11 November 2011

TRIKOTOMI ATAU DIKOTOMI?

By. Esra Alfred Soru


Dalam program “KUTAHU YANG KUPERCAYA”, seorang bertanya demikian :

“Sebenarnya manusia itu terdiri dari 3 bagian yakni tubuh, jiwa dan roh atau hanya 2 bagian saja yakni tubuh dan jiwa/roh? Mohon penjelasan pak Esra!”

Jawaban Saya :

Memang ada 2 pandangan di dalam antropologi Kristen.

1. Trikotomi yang percaya bahwa manusia terdiri dari 3 bagian yakni tubuh, jiwa dan roh.

2. Dikotomi yang percaya bahwa manusia terdiri dari 2 bagian saja yakni tubuh dan jiwa/roh) Jadi jiwa dan roh dianggap elemen yang sama.

Manakah dari 2 pandangan ini yang benar? Saya percaya bahwa pandangan yang benar adalah dikotomi dan bukan trikotomi.

Apa dasarnya? Dasarnya adalah bahwa Kitab Suci berulangkali menunjukkan bahwa manusia terdiri hanya dari 2 bagian saja. Misalnya :

· Kej 2:7 - pada penciptaan, hanya ada 2 bagian, yaitu ‘tubuh yang dibuat dari debu tanah’, dan ‘nafas hidup’ yang Allah hembuskan.

Kej 2:7 - ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

· Pengkhotbah 12:7 - ‘tubuh + roh’.

Pengkh 12:7 - dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

· Mat 6:25 yang melarang kuatir akan ‘hidupmu’ (ini seharusnya adalah ‘jiwamu’) dan ‘tubuhmu’.

Mat 6:25 - "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

· Mat 10:28 - ‘tubuh + jiwa’.

Mat 10:28 - Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.


Perhatikan bahwa kalau pandangan trikotomi yang benar, maka ayat ini akan jadi aneh sekali, karena ayat ini akan berkata : jangan takut kepada manusia yang bisa membunuh tubuh (1/3 dari kamu), takutlah akan Allah yang bisa membunuh tubuh dan jiwamu (2/3 dari kamu). Bukankah lebih cocok kalau pandangan dikotomi yang benar, sehingga ayat ini akan berkata : jangan takut kepada manusia yang bisa membunuh tubuh (1/2 dari kamu), takutlah kepada Allah yang bisa membunuh tubuh dan jiwamu (seluruh dirimu)?

· Mat 26:41 - ‘tubuh / daging + roh’.

Mat 26:41 - Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

· Rom 8:10 - ‘tubuh + roh’.

Rom 8:10 - Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

· 1 Kor 5:5 - ‘tubuh + roh’.

1 Kor 5:5 - orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.

· 2 Kor 7:1 - ‘jasmani + rohani’.

2 Kor 7:1 - Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

· Yak 2:26 - ‘tubuh + roh’.

Yak 2:26 - Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Keberatan Trikotomi.

Para penganut trikotomi membantah ini semua lewat beberapa alasan :

1. Kata Ibrani dan Yunani yang digunakan untuk ‘jiwa’ dan ‘roh’ berbeda di mana ‘jiwa’ bahasa Ibraninya adalah NEPHESH dan bahasa Yunaninya adalah PSUKHE. Sedangkan ‘roh’ bahasa Ibraninya adalah RUAKH dan bahasa Yunaninya adalah PNEUMA.

Jawaban : Memang kata bahasa Ibrani maupun Yunani yang digunakan untuk ‘jiwa’ dan ‘roh’ berbeda, tetapi kedua kata itu digunakan secara interchangeable (bisa dibolak-balik). Contoh:

a. Kalau Kitab Suci menceritakan tentang orang yang mati, maka kadang-kadang digunakan istilah ‘menyerahkan roh (PNEUMA / RUAKH), seperti dalam Luk 23:46 : di mana kata nyawaKu’ seharusnya adalah rohKu’. Kis 7:59 di mana Stefanus menyerahkan rohnya kepada Tuhan Yesus. Juga Maz 146:4 (versi NIV) yang berbunyi : ‘When their spirit departs’ (Ketika roh mereka meninggalkan). Tetapi kadang-kadang digunakan istilah ‘menyerahkan jiwa (NEPHESH), seperti dalam Kej 35:18 di mana kata ‘nafas’ terjemahan hurufiahnya adalah ‘her soul (jiwanya) dan juga 1Raja 17:17 di mana kata ‘nafas’ seharusnya adalah ‘jiwa’.

b. Pada waktu Kitab Suci menggambarkan orang yang setelah mati lalu hidup kembali (bangkit), maka ada ayat yang mengatakan ‘roh’nya (PNEUMA) kembali (Luk 8:55).

Luk 8:55 - Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.

Tetapi ada ayat yang mengatakan ‘jiwa’nya (NEPHESH) kembali (1Raja 17:21-22).

1 Raj 17:21-22 - Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya." TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.

Jadi penggunaan kata yang berbeda tidak harus berarti itu ada 2 elemen berbeda.

2. Ada ayat-ayat tertentu yang menyebutkan 3 elemen (tubuh, jiwa, roh) sekaligus seperti :

1 Tes 5:23 berbunyi: “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita”.

Ibr 4:12 berbunyi: “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita”.

Jawaban : Penyebutan 3 sekaligus tidak harus berarti memang ada 3 elemen. Kadang-kadang Alkitab menumpuk kata-kata dengan pengertian yang sama. Misalnya istilah “gambar dan rupa” di mana di dalam Kej 1:26 disebutkan keduanya yakni “gambar dan rupa”

Kej 1:26 : Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Tetapi 1 ayat setelah itu yakni ayat 27 ternyata hanya menyebutkan “gambar” tanpa kata “rupa”.

Kej 1:27 : Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Lalu dalamn Kej 5:1 hanya menyebutkan kata “rupa” tanpa “gambar”

Lalu dalam Kej 5:1 hanya menyebutkan kata “rupa” tanpa “gambar”

Kej 5:1 : “… Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah”

Lalu dalam Kej 5:3 kedua kata ini muncul lagi bersama :

Kej 5:3 : “Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya,…”.

Dalam Kej 9:6 dan Kol 3:10 kembali lagi hanya ada “gambar” tanpa “rupa” :

Kej 9:6 : “…sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri”.

Kol 3:10 : “…untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”.

Dari sini haruslah disimpulkan bahwa kata “gambar” dan “rupa” dipakai secara interchangeable (bisa dibolak-balik) padahal kedua kata itu maknanya sama. Demikian juga jiwa dan roh bisa disebutkan bersama-sama dalam 1 ayat tetapi itu tidak berarti bahwa jiwa memang berbeda dari roh.

Tentang Ibrani 4:12, ayat itu tidak bermaksud untuk menunjukkan bahwa jiwa dan roh memang terpisah. Konteks ayat itu adalah menunjukkan hebatnya Firman Allah di mana digambarkan sebagai “lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun”. Firman ini bisa melakukan hal yang mustahil sekalipun. Misalnya adalah memisahkan jiwa dan roh yang pada hakikatnya sebenarnya adalah elemen yang sama yang tak mungkin dipisahkan.

Kesimpulan : Dari semua penjelasan ini, saya kira pandangan trikotomi tidak cukup kuat dan karena itu saya berpendapat bahwa dikotomilah yang benar di mana manusia hanya terdiri dari 2 bagian saja yakni tubuh dan jiwa/toh.

Salam

Esra Soru

11 komentar:

  1. Allah yg tertulis di Alkitab adalah ALLAH Yang Maha Dahsyat, mau turun menjadi manusia biasa. Pribadi yang luar biasa, pencipta langit dan bumi termasuk petir-petir yang menggelegar, mau mendamaikan anda dan saya dengan diriNYA
    sendiri agar kita SELAMAT dan mendapat HIDUP KEKAL di Surga oleh Kasih Karunia Nya saja.

    SUNGGUH TIDAK TERBAYANGKAN..SUNGGUH TIDAK TERSELAMI JALAN-JALANNYA..
    APA YANG ALLAH BAPA PERBUAT UNTUK HIDUP MANUSIA YANG BERDOSA INI.

    BalasHapus
  2. Bp.Pdt.Esra Alfared Soru STh.,MPdk.yth.
    Apa yang bapak Pendeta tulis ini seperti yang telah kami dengan di GKI kami di Semarang yaitu bahwa yang benar adalah Dikotomi, manusia hanya terdiri dari dua komponen tubuh dan Roh. Kami sendiri menyakini bahwa yang benar adalah Trikotomi. Karenanya kami ingin bertanya pada bapak Pendeta beberapa hal yang berhubungan dengan pemahaman Dikotomi bapak maupun yang telah bapak tulis di internet ini :
    1. Untuk Ibr.4:12. Kalau bapak berkeyajkinan bahwa jiwsa sama dengan Roh, apakah sendi dan sumsum yang tertulis i Ibr.4:12 tersebut juga bapqak yakini sebagai dua pengertian yang sama?
    2. Seperti Bapak Pendeta di gereja kami , bapak juga mencampur adukan pengertian material dengan immaterial untuk memahami Dikotomi/Trikotomi. Karena itu pertanyaan kami bagaimana pemahan bapak atas material dan immaterial secara Alkitab maupun Teologia?
    3.Mohon maap bapak Pendeta. Kesasn kami bapak Pendeta seperti tidak/kurang serius memahami firman di Mat.10:16, sehingga terkesan bapak Pendeta tidak/belum menggunakan seluruh talenta kepandaian, pengetahuan maupun hikmat yang TUHAN telah berikan pada bapak. Sehiungga bapak tidak dapat/tidak mau/tidak mengerti makna terdalam dari kata-kata di Alkitab. Sebagai contoh yang bapak tuliskan bapak tidak dapat membedakan kata rupa dan gambar. Padahal jelas kedua kata itu memiliki makna terdalam yang sangat-sangat berbeda.
    Terima kasih atas perhatian bapak. TUHAN YESUS KRISTUS menuntun kita selalu. Amin. iskak s.h. Semarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penjelasan tentang Ibr 4:12.
      Ibr 4:12 - “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita”.
      Para penganut Trichotomy berkata bahwa sama seperti ‘sendi’ berbeda dengan ‘sumsum’, demikian juga ‘jiwa’ berbeda dengan ‘roh’, dan pedang Firman Tuhan bisa memisahkan mereka.

      Penjelasan dari pihak Dichotomy tentang Ibr 4:12 ini:

      a) ‘memisahkan jiwa dan roh’.

      1. Kata Yunani yang diterjemahkan ‘memisahkan’ adalah MERISMOS (ini adalah kata benda).
      Kata MERISMOS ini tidak pernah berarti ‘division between’ (= pemisahan di antara), tetapi berarti ‘division within’ (= pemisahan di dalam). Seandainya kata MERISMOS itu memang berarti ‘division between’ (= pemisahan di antara), maka itu memang akan menunjukkan bahwa ‘jiwa’ dan ‘roh’ adalah 2 hal yang berbeda. Tetapi karena arti sebenarnya dari kata MERISMOS itu adalah ‘division within’ (= pemisahan di dalam), maka itu justru menunjukkan bahwa ‘jiwa’ dan ‘roh’ adalah satu hal yang sama.
      Kata ini hanya digunakan 2 x dalam Perjanjian Baru, yaitu dalam Ibr 4:12 dan Ibr 2:4. Dalam Ibr 2:4 kata MERISMOS diterjemahkan ‘dibagi-bagikannya’ dan ini ditujukan kepada ‘Roh Kudus’, dan ‘Roh Kudus’ jelas hanya satu, bukan 2 atau lebih (memang Wah 5:6 berbicara tentang ‘7 Roh Allah’, tetapi di sini bilangan ‘tujuh’ hanya merupakan simbol kesempurnaan Roh Kudus! Kalau ini ditafsirkan bahwa Roh Kudus betul-betul ada 7, maka ini akan bertentangan dengan 1Kor 12:4).

      Catatan: Ibr 2:4 (KJV/RSV/NIV/NASB): ‘gifts of the Holy Spirit’ (= karunia-karunia Roh Kudus). Tetapi ini salah, karena sebetulnya kata ‘gifts of’ (= karunia-karunia dari) itu tidak ada.

      Hapus
    2. 2. Sedangkan kata kerjanya, yaitu MERIZO, muncul 14 x dalam Perjanjian Baru, yaitu dalam:
      • Mat 12:25 (2x) diterjemahkan ‘terpecah-pecah’.
      • Mat 12:26 diterjemahkan ‘terbagi-bagi’.
      • Mark 3:24 diterjemahkan ‘terpecah-pecah’.
      • Mark 3:25 diterjemahkan ‘terpecah-pecah’.
      • Mark 3:26 diterjemahkan ‘terbagi-bagi’.
      • Mark 6:41 diterjemahkan ‘dibagi-bagikan’.
      • Luk 12:13 diterjemahkan ‘berbagi’.
      • Ro 12:3 diterjemahkan ‘dianugerahkan’.
      • 1Kor 1:13 diterjemahkan ‘terbagi-bagi’.
      • 1Kor 7:17 diterjemahkan ‘ditentukan’.
      • 1Kor 7:34 diterjemahkan ‘terbagi-bagi’.
      • 2Kor 10:13 diterjemahkan ‘dipatok’.
      • Ibr 7:2 diterjemahkan ‘memberikan’.

      Kadang-kadang arti kata MERIZO ini adalah ‘to distribute’, ‘to impart’ (= membagikan, memberikan), seperti dalam Ro 12:3 1Kor 7:17 2Kor 10:13. Dalam contoh-contoh yang lain, kata ini mengandung arti pemisahan. Tetapi tidak pernah menunjuk pada pemisahan antara satu benda / hal dengan benda / hal yang lain. Sebaliknya, kata ini selalu menunjuk pada pemisahan di dalam satu benda / hal, seperti dalam Mark 3:24,25,26).

      Hapus
    3. 3. Kesimpulan: ‘memisahkan jiwa dan roh’ dalam Ibr 4:12 tidak mungkin berarti bahwa ‘jiwa’ dan ‘roh’ adalah 2 hal yang berbeda, tetapi sebaliknya harus diartikan bahwa ‘jiwa’ dan ‘roh’ adalah satu hal yang sama, atau bahwa ‘jiwa’ sama dengan ‘roh’.

      b) ‘sendi-sendi dan sumsum’.
      Ibr 4:12: ‘memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum’.
      Bukankah ‘sendi-sendi’ dan ‘sumsum’ adalah 2 hal yang berbeda?
      Penjelasan:

      1. Perhatikan bahwa tidak dikatakan ‘tulang dan sumsum’, tetapi ‘sendi dan sumsum’ (tulang berbatasan langsung dengan sumsum, tetapi sendi tidak).
      John Murray mengambil kesimpulan sebagai berikut: “So obviously, the thought is not that of getting in between to separate, but that these are the most inaccessible parts of our physical frame and illustrate the piercing power of the Word when by a metaphor, it is said to be sharper than a two-edged sword” (= Jadi jelaslah bahwa pemikirannya bukanlah masuk di antaranya untuk memisahkan, tetapi bahwa hal-hal ini adalah bagian-bagian yang paling tidak bisa dimasuki dari kerangka fisik kita dan mengilustrasikan kekuatan menusuk dari Firman yang dengan suatu kiasan dikatakan lebih tajam dari pedang bermata dua) - ‘Collected Writings of John Murray’, vol II, hal 31.

      2. Terjemahan hurufiah dari bagian ini adalah: ‘division of soul and spirit, of both joints and marrows’.
      Pada saat berbicara tentang ‘sendi dan sumsum’, ada kata ‘both’ (= keduanya). Kata ‘both’ ini tidak dipakai pada waktu berbicara tentang ‘jiwa dan roh’. Mengapa? Karena kata ini bertujuan untuk mempersatukan ‘sendi’ dan ‘sumsum’ sehingga yang dimaksud dengan ‘both joints and marrows’ adalah ‘body / tubuh’ (1 benda / hal). Pada waktu berbicara tentang ‘jiwa dan roh’, kata ‘both’ ini tidak perlu (bahkan tidak boleh ada) karena ‘jiwa’ sama dengan ‘roh’.

      Hapus
    4. c) Penekanan / arti Ibr 4:12: Firman Tuhan menyelidiki kita secara menyeluruh / mendetail sehingga tidak ada bagian diri kita yang tidak terkena. Ini cocok dengan kontex, karena Ibr 4:13 berbunyi: “Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapanNya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepadaNya kita harus memberikan pertanggungan jawab”.

      Pada waktu John Murray membahas 1Tes 5:23, ia berkata: “It is in accord with the usage of Scripture to employ an accumulation of terms to express completeness (cf. Mark 12:30; Heb. 4:12)” [= Ini sesuai dengan penggunaan Kitab Suci yang memakai kumpulan istilah-istilah untuk menyatakan keseluruhan (bdk. Mark 12:30; Ibr 4:12)] - ‘Collected Writings of John Murray’, vol II, hal 31.

      Jadi, Ibr 4:12 dijadikan contoh oleh John Murray. Jelas bahwa ia berpendapat bahwa dalam Ibr 4:12pun penekanannya adalah pada ‘completeness’ (= keseluruhan).

      Hapus
    5. 2. Seperti Bapak Pendeta di gereja kami , bapak juga mencampur adukan pengertian material dengan immaterial untuk memahami Dikotomi/Trikotomi. Karena itu pertanyaan kami bagaimana pemahan bapak atas material dan immaterial secara Alkitab maupun Teologia?

      Matreial apa dan immateril apa?

      Hapus
    6. 3.Mohon maap bapak Pendeta. Kesasn kami bapak Pendeta seperti tidak/kurang serius memahami firman di Mat.10:16, sehingga terkesan bapak Pendeta tidak/belum menggunakan seluruh talenta kepandaian, pengetahuan maupun hikmat yang TUHAN telah berikan pada bapak. Sehiungga bapak tidak dapat/tidak mau/tidak mengerti makna terdalam dari kata-kata di Alkitab. Sebagai contoh yang bapak tuliskan bapak tidak dapat membedakan kata rupa dan gambar. Padahal jelas kedua kata itu memiliki makna terdalam yang sangat-sangat berbeda.

      Mat 10:(16) Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

      Apa hubungan ayat ini dengan dikotomi / trikotomi?

      Hapus
  3. Bp.Pdt. Esra Alfred Soru STh.,MPdk yth.
    Mohon maap bapak Pendeta pada komentar kami 23Mei2012 kami telah salah menuliskan nama bapak sehingga kelebihan satu hurup a.
    Disamping itu ada kesalahan ketik juga yang sangat mengganggu di alinea pertama yang tertulis ....kami dengan di GKI.... yang benar adalah .....kami dengar di GKI....
    Semoga bapak Pendeta berkenan membalas pertanyaan-pertanyaan kami. Terima kasih. semarang

    BalasHapus
  4. iskak s. semarang30 Juli 2012 13.04

    Iskak s. semarang 30juli2012
    Terima kasih bapak Pendeta atas jawaban bapak pada pertanyaan kami masalah Dikotomo{DKT} dan Trikotomi{TRK}. Jawaban bapak dapat kami kelompokkan dalam dua kelompok yang pertama poin 1-4 dan yang kedua poin 5 -6.
    Kelompk pertma beri penjelasan tentang kebenaran DKT dengan menganalisa Meriso' dan pemahaman John Murray bahwa "both joint and marrow penekannya pada completeness {=keseluruhan} adalah body / tubuh {1 benda/hal}." Karena itu kami melihat perbedaan yangsangat lebar/luas antara cara pandang DKT dan cara pandang TRK.
    a. Untuk emahami perbedaan/persamaan JIWA dan ROH. DKT justru mengupas makna Meriso bukan mengupas kata Jiwa maupun Roh. Sedangkan TRK mengulas memalui pemahaman apa kata Firman yang ada diAlkitab orang Kristen. Firman-firman yang dapat memberikan penjelasan TRK sebut sebagai Firman Kunci.
    b. Karena hanya mengupas kata Meriso DKT kemungkinan besar tidak indahkan firman di Korintus maupun Timotius yang TRK sebutsebagai Kaidah Korintus / Timotius. Karena TRK menggunkan pendekatan Firman Kunci yang bisa terdiri dari 3 atau 4 firman malah bisa 10 atau lebih maka Kaidah Korintus /Timotius terpenuhi.
    c. Karena untuk memahami perbedaan/persamaan JIWA dan ROH yang dibahas justru Merizo, maka tercermin dari jawaban DKT kelompok dua bahwa DKT tidak mengenal pengertian material dan immaterial sebagai penyusun makluk hidup manusia.Dari Firman-firman kunci yang dikenal TRK terungkap secara jelas mskna materil dan immaterial penyusun makluk hidup manusia.
    d. Untuk memahami perbedaan/persamaan kata/istilah/terminologi Medis/Biologi DKT mengandalkan pendapat John Murray, tanpa pembanding pendapat orang lain. Pendapat bahwa sendi dan sumsum penekannya pada body/tubuh pasti akan mencengangkan orang-orang Kristen yang dikarunia talenta bidang Medis ataupun Biologi.Apakah kata-kata diAlkitab orang Kristen hanya boleh dimengerti oleh Rohaniawan/Theolog/Pendeta/Evangelis saja? Apakah kata/istilah/terminologi baik Medis/Biologi yang tertulis di Alkitab orang Kristen tersebut malah justru sesuai dengan CiptaanNYA?.Dan bagian-bagian tubuh makluk hidup manusia telah dibakukan istilah-istilahnya oleh orang-orang yang diberiNYA talenta Medis/Biologi, sehingga tiap kata/istilah/terminologi pasti memiliki makna yang berbeda. Akan menjadi rumit dan sulit bila tubuh di Tes.2:23 dimaknai sendi dan sumsum saja. Demikian pula akan menjadi rumit dan sulit untuk dapat dimengerti bila kisah kejatuhan Ibu Hawa dan Bapa Adam {Kej.3:1-8} "tubuh' Ibu Hawa yang dapat memetik buah larangan TUHAN hanya sendi dan sumsum, atau "tubuh" Bapa Adam yang bisa bersembunyi diantara pohon-pohon hanya sebgai sendi dan sumsum. Karenanya TRK memaknai semua kata/istilah/terminologi Media/Biologi yang tertulis di Alkitab orang Kristen adalah sesuai dengan ciptaanNYA.
    Karena adanya perbedaan cara pandang yang sangat luas tersebut Bapak, maka kami putuskan untuk tidak kami teruskan diskusi ini. Lagi pula semua yang kami paparkan telah kami tuliskan dalam sebuah buku kecil dengan judul "BAGAIMANA PEMAHAMAN ANDA? ISU-ISU ROHANI KRISTEN. Yang kami harap tak lama lagi dapat beredar.
    Selamat bekerja Bapak Pendeta dan selamat melaksanakan tugas-tugas mulia yang telah terprogram Semoga TUHAN YESUS KRISTRUS selalu menuntun, melindungi dan memenuhi kita dengan ROH KUDUS. Amie. Iskak s. Semarang akhir juli2012.

    BalasHapus
  5. Leo Soru Uros

    Pdt...mana yang bisa masuk Surga , yang meyakini trikotomi atau dikotomi ?


    China, Yun

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini