Tampilkan postingan dengan label Pembahasan Ajaran Yesaya Pariadji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembahasan Ajaran Yesaya Pariadji. Tampilkan semua postingan

09 Juni 2013

TANGGAPAN ATAS DOKTRIN / AJARAN “SELAMAT KARENA PERBUATAN BAIK” DARI PDT. YESAYA PARIADJI


By. Pdt. Budi Asali, M. Div


Kesesatan yang paling fatal dari Pdt. Yesaya Pariadji sebenarnya bukan pada soal penyalahgunaan minyak urapan, penyerahan anak, sakramen baptisan dan perjamuan kudus untuk melakukan mujijat / kesembuhan melainkan pada ajaran selamat karena perbuatan baik.

Saya akan memberikan banyak kutipan kata-kata Pdt. Yesaya Pariadji yang menunjukkan bahwa ia memang mempercayai, dan bahkan sangat menekankan, doktrin ‘salvation by works’ (keselamatan karena perbuatan baik) yang sesat ini.

1.      Ia disayangi oleh Tuhan, karena ia membaca Alkitab.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Setelah saya baca Alkitab maka saya disayangi Tuhan” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi V / 2001, hal 11.

Tanggapan saya:

1    Kalau kasih Tuhan kepada kita tergantung perbuatan baik kita, maka jelas bahwa ini berbau ajaran keselamatan karena perbuatan baik!
2   Bukan karena apapun yang kita lakukan maka kita dikasihi oleh Tuhan, karena Ro 5:8-10 menunjukkan bahwa kita sudah dikasihi oleh Tuhan ketika kita masih seteru / berdosa.

Rom 5:8-10 - “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian AnakNya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidupNya!”.

Bahkan dalam Ef 1:4-5 dikatakan bahwa dalam kasih, Allah telah memilih kita untuk menjadi anak-anakNya, sebelum dunia dijadikan.

2. Untuk bisa masuk surga / menjadi warga Kerajaan Surga, kita harus hidup kudus / suci.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Maka itu dalam hal ini saya tekankan kepada Saudara harus hidup kudus jangan dosa; apa itu dusta, apa itu curi, apa itu cabul, apa itu zinah dan yang lain sebagainya, karena orang-orang yang demikian tidak berhak masuk ke dalam kerajaan Sorga” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi V / 2001, hal 14.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Jadi kalau Anda ingin masuk Sorga, Anda harus sinkron atau sejalan dengan konsep Allah yang artinya siap menjadi kudus. Bila Anda sebagai suami harus menjadi imam yang kudus dan sebagai istri harus mendampingi suami agar keluarga menjadi suci dan kudus hingga masuk ke Sorga” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi V / 2001, hal 17.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Tuhan Yesus memerintahkan kepada saya untuk mengatakan apa yang saya dengar di Sorga; harus saya sampaikan. Untuk menyerukan dan menyampaikan, bahwa kita semua, Anda semua, agar bisa melewati pintu Sorga, dituntut untuk berpikir yang kudus, berkata yang kudus, harus kudus segala perbuatan dan tingkah laku kita” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi IV / Tahun II, hal 7.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Hanya orang-orang yang suci dan orang-orang yang kudus yang termeterai dan tercatat sebagai warga Kerajaan Sorga” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi II / Tahun I, hal 8.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “siapapun yang tidak hidup di dalam kekudusan, siapapun yang tidak hidup suci, jangan berharap untuk bisa mengerti Firman Allah, ... Lebih-lebih jangan berharap untuk dicatat sebagai warga Kerajaan Sorga” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi II / Tahun I, hal 35.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Tugasmu untuk mempersiapkan jemaat yang kudus, untuk mempersiapkan jemaat yang menuju Kerajaan Sorga” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi III / Tahun I, hal 8.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “manusia harus suci pikirannya, harus suci perkataannya, harus suci segala perbuatannya; yaitu syarat untuk bisa memandang kemuliaan Allah di Sorga” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi III / Tahun I, hal 9.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Kamu harus mempersiapkan Jemaat yang suci, Jemaat yang Kudus untuk menyambut kedatanganNya yang kedua kali, Yesus Kristus Tuhan Allahmu akan datang kembali untuk menghakimi seluruh umat manusia. Lakukanlah perintah-perintahnya, lakukanlah perintah-perintah Yesus Kristus Tuhan Allahmu, bila kamu tidak melakukan perintah-perintahnya kamu juga bisa dilempar dari hadapannya” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi III / Tahun I, hal 40.

3.   Ia dan istrinya tercatat sebagai warga Kerajaan Surga, karena ia (Pdt. Yesaya Pariadji) bisa menjadi seorang imam yang kudus dalam rumah tangganya, dan karena mereka berjanji untuk hidup suci dalam rumah tangga mereka.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “tangan Tuhan Yesus menunjuk suatu buku yang sangat besar, ... saya mendengar kalimat, suaraNya: Pariadji, lihat ... namamu tercatat di Sorga sebagai warga Kerajaan Sorga ... Satu halaman dengan istrimu, Etty Darniaty ... Mengapa nama saya dan nama istri saya tercatat sebagai warga Kerajaan Sorga? Kalimat yang kedua, Tuhan Yesus berkata kepada saya: Karena kamu bisa menjadi seorang imam yang kudus di dalam rumah tanggamu - ‘Majalah Tiberias’, Edisi II / Tahun I, hal 8.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Saya dan istri memang tercatat sebagai warga Kerajaan Sorga. Kami memperoleh janji yang sangat indah, kami dijanjikan akan diundang ke Sorga, karena kami berjanji hidup yang suci di dalam rumah tangga kami” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi IV / Tahun II, hal 6.

Selanjutnya....

PENYALAHGUNAAN PENYERAHAN ANAK, SAKRAMEN BAPTISAN DAN PERJAMUAN KUDUS OLEH PDT. YESAYA PARIADJI

By. Pdt. Budi Asali, M. Div


Selain Penyalahgunaan minyak urapan (Baca pembahasannya di sini : http://id.scribd.com/doc/143854524/MINYAK-URAPAN-PARIADJI-pdf), Pdt. Yesaya Pariadji juga melakukan kesalahan dalam hal upacara penyerahan anak, sakramen baptisan dan perjamuan kudus.

Catatan: Gereja-gereja yang menentang baptisan anak, menggantinya dengan ‘penyerahan anak’. Ini tentu saja tidak ada dalam gereja-gereja yang pro pada baptisan anak. Saya sendiri pro pada baptisan anak, dan saya menganggap bahwa ‘penyerahan anak’ tidak mempunyai dasar Kitab Suci.

Penyalahgunaan yang dilakukan oleh Pdt. Yesaya Pariadji dalam hal-hal ini :

1  Perjamuan Kudus yang penuh kuasa / mujizat untuk membuktikan kuasa darah Yesus.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “saya diberikan pelajaran tentang Per-jamuan Kudus dengan ciri-ciri penuh kuasa dan penuh mujizat untuk membuktikan kuasa ‘Darah Yesus’” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi III / Tahun I, hal 10.

Tanggapan saya: Ini sama sekali menyimpang dari tujuan Perjamuan Kudus, karena 1Kor 11:23-26 berkata sebagai berikut: “(23) Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti (24) dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: ‘Inilah tubuhKu, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!’ (25) Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: ‘Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahKu; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!’ (26) Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang”.

Jelas bahwa Perjamuan Kudus bertujuan untuk memperingati dan mem-beritakan kematian Tuhan Yesus bagi kita, bukan untuk menunjukkan kuasa darah Yesus dalam melakukan mujizat!

Juga sepanjang yang saya ketahui dari Kitab Suci, darah Yesus memang mempunyai kuasa dalam mengampuni dosa kita, tetapi tidak pernah dikatakan mempunyai kuasa dalam melakukan mujizat.

2  Sakramen (Baptisan / Perjamuan Kudus) untuk melakukan kesem-buhan.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Jadi kenapa orang sakit bisa sembuh dengan menerima Perjamuan Kudus? Karena darahku telah diurapi dengan darah Yesus yaitu otomatis darah Yesus yang mengalir dalam tubuh kita, itulah yang menyembuhkan” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi V / 2001, hal 13.

Tanggapan saya: Anggur dalam Perjamuan Kudus bukan betul-betul darah Kristus, tetapi hanya merupakan simbol dari darah Kristus. Bagaimana mungkin dengan orang minum anggur itu lalu darah Yesus betul-betul mengalir dalam tubuhnya? Setelah kenaikan Yesus ke surga, manusia Yesus (tubuh, tulang, darah) ada di surga (Kis 3:21), tidak di dunia! Sebagai Allah, Yesus memang maha ada, tetapi sebagai manusia, Ia tidak maha ada.

Kis 3:21 - “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulih-an segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan peran-taraan nabi-nabiNya yang kudus di zaman dahulu”.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Ir. Chen Ying dari Beijing, bertobat dan dibaptis. Sejak lahir tuli sebelah. Cukup dalam Nama Tuhan Yesus dan dibaptis langsung disembuhkan, langsung mendengar. Dia mencari Boksu di Tiberias untuk di baptis, sebelum kembali ke Beijing” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi II / Tahun I, hal 2.

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Lukas, dibebaskan daripada sakit Leuke-mia, setelah Penyerahan Anak dan Perjamuan Kudus” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi II / Tahun I, hal 2.

Tanggapan saya: Ini aneh, belum dibaptis, tetapi hanya diserahkan, kok boleh ikut Perjamuan Kudus? Dalam Perjanjian Lama (Kel 12:44 & 48), orang yang belum disunat (sakramen 1), tidak boleh mengikuti Perjamuan Paskah (sakramen 2). Bukankah ini seharusnya juga berlaku untuk jaman Perjanjian Baru?

Pdt. Drs. Yesaya Pariadji: “Vicky, dinubuatkan Pdt. Pariadji dibebas-kan daripada kutuk pisau operasi pada perutnya, dengan diberikan Perjamuan Kudus” - ‘Majalah Tiberias’, Edisi II / Tahun I, hal 2.

Tanggapan saya: Lagi-lagi lucu, mengapa pisau operasi disebut sebagai kutuk? Kelihatannya Pdt. Yesaya Pariadji menganggap bahwa penggunaan dokter dan obat merupakan dosa. Kitab Suci tidak pernah menentang penggunaan dokter dan obat.

Selanjutnya.....

27 Mei 2013

TANGGAPAN TERHADAP AJARAN & PRAKTEK PDT. YESAYA PARIADJI TENTANG MINYAK URAPAN

By. Pdt. Budi Asali, M. Div




Pdt. Yesaya Pariadji dari Gereja Tiberias Indonesia terkenal sebagai pendeta yang banyak membuat mujijat dengan menggunakan minyak urapan. Bagaimana sesungguhnya ajaran dan praktek Pdt. Yesaya Pariadji terkait dengan minyak urapan ini? Dan apakah itu cocok dengan ajaran Alkitab tentang minyak urapan? Bagaimana sebenarnya ajaran Alkitab tentang minyak urapan? Ikuti pembahasannya di sini :

Klik di sini!