(Khotbah Perayaan Ulang Tahun GKIN "REVIVAL" ke-5)
|
H
|
Melalui teks ini dan beberapa peristiwa dalam pasal-pasal selanjutnya memperlihatkan pada kita sejumlah ciri dari gereja yang sejati :
"PELANGI KASIH MINISTRY" adalah sebuah lembaga pelayanan yang berpusat di Kupang-NTT yang didirikan dan dipimpin oleh Esra Alfred Soru. Melayani dalam bidang pelayanan pemuda, pelayanan anak, pelayanan radio, internet, literatur-literatur Kristen, Pekabaran Injil dan pendidikan teologia bagi kaum awam.
|
H
|
Esra Alfred Soru
Kis 2:41-47 : (41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (43) Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. (44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, (45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. (46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (47) sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Kis
Selanjutnya ayat 41 berkata : “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Jadi jemaat mula-mula adalah jemaat yang ‘menerima perkataan itu’. Perkataan yang mana ? Perkataan Petrus yang berkata ‘Bertobatlah….. ‘ Karena itu dapat dikatakan bahwa jemaat mula-mula adalah jemaat yang bertobat. Jemaat mula-mula adalah kumpulan dari orang-orang yang bertobat. Di bagian pendahuluan sudah saya katakan bahwa gereja mula-mula adalah gereja yang sejati karena itu dapat disimpulkan bahwa GEREJA YANG SEJATI ADALAH GEREJA YANG BERTOBAT. Pertobatan adalah hal yang penting karena ini merupakan tolok ukur apakah sebuah gereja adalah gereja yang sejati atau gereja yang palsu.
Berkaitan dengan masalah pertobatan ini maka ada 3 point penting yang akan saya bahas.
I. ARTI PERTOBATAN DALAM TEKS INI
Gereja yang sejati adalah gereja yang bertobat. Pertobatan itu berarti ‘perubahan pada pikiran’ (conversion of the mid). Jadi orang yang hanya berubah secara lahiriah (misalnya dulu tidak pergi ke gereja dan sekarang ke gereja), tetapi hati / pikirannya tidak berubah, tidak bisa dikatakan bahwa ia telah bertobat.
Pertobatan di dalam Alkitab bisa diartikan 2 hal : (1) Datang kepada Kristus, dan percaya / menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Pertobatan yang seperti ini hanya bisa terjadi satu kali saja dalam hidup seseorang. (2) Pertobatan dari dosa-dosa setelah kita percaya. Ini memang harus terjadi terus menerus atau berulang-ulang dalam sepanjang hidup orang Kristen mengingat kita seringkali jatuh bangun dalam dosa. Kalau begitu, pertobatan yang mana yang dimaksudkan oleh Petrus dalam Kis 2:38? Sebelum menjawabnya saya ingin beritahukan pada saudara bahwa dalam bahasa Yunani ada 2 jenis kata perintah yakni (1) Aorist imperative yaitu kata perintah bentuk aorist / lampau. Ini digunakan kalau orang yang memerintah itu menghendaki supaya perintahnya dilakukan hanya satu kali saja. (2) Present imperative yaitu kata perintah bentuk present. Ini digunakan kalau orang yang memerintah itu menghendaki supaya perintahnya dilakukan terus-menerus. Misalnya Efs
Nah, kata “bertobat” yang digunakan Petrus dalam Kis 2:38 itu adalah kata “METANOESATE” yang ada dalam bentuk aorist imperative atau kata perintah bentuk aorist / lampau. Jadi ini menunjuk pada perintah yang hanya dilakukan satu kali saja. Andaikata Petrus menggunakan present imperative atau kata perintah bentuk present, maka itu berarti bahwa perintahnya itu harus dilakukan terus menerus tetapi bukan bentuk itu yang ia gunakan. Karena itu perintah untuk bertobat dalam Kis
Gereja yang sejati adalah gereja yang bertobat. Artinya gereja yang berubah pengertian dan sikapnya terhadap Yesus. Gereja yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Kalau ada gereja yang tidak seperti ini maka jelas itu adalah gereja yang palsu. Kalau ada orang Kristen yang tidak seperti ini maka itu pasti adalah orang Kristen palsu. Kalau ada majelis gereja yang tidak seperti ini maka itu adalah majelis palsu. Kalau ada pendeta yang tidak seperti ini misalnya pendeta-pendeta liberal adalah pendeta yang palsu.
Gereja yang sejati adalah gereja yang bertobat. Bagaimana sikap saudara terhadap Yesus? Kalau dahulu saudara membenci Yesus atau acuh tak acuh terhadap Yesus, apakah sekarang hati atau pikiran saudara sudah berubah?
II. TUJUAN PERTOBATAN ITU
Kita sudah memahami arti pertobatan yang dimaksudkan dalam Kis 2 :38 (yakni percaya kepada Kristus) dan sekarang kita akan melihat tujuan dari pertobatan itu.
Tujuan dari pertobatan yang dimaksud nampak dalam beberapa ayat berikut ini. Kis
Ada 2 hal yang menyebabkan neraka sangat mengerikan. Pertama, karena penderitaan di neraka bersifat selama-lamanya. Kedua, Tidak ada istrahat untuk penderitaan di sana. Jikalau saudara tidak mau pergi ke sana, camkanlah kata-kata Petrus ‘berilah dirimu diselamatkan’ Dengan cara apa? Percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadimu!
Perhatikan frase “berilah dirimu diselamatkan”. Kata “selamat” dalam ayat ini ditulis dalam bentuk pasif ‘diselamatkan’ Artinya kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Tapi juga tidak bersifat pasif total karena dikatakan “berilah dirimu”. Dengan kata lain supaya diselamatkan saudara harus mau memberi diri diselamatkan. Dengan cara bagaimana? Percaya kepada Kristus! Maukah saudara? Menariknya lagi frase “berilah dirimu diselamatkan oleh Allah” dalam bahasa Yunaninya ditulis dalam bentuk aorist imperative, maka perintah ini juga hanya perlu dilakukan satu kali saja. Artinya kita hanya percaya dan diselamatkan satu kali saja. Keselamatan tidak bisa hilang dan muncul lalu hilang lagi dan muncul lagi. Sekali selamat tetap diselamatkan! Maukah saudara? Keputusan di tangan saudara!
Esra Alfred Soru
Kis 2:41-47 : (41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (43) Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. (44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, (45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. (46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (47) sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Pada bagian pertama dari tulisan “Gereja Yang Sejati” ini sudah saya tegaskan bahwa gereja yang sejati adalah gereja yang bertobat. Ini sesuai dengan Kis 2:41 - Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Bertobat yang dimaksudkan di
Pada bagian kedua ini kita akan melanjutkan pembahasan kita dan kita akan membahas ciri yang lain dari gereja yang sejati. Di dalam Kis
Selanjutnya setelah gereja perdana itu berdiri, satu ciri yang sangat penting dalam kehidupan berjemaat mereka adalah pengajaran. Kis
Jikalau 2 fakta ini digabungkan maka kita akan sampai pada kesimpulan bahwa gereja perdana lahir oleh Firman Tuhan dan bertumbuh oleh Firman Tuhan. Sebagaimana yang sudah saya katakan bahwa gereja perdana adalah gereja yang sejati maka kesimpulan kita adalah “GEREJA YANG SEJATI ADALAH GEREJA YANG LAHIR DAN BERTUMBUH DARI FIRMAN TUHAN”. Kita akan bahas 2 hal ini secara lebih mendetail.
I. GEREJA YANG SEJATI LAHIR DARI FIRMAN TUHAN
Gereja perdana adalah gereja yang lahir dari Firman Tuhan yang disampaikan Petrus. Perhatikan bahwa sebelum terjadinya pertobatan massal dalam Kis 2:41, ada 2 peristiwa yang menarik. Pertama, ada mujizat di mana Roh Kudus turun ke atas murid-murid. Kis 2:2-3 : Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Kedua, ada bahasa roh yang diucapkan oleh murid-murid seperti yang diceritakan dalam Kis 2:4 : Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Jadi ada 2 kejadian spektakuler/supranatural yang bersifat mujizat. Lalu bagaimana reaksi orang banyak setelah melihat 2 peristiwa ajaib itu? Ada 2 reaksi. Pertama, sebagian orang bingung. Ini nampak dalam Kis 2:6-7, 12 : (6) Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. (7) Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? (12) Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" Kedua, Sebagian orang menghakimi/menyindir. Ini nampak dari Kis 2:13 : Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."
Menarik sekali, ada mujizat yang luar biasa dan ada orang yang bingung, ada orang yang menyindir. Tapi tidak ada yang percaya dan bertobat. Perhatikan hal penting ini. Ada mujizat spektakuler (lidah api turun dari langit dan bahasa roh) tapi hal itu tidak mendatangkan pertobatan/iman tapi kebingungan dan sindiran. Sebaliknya, ada pemberitaan Firman Tuhan/khotbah yang menghasilkan pertobatan/iman di mana 3000 orang bertobat dalam 1 hari dan terbentuklah gereja perdana. Itu berarti bahwa sebuah gereja seharusnya lahir karena mendengar Firman Tuhan dan bukan karena melihat mujizat. Ini adalah ciri gereja yang sejati. Ia lahir karena mendengar Firman Tuhan dan bukan karena melihat mujizat. Ini juga sekaligus menunjukkan superioritas atau keunggulan Firman Tuhan daripada mujizat di mana iman yang sejati itu lahir dari mendengar Firman Tuhan dan bukannya melihat mujizat.
Alkitab memperlihatkan banyak contoh di mana mujizat tidak bisa melahirkan iman yang sejati.
Bangsa Israel
Tidak ada bangsa di dunia yang pernah melihat mujizat lebih banyak dari bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama. Mereka menyaksikan 10 tulah di tanah Mesir, mereka menyaksikan bagaimana laut Teberau terbelah, mereka dinaungi tiang awam dan tiang api pada masa eksodus. Mereka mengalami mujizat di mana air pahit berubah menjadi manis. Mereka diberi makan secara ajaib dengan manna dari langit dan burung puyuh. Juga mereka mengalami begitu banyak mujizat yang berkaitan dengan peperangan-peperangan yang mereka lakukan. Tetapi apa yang terjadi ? Ketika mereka tiba di masa dan Meriba dan di sana tidak ada air untuk diminum, maka mereka mulai bertengkar dan bersungut-sungut terhadap Musa (Kel 17) lalu mereka berkata “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” (Kel 17:7). Aneh sekali! Heran bin ajaib! Mereka telah menyaksikan tangan Tuhan dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib sejak dari tanah Mesir, namun sekarang hanya karena masalah air lalu mereka mulai mempertanyakan keberadaan Allah di tengah-tengah mereka? “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Di sini kita bisa belajar satu hal penting bahwa sekian banyak mujizat yang telah dilihat bangsa Israel ternyata tidak dapat menimbulkan iman di dalam hati mereka. Demikian juga dalam PB banyak mujizat dibuat oleh Yesus dan banyak orang Israel melihatnya tapi mujizat-mujizat itu tidak membuat mereka menjadi percaya dengan sungguh kepada Yesus. Bahkan hari ini orang-orang yang percaya kepada Kristus (Kristen) menjadi minoritas di Israel. Jadi rupanya melihat mujizat tidak melahirkan iman yang sejati.
Simon tukang sihir. (Kis 8)
Perhatikan Kis 8:6-7, 9-11, 13 – (6) Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. (7) Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. (9) Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. (10) Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar." (11) Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. (13) Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. Saya yakin bahwa Simon ini menjadi percaya karena melihat banyak mujizat dan bukannya karena mendengar Firman Tuhan. Alasannya adalah karena dia dulunya pembuat mujizat dan juga dia kelihatan takjub sekali dengan mujizat-mujizat yang dibuat Filipus.
Sekarang kita akan lihat, apakah iman Simon ini yang lahir dari mujizat adalah iman yang sejati? Kis 8:17-23 – (17) Kemudian keduanya (Petrus dan Yohanes) menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. (18) Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, (19) serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." (20) Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. (21) Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. (22) Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; (23) sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." Perhatikan kata-kata Simon Petrus di atas. Kata-kata Petrus ini menunjukkan bahwa Simon tidak memiliki iman yang sejati padahal ayat 13 mengatakan bahwa ia sudah percaya. Jelas bahwa ia percaya bukan karena Firman Tuhan tapi karena melihat mujizat karena itu imannya bukanlah iman yang sejati. Ingat, iman yang sejati tidak bisa lahir dari melihat mujizat!
Saudara-saudara orang kaya (Luk 16)
Saran saya sebaiknya anda baca dulu cerita orang kaya dan Lazarus ini dalam Lukas 16. Ketika orang kaya (di neraka) itu melihat Lazarus ada di pangkuan Abraham (di surga), salah satu permintaannya adalah agar Abraham mau menyuruh Lazarus (bangkit) untuk menginjili 5 saudaranya. Luk 16:27-28 : Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Abraham lalu menjawab : ‘Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu’. (ay.29). (Note : Kesaksian Musa dan Para Nabi ini adalah Firman Tuhan). Namun orang kaya ini berkata : ‘Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. (ay. 30). Dengan kata lain menurut orang kaya ini, orang akan bertobat/beriman kalau melihat mujizat (orang mati bangkit). Lalu apa jawab Abraham ? Luk 16:31 : Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." Kata-kata Abraham ini membuktikan bahwa mujizat yang paling hebat pun (orang mati bangkit) tidak akan bisa membuat orang bertobat kalau ia tak mau percaya kepada Firman Tuhan.
Semua data yang saya ungkapkan ini membuktikan bahwa mujizat tidak bisa melahirkan iman yang sejati. Iman yang sejati hanya lahir dari Firman Tuhan saja. Roma 10:17 berkata : Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Lihat juga 2 Tim 3:15-16 : Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran’, Yoh 20:31 : tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya’ dan juga Kis 20:32 : Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
Karena itu janganlah kita menjadi orang Kristen yang gila/maniak mujizat. Mujizat tidak melahirkan iman yang sejati. Mujizat bisa menyesatkan karena setan/nabi palsu bisa buat mujizat. Mat 24:24 : Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. 2 Tes 2:9 : Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu. Karena itu jadilah orang Kristen mencintai Firman Tuhan dengan cara rajin membaca dan merenungkan Firman Tuhan (Maz 1). Demikian pula kalau kita mau mengadakan acara KKR, tonjolkanlah Firman Tuhan dan bukan mujizat. Hari ini ada begitu banyak KKR dan gereja yang hanya mengobral mujizat saja tetapi tidak menekankan Firman Tuhan sama sekali. Ini bukanlah gereja yang sejati.
II. GEREJA YANG SEJATI BERTUMBUH DALAM FIRMAN TUHAN
Gereja yang sejati juga adalah gereja yang bertumbuh dalam pengajaran rasul-rasul (Firman Tuhan). Dalam Kis 2:42 dikatakan : Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Ada 4 hal yang disebutkan dalam ay 42, yaitu pengajaran rasul-rasul, persekutuan, berkumpul untuk memecahkan roti, dan berdoa. Perhatikan bahwa Firman Tuhan (pengajaran rasul-rasul) ditempatkan pada rangking 1! Ini menunjukkan bahwa hal yang paling penting dalam sebuah gereja adalah Firman Tuhannya. Dalam semua gereja, Firman Tuhan harus menduduki tempat terutama / paling penting! Hamba Tuhan sendiri harus mengutamakan Firman Tuhan. Memang hamba Tuhan juga punya tugas-tugas lain seperti bezoek, counseling, rapat, dsb, tetapi semua itu tidak boleh menggeser tugas utamanya yakni pengajaran Firman Tuhan. Karena itu salahlah kalau dalam kebaktian khotbahnya hanya 15 menit tapi doa syafaatnya dan warta mimbarnya jauh lebih lama dari khotbah. Selain hamba Tuhan, jemaat juga harus menekankan Firman Tuhan. Sekalipun hamba Tuhan menekankan Firman Tuhan, tetapi kalau jemaatnya tidak, maka tidak ada gunanya. Ada 2 hal yang biasanya oleh jemaat sering lebih dipentingkan dari pada Firman Tuhan, yaitu (1) Puji-pujian. Ini menyebabkan mereka mencari gereja yang puji-pujiannya atau musiknya bagus, tanpa peduli ajarannya benar atau salah. Ini salah!!! Memang puji-pujian juga penting, dan karena itu jangan lalu tidak ikut menyanyi dalam kebaktian. Tetapi bagaimanapun juga puji-pujian tidak sepenting Firman Tuhan. (2) Persekutuan. Ini menyebabkan mereka pergi ke gereja di mana mereka mempunyai banyak teman, tidak peduli ajaran gerejanya bagaimana. Atau mereka tidak mau meninggalkan gereja lama mereka yang jelas-jelas sesat, hanya karena di sana mereka punya banyak teman. Ini juga salah!!! Memang persekutuan penting, dan harus diusahakan. Tetapi persekutuan tidak sepenting Firman Tuhan.
Meskipun demikian jemaat juga bisa jatuh pada ekstrim sebaliknya, yaitu hanya menekankan Firman, dan meremehkan hal-hal yang lain. Karena itu mereka datang terlambat dalam kebaktian, karena hanya mau mendengar khotbah. Ini jelas juga salah! Bahwa Firman Tuhan adalah yang terpenting, tidak berarti bahwa hal-hal yang lain seperti doa, puji-pujian, dan persekutuan boleh diabaikan. Semua itu penting tapi Firman Tuhan harus terpenting dalam gereja yang sejati. Karena itu marilah kita mengutamakan Firman Tuhan dalam gereja-gereja kita dan juga anda sebagai jemaat awam juga jangan bosan-bosan dalam hal mendengar Firman Tuhan. Ingat, gereja yang sejati adalah gereja yang lahir dan bertumbuh dalam Firman Tuhan.
Esra Alfred Soru
Kis 2:41-47 : (41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (43) Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. (44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, (45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. (46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (47) sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Kita sudah belajar tentang gereja yang sejati bagian-bagian sebelumnya di mana gereja yang sejati adalah gereja yang bertobat (bagian 1) dan gereja yang sejati adalah gereja yang lahir dan bertumbuh dari FIRMAN TUHAN (bagian 2). Pada bagian 3 ini kita akan belajar 1 hal lagi tentang gereja yang sejati.
Dalam Kis
Mereka berdoa dalam persekutuan
Jadi ini bukan doa secara pribadi tetapi persekutuan doa (doa secara bersama-sama). Mungkin saudara sudah berdoa secara pribadi untuk gereja saudara, tetapi apakah saudara ikut dalam persekutuan doa untuk mendukung gereja? Tanpa persekutuan doa, gereja tidak mungkin bisa maju! Bandingkan dengan Billy Graham yang mempunyai team doa lebih dari 100 orang. Spurgeon mempunyai 700 orang yang melakukan persekutuan doa dalam gerejanya. Ini menyebabkan mereka diberkati dalam pelayanannya! Alkitab menyatakan bahwa persekutuan doa mempunyai kuasa lebih besar dari doa pribadi. Mat
Mereka berdoa dengan tekun
Dalam Alkitab bahasa Indonesia, ayat 42 ini terdiri dari 2 kalimat : “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”. Padahal seharusnya hanyalah 1 kalimat. Lihat terjemahan NIV : “They devoted themselves to the apostles’ teaching and to the fellowship, to the breaking of bread and to prayer” (Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan, dalam pemecahan roti dan dalam doa). Bandingkan dengan Terjemahan Lama Indonesia : Maka mereka itu pun bertekun di dalam pengajaran rasul-rasul, dan di dalam persekutuan, dan di dalam hal memecahkan roti, dan doa. Demikian juga dengan KJV dan TEV. Jadi, kata ‘bertekun’ dalam ayat 42 itu juga ditujukan kepada persekutuan doa. Apakah saudara tekun dalam mengikuti persekutuan doa?
Saya kira ini saja yang bisa kita dapatkan dari Kis
Kita akan mempelajari doa mereka dengan lebih serius tetapi pertama-tama perlu dicatat bahwa konteks dari bacaan ini adalah bahwa Petrus dan Yohanes diperhadapkan kepada Mahkamah Agama karena mereka memberitakan nama Yesus dengan tegas. (Kis 4:2,7). Setelah mereka dilepaskan, mereka menyampaikan hal ini pada rekan-rekan mereka (ay.23). Ketika teman-temannya mendengar hal itu, reaksi awal mereka adalah berdoa (ay.24). Ini jugalah yang harus menjadi reaksi dari setiap anak Tuhan /gereja Tuhan ketika mengetahui adanya banyak kesukaran dalam kekristenan maupun dalam hidup pribadi.
Satu hal yang menarik adalah mereka berdoa dengan satu hati. Dalam ayat 24 dikatakan bahwa mereka ‘berseru bersama-sama’. Kis
Kita akan melihat ada 4 pelajaran menarik dari doa jemaat mula-mula ini :
I. MEREKA TIDAK MULAI DENGAN MENCERITAKAN KESUKARAN MEREKA, TETAPI DENGAN MENYADARI DAN MENGAKUI ALLAH SEBAGAI PENCIPTA.
Mereka jelas berada dalam kesulitan dan karena itu mereka berdoa kepada Tuhan. Tetapi perhatikan bagaimana doa mereka. Ayat 24b : "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Jadi doa mereka bukan dimulai dengan menceritakan segala persoalan mereka, masalah mereka, tantangan yang mereka hadapi. Mereka justru memulai doa mereka dengan menyebut Tuhan sebagai pencipta langit, bumi, laut dan segala isinya. Bandingkan ini dengan doa raja Hizkia dalam 2Raja-raja 19:15-dst : (15) Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, Allah
Banyak orang tidak menyadari hal ini. Itulah sebabnya mereka memulai doanya dengan langsung menceritakan kesukaran mereka. Misalnya kalau mau membangun sebuah gedung gereja, bukannya mereka memulai dengan memikirkan kemahakuasaan Allah tapi mulai dengan mengeluh harga gedung/tanah yang sangat mahal sedangkan modal hanya sedikit. Misalnya kalau berada dalam keadaan sakit berat, bukannya memulai dengan memikirkan kemahakuasaan Allah tapi dengan menceritakan betapa beratnya penyakit itu, dan bahwa dokter sudah angkat tangan, dsb. Misalnya kalau ada problem ekonomi, bukannya memulai dengan memikirkan kemahakuasaan Allah tapi dengan menceritakan betapa banyak hutang dan betapa banyaknya problem dalam pekerjaan, dsb. Inilah yang terjadi! Tetapi doa jemaat mula-mula ini haruslah menjadi teladan bagi kita. Jika kita ingin mendoakan persoalan-persoalan kita, pelayanan kita, dll, mulailah dengan melihat Allah sebagai Allah yang mahakuasa. Karena Allah adalah Allah yang mahakuasa maka tidak ada yang mustahil bagi Dia. Setelah itu barulah kita ungkapkan semua persoalan dan pergumulan kita. Hal ini akan memberikan keyakinan iman yang besar kepada kita karena kita akan memandang semua persoalan kita, masalah kita, penyakit kita, tantangan hidup kita dari kaca mata Allah.
II. MEREKA MEMANDANG PADA RENCANA ALLAH DAN PELAKSANAANNYA (
Selain apa yang disebutkan dalam bagian pertama, jemaat mula-mula juga berdoa dengan memandang rencana dan providensia Allah. Dari mana kita bisa melihat hal ini? Ada beberapa hal yang menunjukkan ini.
Pertama, dalam ayat mereka menyapa Allah dengan sapaan ‘Ya Tuhan’. Kis 4:24 : Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Alkitab KJV/NASB menyebutnya “Lord” (= Tuhan). Tapi dalam bahasa Yunani kata yang digunakan bukan “KURIOS” melainkan “DESPOTES” yang lebih tepat diterjemahkan “Tuhan Yang Berdaulat”. Perhatikan terjemahan NIV : When they heard this, they raised their voices together in prayer to God. "Sovereign Lord,(Tuhan Yang Berdaulat)" they said, "you made the heaven and the earth and the sea, and everything in them” dan juga RSV: And when they heard it, they lifted their voices together to God and said, "Sovereign Lord, (Tuhan Yang Berdaulat), who didst make the heaven and the earth and the sea and everything in them. “Sovereign” (berdaulat) jelas menunjukkan kepada otoritas atau kuasa. Jadi waktu berdoa, mereka percaya kepada otoritas, kuasa dan kedaulatan Tuhan dalam memerintah seluruh alam semesta, di mana Ia tidak tergantung oleh siapapun / apapun di luar diriNya.
Kedua, mereka menyebut Allah sebagai pencipta. Kis 4:24 : Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Kalau Allah adalah pencipta, Allah pasti menguasai dan mengatur ciptaanNya itu dan dengan demikian segala ciptaanNya tergantung kepada Dia!
Ketiga, Apa yang dikatakan dalam ayat 27-28 jelas menunjukkan bahwa mereka percaya pada rencana Allah dan Providensi-Nya! Kis 4:27-28 - Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Perhatikan bahwa dalam doa mereka, mereka katakan bahwa apa yang dilakukan oleh Herodes, Pilatus dan bangsa Israel kepada Yesus sebenarnya hanyalah pelaksanaan dari ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan. Inilah yang disebut sebagai Providence of God. Orang-orang itu (Herodes dan Pontius Pilatus) berbuat dosa pada waktu mereka membunuh Yesus, tetapi dengan itu mereka sebenarnya telah melaksanakan rencana Allah. Ini tentu tidak bisa diartikan bahwa mereka mentaati Allah. Mereka melakukan dosa dengan tujuan / motivasi yang berbeda! Allah merencanakan kematian Yesus untuk menebus dosa manusia. Mereka membunuh Yesus bukan supaya Yesus menjadi penebus dosa! Karena itu meskipun rencana Allah terlaksana, orang-orang itu tetap berdosa dan harus bertanggung jawab atas dosa mereka. Ayat 6 berkata ‘kuasa dan kehendakMu’. Dalam NIV disebut ‘Your power and will’ (= kuasa dan kehendakMu). NASB : ‘thy hand and thy purpose’ (= tanganMu dan rencanaMu). Dan RSV : ‘thy hand and thy plan’ (= tanganMu dan rencanaMu). Lukas menambahkan kata ‘hand / tangan’ untuk menunjukkan bahwa segala sesuatu terjadi tidak hanya karena adanya rencana Allah, tetapi juga karena adanya tangan / kuasa Allah yang mengatur semua itu. Inilah Providence of God. Dan jemaat mula-mula berdoa dengan kesadaran penuh akan hal ini.
Kepercayaan pada rencana Allah dan pelaksanaannya (Providence of God) adalah sesuatu yang sangat penting pada waktu kita menghadapi problem! Kalau kita menganggap bahwa segala sesuatu (atau hal-hal tertentu) terjadi secara kebetulan, maka kita pasti akan kuatir. Tapi, kalau kita percaya bahwa segala sesuatu bisa terjadi hanya kalau Allah sudah menentukan dan menggunakan kuasaNya untuk melaksanakan ketentuanNya, maka kita tidak akan kuatir karena kita tahu bahwa segala sesuatu ada dalam genggaman Allah yang mengasihi kita sebagaimana kata Roma 8:28 : “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”. Jemaat abad pertama itu percaya pada rencana Allah dan pelaksanaannya (Providence of God) sehingga mereka punya keyakinan yang besar dalam kesukaran. Kitapun harus memiliki kesadaran semacam ini pada saat kita berdoa bahwa tidak ada satupun hal yang terjadi di luar kehendak dan penetapan dari Tuhan. Karena itu pada saat kita berdoa, kita perlu berdoa dengan tekun dan meminta dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan tetapi kita harus menerima bahwa pada akhirnya ketetapan Tuhanlah yang harus terjadi. Kita tidak boleh memaksa Tuhan dalam doa untuk mengikuti maunya kita. Ingat kata-kata dalam doa Bapa Kami : “Jadilah kehendakMu” dan juga doa Tuhan Yesus di taman Getsemani “tetapi jangan kehendakku melainkan kehendakMu jadilah”
III. MEREKA MENGINGAT / MENGUTIP FIRMAN TUHAN DALAM DOA
Hal menarik lainnya dalam doa jemaat mula-mula ini adalah dalam doa mereka, mereka mengutip Firman Tuhan. Ini nampak dalam ayat 25-26 : Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. Kata-kata dalam ayat 25-26 ini sebenarnya dikutip dari Maz 2:1-2. Jadi mereka mengutip Mazmur dalam doa mereka. Mereka mengutip ayat dalam doa bukan untuk ‘pamer ayat hafalan’ atau untuk ‘berkhotbah dalam doa’ melainkan untuk menguatkan keyakinan dalam doa, atau untuk mengklaim janji Tuhan. Dalam bagian ini jemaat abad pertama menganggap bahwa ay 27-28 merupakan penggenapan nubuat Maz 2:1-2.
Ini sesuatu yang penting! Dalam hidup kita, kita harus bisa melihat hal-hal di sekeliling kita sebagai penggenapan Firman Tuhan. Itu bisa menguatkan iman kita. Misalnya kalau dalam hidup ini kita mengalami banyak problem dalam mengikut Yesus, maka sebenarnya itu hanyalah penggenapan dari Mark 13:13 yang berbunyi : Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat" dan 2 Tim 3:12 : Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya”. Adanya begitu banyak nabi palsu dalam gereja saat ini seperti aliran Saksi-Saksi Yehuwa, Unitarianisme (Frans Donald), dll sebenarnya hanya menggenapi Mat 24:11,24 : (11) Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. (24) Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga’. Juga zaman ini jarang ada orang senang dengan Firman Tuhan yang sungguh-sungguh (bukan yang banyak dongeng / kesaksian / leluconnya, tetapi yang betul-betul membahas Firman Tuhan / Kitab Suci). Ini sebenarnya menggenapi 2 Tim 4:3-4 : Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Jadi kalau kita hanya melihat hal-hal yang terjadi itu saja, kita akan menjadi susah. Tetapi kalau kita bisa melihatnya sebagai penggenapan Firman Tuhan, kita dikuatkan karena kita bisa makin yakin bahwa Alkitab memang adalah Firman Tuhan yang benar! Marilah kita mendoakan semua pergumulan kita (pribadi, bangsa, gereja, dll) dengan kesadaran penuh bahwa semua yang dikatakan Firman Tuhan sementara digenapi.
IV. MEREKA MATI TERHADAP DIRI SENDIRI.
Hal terakhir yang bisa kita catat dari doa gereja perdana ini adalah bahwa mereka telah mati terhadap diri sendiri. Perhatikan bahwa dalam doa itu, jemaat abad pertama ini tidak meminta supaya mereka dibebaskan dari problem, dan bahkan mereka sama sekali tidak meminta perlindungan dari Tuhan terhadap ancaman orang-orang Yahudi (permintaan ini mungkin ada tetapi secara implicit). Jelas bahwa mereka tidak peduli pada diri mereka sendiri! Yang mereka minta adalah : Pertama, keberanian untuk memberitakan Firman Tuhan. Kis 4:29 - Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Mereka minta keberanian untuk rasul-rasul yang baru saja menunjukkan keberanian mereka (Kis 4:13). Ini jelas menunjukkan bahwa mereka sadar bahwa tadi rasul-rasul itu bisa berani karena Tuhan memberikan keberanian. Karena itu mereka minta keberanian lagi, supaya rasul-rasul itu tetap berani. Kedua, kuasa untuk melakukan mujizat. Kis
Inilah 4 hal penting yang dapat kita pelajari dari doa jemaat mula-mula. Tuhan akhirnya menjawab doa mereka. Kis
Tuhan mendengar dan mengabulkan doa jemaat mula-mula. Kalau dulu Tuhan bisa melakukan hal itu, sekarang pun Ia bisa! Marilah kita membawa kepada Tuhan setiap pergumulan kita dalam doa dengan sikap yang sama seperti yang ada pada jemaat abad pertama! Tuhan akan mendengar dan mengabulkan doa kita! Seseorang mengatakan : “Sorrow looks back, worry looks around, faith looks up” (= kesedihan melihat ke belakang, kekuatiran melihat ke sekeliling, iman melihat ke atas). Dalam menghadapi segala problem, hadapilah dengan melihat ke atas / berdoa! Maukah saudara melakukan hal itu? Ingat, gereja yang sejati adalah gereja yang berdoa!