08 April 2010

MENJAWAB PERTANYAAN SEPUTAR PENDERITAAN & KEMATIAN KRISTUS (Part 4)

By. Esra Alfred Soru


Pertanyaan 29 : Bagaimana sebenarnya bentuk salib Kristus itu?

Jawaban
: Salib yang paling kuno hanya berbentuk suatu tiang saja. Kata Yunani yang diterjemahkan ‘salib’ adalah STAUROS yang sebetulnya berarti ‘an upright stake’ (tiang tegak). Ini menyebabkan sekte Saksi Yehuwa mempercayai bahwa Yesus mati pada salib yang hanya berbentuk tiang tegak saja. Tetapi ini sama sekali tidak pasti, karena dengan berlalunya waktu, lalu muncul beberapa variasi dari bentuk salib. Ada yang berbentuk seperti salib yang kita kenal sekarang di mana kayu vertikal bisa sama panjang atau lebih panjang dari kayu horizontalnya, ada yang berbentuk huruf ‘T’, ada yang berbentuk huruf ‘X’ dan ada juga yang berbentuk huruf ‘Y’. William Hendriksen mengatakan dalam bukunya ‘The Gospel of John’, hal. 425 bahwa dari Mat 27:37 dan Luk 23:38 di mana dikatakan bahwa di atas kepala Yesus ada tulisan, maka kemungkinan besar salib Yesus berbentuk seperti yang lazim kita kenal saat ini. Tetapi Leon Morris (NICNT) mengatakan (hal. 806, footnote) bahwa salib yang berbentuk ‘T’ juga memungkinkan, karena biasanya tubuh orang yang disalibkan melorot / turun, sehingga kayu melintang berada di atas kepala orang tersebut, dan di sana bisa ditaruh tulisan tersebut. Jadi sebetulnya kita tidak tahu dengan pasti salib yang bagaimana yang dipakai untuk menyalibkan Tuhan Yesus. A. T. Robertson dalam komentarnya tentang Mat 27:32 berkata : Ada bermacam-macam jenis salib dan kami tidak tahu dengan persis bentuk dari salib pada mana Yesus disalibkan, sekalipun mungkin bentuk yang biasanya diberikan / ditunjukkan adalah benar”.

Pertanyaan 30 : Bagaimana tanggapan Pak Esra tentang film “The Passion of the Christ?”

Jawaban
: Ada banyak kalangan yang beranggapan bahwa film ‘The Passion Of The Christ’ terlalu mengekspos secara berlebihan pencambukan / penyiksaan terhadap Yesus. Tetapi dari apa yang saya ketahui saya berpendapat bahwa apa yang digambarkan dalam film tersebut sama sekali tidak berlebih-lebihan! Demikianlah yang dialami oleh Kristus. Bagi saya film tersebut adalah film yang paling mendekati kebenaran tentang penderitaan dan penyaliban Kristus. Hanya saja menurut saya ada sekitar 13 kesalahan dalam yang dibuat oleh Mell Gibson selaku sutradara dari film tersebut. (1) Kata-kata Yesus pada waktu berdoa di Taman Getsemani ditambah-tambahi / divariasi sehingga tidak sesuai dengan aslinya. Misalnya ada kata-kata: ‘Rise up, defend Me’ (Bangkitlah, belalah Aku). (2) Setan menggoda Yesus di taman Getsemani supaya tidak mau mati disalib. Ada 2 kesalahan yang bersifat theologis di sini. Pertama, setan ingin Yesus mati disalib atau tidak? Yoh 13:27 mengatakan bahwa Yudas Iskariot kerasukan Iblis, yang lalu menyebabkan ia mengkhianati / menjual Guru-Nya. Jadi jelas bahwa setan ingin membunuh Yesus. Kalau di taman Getsemani ia menggoda Yesus supaya jangan mati disalib, maka ia bertentangan dengan dirinya sendiri. Juga dalam film ini pada waktu Yesus dicambuki, ditunjukkan bahwa setan berjalan keliling (sambil menggendong setan kecil), dan wajahnya menunjukkan kepuasan melihat hal tersebut. Jadi, ia senang Yesus mati? Lalu mengapa tadinya menggodai Yesus di taman Getsemani supaya Yesus jangan mati disalib? Jelas bahwa 2 hal dari film ini saling bertentangan. Kedua, setan digambarkan sebagai mengetahui rencana Allah tentang penebusan dosa umat manusia melalui kematian Kristus. Bagaimana mungkin setan bisa tahu? Lihat 1 Pet 1:12 : “Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat”. Kalau malaikat-malaikat saja tidak tahu tentang Injil, bagaimana mungkin setan bisa tahu? (3) Ada 2 jenis penyesahan yang dilakukan terhadap Yesus, yang satu menggunakan semacam rotan biasa, yang kedua menggunakan cambuk Romawi yang diberi benda-benda tajam. Tentang cambuk yang pertama, saya tidak pernah membacanya dalam buku manapun. (4) Istri Pontius Pilatus memberikan kain kepada Maria, yang lalu digunakan untuk mengepel / membersihkan darah Yesus di lantai tempat pencambukan. Ini tidak ada dalam Kitab Suci. (5) Kelihatannya Maria Magdalena digambarkan sebagai pelacur yang tertangkap dan mau dirajam dalam Yoh 8:1-11. Ini salah! Siapa yang mengatakan kalau perempuan itu adalah Maria Magdalena? Memang ada tradisi yang mengatakan bahwa Maria Magdalena adalah bekas pelacur / perempuan yang tak bermoral. Ini merupakan fitnahan terhadap Maria Magdalena, karena dalam Kitab Suci sama sekali tak ada petunjuk tentang hal itu. (6) Dalam film ‘The Passion Of The Christ’ itu digambarkan adanya seorang perempuan (Veronica?) yang memberikan kain kepada Yesus yang lalu Ia gunakan untuk melap wajah-Nya yang penuh dengan darah. Ini lagi-lagi tidak ada dalam Kitab Suci. (7) Film ini juga memberikan beberapa penggambaran yang salah tentang Maria (ibu Yesus). Misalnya Maria digambarkan terbangun dan mendapat firasat yang tidak enak pada waktu Yesus ditangkap. Ini tidak ada dalam Kitab Suci. Waktu Yesus ditangkap, Petrus datang kepada Maria dan melaporkan hal itu. Juga setelah Petrus menyangkal Yesus, ia datang kepada Maria, berlutut di hadapannya, dan mengaku bahwa ia telah menyangkal Yesus, dan menyebut Maria dengan istilah ‘mother’ (ibu / mama). Ini tidak ada dalam Kitab Suci. Pada waktu Yesus ada di salib, Maria mengatakan bahwa ia ingin mati bersama Yesus. Ini lagi-lagi merupakan sesuatu yang tidak pernah ada dalam Kitab Suci. Seandainya kata-kata itu benar, Maria salah besar karena Yesus menderita dan mati untuk memikul hukuman dan penderitaan kita. Lalu apa gunanya Maria ingin mati bersama dengan Yesus? Maria juga digambarkan ikut menurunkan Yesus dari kayu salib setelah kematian Yesus. Ada orang-orang yang menganggap bahwa setelah Yesus menyerahkan Maria kepada Yohanes (Yoh 19:26-27), maka Maria meninggalkan tempat penyaliban. Memang ada pro dan kontra dalam hal ini, tetapi yang jelas, dari penceritaan Kitab Suci sendiri, tidak disebutkan adanya Maria pada waktu Yesus mati / diturunkan dari kayu salib (bdk. Mat 27:55-61 Mark 15:40-47 Luk 23:49-56a Yoh 19:38-42). (8) Kedua penjahat yang disalibkan bersama Yesus itu tidak dicambuk. Ini tidak mungkin, karena tradisi penyaliban dalam kalangan Romawi mengharuskan pencambukan sebelum penyaliban. (9) Digambarkan adanya burung gagak yang mencucuk mata dari penjahat yang tidak bertobat. Sekalipun mungkin menyenangkan bagi kita untuk melihat hal itu, tetapi itu tidak ada dalam Kitab Suci. (10) Setelah Yudas Iskariot mengkhianati Yesus, ia digoda sekumpulan setan kecil, dan bahkan diserang secara fisik. Saya tidak menolak kemungkinan bahwa setan memang bekerja untuk menggoda Yudas Iskariot dan itu menyebabkan ia lalu bunuh diri. Tetapi bahwa setan melakukan serangan fisik, yang digambarkan dengan gigitan setan kecil itu pada tangan Yudas Iskariot, merupakan sesuatu yang sangat tidak masuk akal, dan juga tidak Alkitabiah. (11) Penusukan tombak pada rusuk Yesus dilakukan pada rusuk kanan dari Yesus. Ini tidak mungkin, karena kalau yang ditusuk adalah rusuk kanan, maka kecuali Yesus mempunyai jantung di sebelah kanan, tidak mungkin akan keluar air dan darah. Penusukan harus terjadi di rusuk kiri, sehingga mengenai jantung, baru bisa mengeluarkan air dan darah. (12) Pada saat Yesus mati, ada gempa bumi. Ini memang benar. Tetapi lalu digambarkan bahwa Bait Suci terbelah dan terbakar. Ini tidak Alkitabiah, karena Alkitab mengatakan bahwa tirai Bait Suci saja yang terbelah / sobek (Mat 27:51), bukan Bait Sucinya sendiri. Ini juga bertentangan dengan sejarah, karena yang menghancurkan Bait Suci itu nantinya adalah orang-orang Romawi, pada waktu mereka menyerbu dan menghancurkan Yerusalem pada tahun 70 M. (13) Pada saat Yesus mati, digambarkan setan teriak-teriak, dan kelihatannya seperti masuk neraka. Kalau penangkapan saya tentang hal ini benar, maka ini lagi-lagi merupakan sesuatu yang salah dari film ini. Sekalipun pada waktu Yesus mati disalib, dalam arti tertentu menang, karena bisa mengatasi rasa takut-Nya dsb, tetapi setan sebetulnya baru dikalahkan secara mutlak pada saat Yesus bangkit, dan baru dimasukkan ke neraka pada saat Yesus datang kedua-kalinya!

Pertanyaan 31 : Tidakkah catatan Mat 27:34 yang berkata : ”Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya” bertentangan dengan Yoh 19:28-30 : “…berkatalah Ia "Aku haus!" … Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." …” Jadi yang benar Yesus minum atau tidak?

Jawaban
: Silahkan baca dengan lengkap Mat 27:47-50; Mark 15:34-37; Yoh 19:28-30. Dari perbandingan semua ayat ini, kita bisa menyimpulkan bahwa telah terjadi pemberian minum 2 kali kepada Yesus. Perhatikan fakta-fakta berikut ini : (1) Matius dan Markus memang menceritakan 2 kali pemberian minum yang berbeda. Yang pertama terjadi dalam Mat 27:34 / Mark 15:23; yang kedua terjadi dalam Mat 27:48 / Mark 15:36 / Yoh 19:29-30a. (2) Pemberian minum yang pertama terjadi sesaat sebelum penyaliban; pemberian minum yang kedua terjadi pada saat Yesus sudah disalibkan, bahkan mungkin pada akhir dari penyaliban, pada saat Yesus hampir mati. (3) Pemberian minum yang pertama ditolak oleh Yesus; pemberian minum yang kedua terjadi setelah Ia berseru ‘Aku haus’ (Yoh 19:28-30a), dan ini diterima oleh Yesus. (4) Dalam pemberian minum yang pertama Yesus diberi anggur bercampur mur / empedu; sedangkan dalam pemberian minum yang kedua Yesus diberi anggur asam. Jadi sama sekali tak ada pertentangan di sini. Dalam pemberian minum yang pertama Yesus menolaknya dan dalam pemberian minum yang kedua Ia menerimanya.

Pertanyaan 32 : Mengapa di atas salib, sewaktu Yesus diberi minum Ia menolaknya? (Mat 27:34)

Jawaban
: Pertama-tama kita melihat minuman apa yang diberikan kepada Yesus. Mat 27:34 : ”Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya”. Mayoritas penafsir mengatakan bahwa minuman ini berfungsi sebagai obat bius, untuk mengurangi rasa sakit. Tradisi mengata¬kan bahwa minuman ini dipersiapkan oleh perempuan-perempuan Yerusalem sebagai tindakan belas kasihan terhadap orang yang akan disalibkan. Adam Clarke dalam komentarnya tentang Mat 27:34 berkata : “Anggur dicampur dengan mur diberikan kepada penjahat-penjahat di tempat eksekusi, untuk memabukkan mereka, dan membuat mereka kurang merasakan rasa sakit. ...” Juga Alfred Edersheim : “Merupakan suatu praktek Yahudi yang penuh belas kasihan untuk memberi kepada mereka yang dibawa pada pengeksekusian seteguk anggur keras dicampur dengan mur, sehingga mematikan kesadaran” (‘The Life and Times of Jesus the Messiah’, hal. 605). Wycliffe Bible Commentary mengatakan : “Tujuan / maksud dari minuman pembius ini adalah untuk mematikan rasa sakit”. Jadi jelas bahwa pemberian minum ini kelihatannya bertujuan untuk meringankan sakit dari orang yang tersalib. Menariknya adalah Yesus menolak pemberian minum ini. Mengapa ia menolak? Jelas karena Ia tidak mau penderitaan/rasa sakit-Nya berkurang walaupun sedikit saja. Mengapa Ia tidak mau penderitaanNya dikurangi? Karena Ia sadar bahwa pada saat itu Ia sedang memikul hukuman dosa umat manusia, termasuk hukuman dosa saudara dan saya. Seandainya Ia mau meminum minuman pembius itu sehingga penderitaan-Nya dikurangi, maka Ia tidak memikul seluruh hukuman kita, tetapi sebagian saja. Misalkan saja penderitaanNya berkurang 10 %, maka itu akan berarti bahwa Ia hanya memikul 90 % dari hukuman dosa kita. Itu juga berarti bahwa hukuman dosa kita yang Ia bayar hanya 90 %, sedangkan yang 10 % harus kita bayar sendiri. Dan ini pasti tidak akan bisa menyelamatkan kita, karena 10 % dari semua dosa kita pasti lebih dari cukup untuk membawa kita ke neraka untuk selama-lamanya! Tetapi puji Tuhan; Ia menolak minuman itu. Dan dengan menolak minuman bius itu, Ia memikul seluruh / 100 % hukuman dosa kita! Dalam Mat 26:39,42 Ia sudah mengatakan kepada Bapa bahwa Ia mau meminum ‘cawan’ (artinya ‘penderitaan’ atau ‘murka Allah’) dari Bapa itu. Dan di sini Ia betul-betul meminum ‘cawan penderi¬taan / murka Allah’ itu sampai habis; Ia memikul seluruh hukuman dosa kita tanpa sisa sedikitpun. Karena itulah kalau kita percaya kepada Yesus, tidak ada dosa yang tidak diampuni, dan tidak ada lagi kemungkinan kita akan dihukum oleh Allah. Rom 8:1 : “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”. Tetapi persoalannya, sudahkah saudara percaya kepada Yesus sehingga Penebus / Juruselamat saudara? Kalau belum, cepatlah datang kepada-Nya, sebelum terlambat!

Pertanyaan 33 : Mohon penjelasan tentang tulisan di atas salib Yesus karena kelihatannya ada kontradiksi antara 4 Injil.

Jawaban
: Memang sepintas lalu kelihatannya kata-katanya berbeda-beda. Mat 27:37 : “Dan di atas kepalaNya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: ‘Inilah Yesus Raja orang Yahudi”. Mark 15:26 : “Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: ‘Raja orang Yahudi’. Luk 23:38 : “Ada juga tulisan di atas kepalaNya: ‘Inilah raja orang Yahudi”. Yoh 19:19 : “Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: ‘Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.’”. Sebenarnya tak ada persoalan di sini. Mungkin sekali tulisan lengkapnya berbunyi : ‘INILAH YESUS, ORANG NAZARET, RAJA ORANG YAHUDI’, sedangkan ke empat penulis Kitab Suci itu masing-masing menuliskan sebagian saja. Perhatikan versi masing-masing ini yang saya cetak tebal (bold). Versi Matius : ‘INILAH YESUS, ORANG NAZARET, RAJA ORANG YAHUDI’. Jadi Matius membuang 2 kata di tengah (ORANG NAZARET). Versi Markus : ‘INILAH YESUS, ORANG NAZARET, RAJA ORANG YAHUDI’. Jadi Markus membuang 4 kata pertama (INILAH YESUS, ORANG NAZARET). Versi Lukas : ‘INILAH YESUS, ORANG NAZARET, RAJA ORANG YAHUDI’. Jadi Lukas mengambil bagian yang sama dengan Markus hanya menambahkan kata “INILAH” di bagian awal dan dengan demikian hanya membuang 3 kata (YESUS, ORANG NAZARET). Versi Yohanes : ‘INILAH YESUS, ORANG NAZARET, RAJA ORANG YAHUDI’. Jadi Yohanes mengambil seluruhnya dan hanya membuang 1 kata pertama saja (INILAH). Jadi memang ada perbedaan di antara 4 Injil ini tetapi sama sekali tidak ada pertentangan.

Pertanyaan 34 : Pada saat Yesus disalib, ia berdoa untuk pengampunan dosa dari orang-orang yang menyalibkan Dia. “Ya Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”. Jika demikian berarti dosa dari orang-orang yang menyalibkan Yesus ini diampuni dan mereka masuk surga. Kok menyalibkan Yesus malah masuk surga?

Jawaban
: Tidak demikian pengertiannya. Di sini Yesus bukan meminta bahwa mereka diampuni begitu saja, tanpa pertobatan / iman. Yesus meminta agar mereka diampuni melalui pertobatan / iman. Jadi kalau mereka bertobat dan beriman maka mereka akan diampuni. Tetapi kalau mereka tidak bertobat dan tidak beriman maka mereka tidak akan diampuni. Lenski berkata : “Sama sekali bukan suatu pengampunan tanpa pertobatan - itu akan bertentangan dengan seluruh Kitab Suci dan dengan penebusan yang sekarang sedang diadakan / dijalankan oleh Yesus. Tetapi suatu pengampunan melalui pertobatan pada waktu kebenaran menyadarkan / menginsyafkan mereka seperti dalam kitab Kisah Para Rasul”. Hal yang sama berlaku bagi semua kita. Kalau saudara bertobat dan beriman kepada Kristus yang tersalib maka dosa kita akan diampuni dan kita akan masuk surga. Tetapi saudara tidak bertobat dan tidak beriman kepada Kristus maka dosa saudara tidak akan diampuni dan saudara akan dimasukkan ke dalam neraka selama-lamanya.

Pertanyaan 35 : Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap penderitaan Yesus?

Jawaban
: Banyak orang setelah membaca/menyaksikan penderitaan Yesus yang begitu hebat lalu akhirnya menjadi kasihan pada Yesus. Sebenarnya ini adalah reaksi yang salah. Ingat bahwa pada waktu Yesus memikul salib keluar kota, terjadi peris¬tiwa yang diceritakan dalam Luk 23:27-32, di mana banyak perempuan menangisi dan meratapi Dia, tetapi justru mereka ditegur oleh Yesus. Luk 23:27-28 : (27) Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. (28) Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu! Dalam Pulpit Commentary dikatakan : “Ia tidak membutuhkan / menghendaki belas kasihan kita. Ini adalah suatu perasaan yang sia-sia dan salah”. Kalau saudara mempunyai perasaan kasihan kepada Kristus, tetapi tidak percaya kepada Kristus, saudara sudah ditipu oleh setan. Dengan adanya perasaan kasihan itu saudara seakan-akan adalah orang yang pro Yesus, tetapi ketidakpercayaan saudara membuktikan bahwa saudara tetap anti Yesus! Karena itu janganlah sekedar merasa kasihan kepada Yesus, itu semua sia-sia. Itu semua tidak akan menyelamatkan saudara dari neraka. Lalu bagaimana reaksi yang benar? Reaksi yang benar yang harus saudara lakukan adalah percayalah kepada Dia, terimalah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat/Penebus dosa saudara dan saudara akan diselamatkan-Nya. Rom 10:9 : Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Maukah saudara? HABIS.


* Penulis adalah Gembala Jemaat “REVIVAL MINISTRY” – Kupang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini