkan dgn peringatan 40 hari kematian orang beriman, selain doa mohon keselamatan bagi mendiang, sekaligus tanda kasih kepadanya? Salam

    BalasHapus
  7. Ga boleh, emang yang meninggal baru dibebaskan dari perbudakan?trus emang yang meninggal itu baru selesai berpuasa?jangan sambung-sambungin sesuatu dari dalam Alkitab yang maknanya aja sudah berbeda, itu namanya tafsir sesat. Mendoakan orang mati ga ada gunanya, udah kaya mendoakan agar ada kebaikan yang dilakukan oleh iblis.

    BalasHapus
  8. Haaaaa haaaa anda semua jadi Tuhan ya. Orang berdoa kok nggak boleh. Tuhan berkenan bagi siapa pun yang berdoa dengan segala ketulusan dan kepercayaan.

    BalasHapus
  9. Pak Pendeta, maaf saya bukan mau debat, tapi apakah langsung ada surga/neraka setelah seseorang meninggal , bukankah surga/neraka nanti setelah akhir jaman (Dengan datangnya Yesus Kedua kalinya untuk penghakiman). Kenapa kita tidak boleh berdoa untuk orang meninggal, sebelum datangnya penghakiman dari Tuhan Yesus, Kita semua baik yang sudah meninggal maupun yang belum meninggal merupakan sebuah bangun tubuh dan Tuhan Yesus sebagai kepalanya , Apakah bapak tidak mengamini Pengakuan Iman Rasuli :
    Aku percaya kepada
    Roh Kudus,
    Gereja yang kudus dan am,
    persekutuan orang kudus, (' Bukan orang yang masih hidup saja)
    pengampunan dosa,
    kebangkitan daging,
    dan hidup yang kekal.

    dari penggalan diatas, kita bisa melihat kita masih menjadi satu bagian persekutuan dengan orang yang telah meninggal, apabila kita bisa mendoakan sesama kita yang masih hidup, kenapa tidak untuk orang yang telah meninggal.

    Kasus mendoakan orang yang telah meninggal :

    1. Yesus sendiri berdoa untuk lazarus (yang sudah meninggal)(Yohanes 11:39-44)
    2. 1 Raja-Raja 17:17-23)) dimana Elia berdoa untuk orang yang sudah mati dan Allah mengabulkan doanya, sehingga orang yang sudah mati itu hidup kembali.
    3. Rasul Petrus mendoakan orang mati dan memohon kepada Allah supaya orang mati ini bisa hidup lagi (Kisah Para Rasul 9:36-41)

    Kalau kita baca Roma 8:38-39 disana rasul Paulus mengajarkan tentang Persekutuan Orang kudus yang tidak bisa di pisahkan oleh kematian sekalipun.

    Bagaimana tentang Matius 17,1-8, dimana Yesus bertemu dengan Musa dan Elia

    Apakah pernah Tuhan Yesus melarang orang untuk berdoa kepada saudara-saudara kita yang telah meninggal???.

    Kita terpisah secara badan tetapi secara roh dalam persekutuan kudus kita dapat berdoa untuk mereka

    Yesus Adalah Jalan Keselematan, orang percaya akan hal itu dan mengimaninya memang akan diselamatkan.
    Apakah semua orang yang mengimaninya tidak akan berbuat dosa lagi (memang ada yang hidup suci sampai ajal, tetapi tidak semua).
    Jadi apakah Allah yang Suci dapat langsung bertemu dengan hambanya yang masih kotor (tapi telah diselamatkan) ?
    Jawabannya Tidak, oleh sebab itu kita dapat berdoa untuk orang yang telah meninggal untuk penghapusan dosa mereka karena mereka sudah diberikan keselamatan yang gratis dari Allah.
    Tetapi ini tidak berlaku untuk orang yang tidak memperoleh keselamatan karena menolok Jalan tersebut(Yesus Kristus).

    Karena ada tiga tipe orang :
    1. Orang yang telah diselamatkan (karena Iman nya Kepada Kristus) tetapi masih ada kotoran dosa dalam kehidupan pribadinya (contoh : marah, bohong)
    2. Orang yang karena imannya diselamatkan dan menjaga kehidupannya dalam kesucian
    3. Orang yang menolak Kristus dan tidak diselamatkan

    Benar Yesus sebagai Penghapus dosa manusia (Pertobatan Pertama), tetapi apakah ada jaminan orang yang telah bertobat tidak melakukan dosa-dosa kecil sekalipun, seperti meredam emosinya dll

    BalasHapus
  10. Pelangi Kasih Ministry ini seperti FPI ya. Aliran keras, semua ayat di Alkitab dimaknai secara harafiah, literal, per kalimat penggal tanpa mengaitkan dgn ayat lain yg berkesinambungan dalam surat yg sama.

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Share it