26 Mei 2010

PEMBAHASAN AJARAN PDT. YESAYA PARIADJI

Oleh : Pdt. Budi Asali, M. Div


1) KRITERIA UNTUK MENILAI SESAT ATAU BENAR

2) AJARAN-AJARAN PDT. YESAYA PARIADJI

3) SIKAP YANG BENAR TERHADAP NABI PALSU

4) MENGAPA BANYAK ORANG MENGIKUTI NABI PALSU?

5) ORANG YANG MEMBUKTIKAN IMAN DENGAN PERBUATAN BAIK

6) HARUSKAH KITA SEMBUH DARI SAKIT?

7) MACAM - MACAM KESEMBUHAN

8) MUJIJAT

61 komentar:

  1. Matius 7:15 - 23, Hal pengajaran yang sesat.
    Lihat dari buahnya dan engkau akan mengenalnya, "yang masuk sorga adalah yang melakukan kehendak Bapa-KU disorga", ayat 22 : Pada hari terakhir...Tuhan, Tuhan !bukankah kami bernubuat demi nama-MU, dan mengusir setan demi nama-MU dan mengadakan banyak mujizat demi nama-MU juga ?... enyahlah kau dari hadapan-KU, aku tdk mengenal kau !

    BalasHapus
  2. Kl mau referensi boleh kunjungi blog saya http://www.garrytengker.co.cc

    Disitu ada:
    1. Daftar Gereja Terbesar di Dunia dan Indonesia http://www.garrytengker.co.cc/2010/11/daftar-gereja-terbesar-di-dunia-bentuk.html
    2. Daftar Pendeta Terbesar di Dunia dan Indoensia
    3. Daftar Ilmuwan Kristen Ternama
    dll…

    BalasHapus
  3. http://kristenjawablah.multipl​y.com/journal/item/11

    BalasHapus
  4. http://kristenjawablah.multipl​y.com/journal/item/11

    BalasHapus
  5. http://kristenjawablah.multipl​y.com/journal/item/11 kaltim

    BalasHapus
  6. Ajaran GTI yg dipimpin Yesaya Pariadji...bila ditilik dari ajarannya..kok kayaknya memiripkan gereja katholik....mulai dari istilah perjamuan kudus, dgn rupa hosti (roti gepeng kecil mirip hosti di ekaristi dlm Katolik), air anggur tp ini dari syrup Abc Grape ( katolik asli anggur), minyak urapan yg katanya dari oliveoil atw minyak goreng campuran ( di katholik penggunaan untuk Sakramen Krisma, oliveoil yg asli), penggunaan istilah SAKRAMEN yg hanya dikenal di Katholik...bedanya ibadah GTI membuatnya sangat show off-over acting..menipu tdk alkitabiah dan org awam pasti tergiur masuk ke gti nya Y.Pariadji...pd hal kenyataannya setelah jd umat gereja tersebut terutama yg pindah dari agama asal ikut GTI, karakter umat tersebut jd ekstrem, menjd paling sok tau sorga neraka, memecah belah kerukunan keluarga dan kerabat, tdk bawa damai, semua kejakinan di jelekkn seolah GTI paling benar paling benar tentang Yesus Kristus. bahkan dgn enteng merasabisa "memerintah Yesus Kristus", cara berdoanya tdk sopan kyk dikejar KA, Y.Pariadji kalo kothbah belepotan tdk edukatif, tata bahasa yg semrawut dan itu itu saja...Buletinnya fokus pd dirinya firman dlm alkitab diterjemahkan seolah olah ditujukan untuk nya, YANG MAHA ESA jadi the second. Gini kok umatnya bisa tdk sadar dan manut pd hal jelas jelas sesat dan tdk kristiani/kresten..bahkan tdk sopan menyingkat Yesus Kristus dgn YK atw Roh Kudus dgn RK..kurang ajar banget. Yg jd umat asli GTI (entah pindahan dari gereja Protestan atw asli umatnya Darniaty) gayanya kan urakan SOK dan Show off, Anehnya GTI juga perusak tradisi dan budaya Indonesia yg mrk haramkan,,,bagaimana mungkin Budaya indonesia di haramkan dlm ibadahnya.. apalg kalo umatnya bnyk org Cina nya??? Kurang ajar banget tho, yg umat pribumi juga GOBLOK gak sadar di rusak ajaran GTI Pariaji..bandingkan dgn GKI,GBI,GPIB,GKJW,HKBP ini gereja yg sarat ikuti isi Alkitab, santun,damai dan keluarga rukun, dmkn juga pd siratan agama Katholik bawa damai toleransi.....Sungguh menyakitkan ajaran2 baru skr ini..al: GTI Y.Pariadji, Ministry2 yg menjamur gaya Kharismatik/ramai/keplok2/histeris.....gini kok Departeman Agama di Indonesia tdk MELARANG...apalg mereka MENJAMUR di MALL MALL...seperti MEMBANGUN BEMPER melalui pengunjung mall AGAR TIDAK DI BOM (bila ada)..... jadi saya ingatkan untuk KELUAR DARI UMAT GEREJA TIBERIAS IND. Yesaya Pariadji TERKUTUK ORANG INI dan para Pendetanya yg cuma cari uang dari umatnya dgn dalih ajaran bisnis bercover pengikut Kristus....
    TERKUTUK Gereja ini..tdk akan lama krn dibangun oleh manusia dan setan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saudara adalah umat yang dikasihi Tuhan, dan Firman Tuhan menegaskan untuk anak-anak-Nya supaya memiliki Kasih yang tidak menghakimi sesama manusia. Alkitab juga berkata jangan engkau mengusik hamba-Ku yang diurapi maka setiap perkataan yang kita ucapkan semua akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan Yesus Allahku yang empunya Kerajaan Sorga. Bertobatlah sebelum kerajaan Allah datang kepadamu.
      Tuhan Memberkati Kita Semua...amin!!

      Hapus
    2. SETUJU BANGET ! SANGAT SEPEMIKIRAN DENGAN SAYA ! memang banyak sekali orang² jaman sekarang apalagi, roang² yang tidak seperti pernah mengikuti katekisasi, yaa seperti menganggap katekisasinya itu ke formalan, wong udah diajarin semua kok di katekisas, yg saya khawatirkan itu perjamuan kudus, perjamuan kudus itu wajib di gereja, karena tubuh kristus, ya tubuh kristus ini gereja, nah orang² GTI ini seenak udel perjamuan kudus di rumah² malah sendirian ! maksudnya apa? hahahahaha, nabi palsu nabi palsu.. ckckckckckc sudah mulai menyeruak ! hahahahaha

      Hapus
    3. maaf, kita tidak menghakimi, kami posting berdasarkan fakta, dan sudah terpikirkan

      Hapus
    4. Saya merasa ini bukan menghakimi, tepi membongkar kebohongan dan hal ini dilakukan oleh Paulus dan Petrus apakah kalian berkata Merka menghakimi, bukankah kita harus membedakan mana ajaran yang benar dari Tuhan atau mencari Keuntungan untuk dirinya sendiri. "hal ini [kebohongan] juga dibuktikan/dibongkar oleh mereka yang benar2 menggali Alkitab" Lih. Blog Bp. Pdt. Mangapul Sagala, Bigman Sirait, budi Asali, Stephan Tong dll.
      Ia Untuk ia tidak untuk tidak " Dilarang Kompromi akan ajaran Palsu"

      Hapus
    5. usulan saya Alkitab ditambah 1 buku ke 67, yaitu kitab Pariaji untuk mengoreksi kitab wahyu ttg pertemuan orang percaya diawan2 dgn Tuhan Yesus. Seharusnya Pariaji yg akan mengantar ribuan orang ....

      Hapus
  7. @Pdt. Budi Asali, M. Div..."Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri." Roma 14:4

    Kita harus tahu bahwa kita tidak memiliki kuasa untuk menghakimi, karena apa yang kita pandang baik dan benar menurut ukuran kita belum tentu demikian; hanya Tuhan yang memiliki dan tahu akan kebenaran dan keadilan itu. Itulah sebabnya firmanNya berkata, "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.' Dan lagi: 'Tuhan akan menghakimi umat-Nya.'" (Ibrani 10:30).siapakah kita ini sehingga kita menjadi hakim buat orang lain??Kita berperan sebagai Tuhan ketika kita menghakimi orang lain.Mengapa Kita
    Suka Menghakimi Orang Lain? Kita cenderung menghakimi orang lain karena memaafkan/menutupi kesalahan
    sendiri. Mereka yang memandang dirinya layak untuk menjadi pengajar atas orang lain akan merasa bebas untuk mengecam dan menguliahi orang lain. Sering kali, saat kita mengecam orang lain, hati kita merasa bahwa diri kita lebih baik dari pada orang tersebut. Orang Kristen yang gemar mengecam orang lain biasanya berpikir bahwa dia memahami Alkitab lebih baik dari pada orang lain, bisa mengerti dengan lebih jelas dari pada orang lain, dan karena itu mereka merasa layak untuk membimbing orang lain.Roma 14:10 dengan tajam menyatakan bahwa masalah kegemaran kita mengkritik dan menghakimi orang lain berakar dari sikap kita yang memandang rendah orang lain. Jika kita meremehkan saudara seiman, itu berarti kita sedang meremehkan hukum Tuhan.Firman Tuhan berkata "Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri."
    Jika kita mengasihi diri kita sendiri, kita menghargai hati dan pikiran kita dengan segala keberadaannya. Mengapa kita sulit melakukan hal yang sama terhadap orang lain?
    Ajaran dan perintah Tuhan adalah untuk kita taati. Jika kita tidak mau menaati, dan justru memakai perintah Tuhan itu untuk menghakimi orang lain, berarti kita mengabaikan kedaulatan Tuhan. Kita meninggikan diri sendiri dan mengambil tempat sebagai hakim untuk menghakimi orang lain.
    Kita perlu ingat akan ucapan dari Yakobus: kita adalah hamba-hamba Yesus. Tanggung-jawab kita adalah untuk taat kepada perintah majikan kita. Kita tak punya hak untuk menghakimi dan mengecam orang lain, itulah dasar perintah yang kita terima dari majikan kita. Kita bukan pembuat hukum apalagi hakim. Kita tidak boleh mengubah hirarki dan lupa bahwa kita ini adalah hamba. Kita harus takut kepada Allah dan taat pada kehendaknya dengan teguh hati.
    Kita perlu berusaha memahami kehendak Tuhan agar kita tahu bagaimana menerapkan prinsip-prinsip yang telah kita pelajari itu sesuai dengan kehendak-Nya.
    Tuhan Yesus Memberkati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maslaahnya bagi Pdt. Budi Asali, Yesaya Pariadji bukan hamba Tuhan tapi abi palsu. Jadi ayat2 yg dikutip itu tidak berlaku dalam kasus menghadpi nabi palsu.

      Hapus
    2. @ Pdt. Budi Asali. Saya Pemain musik di gereja. Nama saya Daud.
      1. Kita diselamatkan itu karena kita percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus dan itu artinya keslamatan itu anugrah.
      2. Sebagai bentuk wujud dari iman kepada Yesus Kristus, kita harus mencerminkan ajaran Yesus didalam perbuatan kita sehari-hari. Jika kita tetap melakukan yang jahat, maka patut dipertanyakan kita beriman kepada Yesus yang mana....
      3. Kerjakanlah keslamatan sampai akhir. artinya, kita sadar sudah dislamatkan karena anugrah Tuhan dan sepatutnya kita mencerminkan ajaran Yesus dalam perbuatan kita sehari-hari.
      3. Di Alkitab juga ada ayatnya yang menyatakan bahwa nama kita bisa dicoret dari kitab kehidupan. Artinya, jangan menyalahgunakan anugrah keslamatan.
      4. Lebih baik tidak berbantah-bantahan tentang doktrin atau pengajaran. Jika menurut anda sesat atau salah, doakan mereka biar Tuhan yang berperkara atas mereka. Jangan merasa anda sendiri paling benar. Daripada berdebat, lebih baik kerjakan pesan Tuhan yang Agung : Jadikan semua bangsa milikku. Cari jiwa dan slamatkan jiwa. itu lebih bermakna dan menyenangkan Tuhan daripada saling menyerang ajaran pendeta.

      terima kasih atas perhatiannya. bacalah dengan hati yang tulus dan iman kepada Yesus Kristus, bukan dari keegoisan atau kepintaran logika anda. GBU

      Hapus
    3. JANGAN BERDEBAT

      Hapus
    4. sering sekali orang merasa dirinya benar, tetapidi dalam memberikan komentar pun sebenarnya menggunakan kata kata yang tidak sopan dan dengan hati yang marah. ber awas awas lah, anda yang merasa benar, tunjukkan lah sikap yang benar juga dengan perkataan yang sesuai dengan kebenaran

      Hapus
    5. @ Pdt. Budi Asali. Saya Pemain musik di gereja. Nama saya Daud.
      1. Kita diselamatkan itu karena kita percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus dan itu artinya keslamatan itu anugrah.
      2. Sebagai bentuk wujud dari iman kepada Yesus Kristus, kita harus mencerminkan ajaran Yesus didalam perbuatan kita sehari-hari. Jika kita tetap melakukan yang jahat, maka patut dipertanyakan kita beriman kepada Yesus yang mana....
      3. Kerjakanlah keslamatan sampai akhir. artinya, kita sadar sudah dislamatkan karena anugrah Tuhan dan sepatutnya kita mencerminkan ajaran Yesus dalam perbuatan kita sehari-hari.
      3. Di Alkitab juga ada ayatnya yang menyatakan bahwa nama kita bisa dicoret dari kitab kehidupan. Artinya, jangan menyalahgunakan anugrah keslamatan.
      4. Lebih baik tidak berbantah-bantahan tentang doktrin atau pengajaran. Jika menurut anda sesat atau salah, doakan mereka biar Tuhan yang berperkara atas mereka. Jangan merasa anda sendiri paling benar. Daripada berdebat, lebih baik kerjakan pesan Tuhan yang Agung : Jadikan semua bangsa milikku. Cari jiwa dan slamatkan jiwa. itu lebih bermakna dan menyenangkan Tuhan daripada saling menyerang ajaran pendeta.

      terima kasih atas perhatiannya. bacalah dengan hati yang tulus dan iman kepada Yesus Kristus, bukan dari keegoisan atau kepintaran logika anda. GBU

      Tanggapan Budi Asali:

      Anda melarang berdebat? Coba baca Kisah 18:27-28! Apolos berdebat dan itu menbuat dia menjadi sgt berguna bagi org2 percaya! Yesus juga berdebat, Paulus juga. Mrk salah semua, dan anda sendirian yg benar?

      Hapus
    6. @Pdt. Budi Asali, M. Div..."Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri." Roma 14:4

      Tanggapan Budi Asali:

      Bagus sekali, anda gunakan ayat alkitab, tetapi sayang penafsirannya melenceng! Baca kontext dr ayat yg anda gunakan itu, mulai Ro 14:1-12, maka anda akan melihat bahwa kontextnya adalah boleh makan daging atau tidak, dan apakah ada hari yg lebih penting dr hari yg lain atau tidak. Dg kata lain, ini adalah perbedaan dlm hal2 yg sgt remeh, maka berlaku kata2 dlm ay 3 itu.

      Tetapi dlm persoalan yg penting, Yesus sendiri berdebat, misalnya Mat 22:23-33, Yohanes Pembaptis juga, Paulus juga, Apolos juga (Kisah 18:27-28).
      Pd waktu dlm Gal 1:6-9 Paulus mengatakan org2 yg memberitakan Injil yg berbeda ituy terkutuk, anda berani salahkan dia? Dia menghakimi, bukan? Dan pd waktu anda menyalahkan saya krn anda katakan saya menghakimi, anda sendiri menghakimi saya, bukan? Pikirkan, bung!

      ======

      Kita harus tahu bahwa kita tidak memiliki kuasa untuk menghakimi, karena apa yang kita pandang baik dan benar menurut ukuran kita belum tentu demikian; hanya Tuhan yang memiliki dan tahu akan kebenaran dan keadilan itu.

      Tanggapan Budi Asali:

      Apa yg kita pandang baik memang belum tentu baik, KECUALI apa yg kita pandang baik itu memang baik menurut firman! Allah memberi kita alkitab utk menjadi stndard / tolok ukur, apakah suatu ajaran / tindakan itu baik atau tidak, sesat atau benar!

      =====

      Itulah sebabnya firmanNya berkata, "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.'

      Tanggapan Budi Asali:

      Lagi2 anda menggunakan ayat, tetapi artinya sangat melenceng. Ayat yg anda gunakan itu mempersoalkan balas dendam, bukan penilaian apakah seseorang itu sesat atau tidak.

      =====

      Dan lagi: 'Tuhan akan menghakimi umat-Nya.'" (Ibrani 10:30).siapakah kita ini sehingga kita menjadi hakim buat orang lain??Kita berperan sebagai Tuhan ketika kita menghakimi orang lain.

      Tanggapan Budi Asali:

      Memang Tuhan akan menghakimi, tetapi itu tidak berarti kita tak boleh menghakimi / menilai. Baca Yoh 7:24 dan beritahu saya apakah ayat itu membolehkan kita menghakimi atau melarangnya secara mutlak!

      Paulus menghakimi dlm Gal 1:6-9, menyebut org2 sesat sbg terkutuk. Apakah ia salah juga? Dan anda lebih benar dr dia?

      Dlm menghakimi kita / saya tidak berperan sbg Tuhan, tetapi sbg HAMBA Tuhan!

      ====== Bersambung...

      Hapus
    7. Mengapa Kita Suka Menghakimi Orang Lain? Kita cenderung menghakimi orang lain karena memaafkan/menutupi kesalahan sendiri.

      Tanggapan Budi Asali:

      Nah, ini tindakan menghakimi yg salah. Dr mana anda tahu saya 'menghakimi' utk menutupi kesalahan saya sendiri? Dan bgm saya bisa menutupi kesalahan saya sendiri dg menghakimi org lain? Anda, tanpa tahu sedikitpun ttg motivasi saya, menghakimi saya. Itu penghakiman yg dilarang oleh Yoh 7:24 itu.

      =====

      Mereka yang memandang dirinya layak untuk menjadi pengajar atas orang lain akan merasa bebas untuk mengecam dan menguliahi orang lain. Sering kali, saat kita mengecam orang lain, hati kita merasa bahwa diri kita lebih baik dari pada orang tersebut. Orang Kristen yang gemar mengecam orang lain biasanya berpikir bahwa dia memahami Alkitab lebih baik dari pada orang lain, bisa mengerti dengan lebih jelas dari pada orang lain, dan karena itu mereka merasa layak untuk membimbing orang lain.

      Tanggapan Budi Asali:

      Apakah salah menganggap diri lebih mengerti dr org lain, kalau org lain itu memang sesat? Saya tanya anda: anda merasa agama anda lebih benar dr agama2 lain atau tidak? Kalau tidak, utk apa jadi Kristen? Kalau ya, berarti anda sama spt org yg anda baru gambarkan, bukan? Keyakinan / iman berbeda dg kesombongan, sekalipun bisa kelihatan mirip!
      Saya punya keyakinan bahwa saya memang lebih tahu dr anda ataupun dr Yes Pariaji. Mau anggap itu sbg kesombongan? Terserah, dan saya tak peduli. Saya tahu keyakinan saya benar.

      =====

      Roma 14:10 dengan tajam menyatakan bahwa masalah kegemaran kita mengkritik dan menghakimi orang lain berakar dari sikap kita yang memandang rendah orang lain. Jika kita meremehkan saudara seiman, itu berarti kita sedang meremehkan hukum Tuhan.

      Tanggapan Budi Asali:

      Ro 14:1-12 sdh saya bahas di atas. Anda menggunakan ayat tanpa mengerti kontextnya!

      ===== Bersambung...

      Hapus
    8. Firman Tuhan berkata "Hendaklah engkau mengasihi sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri."

      Tanggapan Budi Asali:

      Justru saya mengasihi sesama maka saya membhuat tulisan itu. Saya tak mau org banyak disesatkan dan masuk neraka krn ajaran Yes. Pariaji. Kalau saya berdiam diri melihat org disesatkan, itu justru tidak kasih! Anda tak mengerti kasih itu apa, dan bgm mewujudkannya. Kalau anak anda salah, dan anda memarahi dia, apakah anda tidak kasih kpd dia? Anda tidak kasih justru kalau anda membiarkan dia ('tidak menghakimi' dia)!

      Kalau anda melihat anak anda bergaul dg org2 yg bejat, apakah anda memperingati anak anda supaya tak bergaul dg org2 itu, dan menunjukkan kejelekan org2 itu? Apakah itu tidak kasih? Anda memang hrs 'menghakimi' org2 bejat itu di hadapan anak anda, dan itulah kasih!

      =====

      Jika kita mengasihi diri kita sendiri, kita menghargai hati dan pikiran kita dengan segala keberadaannya. Mengapa kita sulit melakukan hal yang sama terhadap orang lain?
      Ajaran dan perintah Tuhan adalah untuk kita taati. Jika kita tidak mau menaati, dan justru memakai perintah Tuhan itu untuk menghakimi orang lain, berarti kita mengabaikan kedaulatan Tuhan. Kita meninggikan diri sendiri dan mengambil tempat sebagai hakim untuk menghakimi orang lain.

      Tanggapan Budi Asali:

      Anda sendiri menggunakan firman utk menyalahkan saya, jadi sama dg saya bukan? Bedanya saya menggunakan ayat dg benar, dan anda menggunakannya secara salah!

      =====

      Kita perlu ingat akan ucapan dari Yakobus: kita adalah hamba-hamba Yesus. Tanggung-jawab kita adalah untuk taat kepada perintah majikan kita. Kita tak punya hak untuk menghakimi dan mengecam orang lain, itulah dasar perintah yang kita terima dari majikan kita. Kita bukan pembuat hukum apalagi hakim. Kita tidak boleh mengubah hirarki dan lupa bahwa kita ini adalah hamba. Kita harus takut kepada Allah dan taat pada kehendaknya dengan teguh hati.

      Tanggapan Budi Asali:

      Lagi2 menafsir ayat secara ngawur. Penghakiman apa yg dilarang oleh Yakobus? Terlalu panjang utk saya jelaskan di sini. Tetapi cukup saya katakan bahwa ayat tak boleh ditafsirkan shg bertentangan dg ayat2 lain. Kalau anda tafsirkan Yakobus spt itu, lalu anda apakan ayat2 yg menunjukkan bahwa Paulus mengecam org sbg 'terkutuk' (Gal 1:6-9), 'anjing' (Fil 3:2), dan Yesus maupun Yoh Pembaptis menyebut org sbg 'ular beludak'??? Mrk semua salah, dan anda sendiri yg benar?

      =====

      Kita perlu berusaha memahami kehendak Tuhan agar kita tahu bagaimana menerapkan prinsip-prinsip yang telah kita pelajari itu sesuai dengan kehendak-Nya.

      Tanggapan Budi Asali:

      Saya setuju, tetapi pahamilah firman / alkitab secara menyeluruh, jgn hanya sepotong2 yg menyebabkan artinya jadi sgt berbeda dr yg shrsnya!

      Tuhan Yesus Memberkati

      Hapus
  8. Menghakimi
    Kadang aneh aku bilang..
    saat ada org yg mengatakan or meragukan sebuah ajaran dari seorang pendeta... selalu di konter dg perkataan "jangan menghakimi"
    aku bilang.. itu BODOH...
    manusia rohani menilai segala sesuatu..
    menilai itu termasuk juga di dalamnya ada "meragukan"
    Yesus pun.. mengatakan agar kita waspada pada nabi2 palsu..
    bagaimana kita bisa waspada..??
    tentu saja karena ada penilaian dlm pikiran kita berdasarkan kebenaran Firman Tuhan..
    so... himbauanku...
    JANGAN PERNAH LAGI BERKATA "JANGAN MENGHAKIMI"
    klo cuma untuk menkonter sebuah tegoran..
    namun.. brikanlah penjelasan n argumen yg Alkitabiah
    agar semua jelas
    GBU

    BalasHapus
    Balasan
    1. kamu blng bodoh,yg kamu yang sangat bodoh,krena km berbicara dengan keegoisanmu,,,,
      merasa kmu yg paling tahu semuanya'''
      didalam alkitab saja sudah tertera jangan menghakimi
      berarrti kmu yg sesat.

      Hapus
    2. selama ajaran itu tak membawa kita sesat,jgn lah kta mejelekkan agama terseebut,apa kah anda telah tertipu,,,
      jika anda mengalami itu baru lah anda berbicara.

      Hapus
  9. tak kenal maka tak sayang....klo bukan dari atas pasti akan hilang ditelan waktu,tpi klo yg dtg dari atas walaupun ditekan pasti akan terus membesar....perbedaan adalah warna hidup,jgn dijadikan permusuhan..murid TUHAN YESUS ada 12org, semua punya ciri dan keunikan yg berbeda dlm pelayanan,tiap pribadi punya keunikan,kelebihan dan kekurangan itu hal biasa untuk saling melengkapi.. gitu aja kok repot bos, TUHAN YESUS KRISTUS MEMBERKATI

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saksi Yehovah dari dulu sampe sekrang tetap ada. jadi saksi Yehovah juag dari atas (Tuhan)? Pak budi Asali tidak perlu kenal Pariadji pribadi. Cukup mengetahui ajatran2nya, dibandingkan dengan Firman Tuhan, bisa terlihat sesat atau tidak. Standart kita Firman Tuhan bukan perkenalan.

      Hapus
  10. Maju terus Pak Esra dan Pak Budi,..
    sampaikan yang harus disampaikan supaya mata kita dapat melihat sisi yang berbeda.
    Semakina santun, semakin tepat sasaran, dan semakin giat menulis.
    Tuhan memberkati!

    BalasHapus
  11. saudara saudaraku,,,pertanyaannya singkat aja,,,hamba hamba Tuhan yg berbicara dan dibicarakan tadi masing2 udah menuntun brapa jiwa melalui pelayanannya kepada Tuhan Yesus?????Pak Esra,Pak Budi,Pak Pariaji,atau siapapun,,,,brapa jiwa?????kalo udah banyak baru ngomong,,,,,,,jangan sok rohani tapi bawa 1 jiwa kepada Tuhan pun belum,,,malu donk,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,doni(pekanbaru)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bukan urusan soal berapa banyak bawa jiwa tapi apakah suatu ajaran sesat atau tidak? Dan dasarnya adalah Kitab Suci. Kalau ajarannya sesat, biar bawa 1 juta jiwa juga apa artinya? Semuanya akan masuk neraka.

      Hapus
  12. PELAYAN KRISTUS28 November 2012 12.52

    Janganlah berbantah-bantah dengan Firman Tuhan karena orang yang suka berbantah-bantah dan menafsirkan kuasa yang Tuhan berikan bagi umat pilihanNYA adalah ANTRIKRISTUS sama seperti YUDAS

    BalasHapus
  13. Saya sangat heran ya dengan orang-orang yang suka membela pendetannya hanya KARENA DIA ADALAH PENDETAKU, INGAT ! kalau memang ayat ini : "Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri." Roma 14:4

    Boleh di pakai sesuka hati,boleh dipakai kepada siapapun.
    MAKA JELASLAH PAULUS BERDOSA !

    Saya sangat menghargai orang yang cinta kebenaran, cinta Tuhan lebih dari siapapun . Termasuk lebih dari pendetannya, sayang sekali saya melihat hanya segelintir orang saja yang seperti itu ..

    sisanya ?
    Roma 2:24 Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain."


    mari dilihat :
    * Galatia 2:11-14
    2:11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.
    2:12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
    2:13 Dan orang-orang Yahudi yang lain pun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.
    2:14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"

    Benarkah Paulus berdosa ? Paulus menghakimi rasul Petrus loh ! bukan menghakimi pak Pariadji, menghakimi rasul bukan menghakimi pendeta !

    Monggo diperhatikan kata-kata ini, khususnya yang diberi tanda " :

    1. aku berterang-terang "menentangnya"
    2. sebab ia "salah". (diteruskan dengan alasan)
    3. Dan orang-orang Yahudi yang lain pun turut berlaku "munafik" dengan dia
    4. sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh "kemunafikan" mereka.

    DAN

    5. Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu "tidak sesuai dengan kebenaran Injil"

    mohon dijawab pertanyaan sya, berdosakah rasul Paulus ?
    apakah dia melanggar Roma 14:4, yang ditulisnya sendiri ?


    kesimpulan saya :
    Matius 18:7 “Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya”. Juga di Kitab Lukas 17:1 “Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya”.

    Oh iya saya bukan jemaat dari Golgota (pak Budi A) / dari pak Esra, saya hanya melihat penjelasan yang dipaparkan oleh mereka & kesesuaiannya dengan aslinya / yang dituduhkan .

    Kiranya Tuhan boleh menyinari hati dari setiap kita :D
    Amin

    BalasHapus
  14. Untuk pengajaran, kita nggak bisa kompromi. Lebih baik teguran yang nyata dari pada kasih yang tersembunyi.
    Tapi jelas kalau soal aplikasi kehidupan sehari-hari, kita harus toleransi.
    Yang ditentang kan ajarannya, bukan orangnya.

    BalasHapus
  15. Weleh-welehhhh....... Pak budi anda ini Pdt kenapa berbuat demikian, coba tanya sama Tuhan dulu kalau keberatan dengan ajaran seseorang jika sudah dapt jawabannya baru posting pendapatan anda, Jangan sampai jadi batu sandungan bagi orang lain nantinya malah anda yang berdosa.

    Saya jemaat Tiberias tp sebelumnya di GBI Dan GKJ, pertama Kali ikut ibadah di Tiberias saya juga ragu dan takut namanya juga baru di jakarta. Tp setelah beberapa bulan tidak saya temukan ajaran sesat yang di ajarkan, yang ada hanya memuliakan Tuhan Yesus dan mengasihi sesama dan jaga kekudusan hidup bukankah itu sudah benar. Jadi saya tetap bertahan sampai sekarang :-)
    Lagipula tidak ada allah lain yang kami sembah, bukankah kalau ajaran sesat akan membawa kita kepada allah lain? Kalau sudah menyimpang saya sudah keluar dari Tiberias sejak awal Pak budi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weleh-welehhhh....... Pak budi anda ini Pdt kenapa berbuat demikian, coba tanya sama Tuhan dulu kalau keberatan dengan ajaran seseorang jika sudah dapt jawabannya baru posting pendapatan anda, Jangan sampai jadi batu sandungan bagi orang lain nantinya malah anda yang berdosa.

      Tanggapan Budi Asali:

      Saya sdh tanya, dan Dia jawab dg menggunakan firmanNya yg ada dlm alkitab, dan itu yg saya gunakan utk membuktikan bahwa dia sesat / ajaran dia sesat. Kalau bisa, buktikan dr alkitab, kalau serangan saya salah. Kalau tak bisa tetapi tak mau terima, berarti anda tak menerima / menghormati alkitab yg saya gunakan.

      =======

      Saya jemaat Tiberias tp sebelumnya di GBI Dan GKJ, pertama Kali ikut ibadah di Tiberias saya juga ragu dan takut namanya juga baru di jakarta. Tp setelah beberapa bulan tidak saya temukan ajaran sesat yang di ajarkan, yang ada hanya memuliakan Tuhan Yesus dan mengasihi sesama dan jaga kekudusan hidup bukankah itu sudah benar. Jadi saya tetap bertahan sampai sekarang :-)

      Jawaban Budi Asali:

      Kalau anda bukan dokter, anda bisa mengira diri sendiri atau org lain itu sehat, padahal di mata dokter anda atau org itu sakit berat. Sama saja dlm hal ini. Anda tak mengerti firman, tentu saja tak bisa melihat kalau ajaran Yes. Pariaji itu sesat. Tetapi baca buku / tulisan saya dg teliti, dan anda akan melihat bahwa saya membandingkan ajaran / praktek dia dg alkitab. Buktikan saya salah, atau terima serangan saya itu. Kalau tidak, anda tak menghargai alkitab / firman yg saya gunakan! Ajaran / kata setan setan bisa kelihatannya memuliakan Tuhan, coba baca Kisah 16:16-17!

      Ia menekankan kekudusan? Ya, tetapi itu ia katakan bisa menyelamatkan. Itu berarti ia mengajarkan keselamatan krn perbuatan baik, dan itu sesat!

      =======

      Lagipula tidak ada allah lain yang kami sembah, bukankah kalau ajaran sesat akan membawa kita kepada allah lain? Kalau sudah menyimpang saya sudah keluar dari Tiberias sejak awal Pak budi.

      Tanggapan Budi Asali:

      Kalau begitu kenapa tak ikut agama lain saja? Toh juga mengajar baik, dan Allahnya juga sama? Anda bilang Allahnya lain? Kalau lain, lalu ada berapa Allah?
      Saya sdh buktikan dr alkitab, bahwa Yes Pariaji memang menyimpang / sesat. Buktikan kalau serangan saya salah, maka anda boleh bertahan di sana. Kalau tak bisa buktikan saya salah, maka itu berarti anda tak menggubris firman yg saya gunakan. Lihat bgm sikap anda thdp firman, dan itu terjadi krn anda ikut org yg sesat!

      Hapus
  16. Hai...saya semalam baru saja mengikuti Ibadah akbar perayaan Natal yang diadakan GTI. makanya saya segera searching di google berita2 tentang Pdt Y.P

    jadi begini, sejak SMA saya sudah terbiasa dengan gereja Kharismatik, ibu saya sendiri adalah seorang penginjil dari gereja kharismatik yang melayani di daerah2 terpencil, sedangkan saya adalah Jemaat GBI

    ibadah semalam memang sungguh luar biasa, saya sendiri benar2 merasakan hadirat Tuhan. enar2 luar biasa...

    tapi saya sudah mulai merasakan ada yg tidak beres, disaat Pdt YP mulai berdoa, yang mengatakan tentang Pendeta dukun...

    ketika Pdt YP sudah mulai berkhotbah saya benar2 terkejut dengan isi khotbahnya.

    bagaimana dia mengatakan bahwa dia satu2nya orang yang menghidupkan bayi mati dengan kuasa minyak urapan, tentang anak haram, dan bahwa dia mendirikan yayasan atau apalah untuk menampung anak2 haram, dia juga mengatakan bahwa dia ditunjuk Tuhan untuk memimpin Yerusalem baru yaitu jemaat Tiberias, bahwa jemaat Tiberias diberi kepastian masuk surga, dia mengatakan bahwa Tuhan mengatakan langsung kepadanya bahwa dia adalah seorang Martir,
    masih banyak lagi yang saya rasa agak bertentangan dengan hati nurani saya..

    saya berdoa ... Tuhan kenapa begini?

    terlebih disaat orang2 mulai memberikan kesaksian,
    aaaahhhh!!! saya merasa sangat bertentangan dengan apa yang saya percaya,
    karena orang2 yang bersaksi bukan memuliakan Tuhan Yesus, tapi mereka memuliakan Pdt YP dan minyak urapannya

    maka saya langsung memutuskan saat itu langsung pulang.

    dan ternyata bukan hanya saya saja yang merasa ada yang salah disini..

    mengapa saya merasa bahwa Kemuliaan Tuhan direbut?

    saya tidak tahu.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul itu, saya juga merasa demikian. Saya diajak isteri beribadah di gereja Teberias, sejak tahun 2007 waktu masih pacaran dengan isteri. Sebelumnya saya merupakan jemaat HKI sejak kecil dan pindah ke HKBP untuk menikah. Tetapi kami tetap rajin mengikuti ibadah di Tiberias Bekasi Cyber Park, dulu namanya Hero Bekasi dan Grand Mal Bekasi hingga kami mempunyai anak pertama.

      Bicara mujizat, saya mengalami mujizat yang sangat dasyat bukan karena perjamuan kudus maupun minyak urapan, tapi karena pertolongan Tuhan Yesus. Saat itu tahun 1997, saya diculik oleh polisi gadungan (profesi saya wartawan).

      Saat itu hampir jelang magrib, saya sedang duduk di warung tempat di mana ibu aku berjualan di Cakung. Tiba-tiba saja, ada sekelompok laki-laki berbadan tegap dengan mobil kijang rover datang ke warung ibu ku. Mereka mengaku polisi dari polda dan menarik aku masuk ke mobil tersebut.

      Ternyata di perjalanan setelah masuk tol, mereka memukuli aku hingga babak belur di dalam mobil kijang rover sepanjang perjalanan di tol arah Cikampek. Aku tak bisa berbuat apa-apa, kalau meloncat pasti akan mati karena mobil melaju kencang di jalan tol.

      Bahkan salah satu dari mereka ada yang menusukkan sangkur, puji Tuhan meleset, hanya merobek saku celana yang membuat Id Card wartawan aku terjatuh dan ketahuan. Mereka pun makin garang, malah ada yang menodong pistol ke arah kepala aku. Tak pelak, aku pun takut sekali hanya bisa pasrah dan berpikir hari itu aku akan menjadi mayat tak dikenal dengan satu butir peluru di kepala.

      Aku berdoa pada Tuhan Yesus, berseru kepada-Nya kalau memang belum waktunya pasti Tuhan Yesus akan tolong saya. (Tidak dengan minyak urapan ataupun perjamuan kudus setiap hari, hanya saat Paskah dan Natal saja di gereja HKI).

      Ternyata tangan Tuhan Yesus bekerja, orang yang menodong pistol itu tidak meletuskan senjatanya. Hanya mengetok kepala ku dengan gagang pistol hingga darah bercucuran. Dan tiba-tiba saja, mobil itu berhenti, menyuruh aku ke luar. Saat itu ada yang berkata,"Ayok keluar wartawan, biar tak bedil saja." dengan logat daerah.

      Waduh, jantung aku makin berdegup, bisa saja ia menembak aku dari jauh saat keluar berjalan dari mobil itu. Aku tetap berseru pada Tuhan Yesus, dan meminta ampun akan dosa aku selama ini. Ternyata Tuhan Yesus itu baik dan pertolongannya tepat pada waktunya. Entah kenapa mereka malah pergi meninggalkan.

      Aku panjatkan puji syukur sembari melangkah gontai, menyelusuri pinggiran jalan tol dengan darah mengucur dari kepala, sementara handphone milik aku pun diambil mereka. Setiap kendaraan yang aku coba berhentikan untuk menumpang di jalan tol itu tidak ada yang mau, hingga ada satu truk trailer yang sedang memperbaiki lampu. Tuhan Yesus kembali menolong aku, sopir truk trailer itu pun mengijinkan aku menumpang untuk ke luar dari pintu tol di Bekasai Barat dekat Metropolitan Mal.

      Masih banyak lagi mujizat Tuhan Yesus yang aku alami, mungkin teman-teman lain juga pun demikian, memiliki rekam jejak kebaikan Tuhan Yesus. Yang penting iman, bukan karena minyak urapan dan perjamuan kudus. Tapi karena Tuhan Yesus, Allah yang hidup.

      Dan aku pun terus ikut kebaktian gereja Tiberias karena diajak isteri, awalnya, aku makin tumbuh iman lebih dari sebelumnya. Namun, lama kelamaan aku merasa ada yang lain di hati nurani ku, apalagi saat membaca buletin Tiberias hanya membanggakan gembala sidang Pdt. Yesaya Pariadji yang dicocokkan pada ayat-ayat Alkitab.


      Demikian kesaksian aku, semoga Tuhan Yesus memberkati....

      Hapus
    2. Janganlah kita heran, bukankah Tuhan Yesus sudah mengatakannya didalam :

      Matius 18:7 “Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya”. Juga di Kitab Lukas 17:1 “Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya”.


      "mengapa saya merasa bahwa Kemuliaan Tuhan direbut?

      saya tidak tahu....."

      saya tau : karena bukan Firman Allah yang diberitakannya !

      Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran Yoh 17 :17

      Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.(19) Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."


      (21) Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.(22) Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,(23) tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,


      Apakah mereka memberitakan Kristus yang disalibkan ?
      atau memberitakan yang lain ?

      (21) Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.


      Siapakah orang Kristen ?
      yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. 1 Pet 1 : 2

      pertanyaannya : apakah melalui Kotbah-kotbah YP Kristus dipermuliakan ?

      kalau tidak, anda sudah tau jawabannya :)

      Hapus
  17. Saya dari kecil ke GGP(Pentakosta) dan selama ini saya juga datang ke Tiberias(GTI). Saya juga sudah baca penjelasan Pdt. Budi Asali ttg Pak Pariadji. Jujur sebagai orang awam, saya tambah pusing, karena memang apa yang dipaparkan o/Pdt. Budi Asali sangat alkitabiah dan bisa menaggapi hal2 yang diluar konteks alkitabiah.

    Hal yang sangat berbahaya bagi orang awam kalau tidak mencermati setiap ajaran adalah terlalu terobsesi pada sesuatu entah itu gereja, tata cara ibadat, pendeta dsb sehingga membuat perilaku mereka sendiri malah menyimpang.
    Tapi diluar konteks itu, apakah salah kalau gereja besar seperti GTI membawa banyak orang mengenal Tuhan Yesus?
    Maksud saya, apa yang diberitakan kan sama-sama Firman Tuhan. Seandainya kesesatan itu direncanakan, apa tujuan Pak Pariadji menyesatkan banyak orang? Sepertinya tidak mungkin penyesatan itu secara sadar, apalagi hanya untuk mengeruk uang dari para jemaatnya.

    Yah saya tidak tahu yang benar itu yang mana dan apakah yang terlihat tidak benar itu berarti sesat. Ini adalah hal yang kompleks. Yang penting Tuhan Yesusnya dan hidup benar saja terlepas dari apapun gerejanya. Semua itu hanyalah sarana.





    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya dari kecil ke GGP(Pentakosta) dan selama ini saya juga datang ke Tiberias(GTI). Saya juga sudah baca penjelasan Pdt. Budi Asali ttg Pak Pariadji. Jujur sebagai orang awam, saya tambah pusing, karena memang apa yang dipaparkan o/Pdt. Budi Asali sangat alkitabiah dan bisa menaggapi hal2 yang diluar konteks alkitabiah.

      Hal yang sangat berbahaya bagi orang awam kalau tidak mencermati setiap ajaran adalah terlalu terobsesi pada sesuatu entah itu gereja, tata cara ibadat, pendeta dsb sehingga membuat perilaku mereka sendiri malah menyimpang. Tapi diluar konteks itu, apakah salah kalau gereja besar seperti GTI membawa banyak orang mengenal Tuhan Yesus?

      Tanggapan Budi Asali:

      Ajarannya sesat, jadi dia tidak membawa org mengenal Tuhan. Misalnya ia mengajar keselamatan krn perbuatan baik, bukan krn iman, lalu bgm org kenal Tuhan dg perbuatan baik? Kita damai dg Allah hanya krn iman (Ro 5:1).

      =====

      Maksud saya, apa yang diberitakan kan sama-sama Firman Tuhan.

      Tanggapan Budi Asali:

      Firman Tuhan yg ditafsirkan secara salah, bukanlah firman Tuhan! Setan dlm menggodai Yesus juga menggunakan firman Tuhan, yg ia tafsirkan secara salah. Mat 4:6. Apakah mengherankan kalau anak buah setan jg gunakan cara yg sama?

      Disamping itu, Yes. Pariaji bukan hanya menggunakan alkitab, tetapi juga hal2 lain spt kitab Talmud Yahudi (apakah ini = firman Tuhan?), dan juga mimpi2nya dsb (yg menurut saya cuma bulan belaka, krn bertentangan dg firman!).

      =====

      Seandainya kesesatan itu direncanakan, apa tujuan Pak Pariadji menyesatkan banyak orang? Sepertinya tidak mungkin penyesatan itu secara sadar, apalagi hanya untuk mengeruk uang dari para jemaatnya.

      Tanggapan Budi Asali:

      Anda naif sekali. Pdt yg tujuannya / motivasinya HANYA cari uang, banyak sekali. Jaman skrg, mungkin mayoritas!

      =====

      Yah saya tidak tahu yang benar itu yang mana dan apakah yang terlihat tidak benar itu berarti sesat. Ini adalah hal yang kompleks. Yang penting Tuhan Yesusnya dan hidup benar saja terlepas dari apapun gerejanya. Semua itu hanyalah sarana.

      Tanggapan Budi Asali:

      Anda tak bisa tidak memutuskan. Dia mengajarkan sst, dan saya membuktikan dr alkitab, bahwa ajarannya sesat. Kecuali anda bisa memberi argumentasi dr alkitab yg membuktikan bahwa serangan saya salah, maka anda hrs menerimanya. Kalau tidak, anda tidak menerima alkitab yg saya gunakan itu!

      Hapus
  18. Di akhir zaman ini, yang model kayak gini (GTI-Pariadji) ke depan akan lebih fenomenal lagi dan kita akan lihat itu semua...sesuai yang dinubuat di Alkitab, bahwa menjelang kedatatangan Kristus ke 2 akan banyak terjadi penyesatan2 yang luar biasa yg datangnya dari antara kita orang2 percaya sendiri. Cara-cara penyesatan yang dilakukan iblis diakhir zaman yg saya lihat sungguh "hebat dan luar biasa", dia benar2 menyamar sbg malaikat terang,membungkus segalanya sangat rapi dengan Firman Tuhan, namun didalamnya terselip dusta besar, dia memutar balikan kebenaran Firman Tuhan tsb untuk menyesatkan orang2 percaya yg merupakan tujuan dan target utamanya, spt yg dinubuatkan Alkitab.

    TUHAN YESUS menolong kita untuk mengerti dan taat pada kebenaran FIRMAN ALLAH, Amin......

    BalasHapus
  19. Kalo anda menilai Pak pariadji nabi palsu? lalu anda bagaimana? apa penilaian anda terhadap diri anda sendiri? pembanding yang paling bagus adalah HATI NURANI. jadi menurut saya teruslah sampaikan kebenaran, maka orang akan menyadari yang mana kebenaran sejati. tanpa harus memperdebatkan,

    KEBENARAN ITU BUKAN UNTUK DIPERDEBATKAN, KARENA KEBENARAN ITU MUTLAK, DAN BISA MEMPERTAHANKAN KEBENARANNYA, TANPA HARUS ANDA PERDEBATKAN.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo anda menilai Pak pariadji nabi palsu? lalu anda bagaimana? apa penilaian anda terhadap diri anda sendiri? pembanding yang paling bagus adalah HATI NURANI. jadi menurut saya teruslah sampaikan kebenaran, maka orang akan menyadari yang mana kebenaran sejati. tanpa harus memperdebatkan

      Jawaban Budi Asali:

      Ya, dlm pandangan saya, yg saya ambil dr alkitab, Yes. Pariaji adalah nabi palsu. Saya sendiri, tentu saja nabi asli. Kalau ada yg mengatakan saya nabi palsu, saya tantang: tunjukkan dimana ajaran saya bertentangan dg alkitab secara dasari! Siapapun boleh mencoba!
      Pembanding yg benar BUKAN HATI NURANI, tetapoi FIRMAN TUHAN! Hati nurani kita sbg manusia berdosa sdh dikotori oleh dosa, shg tidak lagi bisa berfungsi dg baik, shg sering kali salah. Sbg contoh saja: pd waktu sdr pertama kali mencuri, hatu nurani memperingati, shg mungkin jantung anda berdetak lebih keras, kalau malam pikiran itu menghantui dsb. Tetapi teruskan tindakan mencuri itu dan hati nurani akan secara bertahap menjadi diam!

      =====

      KEBENARAN ITU BUKAN UNTUK DIPERDEBATKAN, KARENA KEBENARAN ITU MUTLAK, DAN BISA MEMPERTAHANKAN KEBENARANNYA, TANPA HARUS ANDA PERDEBATKAN.

      Tanggaan Budi Asali:

      Anda tak pernah baca alkitab ya? Dlm alkitab Yesuspun memperdebatkan kebenaran. Juga baca Kisah Rasul 18:27-28, yg menunjukkan bahwa Apolos menjadi seseorang yg berguna bagi orang2 percaya krn dg tak jemu2nya ia membantah org2 Yahudi dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias? Jadi menurut anda Apolos salah? Dan kalau ia salah, padahal ayat alkitab tadi mengatakan ia menjadi sangat berguna krn ia berdebat, maka firman itu juga salah? Pikirkan, jgn asal bicara!

      Hapus
  20. Saya orang Awam, Terus terang saya masih bingung tentang definisi penyesatan, sampai batas mana dikatakan ajaran itu sesat? Dan Jika suatu gereja itu benar2 dikatakan sesat (tentunya yang memutuskan sesat atau tidak Tuhan sendiri) apakah (1). pengajar/pendeta tersebut merencanakan penyesatan tsb atau (2). memang dia tdk menyadarinya kalau ajaran itu sesat. Mungkin kalau yang point 1, saya setuju itu penyesatan karena memnag sdh dirancang untuk menyestakan, dan pasti itu nabi palsu. tetapi kalau kasusnya point 2. Bagaimana? dia sama sekali tdk tahu kalau yang ia ajarkan itu sesat artinya tdk sengaja menyesatkan?. Apakah itu juga disebut nabi palsu. padahal maksud dia mengajar juga tulus ingin menolong orang dan membawa orang percaya kepada Yesus, tentunya menurut versi dia dengan pemahaman yang salah tadi, tapi tdk direncanakan atau disengaja. Mungkin Kita harus berbeda pula cara menyikapinya, bukan langsung menghakimi secara membabi buta (mungkin menasihati, mendoakan dsb.) karena mereka tdk tahu apa yang mereka ajarkan itu sesat. Mohon Tanggapannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawaban Budi Asali:

      Tuhan sdh memberikan kita firmanNya, jadi, dg membandingkan ajaran seseorang dg firmanNya, KITA bisa tahu bahwa seseorang itu sesat atau benar.
      Seseorang sesat kalau ajarannya berbeda atau bertentangan SECARA DASARI dg firman Tuhan. Kalau hanya berbeda dlm hal2 yg BUKAN DASARI, saya hanya sebut sbg salah, bukan sesat.

      Seseorang bisa sesat secara sengaja, bisa juga secara tak sengaja. Yg tak sengaja tetap sesat, dan tetap dosa biarpun tingkat dosanya lebih rendah dp yg sesat dan menyesatkan secara sengaja. Dlm Amsal dikatakan "Ada jalan yg disangka org lurus tetapi ujungnya menuju kpd kebinasaan". Jadi, biarpun orgnya menyangka lurus, kalau dlm pandangan Tuhan tidak lurus, atau dlm faktanya tidak lurus, ia tetap menuju pd kebinasaan.

      Hapus
  21. Memang benar kata firman Tuhan akhir jaman sudah dekat dan banyaknabi nabi palsu....

    BalasHapus
  22. Perdebatan akan membuat banyak orang makin bingung dan gelisah hatinya. Tapi menurut saya marilah kita kembali kepada Roh Kudus yang menuntun hidup kita menuju keselamatan dengan Tuhan Yesus. Bagaimana kita tau itu sesat atau bukan hanya tuntunan roh kudus yang dapat melakukannya. bagaimana agar kita tau di tuntun oleh roh kudus? bergaulah akrab dengan roh kudus. Dengan demikian Tuhan Yesus akan membuat kita mengerti. Waktu Tuhan makin dekat.. mari kita persiapkan diri kita masing - masing keluarga kita dan semua orang yang kita cintai. Mari memberitakan kasih keselamatan Tuhan Yesus buat orang yang ada disekitar kita. Dengan demikian Tuhan akan membawa kita pada pengertian dengan Roh Kudus dan dapat membedakan domba yang benar benar domba atau serigala berbulu domba. mana ajaran Tuhan Yesus yang mana yang menyerupai Tuhan Yesus. Bapa surgawi yg kita kenal dalam Tuhan kita Yesus Kristus akan memberikan Roh KudusNya bagi kita untuk dapat membedakannya.

    BalasHapus
  23. Sebagai hamba Tuhan Yesus Kristus saya nyatakan bahwa ajaran saudara Yesaya Pariadji telah menyimpang dari Alkitab.
    Bagi yang merasa dirugikan atas pernyataan saya silahkan saudara bandingkan setiap pernyataan dan perilaku saudara Yesaya Pariadji dengan Alkitab.
    Saya berpegang teguh pada ajaran Alkitab,bukan yang lain.
    ( Mahesa Kenanga )

    BalasHapus
  24. gw bingung mo ikut gereja mana? di gereja asal iman tdk bertumbuh, digereja B dicap sesat, digereja C bnyk msalh,dsb
    apakah saya perlu murtad?? -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat Evan,menurut saya tidak perlu ada kata murtad hanya krn bingung memilih gereja. Karena pd dasarnya yg terpenting dalam kehidupan kita adalah hubungan pribadi kita dgn Bapa kita. Jika kita mempunyai hbgan yg erat pd Tuhan,maka kita tidak akan terombang ambingkan oleh ajaran manapun diluar dr Firman Tuhan.Krn kl kita bergaul erat dgn Tuhan berarti kita tau kebenaran FirmanNya dan mempraktekan dlm kehidupan kita.Kita mengikuti ibadah spy kita diperkuat lg dan bs saling mendukung antar jemaat.Krn bukan Pendeta or gereja yg menyelamatkan kita tp iman/percaya kepada Tuhan Yesus, kita selamat.Dan jgn lupa keselamatan adalah anugrah.Tuhan Memberkati.from Lings

      Hapus
    2. Buat Evan,mgkn cerita ilustrasi di bwh bs sedikit membawa pencerahan.

      107. JESUS MENONTON PERTANDINGAN SEPAKBOLA

      Jesus Kristus berkata bahwa Ia belum pernah menyaksikan pertandingan sepakbola. Maka kami, aku dan teman-temanku, mengajakNya menonton. Sebuah pertandingan sengit berlangsung antara kesebelasan Protestan dan kesebelasan Katolik.

      Kesebelasan Katolik memasukkan bola terlebih dahulu. Jesus bersorak gembira dan melemparkan topinya tinggi-tinggi. Lalu ganti kesebelasan Protestan yang mencetak goal. Dan Jesus bersorak gembira serta melemparkan topinya tinggi-tinggi lagi.

      Hal ini rupanya membingungkan orang yang duduk di belakang kami. Orang itu menepuk pundak Jesus dan bertanya: 'Saudara berteriak untuk pihak yang mana?'

      'Saya?' jawab Jesus, yang rupanya saat itu sedang terpesona oleh permainan itu. 'Oh, saya tidak bersorak bagi salah satu pihak, Saya hanya senang menikmati permainan ini.'

      Penanya itu berpaling kepada temannya dan mencemooh Jesus: 'Ateis!'

      Sewaktu pulang, Jesus kami beritahu tentang situasi agama di dunia dewasa ini. 'Orang-orang beragama itu aneh, Tuhan,' kata kami. 'Mereka selalu mengira, bahwa Allah ada di pihak mereka dan melawan orang-orang yang ada di pihak lain.'

      Jesus mengangguk setuju. 'Itulah sebabnya Aku tidak mendukung agama; Aku mendukung orang-orangnya,' katanya. 'Orang lebih penting daripada agama. Manusia lebih penting daripada hari Sabat.'

      'Tuhan, berhati-hatilah dengan kata-kataMu,' kata salah seorang di antara kami dengan was-was. 'Engkau pernah disalibkan karena mengucapkan kata-kata serupa itu.' 'Ya --dan justru hal itu dilakukan oleh orang-orang beragama,' kata Jesus sambil tersenyum kecewa.

      (Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994)

       Christofle,Jkt

      Hapus
  25. mknya bg para hamba Tuhan/pemimpin gereja, dalam khotbah2 jgn cuma ajarkan mengenai gaya hidup, moral, etika melulu ttp juga doktrin. krn klo doktrin (dasar2 kepercayaan) kuat mk bila ada ajaran2 sesat kita bisa mengetahuinya

    BalasHapus
  26. Adu duh cape jg bcanya dah lah tanya ama Jesus aja sapa yg benar sapa yg benar ato tanya Bapa surga aja gitu aja kok repot gbu

    BalasHapus
  27. Saya hanya ingin ikut berbagi,smoga ilustrasi cerita di bwh ini bs membawa pencerahan dlm memahami Tuhan.

    Menemukan Allah

    Waktu itu waktu ceramah. Sang Guru berkata, “Kehebatan seorang komponis diketahui lewat nada-nada musiknya, tetapi menganalisis nada-nada saja tidak adakn mengungkapkan kehebatannya.
    Keagungan penyair termuat dalam kata-katanya, namun mempelajari kata-katanya tidak akan mengungkapkan inspirasi.
    Tuhan mewahyukan diri-Nya dalam ciptaan, tetapi dengan meneliti ciptaan secermat apa pun kamu tidak akan menemukan ALLAH; demikian juga bila kamu ingin menemukan jiwa melalui pemeriksaan cermat terhadap tubuhmu.”
    Pada waktu tanya jawab, seorang bertanya, “Kalau begitu bagaimana kami akan menemukan ALLAH?” “Dengan melihat ciptaan, tapi bukan dengan menganalisisnya.” “Dan bagaimana seseorang harus melihat?” “Seorang petani keluar untuk melihat keindahan pada waktu matahari terbenam, tetapi yang ia saksikan hanyalah matahari, awan, langit, dan cakrawala - sampai ia memahami bahwa keindahan bukan ‘sesuatu’ melainkan cara khusus melihat.
    Kamu akan sia-sia mencari ALLAH sampai kamu memahami bahwa ALLAH tidak bisa dilihat sebagai ‘sesuatu’. Yang diperlukan ialah cara khusus untuk melihat -  mirip seperti cara seorang anak kecil yang pandangannya tidak diganggu oleh pelbagai ajaran dan keyakinan yang telah dibentuk sebelumnya.” ——————————————— Anthony de Mello, berbasa-basi sejenak 1 

    Christofle,Jkt.

    BalasHapus
  28. @Budi Asali : Jangan menghakimi sesama hamba Tuhan. Mau Hidup Kudus itu sesuai Firman Tuhan. Katanya Pendeta kok malah saling menuduh kesalahan orang lain..... wahhh parah nih orang...... pendeta itu seharusnya mencerminkan berkat bagi orang lain jangan menghakimi... Hati-hati kena hukuman Allah..... Astaghfirullah.................

    By: Jemaat Muslim binaan Pdt. Stephen Tong

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm, binaan Stephen Tong kok tolol sekali. Saya tak percaya kamu binaan Pak Tong, krn dia juga banyak 'menghakimi' pdt2 yg sesat! Paling2 kamu ngaku2 saja! Kamu mengaku sbg muslim binaan Pak Tong? Masih muslim atau sdh bertobat? Kalau sdh bertobat kok masih gunakan kata 'astagafirulah'? Tak pernah tahu hukum ke 3 dr 10 hk Tuhan? Kalau sdh bertobat, menurut kamu Islam salah atau tidak? Kalau kamu katakan salah, kamu menghakimi juga, bukan?
      Kamu baca tulisan saya ttg Pariaji itu dg sgh2 atau sepintas lalu saja? Kalau baca sgh2, dan kamu nggak setuju dg saya, KAMU JUGA SESAT!
      Kamu salahkan saya menghakini Pariaji? Bagus!! Lalu waktu kamu salahkan saya, kamu nggak menghakimi saya? Dasar bodoh!
      Pariaji bukan hamba Tuhan, dia nabi palsu, dan adalah kewajiban saya 'menghakimi' org2 spt itu, supaya jgn banyak org disesatkan oleh mrk. Kamu mau tak setuju itu urusan kamu, saya lakukan apa yg saya anggap sesuai dg firman, bukan sesuai dg manusia, apalagi yg tak tahu apa2 ttg fiman spt kamu!
      Apakah dlm alkitab Yesus nggak menghakimi ahli2 Taurat dan tokoh2 Yahudi yg lain? Paulus dan rasul2, dan Yoh Pembaptis, dan Stefanus juga menghakimi, mengecam, mengutuk dsb. BACA ALKITAB, jgn asal bicara!

      Budi Asali

      Hapus
  29. Standard satu-satunya yang sah seseorang menghakimi suatu ajaran adalah Alkitab karena Alkitab merupakan kebenaran sejati. Saya tidak terlalu peduli dng kesaksian seorang Kristen, seperti mendapatkan kesembuhan melalui minyak urapan, merasa hadirat Tuhan saat kebaktian dll testemonial tidaklah penting karena Iblis pun bisa menyembuhkan dan suasana hadirat Tuhan bisa dibangun dengan teknik psikologi. Bukankah agama lain juga bisa menyembuhkan dan para Muslim bisa memberikan kesaksian ketika naik haji di Mekah mereka merasakan suasana ilahi? Jadi pengalaman dan perasaan tidak penting karena pengalaman seseorang tidak dapat dijadikan patokan standard dan perasaan bisa menipu. Yg lebih dan paling utama adalah apa yang Alkitab nyatakan

    Jika memang ajaran Pariadji berdasarkan FAKTA yaitu ttg klaim-klaim Pariadji seperti yg diungkapkan oleh Pdt Budi dan dibandingkan berdasarkan Alkitab dan terbukti ajaran Pariadji sesat ya memang SESAT. Kita seharusnya meninggalkan ajarannya itu jika tidak ingin masuk neraka. Tinggalkan fanatisme buta!

    Saya pribadi mengamati berulang kali Pariadji berkhotbah di TVRI dan memang pendeta ini tidak ada bobotnya kecuali klaim-klaim mitos sepihak, seperti bolak-balik surga dan penampakan Yesus kepadanya dan mukjizat. Luar biasa, bukan? Lalu siapa yg bisa buktikan bhw Yesus sungguh-2 menampakkan diri kepada Pariadji? Atau memang Tuhan Yesus atau setan yg menyamar sebagai Tuhan Yesus?

    BalasHapus
  30. Humphrey Putirulan11 Juni 2013 19.35

    Saudara - saudara yg terkasih dalam nama TUHAN YESUS

    Apa untungnya anda semua berdebat tentang ini ?????

    Jadilah tenang supaya bisa ber-DOA .

    Ayo DOA saja daripada berdebat !!!!!!

    JESUS LOVE YOU ALL

    BalasHapus
  31. Makin keliatan sesatnya Pak Pariadji...coba search di youtube ttg baptisan yg baru"ini heboh...bahkan masuk dimajalah Re***Ma**
    kasian yg tersesatkan....

    BalasHapus
  32. Saudara Budi Asali, Perkenalkan nama saya Petrus Ng. Saya bukan jemaat GTI, tetapi saya merasa tindakan anda sangat tidak benar. Anda begitu sombong dengan menghakimi seorang hamba Tuhan dan mengatakan dia seorang nabi palsu. Anda dengan begitu arogan mengatakan kotbahnya mbulet, mudah, tidak teratah, mudah dipatahkan, argumen yang bodoh..., sangat amat-amat sombong dan arogan. Apakah anda yakin kalau anda kotbah orang lain tidak ketiduran, dan berkata anda mbulet, terlalu teologis, tidak dapat dimengerti, dan sangat tidak memberkati...sudahkah anda survey? Sudahkah anda survey berapa jiwa yang merasa diberkati dan dikuatkan oleh pelayanan anda dan pelayanan Pdt. Pariaji? Anda arogan mungkin karena anda merasa sekolah tinggi, mungkin anda cum laude di kampus, atau memang juara debat, sehingga menjadi demikian. Saya hanya melihat karakter seorang ahli taurat yang ada pada diri anda. Jelas terlihat dari cara anda menanggapi komentar yang masuk dengan cara yang arogan yang selalu menyalahkan pendapat orang dan tidak berusaha melihat dari sudut pandang orang. Terlihat bukan berdebat, tetapi mau menang sendiri.
    Saya memperhatikan mengenai ulasan anda terhadap kriteria sesat tidaknya pdt. Pariaji. Jelas2 anda menulis bahwa mukjizat terjadi, bahwa nubuatannya juga terjadi. Jadi dimana letak kepalsuannya. Anda mengutip ayat=ayat yang berhubungan dengan nabi palsu yang mukjizatnya terjadi, tetapi kemudian mengajak orang untuk menyembah allah lain. Nah, sekarang apakah kondisi itu cocok dengan pdt. PAriaji? Bagian mana yang telah dia langgar? Apakah anda mendengar sendiri bahwa dia mengajak orang menyembah allah lain? Saya mencocokkan semua ayat yang saudara tampilkan, dan saya TIDAK MENEMUKAN bagian yang menyebutkan tindakan Pdt. Pariadji yang cocok dengan kriteria itu sehingga dia layak disebut nabi palsu. Satu-satunya hal yang menurut saya membuat anda tidak senang bahwa pengajarannya "Dangkal" menurut kriteriamu di atas, tetapi dengan kedangkalannya ternyata mendatangkan banyak jemaat dan mujizat. Dan saudara Budi dengan tidak bertanggung jawab mengutip ayat-ayat nabi palsu, DIPAKSAKAN ke pdt. Pariaji dan kemudian menyebutnya terus menerus sebagai nabi palsu. Anda seorang ahli taurat yang berdosa... Justru ayat yang anda tuliskan Mat7:22, itu berlaku untuk anda. Pdt. Pariadji berbuat dosa atau tidak, saya dan anda tidak tau. Tapi Anda yang menghakimi orang secara sepihak dengan pembuktian yang sangat ngawur adlah bukan orang Benar.
    Bicara dosa, Yesus pernah mengajarkan demikian, bahwa barangsiapa yang tidak berbuat dosa, silahkan ambil batu dan lempar dahulu perempuan yang zinah. Apakah anda tidak berdosa? Saya saja yang tidak tau, tapi mata Tuhan tertuju padamu.
    Saudara Budi Asali, kita adlah orang yang sudah diberkati dengan pengetahuan teologi, justru harus semakin memberkati orang lain, bukan untuk menghakimi orang lain. Bukan itu kehendak Tuhan. Di dunia ini ada begitu banyak denominasi dengan berbagai pengajaran. Kita tidak menghakimi semua denominasi itu sesat dan mengatakan Pengajaranku saja yang benar. Mereka percaya mendapatkan pengertian atas pengajaran itu dari Tuhan, biarlah mereka mempertanggung jawabkan keyakinan mereka. Bukankah sejarah gereja membuktikan bahwa dari munculnya gereja protestan, injili, pantekosta, karismatik, semuanya menunjukkan adanya perbedaan dan pembaharuan. Kalau itu sesat bukankah akan habis? Tetapi buktinya pembaharuan-pembaharuan itu terjadi sampai jaman ini. Biarlah kita menyerahkan kepada Tuhan apa yang terjadi pada gereja lain. Silahkan engkau mempertahankan jemaat yang dipercayakan kepadamu supaya mereka TIDAK IKUT "TERSESAT", tetapi biarlah kita tidak perlu menghakimi orang lain, apalagi dia juga seorang hamba Tuhan. Demikian tanggapan saya. Tuhan Yesus memberkati.

    BalasHapus
  33. harus berdebat dan harus dibuktikan kebenaran dari suatu ajaran agar jika ajaran itu sesat maka orang lain tidak akan ikut tersesat. dan harusnya yg punya pengajaran itu juga harus bisa membuktikan doktrinnya apakah alkitabiah atau tidak. paling tidak pentolan2 GTI turun gunung untuk membuktikan doktrin mereka, bukan pion2nya doang. paling tidak kita sebagai orang awam harus mengerti 2 doktrin utama dalam kekristenan; 1 Calvinisme= diselamatkan hanya oleh Anugerah Allah; dan Armenianisme= diselamatan oleh perbuatan kita. dan yg alkitabiah adalah saved by grace.
    Don Dengah, MANADO

    BalasHapus
  34. Tiberias = Gereja Bisnis
    Pariadji = Pendongeng
    Jemaat Tiberias = Sumber Uang
    hahaa.., cucian deh loe..

    BalasHapus
  35. all....akhir zaman...biarkan saja para pendeta2 trsbt,,vertikal urusanya..hee.

    BalasHapus

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Share it