01 Maret 2015

FILIPUS (Part 2)

By. Esra Alfred Soru




Yoh 1:45-47a – (45) Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." (46) Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (47) Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" ….”


Dalam part 1 sudah saya jelaskan satu hal dari positif dari Filipus yakni bahwa dia sangat bergembira / bersukacita atas perjumpaannya dengan Kristus. (Baca disini). Hal lain yang kita bisa pelajari dan teladani dari Filipus adalah :

FILIPUS MEMPUNYAI SEMANGAT YANG BESAR UNTUK MEMBAGIKAN SUKACITANYA DENGAN ORANG LAIN.

Teks kita menceritakan bahwa setelah Filipus bertemu dengan Yesus dan menerima panggilan-Nya, ia segera menemui Natanael dan menceritakan tentang Yesus kepadanya serta membawanya kepada Yesus.

Yoh 1:45, 47 – (45) Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." (47) Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" …”

Ini sama seperti yang dilakukan oleh Andreas, sesaat setelah ia bertemu dengan Yesus, ia lalu berusaha membawa saudaranya Petrus kepada Yesus. (Bandingkan ayat di atas dengan Yoh 1:41-42).

Yoh 1:41-42 – (41) Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "KAMI TELAH MENEMUKAN MESIAS (ARTINYA: KRISTUS)." (42) Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."

WILLIAM BARCLAY – “…Filipus tidak dapat menyimpan kabar baik untuk dirinya sendiri. Seperti dikatakan oleh Goded : “Satu obor yang menyala akan menyalakan obor-obor yang lain”. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Yohanes 1-7, hal. 156).

Pada bagian pertama telah dijelaskan bahwa Filipus begitu bergembira / bersukacita atas pertemuannya dengan Kristus. Begitu sukacitanya atas penemuan besar ini, sekarang ia lalu berusaha untuk membagi kabar sukacita ini dengan Natanael. Filipus tidak hanya puas dengan apa yang sudah dia temukan, ia tidak hanya puas dengan kegembiraan dan kebahagiaan pribadinya setelah berjumpa dengan Yesus, ia baru merasa puas kalau berita tentang Mesias itu bisa disampaikan kepada orang lain dan mendatangkan sukacita yang sama seperti yang telah dirasakannya. Itu adalah kebahagiaan yang lain dari seorang Kristen setelah perjumpaannya dengan Kristus.

Ini adalah sesuatu teladan yang sangat baik yang seharusnya diikuti oleh setiap murid Kristus. Pertemuan pribadi kita dengan Kristus adalah sesuatu yang sangat menggembirakan, dan kegembiraan itu perlu dibagikan juga pada orang lain.

Spurgeon – Aku tidak akan percaya bahwa engkau sudah mengecap madu Injil jika engkau bisa memakan sendiri semuanya. (‘Morning and Evening’, February 19, evening).

Syair sebuah lagu rohani berbunyi : “Mencari domba yang sesat, itulah kerinduan jiwaku”. Bagaimana dengan saudara? Apakah sukacita karena perjumpaan dengan Kristus itu sudah mendorong saudara untuk memberitakan Yesus kepada orang lain? Apakah sukacita karena perjumpaan dengan Yesus itu sudah membuat saudara mempunyai kerinduan untuk membawa orang lain kepada Yesus? Marilah kita meneladani Filipus dalam hal ini dengan setia untuk memberitakan Injil tentang Yesus Kristus dan membawa jiwa-jiwa datang kepada Yesus.

Matthew Henry – “….apabila kita mendapatkan kesempatan terbaik yang dapat membawa kebaikan pada jiwa kita, kita tidak boleh lupa mencari kesempatan untuk berbuat baik kepada jiwa-jiwa lain, dengan mengingat perkataan Kristus, ‘Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kis 20:35). Oh, kata Filipus, ‘kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi’.  (Injil Yohanes 1-11, hal. 73).

Satu hal yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa sesaat setelah Filipus bertemu dengan Yesus, ia langsung memberitakannya kepada Natanael.

Matthew Henry – Seperti Andreas sebelumnya, Filipus di sini, bahwa setelah sedikit mengenal Kristus ia tidak tinggal diam sebelum menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia. Walaupun Filipus sendiri baru mengenal Kristus, ia menyingkir sejenak dari-Nya untuk mencari Natanael. (Injil Yohanes 1-11, hal. 73).

Ini mengajarkan pada kita bahwa kita tidak harus mempunyai banyak pengetahuan seperti ahli-ahli teologia terlebih dahulu barulah kita bisa memberitakan Injil, atau bercerita tentang Yesus, atau memperkenalkan Yesus kepada orang lain. Kita bisa mulai menceritakan tentang Yesus dari pengalaman perjumpaan kita dengan-Nya secara pribadi sebagaimana yang dilakukan Filipus. Filipus tidak mempunyai pengetahuan yang cukup saat itu tentang Kristologi, Teologia Proper, Soteriologi, Misiologi, Metode PI (EE, 4 Hukum Rohani), dll tetapi ia mempunyai pengalaman berjumpa dengan Yesus yang bisa ia ceritakan kepada Natanael. Daripada mempunyai pengetahuan teologia dan doktrin-doktrin yang banyak tetapi tidak memberitakan Injil, lebih baik orang yang memberitakan Injil dengan bercerita tentang pengalaman perjumpaannya dengan Yesus. Memang ini adalah kelemahannya karena orang bisa saja menyampaikan konsep-konsep yang salah. Dan itu terjadi dengan Filipus. Di mana letak kesalahannya?

Yoh 1:45-46 – (45) Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Matthew Henry – Ia menyebut Kristus dengan Yesus dari Nazaret padahal sebenarnya Ia berasal dari Betlehem. Ia menyebut-Nya anak Yusuf, padahal sebenarnya Ia hanya dianggap sebagai anaknya….Karena kelemahannya ia berkata ‘kami telah menemukan-Nya’ padahal Kristuslah yang menemukan mereka sebelum mereka menemukan Dia. (Injil Yohanes 1-11, hal. 74).

Tentang ini, Hendriksen berkata bahwa Filipus tidak salah. Ia hanya berbicara menurut pandangan orang banyak. Tetapi Calvin menganggap bahwa ia memang salah mengerti tentang Yesus. Saya lebih condong pada pandangan dari Calvin, dan kalau memang pandangan ini yang benar, ini menunjukkan bahwa dalam penginjilan yang dilakukan oleh Filipus kepada Natanael, ada kesalahan tetapi motivasi Filipus dalam pemberitaan Injil adalah benar, dan Tuhan tetap memberkati sehingga pemberitaan Injilnya berhasil. Karena itu jangan merendahkan orang-orang yang sederhana, yang memberita­kan Injil dengan motivasi yang benar, sekalipun ada kesalahan-kesalahan dalam pengajarannya (asal bukan kesesatan yang fatal!). Juga jangan mau sempurna dulu dalam pengetahuan, baru mau memberita­kan Injil / Firman Tuhan! Kita harus memberitakan Injil, sambil terus belajar Firman Tuhan! Tapi ada lagi yang menarik. Natanael rupanya tidak menerima begitu saja berita dari Filipus. Ia memprotes :

Yoh 1:46 - Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"


Tetapi menariknya adalah Filipus tidak mengajukan argumentasinya menghadapi Natanael. Ia hanya menjawab : “Mari dan lihatlah!”.

Yoh 1:47 - Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" ….”

Jadi terlihat bahwa Filipus tidak mengajak Natanael untuk berdebat, sebaliknya ia mengajaknya untuk bertemu Yesus sendiri. Ini tidak boleh diartikan bahwa orang Kristen dilarang berdebat dalam mengabarkan Injil. Ingat bahwa Paulus berulang-ulang berdebat dalam mengabarkan Injil (Kis 9:22,29). Demikian juga dengan Stefanus (Kis 6:8-10). Tetapi dalam kasus-kasus tertentu debat tidak menguntungkan apalagi ketika kita tidak siap untuk berargumentasi. Dalam kasus seperti ini, kita harus meniru hikmat Filipus. “Mari dan lihatlah!”. Tidak usah memberikan argumentasi yang kita sendiri mungkin tidak menguasainya, kita cukup mengajak orang itu untuk berhadapan dengan pesona pribadi Kristus.

Saudara yang terkasih, kita sudah melihat bahwa Filipus mempunyai semangat yang besar untuk membagikan sukacita perjumpaannya dengan Kristus kepada orang lain. Bagaimana dengan saudara? Adakah syair lagu ini : “mencari domba yang sesat, itulah kerinduan jiwaku” juga menjadi cerminan kerinduan saudara?


AMIN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini