17 Januari 2017

AKU DATANG MEMBAWA PEDANG

Mat 10:34-36 - (34) ‘Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya”.

Ayat di atas adalah kata-kata Yesus yang terasa aneh. Saya katakan terasa aneh karena kita semua tahu bahwa misi Yesus Kristus boleh dikatakan sebagai misi damai sejahtera.

Ia disebut sebagai Raja Damai.

Yes 9:5 - Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Ia memberikan damai di hati orang yang percaya.

Yoh 14:27 - Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”.

Ia mendamaikan orang yang percaya dengan Allah.

Rom 5:1 - “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus”.

2 Kor 5:19 - Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Ia mendamaikan orang percaya dengan orang percaya.

Efs 2:14-18 - “(14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, (15) sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, (16) dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. (17) Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’, (18) karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa”.

Kalau begitu apa yang Yesus maksudkan pada waktu Ia berkata bahwa Ia bukan datang membawa damai tetapi pedang? Dilihat dari konteks Mat 10 yang berbicara tentang pengutusan murid-murid untuk memberitakan Injil, maka ayat ini harus ditafsirkan dari surut pandang pemberitaan Injil itu. Artinya adalah pada waktu Yesus/Injil diberitakan kepada suatu kelompok orang/keluarga, selalu ada orang-orang yang percaya dan yang tidak percaya.

William Barclay – Pertemuan dengan Yesus akan menyebabkan setiap orang harus memilih antara menerima atau menolak-Nya. Dan dunia serta manusia di dalamnya selalu terbagi ke dalam dua golongan, yaitu golongan yang menerima Kristus dan golongan yang tidak menerima-Nya.

Nah, antara orang yang percaya dengan orang yang tidak percaya, bukan terjadi damai, tetapi justru terjadi perpecahan dan pertentangan karena Yesus. Bandingkan :

Yoh 7:40-43 - “(40) Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: ‘Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.’ (41) Yang lain berkata: ‘Ia ini Mesias.’ Tetapi yang lain lagi berkata: ‘Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! (42) Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.’ (43) Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia”.

Kis 14:1-4 - “(1) Di Ikoniumpun kedua rasul itu masuk ke rumah ibadat orang Yahudi, lalu mengajar sedemikian rupa, sehingga sejumlah besar orang Yahudi dan orang Yunani menjadi percaya. (2) Tetapi orang-orang Yahudi, yang menolak pemberitaan mereka, memanaskan hati orang-orang yang tidak mengenal Allah dan membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara itu. (3) Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karuniaNya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat. (4) Tetapi orang banyak di kota itu terbelah menjadi dua: ada yang memihak kepada orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu”.

Pertentangan inilah yang Yesus maksudkan sebagai pedang. Dan itu bisa terjadi dalam 1 keluarga / rumah tangga dan karena itu lalu dikatakan :

Mat 10:35-36 – (35) Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya”.

Mengapa orang itu dipisahkan dari ayahnya? Karena orang itu percaya pada Yesus sedangkan Karena anak perempuan itu menerima Yesus sedangkan ibunya menolak Yesus. Mengapa menantu perempuan itu dipisahkan dari mertuanya? Karena menantu itu menyambut Kristus sedangkan mertuanya menolak Kristus. Karena itu lalu terjadi perpecahan/permusuhan sehingga dalam ayat 36 dikatakan : ”musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya”.

Coba pikirkan ini, jika keluarga saudara adalah sebuah keluarga Islam yang soleha dan taat beribadah dan damai. Lalu tiba-tiba salah seorang anggota keluarga saudara menyatakan diri menjadi Kristen karena telah mendengar pemberitaan Injil. Kira-kira bagaimana reaksi/tindakan saudara? Saudara mungkin memaki, membenci, mengusir dari rumah, menghapuskan namanya dari daftar keluarga, dll. Mengapa keluarga yang tadinya begitu damai sekarang justru penuh kebencian dan kehancuran? Seandainya nama Kristus tidak diberitakan pada anggota keluarga itu, pastilah mereka akan tetap menjadi keluarga yang damai bukan? Tetapi karena Kristus diberitakan di sana, maka respon yang berbeda terhadap-Nya lalu memicu pertentangan/perpecahan itu.

Inilah makna kata-kata Yesus bahwa Aku datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang. Untuk memisahkan orang dari ayahnya, memisahkan orang dari ibunya, memisahkan menantu dari mertuanya. Jadi Yesus datang untuk membawa pertentangan bukan? Bandingkan dengan ayat paralelnya dalam Injil Lukas yang mengatakan :

Luk 12:51 - Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

Tidak dapat disangkal bahwa hubungan seseorang dengan keluarganya adalah hubungan yang begitu berharga. Tidak ada orang waras yang ingin keluarganya hancur namun kelihatannya itu tidak bisa dihindari jika terjadi respon yang berbeda terhadap Kristus. Hal ini diperparah lagi dengan kenyataan bahwa permusuhan / kebencian karena perbedaan agama adalah yang paling sengit.

Matthew Henry - Akibat dari pemberitaan Injil bukanlah kesalahan dari Injil, tetapi kesalahan dari mereka yang tidak menerimanya.... Perhatikan, permusuhan-permusuhan yang paling sengit dan keras adalah permusuhan-permusuhan yang muncul karena perbedaan agama; tidak ada permusuhan/kebencian seperti permusuhan/kebencian dari penganiaya, tidak ada ketetapan hati seperti ketetapan hati dari orang-orang yang dianiaya.

Matthew Henry - Perhatikan, ikatan yang terkuat dari kasih dan kewajiban keluarga sering dihancurkan oleh suatu permusuhan / kebencian terhadap Kristus dan ajaran-Nya.

Spurgeon - Kebencian karena agama sering membangkitkan kebencian / permusuhan yang paling sengit, dan kedekatan keluarga makin mengobarkan, dan bukannya memadamkan, permusuhan.

Itu berarti bahwa seorang yang percaya kepada Kristus bisa mengalami permusuhan / kebencian yang hebat dari pihak keluarganya sendiri yang tidak percaya pada Kristus. Jangankan persoalan perbedaan iman, kadang-kadang perbedaan denominasi gereja saja (GMIT, Kharismatik, Injili, dll) sudah bisa membuat orang memusuhi / membenci orang lain / terjadi perpecahan bahkan dalam keluarga (suami-isteri, orang tua-anak, kakak-adik, dll). Apalagi perbedaan agama / iman? Karena itu jangan heran kalau saudara ikut Yesus, saudara akan ditentang oleh orang-orang yang menolak Yesus bahkan mungkin yang ada di rumah saudara. Kalau saudara mau ikut Tuhan sungguh-sungguh, saudara akan ditentang oleh orang-orang Kristen KTP di dalam keluarga saudara. Kalau saudara mau ikut gereja dengan ajaran yang benar maka saudara akan ditentang oleh orang lain tidak menyukai ajaran yang benar.

Mark 13:13 - Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

2 Tim 3:12 - Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesusakan menderita aniaya

Di sinilah apa yang Kristus katakan menjadi kenyataan bahwa Ia datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang. Jadi boleh dikatakan bahwa ”pedang” itu selalu ada dalam kehidupan setiap orang yang mau percaya sungguh-sungguh kepada Kristus.

Kalau begitu apa respon kita? Apa sebenarnya yang dikehendaki oleh Tuhan ketika mengatakan kalimat ini kepada murid-murid-Nya? Yang ingin dikatakan oleh Tuhan adalah kalau kamu percaya Kristus, kalau kamu mau sungguh-sungguh hidup sesuai Firman Tuhan, kalau kamu mau berpegang teguh pada ajaran yang benar, kamu akan mengalami pertentangan-pertentangan, permusuhan-permusuhan, kebencian-kebencian dari orang-orang yang tidak beriman / menolak Kristus, orang-orang yang tidak mencintai dan tidak peduli pada kebenaran, bahkan bisa jadi orang-orang itu ada di dalam rumahmu, tetapi itu tidak boleh menyebabkan kamu menjadi mundur dari imanmu dan kebenaranmu.

Spurgeon: Kedatangan Kristus ke dalam sebuah rumah sering merupakan penyebab dari perbedaan antara orang-orang yang sudah bertobat dan yang belum bertobat. Makin orang Kristen itu mengasihi, makin ia ditentang: kasih menciptakan suatu semangat yang lembut untuk keselamatan dari sahabat-sahabat, dan semangat itu sering menimbulkan kejengkelan / kebencian. Kita harus mengharapkan hal ini, dan tidak boleh mengubah haluan karena hal itu pada saat hal itu terjadi. ... Kita harus maju terus dalam mengaku Tuhan Yesus, apapun yang diakibatkan olehnya. Bahkan kalau rumah kita menjadi gua / sarang singa bagi kita, kita harus tetap berdiri / bertahan untuk Tuhan kita. Orang-orang yang mengusahakan damai dengan mengorbankan apapun tidak mempunyai bagian dalam kerajaan ini.

Wycliffe Bible Commentary - Sekalipun perpecahan seperti ini sangat menyedihkan, seorang murid tidak boleh membiarkan perasaan alamiahnya menyebabkan melemahnya kasihnya kepada Kristus.

Inti dari semua ini adalah Tuhan mau agar kita lebih memprioritaskan Dia di atas segala sesuatu termasuk keluarga kita sekalipun. Karena itu di ayat berikutnya Tuhan langsung berkata :

Mat 10:37 - Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Renungkanlah, apakah saudara sudah mengasihi Kristus di atas segala-galanya? Jikalau tidak, ayat tersebut berkata bahwa saudara tidak layak bagi Kristus!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini