27 Mei 2013

MANAKAH DOA BAPA KAMI YANG ASLI : VERSI MATIUS ATAU VERSI LUKAS?

By. Esra Alfred Soru.



Pertanyaan : Ada perbedaan menyolok antara Doa Bapa Kami yang dicatat dalam Injil Matius dan yang dicatat dalam Injil Lukas di mana yang di Injil Lukas lebih pendek. Lalu sebenarnya Doa Bapa Kami yang asli, yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya itu yang mana? Yang versi Matius atau versi Lukas?

Jawaban : 

Mari kita lihat Doa Bapa Kami versi Matius :

Mat 6:9-13 : (9) Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, (10) datanglah Kerajaan-Mu, jadi-lah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. (11) Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya (12) dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (13) dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan ke-muliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

Bandingkan dengan Doa Bapa Kami versi Lukas :

Luk 11:2-4 : (2) Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu ber-doa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. (3) Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya (4) dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."

Jelas terlihat bahwa doa ini dalam versi Lukas lebih pendek dari versi Matius. Ada 4 pandangan terhadap perbedaan ini :


1.      Yesus memang mengajar ‘Doa Bapa Kami’ ini sebanyak 2 kali.

Dasarnya  : Karena dalam Injil Matius Yesus mengajarkan tanpa diminta sedangkan dalam Injil Lukas Yesus mengajarkan setelah diminta.

Luk 11:1 - Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."

Keberatan : Calvin mengatakan bahwa mungkin saja Matius tidak menceritakan tentang permintaan itu.

2.      Lukas membuat ringkasan yang lebih pendek dari versi Matius.

Kelemahan : Tidak ada alasan yang cukup kuat bagi Lukas untuk meringkas doa tersebut

Perlu juga diketahui bahwa ciri khas Injil Lukas adalah mem-berikan informasi yang sama sekali tidak ada dalam Injil Matius dan Markus misalnya cerita tentang masa kanak-kanak Yesus. Ciri khas lainnya adalah menambahkan informasi yang masih kurang dari Injil Markus dan Matius. Contoh :  

  •   Kasus ibu mertua Petrus.
Mat 8:14 : Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.

Mark 1:30 : Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

Luk 4:38 : Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
Matius dan Markus hanya mengatakan sakit demam tetapi Lukas menjelaskan sebagai “demam keras”.

  •   Kasus orang sakit kusta.
Mat 8:2 : Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

Mark 1:40 : Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”

Luk 5:12 : Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."

Matius dan Markus hanya mengatakan ‘sakit kusta’ tetapi Lukas menjelaskan dengan kata-kata ‘penuh kusta’.

  •   Kasus orang yang mati sebelah tangan.
Mat 12:10 : Di situ ada seorang yang mati sebelah tangan-nya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.

Mark 3:1 : Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

Luk 6:6 : Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

Matius dan Markus hanya mengatakan ‘mati sebelah tangannya’ tetapi Lukas melengkapi keterangan bahwa yang mati itu adalah tangan kanannya.

  •   Kasus Petrus memotong telinga hamba imam besar.
Mat 26:51 : Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetak-kannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinga-nya.

Mark 14:47 : Salah seorang dari mereka yang ada di situ menghunus pedangnya, lalu menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.

Luk 22:50 : Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.

Matius dan Markus hanya mengatakan ‘putus telinganya’ tetapi Lukas menambahkan bahwa yang putus itu adalah telinga kanan.

Sekarang pikirkan, jikalau Lukas mempunyai ciri melengkapi apa yang masih kurang dari Matius dan Markus, rasanya aneh kalau ia justru mengurangi/meringkas/memperpendek apa yang dicatat Matius.

Selanjutnya....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini