Tampilkan postingan dengan label Gereja Yang Sejati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gereja Yang Sejati. Tampilkan semua postingan

08 Agustus 2013

GEREJA YANG SEJATI

Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.

(Khotbah Perayaan Ulang Tahun GKIN "REVIVAL" ke-5)




H
ari ini adalah ulang tahun ke 5 dari gereja kita dan dalam perayaan ulang tahun yang ke 5 ini, khotbah kita bertema “GEREJA YANG SEJATI”. Sebenarnya ini adalah khotbah yang sudah pernah disampaikan 5 tahun yang lalu, tepatnya adalah pada pembukaan gereja kita yang pertama (selama beberapa seri). Tetapi sengaja khotbah ini diangkat kembali karena beberapa alasan :

1   Ada banyak di antara saudara yang aktif sekarang tidak ada pada kebaktian perdana kita dan minggu-minggu setelahnya (Agustus 2008) dan karenanya belum mendengar khotbah ini.
2    Ada juga saudara yang hadir saat itu tetapi itu sudah 5 tahun yang lalu yang mungkin sudah saudara lupakan dan karenanya penting juga untuk mengingatnya kembali.
3    Khotbah ini penting untuk membuat kita selalu ingat dan tetap menjaga diri agar menjadi gereja yang sejati.

Bahwa suatu khotbah atau ajaran boleh diulang pada yang sudah pernah mendengar bukanlah sesuatu yang salah. Itu ada dasar alkitabiahnya :

Ul 6:6-7 – (6) Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, (7) haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Note : “Mengajarkannya berulang-ulang” secara implisit menunjuk pada ajaran yang sama yang harus diajarkan.  

Ayat lainnya adalah :

Fil 3:1b-2 – (1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu. (2) Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,..”
Bandingkan dengan terjemahan yang lain :

TL -  (1) Maka tiada aku segan berulang menyuratkan perkara serupa itu kepadamu, karena ia itu menjadi selamat bagi kamu. (2) Jagalah dirimu daripada "anjing-anjing"; jagalah dirimu daripada orang yang berbuat jahat; jagalah dirimu daripada sunat yang salah

BIS - (1) Saya tidak merasa berat untuk mengulangi apa yang sudah saya tulis kepadamu sebelumnya; sebab hal itu baik untuk keselamatanmu. (2) Berhati-hatilah terhadap orang-orang yang melakukan hal-hal yang jahat, orang-orang yang pantas disebut 'anjing'. Mereka mendesak supaya orang-orang disunat

Karena itu sekarang kita akan mendengar khotbah ini sekali lagi.

**********

Sepanjang sejarah berdirinya, gereja Kristen banyak diancam dengan berbagai macam penderitaan (terutama pada zaman Romawi). Gereja menderita secara hebat di bawah penderitaan Kaisar Nero, Kaisar Claudius, Kaisar Caligula, Kaisar Trayanus, dll. Meskipun demikian gereja tidak pernah mati dan tidak akan mati. Yesus Kristus sendiri berkata :

Mat 16:18 - Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

TL – “… Aku akan membangunkan sidang-Ku; dan segala pintu alam maut pun tiada akan dapat mengalahkan dia.

KJV -  “…I will build my church; and the gates of hell shall not prevail against it. (Aku akan membangun gereja-Ku, dan pintu-pintu neraka/alam maut tidak dapat menang melawannya)

Suatu gereja lokal bisa saja dimusnahkan, tetapi gereja secara universal tidak akan pernah bisa dimusnahkan. Bahwa gereja mampu bertahan dari segala upaya penghancuran ini membuktikan adanya kekuatan ilahi yang memeliharanya. Kekuatan ilahi ini tidak lain adalah kuasa dari Kristus – Kepala Gereja itu.

Gereja memang telah bertahan selama kurang lebih 2000 tahun tetapi gereja harus terus berjuang agar tidak menjadi serupa dengan dunia, agar tidak bergeser dari panggilannya, agar tetap menjadi gereja seperti yang diinginkan Yesus (Kepala Gereja). Fakta hari ini adalah adanya begitu banyak gereja yang sudah menjadi serupa dengan dunia ini, sudah bergeser dari panggilannya, sudah menjadi gereja yang palsu dan menyimpang. Gereja harus tetap menjadi gereja yang sejati (sesuai kehendak Allah). Saya percaya gereja mula-mula yang dikisahkan dalam Kis 2:41-47 adalah gereja yang sejati. Mari kita lihat teksnya :

Kis 2:41-47 : (41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (43) Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. (44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, (45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. (46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (47) sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Melalui teks ini dan beberapa peristiwa dalam pasal-pasal selanjutnya memperlihatkan pada kita sejumlah ciri dari gereja yang sejati :


11 Juni 2009

GEREJA YANG SEJATI

Esra Alfred Soru


Kehadiran gereja di tengah dunia selama 2000 tahun ini adalah sebuah mujizat. Hal ini bukanlah sebuah kebetulan karena sejak 2000 tahun yang lalu Yesus sudah menubuatkannya. Dalam Injil Mat 16:18 Yesus berkata bahwa : “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini (PETRA) Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Di dalam Alkitab Terjemahan Lama ayat ini berbunyi : “… Aku akan membangunkan sidang-Ku; dan segala pintu alam maut pun tiada akan dapat mengalahkan dia. Sedangkan dalam Alkitab bahasa Inggris King James Version (KJV) dikatakan : “…I will build my church; and the gates of hell shall not prevail against it. (Aku akan membangun gereja-Ku, dan pintu-pintu neraka/alam maut tidak dapat menang melawannya).

Kita tahu bahwa sepanjang sejarah, gereja banyak mengalami aniaya dari berbagai kalangan, secara khusus dari kekaisaran Romawi. Kaisar-kaisar Roma seperti kaisar Nero, kaisar Claudius, kaisar Caligula dan beberapa kaisar lainnya dicatat oleh sejarah sebagai orang-orang yang sangat membenci dan berupaya dengan keras untuk memusnahkan kekristenan dari muka bumi ini. Namun kenyataannya gereja masih berdiri hingga saat ini setelah kaisar-kaisar itu pergi ke neraka. Ya! Gereja mengalami begitu banyak aniaya dan usaha untuk menghancurkannya. Entah berapa banyak darah yang tertumpah sebagai martir-martir. Tapi satu hal yang luar biasa adalah gereja tetap exist hingga 2000 tahun ini. Benarlah apa yang dikatakan orang “darah para martir adalah benih gereja”.

Dalam sejarah gereja di Indonesia, tercatatlah 2 orang misionaris yang memberitakan Injil di pulau Sumatera. Mereka akhirnya ditangkap dan hendak disembelih di sebuah sungai. Menariknya adalah sebelum disembelih mereka menaikkan doa kepada Tuhan dengan berkata “Tuhan, karena perintah-Mulah kami sampai di sini untuk memberitakan InjilMu. Sebentar lagi kami akan dibunuh dan disembelih. Darah kami akan dialirkan sepanjang sungai ini. Doa kami ya Tuhan adalah kemanapun air sungai ini membawa darah kami, ke sanalah gerejamu harus berdiri karena darah kami, darah para martir adalah benih gereja”. Ketika terjadi kasus pembakaran gereja beberapa waktu yang lalu oleh umat Islam, Dr. Mukti Ali, seorang Islam yang mempelajari sejarah gereja dengan baik berkata kepada umat Islam : “Kalau anda mau agar gereja (Kristen) musnah, satu-satunya cara adalah jangan menindas mereka karena sejarah membuktikan bahwa semakin mereka ditindas, mereka akan semakin bertumbuh. Penindasan adalah bibit bagi pertumbuhan gereja. Karena itu kalau anda mau agar gereja Kristen musnah maka caranya adalah biarkan saja mereka, jangan usik-usik mereka. Biarkan mereka hidup dengan tenang maka setelah sekian tahun lamanya mereka akan mati dengan sendiri”. Benar sekali, gereja justru bertumbuh di tengah-tengah penindasan. Semakin ia dihambat, semakin ia merambat.

Bahwa gereja mampu bertahan dari segala upaya penghancuran ini membuktikan adanya kekuatan ilahi yang memeliharanya. Kekuatan ilahi ini tidak lain adalah kuasa dari Kristus – Kepala Gereja itu. Ini tentu membahagiakan kita tetapi bukan berarti bahwa tugas gereja telah selesai dan gereja berhenti berjuang karena minimnya tekanan-tekanan di era seperti sekarang ini. Gereja memang telah bertahan selama kurang lebih 2000 tahun tetapi gereja harus terus berjuang agar tidak menjadi serupa dengan dunia, agar tidak bergeser dari panggilannya dan agar tetap menjadi gereja seperti yang diinginkan Yesus (Kepala Gereja). Faktanya adalah hari ini ada begitu banyak gereja yang sudah menjadi serupa dengan dunia ini, yang sudah bergeser dari panggilannya dan sudah menjadi gereja yang palsu dan menyimpang. Gereja harus tetap menjadi gereja yang sejati (sesuai kehendak Allah) dan saya percaya bahwa gereja mula-mula yang kita baca dalam Kisah Rasul pasal 2 adalah gambaran gereja yang sejati. Kalau begitu kita dapat mengetahui gereja yang sejati itu seperti apa dengan melihat kehidupan dari gereja mula-mula. Dalam tulisan ini saya akan membahas tentang “GEREJA YANG SEJATI”. Selamat membaca!

I. GEREJA YANG BERTOBAT

Esra Alfred Soru


Kis 2:41-47 : (41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (43) Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. (44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, (45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. (46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (47) sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Kis 2:41 memberikan keterangan kepada kita tentang munculnya jemaat mula-mula : Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Jadi jemaat mula-mula terbentuk dari orang-orang yang “menerima perkataannya itu”. Perkataan siapa ? Perkataan Petrus ! Konteks ayat ini menunjukkan bahwa setelah peristiwa Pentakosta dalam Kis 2:1-13, Petrus mulai berkhotbah. Lihat Kis 2:14 : Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Jadi khotbah Petrus ini sangatlah panjang mulai dari ayat 14-36, 38-40 dari Kis pasal 2. Setelah mendengar khotbah Petrus itu, di ayat 37 ada pertanyaan dari orang-orang Yahudi : ‘Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Dan Petrus menjawab : "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (Kis 2 :38).

Selanjutnya ayat 41 berkata : Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Jadi jemaat mula-mula adalah jemaat yang ‘menerima perkataan itu’. Perkataan yang mana ? Perkataan Petrus yang berkata ‘Bertobatlah….. ‘ Karena itu dapat dikatakan bahwa jemaat mula-mula adalah jemaat yang bertobat. Jemaat mula-mula adalah kumpulan dari orang-orang yang bertobat. Di bagian pendahuluan sudah saya katakan bahwa gereja mula-mula adalah gereja yang sejati karena itu dapat disimpulkan bahwa GEREJA YANG SEJATI ADALAH GEREJA YANG BERTOBAT. Pertobatan adalah hal yang penting karena ini merupakan tolok ukur apakah sebuah gereja adalah gereja yang sejati atau gereja yang palsu.

Berkaitan dengan masalah pertobatan ini maka ada 3 point penting yang akan saya bahas.

I. ARTI PERTOBATAN DALAM TEKS INI

Gereja yang sejati adalah gereja yang bertobat. Pertobatan itu berarti ‘perubahan pada pikiran’ (conversion of the mid). Jadi orang yang hanya berubah secara lahiriah (misalnya dulu tidak pergi ke gereja dan sekarang ke gereja), tetapi hati / pikirannya tidak berubah, tidak bisa dikatakan bahwa ia telah bertobat.

Pertobatan di dalam Alkitab bisa diartikan 2 hal : (1) Datang kepada Kristus, dan percaya / menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Pertobatan yang seperti ini hanya bisa terjadi satu kali saja dalam hidup seseorang. (2) Pertobatan dari dosa-dosa setelah kita percaya. Ini memang harus terjadi terus menerus atau berulang-ulang dalam sepanjang hidup orang Kristen mengingat kita seringkali jatuh bangun dalam dosa. Kalau begitu, pertobatan yang mana yang dimaksudkan oleh Petrus dalam Kis 2:38? Sebelum menjawabnya saya ingin beritahukan pada saudara bahwa dalam bahasa Yunani ada 2 jenis kata perintah yakni (1) Aorist imperative yaitu kata perintah bentuk aorist / lampau. Ini digunakan kalau orang yang memerintah itu menghendaki supaya perintahnya dilakukan hanya satu kali saja. (2) Present imperative yaitu kata perintah bentuk present. Ini digunakan kalau orang yang memerintah itu menghendaki supaya perintahnya dilakukan terus-menerus. Misalnya Efs 5:18 : Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh. Frase “penuh dengan Roh” di sini menggunakan present imperative. Artinya perintah untuk penuh dengan Roh itu harus terjadi secara terus menerus. Jadi kita harus berusaha untuk selalu penuh dengan Roh.

Nah, kata “bertobat” yang digunakan Petrus dalam Kis 2:38 itu adalah kata “METANOESATE” yang ada dalam bentuk aorist imperative atau kata perintah bentuk aorist / lampau. Jadi ini menunjuk pada perintah yang hanya dilakukan satu kali saja. Andaikata Petrus menggunakan present imperative atau kata perintah bentuk present, maka itu berarti bahwa perintahnya itu harus dilakukan terus menerus tetapi bukan bentuk itu yang ia gunakan. Karena itu perintah untuk bertobat dalam Kis 2:38 itu hanya perlu dilakukan satu kali saja. Dengan demikian jelas bahwa ini menunjuk pada pertobatan dalam arti pertama, yakni datang kepada Kristus dan percaya / menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat, yang memang hanya bisa dilakukan satu kali saja, bukan pada pertobatan dalam arti kedua (bertobat dari dosa-dosa harian kita) yang memang harus dilakukan terus menerus / berulang-ulang. Jadi maksud Petrus adalah dahulu kamu membenci Yesus dan bahkan menyalibkanNya atau membunuhNya sebagaimana yang dikatakan dalam Kis 2:23 : Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka dan Kis 2:36 : Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." maka sekarang kamu harus mempunyai pemikiran / sikap yang berbeda terhadap Yesus. Datanglah kepadaNya, dan percayalah kepadaNya. Inilah pertobatan yang dimaksud oleh Petrus!

Gereja yang sejati adalah gereja yang bertobat. Artinya gereja yang berubah pengertian dan sikapnya terhadap Yesus. Gereja yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Kalau ada gereja yang tidak seperti ini maka jelas itu adalah gereja yang palsu. Kalau ada orang Kristen yang tidak seperti ini maka itu pasti adalah orang Kristen palsu. Kalau ada majelis gereja yang tidak seperti ini maka itu adalah majelis palsu. Kalau ada pendeta yang tidak seperti ini misalnya pendeta-pendeta liberal adalah pendeta yang palsu.

Gereja yang sejati adalah gereja yang bertobat. Bagaimana sikap saudara terhadap Yesus? Kalau dahulu saudara membenci Yesus atau acuh tak acuh terhadap Yesus, apakah sekarang hati atau pikiran saudara sudah berubah? Ada banyak orang yang hanya berubah sikap atau pemikirannya tentang gereja (dulu anti gereja, sekarang pro gereja), tetapi sikap hatinya terhadap Yesus tidak berubah (tetap acuh tak acuh). Ini bukan pertobatan! Maukah anda yang belum berubah sikap terhadap Yesus, yang bersikap acuh tak acuh terhadap Dia, yang tidak respek kepada Dia menyambut Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat anda secara pribadi? Kecuali itu, anda bukan gereja/orang Kristen yang sejati! Demikian juga dalam pelayanan, kalau saudara memberitakan Injil, berusahalah bukan hanya sampai orang itu berubah sikap terhadap gereja, kekristenan ataupun Kitab Suci. Berusahalah sampai orang itu berubah sikap terhadap Yesus!

II. TUJUAN PERTOBATAN ITU

Kita sudah memahami arti pertobatan yang dimaksudkan dalam Kis 2 :38 (yakni percaya kepada Kristus) dan sekarang kita akan melihat tujuan dari pertobatan itu.

Tujuan dari pertobatan yang dimaksud nampak dalam beberapa ayat berikut ini. Kis 2:38 - Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Kis 2:40 : Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." Ayat 38 bicara tentang ‘pengampunan dosa’ dan ayat 40 bicara tentang ‘diselamatkan’. Keduanya berhubungan. Kalau dosa tidak diampuni, orang tidak bisa diselamatkan. Kalau dosa diampuni maka orangnya diselamatkan. Jadi dapat dikatakan bahwa tujuan pertobatan (menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat) adalah keselamatan jiwa kita dengan kata lain, kalau saudara tidak bertobat (percaya kepada Kristus) maka dosa saudara tidak diampuni. Kalau dosa saudara tidak diampuni maka saudara tidak akan diselamatkan dan kalau saudara tidak diselamatkan artinya saudara akan masuk neraka. Tidak peduli berapa banyak saudara berbuat baik/beramal. Tetap neraka !!! Mengapa? Karena Firman Tuhan mengajarkan bahwa kita diselamatkan bukan dengan perbuatan baik kita tapi hanya dengan iman kepada Kristus. Roma 3:27-28 – “Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat”. Gal 2:16“Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat. Juga Efs 2:8 - Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Lalu mengapa keselamatan tidak bisa diperoleh lewat perbuatan baik? Mengapa tidak bisa dengan perbuatan baik? Pertama, karena secara hukum perbuatan baik memang tidak bisa menutupi pelanggaran. Misalnya pada tanggal 1 anda melanggar peraturan lalu lintas dan karenanya anda ditilang. Polisi berkata kepada anda bahwa tanggal 10 nanti anda akan disidang di pengadilan. Mengetahui bahwa tanggal 10 anda akan disidang maka tanggal 2 anda lalu membawa bantuan ke panti asuhan. Tanggal 3 anda membantu korban bencana alam. Tanggal 4 anda membantu janda-janda dan orang miskin. Tanggal 5 anda menyumbang sejumlah uang untuk gereja. Tanggal 6 anda memberikan bantuan untuk sekolah-sekolah teologia. Tanggal 7-9 anda melakukan hal-hal baik lainnya. Ketika tanggal 10 anda disidang, hakim bertanya kepada anda : “Saudara A, benarkah pada tanggal 1 saudara telah melanggar peraturan lalu lintas?” Lalu anda pun menjawab : “Benar pak hakim! Tapi tanggal 2 tanggal 2 saya sudah membawa bantuan ke panti asuhan. Ini saksi-saksinya! Tanggal 3 saya membantu korban bencana alam. Ini saksi-saksinya! Tanggal 4 saya membantu janda-janda dan orang miskin. Ini saksi-saksinya! Tanggal 5 saya menyumbang sejumlah uang untuk gereja. Ini saksinya! Tanggal 6 saya memberikan bantuan untuk sekolah-sekolah teologia. Ini saksi-saksinya! Tanggal 7-9 saya masih melakukan ini dan itu. Jadi benar saya memang telah melanggar peraturan lalu lintas tapi kesalahan saya sudah saya bayar dengan berbuat baik pak hakim!” Pertanyaan saya adalah, apakah hakim itu akan membebaskan anda? Jawabannya “Ya” kalau hakimnya memang gila. Kalau hakimnya waras dia tidak akan peduli berapa banyak anda telah berbuat baik. Anda harus tetap dihukum karena sudah bersalah! Di sini jelas bahwa dalam hukum dunia saja perbuatan baik tidak bisa menutupi kesalahan. Apalagi dalam hukum ilahi? Dosa tidak bisa ditutupi dengan sejumlah perbuatan baik. Kedua, karena sebanyak-banyaknya kita berbuat baik, kita tidak bisa sempurna dalam berbuat baik sedangkan 1 pelanggaran saja membatalkan semua ketaatan kita. Yak 2:10-11 berkata : “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga. Karena itu bagaimanapun salehnya kita, kejahatan kita tetap masih lebih banyak daripada kebaikan kita. (Ingat, Tuhan bukan hanya menilai perbuatan tapi juga perasaan, hati, pikiran, dll). Karena itu percaya kepada Kristus karena itu menentukan keselamatan saudara. Kecuali itu, saudara akan pergi ke neraka!!! Ingat, neraka bukan dongeng. Neraka benar-benar ada! Bidat Saksi-Saksi Yehuwa dan pendirinya Russell tidak percaya ada neraka tapi saya percaya sekarang Russell sudah percaya adanya neraka. Mengapa? Karena dia sudah masuk ke sana! Juga jangan jadikan neraka sebagai bahan guyonan bahwa saudara akan bertemu dengan para artist di sana. Memang saudara akan jumpa banyak artist di sana tapi saya jamin saudara tidak akan menikmati pertemuan dengan mereka. Coba bayangkan hal ini. Apakah anda bisa menikmati pertemuan dengan idola anda sambil anda duduk di atas kompor yang menyala? Tidak mungkinkan? Demikian juga anda pasti akan bertemu dengan banyak artis dan orang terkenal di neraka tetapi anda pasti tidak akan menikmati pertemuan itu karena anda sangat menderita dalam nyala api itu.

Ada 2 hal yang menyebabkan neraka sangat mengerikan. Pertama, karena penderitaan di neraka bersifat selama-lamanya. Kedua, Tidak ada istrahat untuk penderitaan di sana. Jikalau saudara tidak mau pergi ke sana, camkanlah kata-kata Petrus ‘berilah dirimu diselamatkan’ Dengan cara apa? Percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadimu!

Perhatikan frase “berilah dirimu diselamatkan”. Kata “selamat” dalam ayat ini ditulis dalam bentuk pasif ‘diselamatkan’ Artinya kita tidak bisa menyelamatkan diri sendiri. Tapi juga tidak bersifat pasif total karena dikatakan “berilah dirimu”. Dengan kata lain supaya diselamatkan saudara harus mau memberi diri diselamatkan. Dengan cara bagaimana? Percaya kepada Kristus! Maukah saudara? Menariknya lagi frase “berilah dirimu diselamatkan oleh Allah” dalam bahasa Yunaninya ditulis dalam bentuk aorist imperative, maka perintah ini juga hanya perlu dilakukan satu kali saja. Artinya kita hanya percaya dan diselamatkan satu kali saja. Keselamatan tidak bisa hilang dan muncul lalu hilang lagi dan muncul lagi. Sekali selamat tetap diselamatkan! Maukah saudara? Keputusan di tangan saudara!

II. GEREJA YANG LAHIR & BERTUMBUH DARI FIRMAN TUHAN

Esra Alfred Soru


Kis 2:41-47 : (41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (43) Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. (44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, (45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. (46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (47) sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Pada bagian pertama dari tulisan “Gereja Yang Sejati” ini sudah saya tegaskan bahwa gereja yang sejati adalah gereja yang bertobat. Ini sesuai dengan Kis 2:41 - Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Bertobat yang dimaksudkan di sana adalah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi dan tujuannya adalah untuk pengampunan dosa dan keselamatan kita.

Pada bagian kedua ini kita akan melanjutkan pembahasan kita dan kita akan membahas ciri yang lain dari gereja yang sejati. Di dalam Kis 2 :41 dikatakan bahwa Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Ini tentu sesuatu yang luar biasa karena 3000 orang bertobat dalam 1 hari. Inilah cikal bakal jemaat mula-mula. Lalu apa yang menyebabkan terjadinya pertobatan seperti ini ? Jawabannya ada dalam ayat 41 juga : Orang-orang yang menerima perkataannya (Petrus) itu..”. Jadi yang membuat terjadinya pertobatan massal seperti itu adalah karena orang-orang itu menerima perkataan Petrus. Perkataan apa? Jelas adalah khotbah Petrus yang disampaikan dalam Kis 2:14-36. Jadi setelah peristiwa Pentakosta, Petrus mulai berkhotbah secara panjang lebar dan di dalam ayat 37 dikatakan demikian : Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Frase “hati mereka sangat terharu” ini dalam Alkitab versi NIV dan RSV diterjemahkan sebagai cut” (= teriris). Dalam versi NASB diterjemahkan pierced” (= tertusuk / tertikam). Demikian juga dengan KJV yang memakai kata pricked” (= tertusuk). Di dalam Kis 7:54 orang-orang Yahudi juga ‘tertusuk hatinya’ setelah mendengar khotbah Stefanus. Tetapi ‘tertusuk’ di sana artinya adalah ‘marah’. Di sini (Kis 2:37) ‘tertusuk’ berarti menjadi sedih. Makanya Alkitab terjemahan baru Indonesia menerjemahkannya menjadi ‘sangat terharu’. Mereka lalu bertanya kepada Petrus ‘apakah yang harus kami perbuat’ (ay. 37) dan Petrus menjawab ‘bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus (ay. 38). Akibat dari semua itu adalah Kis 2:41 : "Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Jadi jelas bahwa jemaat mula-mula itu lahir dari Firman Tuhan yang dikhotbahkan Petrus.

Selanjutnya setelah gereja perdana itu berdiri, satu ciri yang sangat penting dalam kehidupan berjemaat mereka adalah pengajaran. Kis 2:42 berkata : Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”. Pengajaran yang dimaksudkan di sini jelas adalah pengajaran Firman Tuhan. Maka dapatlah dikatakan bahwa gereja perdana adalah gereja yang bertumbuh dalam pengajaran Firman Tuhan.

Jikalau 2 fakta ini digabungkan maka kita akan sampai pada kesimpulan bahwa gereja perdana lahir oleh Firman Tuhan dan bertumbuh oleh Firman Tuhan. Sebagaimana yang sudah saya katakan bahwa gereja perdana adalah gereja yang sejati maka kesimpulan kita adalah “GEREJA YANG SEJATI ADALAH GEREJA YANG LAHIR DAN BERTUMBUH DARI FIRMAN TUHAN”. Kita akan bahas 2 hal ini secara lebih mendetail.

I. GEREJA YANG SEJATI LAHIR DARI FIRMAN TUHAN

Gereja perdana adalah gereja yang lahir dari Firman Tuhan yang disampaikan Petrus. Perhatikan bahwa sebelum terjadinya pertobatan massal dalam Kis 2:41, ada 2 peristiwa yang menarik. Pertama, ada mujizat di mana Roh Kudus turun ke atas murid-murid. Kis 2:2-3 : Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Kedua, ada bahasa roh yang diucapkan oleh murid-murid seperti yang diceritakan dalam Kis 2:4 : Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Jadi ada 2 kejadian spektakuler/supranatural yang bersifat mujizat. Lalu bagaimana reaksi orang banyak setelah melihat 2 peristiwa ajaib itu? Ada 2 reaksi. Pertama, sebagian orang bingung. Ini nampak dalam Kis 2:6-7, 12 : (6) Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. (7) Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? (12) Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" Kedua, Sebagian orang menghakimi/menyindir. Ini nampak dari Kis 2:13 : Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."

Menarik sekali, ada mujizat yang luar biasa dan ada orang yang bingung, ada orang yang menyindir. Tapi tidak ada yang percaya dan bertobat. Perhatikan hal penting ini. Ada mujizat spektakuler (lidah api turun dari langit dan bahasa roh) tapi hal itu tidak mendatangkan pertobatan/iman tapi kebingungan dan sindiran. Sebaliknya, ada pemberitaan Firman Tuhan/khotbah yang menghasilkan pertobatan/iman di mana 3000 orang bertobat dalam 1 hari dan terbentuklah gereja perdana. Itu berarti bahwa sebuah gereja seharusnya lahir karena mendengar Firman Tuhan dan bukan karena melihat mujizat. Ini adalah ciri gereja yang sejati. Ia lahir karena mendengar Firman Tuhan dan bukan karena melihat mujizat. Ini juga sekaligus menunjukkan superioritas atau keunggulan Firman Tuhan daripada mujizat di mana iman yang sejati itu lahir dari mendengar Firman Tuhan dan bukannya melihat mujizat.

Alkitab memperlihatkan banyak contoh di mana mujizat tidak bisa melahirkan iman yang sejati.

Bangsa Israel

Tidak ada bangsa di dunia yang pernah melihat mujizat lebih banyak dari bangsa Israel pada zaman Perjanjian Lama. Mereka menyaksikan 10 tulah di tanah Mesir, mereka menyaksikan bagaimana laut Teberau terbelah, mereka dinaungi tiang awam dan tiang api pada masa eksodus. Mereka mengalami mujizat di mana air pahit berubah menjadi manis. Mereka diberi makan secara ajaib dengan manna dari langit dan burung puyuh. Juga mereka mengalami begitu banyak mujizat yang berkaitan dengan peperangan-peperangan yang mereka lakukan. Tetapi apa yang terjadi ? Ketika mereka tiba di masa dan Meriba dan di sana tidak ada air untuk diminum, maka mereka mulai bertengkar dan bersungut-sungut terhadap Musa (Kel 17) lalu mereka berkata “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” (Kel 17:7). Aneh sekali! Heran bin ajaib! Mereka telah menyaksikan tangan Tuhan dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib sejak dari tanah Mesir, namun sekarang hanya karena masalah air lalu mereka mulai mempertanyakan keberadaan Allah di tengah-tengah mereka? “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Di sini kita bisa belajar satu hal penting bahwa sekian banyak mujizat yang telah dilihat bangsa Israel ternyata tidak dapat menimbulkan iman di dalam hati mereka. Demikian juga dalam PB banyak mujizat dibuat oleh Yesus dan banyak orang Israel melihatnya tapi mujizat-mujizat itu tidak membuat mereka menjadi percaya dengan sungguh kepada Yesus. Bahkan hari ini orang-orang yang percaya kepada Kristus (Kristen) menjadi minoritas di Israel. Jadi rupanya melihat mujizat tidak melahirkan iman yang sejati.

Simon tukang sihir. (Kis 8)

Perhatikan Kis 8:6-7, 9-11, 13 – (6) Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. (7) Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. (9) Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. (10) Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar." (11) Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. (13) Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. Saya yakin bahwa Simon ini menjadi percaya karena melihat banyak mujizat dan bukannya karena mendengar Firman Tuhan. Alasannya adalah karena dia dulunya pembuat mujizat dan juga dia kelihatan takjub sekali dengan mujizat-mujizat yang dibuat Filipus.

Sekarang kita akan lihat, apakah iman Simon ini yang lahir dari mujizat adalah iman yang sejati? Kis 8:17-23 – (17) Kemudian keduanya (Petrus dan Yohanes) menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. (18) Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, (19) serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." (20) Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. (21) Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. (22) Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; (23) sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." Perhatikan kata-kata Simon Petrus di atas. Kata-kata Petrus ini menunjukkan bahwa Simon tidak memiliki iman yang sejati padahal ayat 13 mengatakan bahwa ia sudah percaya. Jelas bahwa ia percaya bukan karena Firman Tuhan tapi karena melihat mujizat karena itu imannya bukanlah iman yang sejati. Ingat, iman yang sejati tidak bisa lahir dari melihat mujizat!

Saudara-saudara orang kaya (Luk 16)

Saran saya sebaiknya anda baca dulu cerita orang kaya dan Lazarus ini dalam Lukas 16. Ketika orang kaya (di neraka) itu melihat Lazarus ada di pangkuan Abraham (di surga), salah satu permintaannya adalah agar Abraham mau menyuruh Lazarus (bangkit) untuk menginjili 5 saudaranya. Luk 16:27-28 : Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Abraham lalu menjawab : ‘Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu’. (ay.29). (Note : Kesaksian Musa dan Para Nabi ini adalah Firman Tuhan). Namun orang kaya ini berkata : ‘Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. (ay. 30). Dengan kata lain menurut orang kaya ini, orang akan bertobat/beriman kalau melihat mujizat (orang mati bangkit). Lalu apa jawab Abraham ? Luk 16:31 : Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati." Kata-kata Abraham ini membuktikan bahwa mujizat yang paling hebat pun (orang mati bangkit) tidak akan bisa membuat orang bertobat kalau ia tak mau percaya kepada Firman Tuhan.

Semua data yang saya ungkapkan ini membuktikan bahwa mujizat tidak bisa melahirkan iman yang sejati. Iman yang sejati hanya lahir dari Firman Tuhan saja. Roma 10:17 berkata : Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Lihat juga 2 Tim 3:15-16 : Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran’, Yoh 20:31 : tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya’ dan juga Kis 20:32 : Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

Karena itu janganlah kita menjadi orang Kristen yang gila/maniak mujizat. Mujizat tidak melahirkan iman yang sejati. Mujizat bisa menyesatkan karena setan/nabi palsu bisa buat mujizat. Mat 24:24 : Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. 2 Tes 2:9 : Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu. Karena itu jadilah orang Kristen mencintai Firman Tuhan dengan cara rajin membaca dan merenungkan Firman Tuhan (Maz 1). Demikian pula kalau kita mau mengadakan acara KKR, tonjolkanlah Firman Tuhan dan bukan mujizat. Hari ini ada begitu banyak KKR dan gereja yang hanya mengobral mujizat saja tetapi tidak menekankan Firman Tuhan sama sekali. Ini bukanlah gereja yang sejati.

II. GEREJA YANG SEJATI BERTUMBUH DALAM FIRMAN TUHAN

Gereja yang sejati juga adalah gereja yang bertumbuh dalam pengajaran rasul-rasul (Firman Tuhan). Dalam Kis 2:42 dikatakan : Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Ada 4 hal yang disebutkan dalam ay 42, yaitu pengajaran rasul-rasul, persekutuan, berkumpul untuk memecahkan roti, dan berdoa. Perhatikan bahwa Firman Tuhan (pengajaran rasul-rasul) ditempatkan pada rangking 1! Ini menunjukkan bahwa hal yang paling penting dalam sebuah gereja adalah Firman Tuhannya. Dalam semua gereja, Firman Tuhan harus menduduki tempat terutama / paling penting! Hamba Tuhan sendiri harus mengutamakan Firman Tuhan. Memang hamba Tuhan juga punya tugas-tugas lain seperti bezoek, counseling, rapat, dsb, tetapi semua itu tidak boleh menggeser tugas utamanya yakni pengajaran Firman Tuhan. Karena itu salahlah kalau dalam kebaktian khotbahnya hanya 15 menit tapi doa syafaatnya dan warta mimbarnya jauh lebih lama dari khotbah. Selain hamba Tuhan, jemaat juga harus menekankan Firman Tuhan. Sekalipun hamba Tuhan menekankan Firman Tuhan, tetapi kalau jemaatnya tidak, maka tidak ada gunanya. Ada 2 hal yang biasanya oleh jemaat sering lebih dipentingkan dari pada Firman Tuhan, yaitu (1) Puji-pujian. Ini menyebabkan mereka mencari gereja yang puji-pujiannya atau musiknya bagus, tanpa peduli ajarannya benar atau salah. Ini salah!!! Memang puji-pujian juga penting, dan karena itu jangan lalu tidak ikut menyanyi dalam kebaktian. Tetapi bagaimanapun juga puji-pujian tidak sepenting Firman Tuhan. (2) Persekutuan. Ini menyebabkan mereka pergi ke gereja di mana mereka mempunyai banyak teman, tidak peduli ajaran gerejanya bagaimana. Atau mereka tidak mau meninggalkan gereja lama mereka yang jelas-jelas sesat, hanya karena di sana mereka punya banyak teman. Ini juga salah!!! Memang persekutuan penting, dan harus diusahakan. Tetapi persekutuan tidak sepenting Firman Tuhan.

Meskipun demikian jemaat juga bisa jatuh pada ekstrim sebaliknya, yaitu hanya menekankan Firman, dan meremehkan hal-hal yang lain. Karena itu mereka datang terlambat dalam kebaktian, karena hanya mau mendengar khotbah. Ini jelas juga salah! Bahwa Firman Tuhan adalah yang terpenting, tidak berarti bahwa hal-hal yang lain seperti doa, puji-pujian, dan persekutuan boleh diabaikan. Semua itu penting tapi Firman Tuhan harus terpenting dalam gereja yang sejati. Karena itu marilah kita mengutamakan Firman Tuhan dalam gereja-gereja kita dan juga anda sebagai jemaat awam juga jangan bosan-bosan dalam hal mendengar Firman Tuhan. Ingat, gereja yang sejati adalah gereja yang lahir dan bertumbuh dalam Firman Tuhan.

III. GEREJA YANG BERDOA

Esra Alfred Soru


Kis 2:41-47 : (41) Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. (42) Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. (43) Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. (44) Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, (45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. (46) Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, (47) sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Kita sudah belajar tentang gereja yang sejati bagian-bagian sebelumnya di mana gereja yang sejati adalah gereja yang bertobat (bagian 1) dan gereja yang sejati adalah gereja yang lahir dan bertumbuh dari FIRMAN TUHAN (bagian 2). Pada bagian 3 ini kita akan belajar 1 hal lagi tentang gereja yang sejati.

Dalam Kis 2:42 dikatakan : “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”. Yang akan menjadi tekanan pada bagian ini adalah masalah doa. JADI GEREJA YANG SEJATI ADALAH GEREJA YANG BERDOA. Masalahnya adalah kita tidak mendapat banyak informasi tentang aktivitas doa jemaat mula-mula dari bacaan Kis 2:41-47. Yang kita bisa lihat dari teks ini adalah :

Mereka berdoa dalam persekutuan

Jadi ini bukan doa secara pribadi tetapi persekutuan doa (doa secara bersama-sama). Mungkin saudara sudah berdoa secara pribadi untuk gereja saudara, tetapi apakah saudara ikut dalam persekutuan doa untuk mendukung gereja? Tanpa persekutuan doa, gereja tidak mungkin bisa maju! Bandingkan dengan Billy Graham yang mempunyai team doa lebih dari 100 orang. Spurgeon mempunyai 700 orang yang melakukan persekutuan doa dalam gerejanya. Ini menyebabkan mereka diberkati dalam pelayanannya! Alkitab menyatakan bahwa persekutuan doa mempunyai kuasa lebih besar dari doa pribadi. Mat 18:19 : Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Mereka berdoa dengan tekun

Dalam Alkitab bahasa Indonesia, ayat 42 ini terdiri dari 2 kalimat : “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa”. Padahal seharusnya hanyalah 1 kalimat. Lihat terjemahan NIV : “They devoted themselves to the apostles’ teaching and to the fellowship, to the breaking of bread and to prayer” (Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan, dalam pemecahan roti dan dalam doa). Bandingkan dengan Terjemahan Lama Indonesia : Maka mereka itu pun bertekun di dalam pengajaran rasul-rasul, dan di dalam persekutuan, dan di dalam hal memecahkan roti, dan doa. Demikian juga dengan KJV dan TEV. Jadi, kata ‘bertekun’ dalam ayat 42 itu juga ditujukan kepada persekutuan doa. Apakah saudara tekun dalam mengikuti persekutuan doa?

Saya kira ini saja yang bisa kita dapatkan dari Kis 2:42 tentang doa jemaat. Namun dalam catatan-catatan selanjutnya kita melihat bahwa Lukas secara khusus mencatat doa dari jemaat mula-mula. Perhatikan Kis 4:23-31 : (23) Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. (24) Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. (25) Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? (26) Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. (27) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, (28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. (29) Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. (30) Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." (31) Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Kita akan mempelajari doa mereka dengan lebih serius tetapi pertama-tama perlu dicatat bahwa konteks dari bacaan ini adalah bahwa Petrus dan Yohanes diperhadapkan kepada Mahkamah Agama karena mereka memberitakan nama Yesus dengan tegas. (Kis 4:2,7). Setelah mereka dilepaskan, mereka menyampaikan hal ini pada rekan-rekan mereka (ay.23). Ketika teman-temannya mendengar hal itu, reaksi awal mereka adalah berdoa (ay.24). Ini jugalah yang harus menjadi reaksi dari setiap anak Tuhan /gereja Tuhan ketika mengetahui adanya banyak kesukaran dalam kekristenan maupun dalam hidup pribadi.

Satu hal yang menarik adalah mereka berdoa dengan satu hati. Dalam ayat 24 dikatakan bahwa mereka ‘berseru bersama-sama’. Kis 4:24 : Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Tetapi ini terjemahan yang kurang akurat. Kata yang diterjemahkan ‘bersama-sama’ adalah HOMOTHUMADON, yang terjemahan seharusnya adalah ‘with one accord’ (= dengan suara bulat, seia sekata). Lihat terjemahan KJV - And when they heard that, they liFirman Tuhaned up their voice to God with one accord, and said, Lord, thou art God, which hast made heaven, and earth, and the sea, and all that in them is”, maupun terjemahan ASV - And they, when they heard it, liFirman Tuhaned up their voice to God with one accord, and said, O Lord, thou that didst make the heaven and the earth and the sea, and all that in them is. Jadi persekutuan doa dalam ayat 24 ini menunjukkan kesatuan gereja abad pertama, karena bukan saja mereka mau peduli dan mendoakan rasul-rasul yang mengalami kesukaran / penderitaan, tetapi mereka juga bisa bersatu hati dalam doa!

Kita akan melihat ada 4 pelajaran menarik dari doa jemaat mula-mula ini :

I. MEREKA TIDAK MULAI DENGAN MENCERITAKAN KESUKARAN MEREKA, TETAPI DENGAN MENYADARI DAN MENGAKUI ALLAH SEBAGAI PENCIPTA.

Mereka jelas berada dalam kesulitan dan karena itu mereka berdoa kepada Tuhan. Tetapi perhatikan bagaimana doa mereka. Ayat 24b : "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Jadi doa mereka bukan dimulai dengan menceritakan segala persoalan mereka, masalah mereka, tantangan yang mereka hadapi. Mereka justru memulai doa mereka dengan menyebut Tuhan sebagai pencipta langit, bumi, laut dan segala isinya. Bandingkan ini dengan doa raja Hizkia dalam 2Raja-raja 19:15-dst : (15) Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. (16) Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; …..” Hizkia memulai doa dengan memuji kebesaran Tuhan dan bukannya menceritakan masalah yang dihadapi. Perhatikan bahwa prinsip yang sama juga ada dalam doa Bapa Kami. Doa Bapa Kami tidak langsung dimulai dengan sebuah permintaan melainkan sebuah ungkapan yang meninggikan Bapa di surga yang dimulai dari ayat 9-10 sedangkan permintaan baru disampaikan dalam ayat 11. Mat 6:9dst – (9) Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, (10) datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. (11) Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya”. Ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan khususnya pada waktu kita berdoa untuk kesukaran kita. Kalau kita memulai doa kita dengan menceritakan betapa besar kesukaran kita, maka besar kemungkinan bahwa isi doa itu sendiri akan melemahkan iman kita, membuat kita kecil hati, putus asa, dsb. Tetapi kalau kita memulai doa kita dengan menyatakan kemahakuasaan Allah sebagai pencipta, maka kata-kata itu sendiri akan menguatkan iman kita, setelah itu barulah kita menyatakan permintaan kita dan kita akan bisa lebih mempunyai iman pada saat menaikkan permintaan itu.

Banyak orang tidak menyadari hal ini. Itulah sebabnya mereka memulai doanya dengan langsung menceritakan kesukaran mereka. Misalnya kalau mau membangun sebuah gedung gereja, bukannya mereka memulai dengan memikirkan kemahakuasaan Allah tapi mulai dengan mengeluh harga gedung/tanah yang sangat mahal sedangkan modal hanya sedikit. Misalnya kalau berada dalam keadaan sakit berat, bukannya memulai dengan memikirkan kemahakuasaan Allah tapi dengan menceritakan betapa beratnya penyakit itu, dan bahwa dokter sudah angkat tangan, dsb. Misalnya kalau ada problem ekonomi, bukannya memulai dengan memikirkan kemahakuasaan Allah tapi dengan menceritakan betapa banyak hutang dan betapa banyaknya problem dalam pekerjaan, dsb. Inilah yang terjadi! Tetapi doa jemaat mula-mula ini haruslah menjadi teladan bagi kita. Jika kita ingin mendoakan persoalan-persoalan kita, pelayanan kita, dll, mulailah dengan melihat Allah sebagai Allah yang mahakuasa. Karena Allah adalah Allah yang mahakuasa maka tidak ada yang mustahil bagi Dia. Setelah itu barulah kita ungkapkan semua persoalan dan pergumulan kita. Hal ini akan memberikan keyakinan iman yang besar kepada kita karena kita akan memandang semua persoalan kita, masalah kita, penyakit kita, tantangan hidup kita dari kaca mata Allah.

II. MEREKA MEMANDANG PADA RENCANA ALLAH DAN PELAKSANAANNYA (PROVIDENCE OF GOD)

Selain apa yang disebutkan dalam bagian pertama, jemaat mula-mula juga berdoa dengan memandang rencana dan providensia Allah. Dari mana kita bisa melihat hal ini? Ada beberapa hal yang menunjukkan ini.

Pertama, dalam ayat mereka menyapa Allah dengan sapaan ‘Ya Tuhan’. Kis 4:24 : Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Alkitab KJV/NASB menyebutnya Lord” (= Tuhan). Tapi dalam bahasa Yunani kata yang digunakan bukan “KURIOS” melainkan “DESPOTES” yang lebih tepat diterjemahkan “Tuhan Yang Berdaulat”. Perhatikan terjemahan NIV : When they heard this, they raised their voices together in prayer to God. "Sovereign Lord,(Tuhan Yang Berdaulat)" they said, "you made the heaven and the earth and the sea, and everything in them” dan juga RSV: And when they heard it, they lifted their voices together to God and said, "Sovereign Lord, (Tuhan Yang Berdaulat), who didst make the heaven and the earth and the sea and everything in them. “Sovereign” (berdaulat) jelas menunjukkan kepada otoritas atau kuasa. Jadi waktu berdoa, mereka percaya kepada otoritas, kuasa dan kedaulatan Tuhan dalam memerintah seluruh alam semesta, di mana Ia tidak tergantung oleh siapapun / apapun di luar diriNya.

Kedua, mereka menyebut Allah sebagai pencipta. Kis 4:24 : Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Kalau Allah adalah pencipta, Allah pasti menguasai dan mengatur ciptaanNya itu dan dengan demikian segala ciptaanNya tergantung kepada Dia!

Ketiga, Apa yang dikatakan dalam ayat 27-28 jelas menunjukkan bahwa mereka percaya pada rencana Allah dan Providensi-Nya! Kis 4:27-28 - Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Perhatikan bahwa dalam doa mereka, mereka katakan bahwa apa yang dilakukan oleh Herodes, Pilatus dan bangsa Israel kepada Yesus sebenarnya hanyalah pelaksanaan dari ketentuan yang telah ditetapkan Tuhan. Inilah yang disebut sebagai Providence of God. Orang-orang itu (Herodes dan Pontius Pilatus) berbuat dosa pada waktu mereka membunuh Yesus, tetapi dengan itu mereka sebenarnya telah melaksanakan rencana Allah. Ini tentu tidak bisa diartikan bahwa mereka mentaati Allah. Mereka melakukan dosa dengan tujuan / motivasi yang berbeda! Allah merencanakan kematian Yesus untuk menebus dosa manusia. Mereka membunuh Yesus bukan supaya Yesus menjadi penebus dosa! Karena itu meskipun rencana Allah terlaksana, orang-orang itu tetap berdosa dan harus bertanggung jawab atas dosa mereka. Ayat 6 berkata ‘kuasa dan kehendakMu’. Dalam NIV disebut ‘Your power and will’ (= kuasa dan kehendakMu). NASB : ‘thy hand and thy purpose’ (= tanganMu dan rencanaMu). Dan RSV : ‘thy hand and thy plan’ (= tanganMu dan rencanaMu). Lukas menambahkan kata ‘hand / tangan’ untuk menunjukkan bahwa segala sesuatu terjadi tidak hanya karena adanya rencana Allah, tetapi juga karena adanya tangan / kuasa Allah yang mengatur semua itu. Inilah Providence of God. Dan jemaat mula-mula berdoa dengan kesadaran penuh akan hal ini.

Kepercayaan pada rencana Allah dan pelaksanaannya (Providence of God) adalah sesuatu yang sangat penting pada waktu kita menghadapi problem! Kalau kita menganggap bahwa segala sesuatu (atau hal-hal tertentu) terjadi secara kebetulan, maka kita pasti akan kuatir. Tapi, kalau kita percaya bahwa segala sesuatu bisa terjadi hanya kalau Allah sudah menentukan dan menggunakan kuasaNya untuk melaksanakan ketentuanNya, maka kita tidak akan kuatir karena kita tahu bahwa segala sesuatu ada dalam genggaman Allah yang mengasihi kita sebagaimana kata Roma 8:28 : “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”. Jemaat abad pertama itu percaya pada rencana Allah dan pelaksanaannya (Providence of God) sehingga mereka punya keyakinan yang besar dalam kesukaran. Kitapun harus memiliki kesadaran semacam ini pada saat kita berdoa bahwa tidak ada satupun hal yang terjadi di luar kehendak dan penetapan dari Tuhan. Karena itu pada saat kita berdoa, kita perlu berdoa dengan tekun dan meminta dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan tetapi kita harus menerima bahwa pada akhirnya ketetapan Tuhanlah yang harus terjadi. Kita tidak boleh memaksa Tuhan dalam doa untuk mengikuti maunya kita. Ingat kata-kata dalam doa Bapa Kami : “Jadilah kehendakMu” dan juga doa Tuhan Yesus di taman Getsemani “tetapi jangan kehendakku melainkan kehendakMu jadilah”

III. MEREKA MENGINGAT / MENGUTIP FIRMAN TUHAN DALAM DOA

Hal menarik lainnya dalam doa jemaat mula-mula ini adalah dalam doa mereka, mereka mengutip Firman Tuhan. Ini nampak dalam ayat 25-26 : Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. Kata-kata dalam ayat 25-26 ini sebenarnya dikutip dari Maz 2:1-2. Jadi mereka mengutip Mazmur dalam doa mereka. Mereka mengutip ayat dalam doa bukan untuk ‘pamer ayat hafalan’ atau untuk ‘berkhotbah dalam doa’ melainkan untuk menguatkan keyakinan dalam doa, atau untuk mengklaim janji Tuhan. Dalam bagian ini jemaat abad pertama menganggap bahwa ay 27-28 merupakan penggenapan nubuat Maz 2:1-2.

Ini sesuatu yang penting! Dalam hidup kita, kita harus bisa melihat hal-hal di sekeliling kita sebagai penggenapan Firman Tuhan. Itu bisa menguatkan iman kita. Misalnya kalau dalam hidup ini kita mengalami banyak problem dalam mengikut Yesus, maka sebenarnya itu hanyalah penggenapan dari Mark 13:13 yang berbunyi : Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat" dan 2 Tim 3:12 : Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya”. Adanya begitu banyak nabi palsu dalam gereja saat ini seperti aliran Saksi-Saksi Yehuwa, Unitarianisme (Frans Donald), dll sebenarnya hanya menggenapi Mat 24:11,24 : (11) Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. (24) Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga’. Juga zaman ini jarang ada orang senang dengan Firman Tuhan yang sungguh-sungguh (bukan yang banyak dongeng / kesaksian / leluconnya, tetapi yang betul-betul membahas Firman Tuhan / Kitab Suci). Ini sebenarnya menggenapi 2 Tim 4:3-4 : Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. Jadi kalau kita hanya melihat hal-hal yang terjadi itu saja, kita akan menjadi susah. Tetapi kalau kita bisa melihatnya sebagai penggenapan Firman Tuhan, kita dikuatkan karena kita bisa makin yakin bahwa Alkitab memang adalah Firman Tuhan yang benar! Marilah kita mendoakan semua pergumulan kita (pribadi, bangsa, gereja, dll) dengan kesadaran penuh bahwa semua yang dikatakan Firman Tuhan sementara digenapi.

IV. MEREKA MATI TERHADAP DIRI SENDIRI.

Hal terakhir yang bisa kita catat dari doa gereja perdana ini adalah bahwa mereka telah mati terhadap diri sendiri. Perhatikan bahwa dalam doa itu, jemaat abad pertama ini tidak meminta supaya mereka dibebaskan dari problem, dan bahkan mereka sama sekali tidak meminta perlindungan dari Tuhan terhadap ancaman orang-orang Yahudi (permintaan ini mungkin ada tetapi secara implicit). Jelas bahwa mereka tidak peduli pada diri mereka sendiri! Yang mereka minta adalah : Pertama, keberanian untuk memberitakan Firman Tuhan. Kis 4:29 - Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Mereka minta keberanian untuk rasul-rasul yang baru saja menunjukkan keberanian mereka (Kis 4:13). Ini jelas menunjukkan bahwa mereka sadar bahwa tadi rasul-rasul itu bisa berani karena Tuhan memberikan keberanian. Karena itu mereka minta keberanian lagi, supaya rasul-rasul itu tetap berani. Kedua, kuasa untuk melakukan mujizat. Kis 4:30 - Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Perhatikan bahwa dua hal yang mereka minta ini justru adalah hal-hal yang menyebabkan mereka mendapatkan kesukaran (Kis 3). Tetapi sekarang mereka justru meminta 2 hal itu lagi! Ini betul-betul menunjukkan bahwa mereka memang mati bagi diri sendiri dan hidup bagi Tuhan! Ini adalah sikap yang penting dalam doa! Banyak orang berdoa dengan sikap yang egois. Mereka tidak berdoa untuk kemuliaan Tuhan tetapi untuk kesenangan diri sendiri! Bagaimana dengan saudara? Dengan sikap bagaimana saudara berdoa?

Inilah 4 hal penting yang dapat kita pelajari dari doa jemaat mula-mula. Tuhan akhirnya menjawab doa mereka. Kis 4:31 : Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Tempat itu goyang. Mujizat ini menunjukkan kuasa Allah, kehadiran Allah dan bahwa doa mereka didengar oleh Allah. Mereka juga dipenuhi oleh Roh Kudus. Mereka lalu memberitakan Firman Tuhan dengan berani. Dalam ayat 33 disebutkan tentang ‘kuasa yang besar’ . Kis 4:33 - Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Ini menunjukkan bahwa mereka diberi kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat sesuai dengan permintaan mereka dalam ayat 30.

Tuhan mendengar dan mengabulkan doa jemaat mula-mula. Kalau dulu Tuhan bisa melakukan hal itu, sekarang pun Ia bisa! Marilah kita membawa kepada Tuhan setiap pergumulan kita dalam doa dengan sikap yang sama seperti yang ada pada jemaat abad pertama! Tuhan akan mendengar dan mengabulkan doa kita! Seseorang mengatakan : “Sorrow looks back, worry looks around, faith looks up” (= kesedihan melihat ke belakang, kekuatiran melihat ke sekeliling, iman melihat ke atas). Dalam menghadapi segala problem, hadapilah dengan melihat ke atas / berdoa! Maukah saudara melakukan hal itu? Ingat, gereja yang sejati adalah gereja yang berdoa!