22 Juni 2009

KEALLAHAN YESUS DAN TRITUNGGAL (2)

Tanggapan Untuk Frans Donald

James Lola


Umat Allah di dalam Perjanjian Lama memang terus menerus diperingatkan bahwa “Allah itu esa (echad)” (Ulangan 6:4). Hukum Taurat pertama dari sepuluh Hukum Taurat menegaskan: “Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu” (Kel.20:3). Pengakuan kepada Allah yang esa merupakan pengakuan mutlak yang tidak dapat ditawar-tawar, di dalam Injil Perjanjian Baru, kita juga menemukan penegasan akan keesaan Allah tersebut, baik oleh Yesus (Yoh.10:30) maupun oleh rasul-rasul (1Tim.2:5). Kaum Unitarian menjelaskan bahwa kata esa di sini berarti bahwa itu adalah menunjuk kepada satu yang adalah numeri, tetapi yang dilupakan oleh para kaum Unitarian bahwa kata ECHAD ini sering berarti 'satu gabungan / a compound one', bukan 'satu yang mutlak / an absolute one', bisa terlihat dari contoh-contoh di bawah ini:
Kej 1:5 - gabungan dari petang dan pagi membentuk satu (ECHAD) hari.
Kej 2:24 - Adam dan Hawa menjadi satu (ECHAD) daging.
Ezr 2:64 - seluruh jemaat itu satu (ECHAD) tapi terdiri dari banyak orang. (Catatan: ini hanya bisa terlihat dalam bahasa Ibraninya).
Yeh 37:17 - dua papan digabung menjadi satu (ECHAD) papan.

Sebetulnya ada sebuah kata lain dalam bahasa Ibrani yang berarti 'satu yang mutlak' atau 'satu-satunya'. Kata itu adalah YACHID. Contoh: Kej 22:2,16. Kalau Musa memang mau menekankan tentang 'kesatuan yang mutlak' dari Allah dan bukannya 'kesatuan gabungan' (a compound unity), maka dalam Ul 6:4 itu ia pasti menggunakan kata YACHID dan bukannya ECHAD. Tetapi ternyata Musa menggunakan kata ECHAD, dan ini menunjukkan bahwa Allah itu tidak satu secara mutlak, tetapi ada kejamakan dalam diri Allah.

Perkenalan pertama akan diri Allah dalam kejadian 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi merupakan statement Allah akan diriNya sendiri yang jamak. Kata Allah tersebut adalah Elohim, Kata 'ELOHIM' mempunyai bentuk tunggal / singular yaitu 'ELOAH' yang digunakan antara lain dalam Ul 32:15-17 dan Hab 3:3. Tetapi dalam Perjanjian Lama kata 'ELOAH' hanya digunakan sebanyak 250 x, sedangkan kata 'ELOHIM' sekitar 2500 x. Penggunaan kata bentuk jamak / plural yang jauh lebih banyak ini menunjukkan adanya 'kejamakan dalam diri Allah'.

Memang harus diakui bahwa ELOHIM sering dianggap sebagai bentuk tunggal, tetapi yang perlu dipertanyakan adalah: kalau memang Allah itu tunggal secara mutlak, mengapa tidak digunakan ELOAH saja terus menerus? Mengapa digunakan ELOHIM, dan lebih lagi, mengapa digunakan ELOHIM jauh lebih banyak dari ELOAH?

Kejadian 1;26 ; 3:22; 11:7 Yesaya 6:8 Alkitab menggunakan kata ganti Kita untuk menyebut dirinya Allah, bukan saya atau aku! Berfirmanlah Allah baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita (Kej 1:26). Ada yang menafsirkan ayat ini adalah rapat antara Allah dengan para malaikatnya untuk menciptakan malaikat! Tetapi benarkah malaikat memiliki andil dalam menciptakan manusia?? Tidak mungkin sebab malaikat adalah makhluk ciptaan yang harus tunduk kepada Allah, dan kalau ini adalah malaikat maka manusia secara otomatis diciptakan juga berdasarkan kepada gambar dan rupa malaikat, dan itu adalah sesuatu yang tidak mungkin.

Di samping itu, kata ganti orang bentuk tunggal dan jamak untuk menyatakan Allah, keluar sekaligus dalam satu ayat, yaitu dalam Yes 6:8 yang dalam versi NASB menterjemahkan: "Whom shall I send and who will go for Us?" (= Siapa yang akan Kuutus dan siapa yang mau pergi untuk Kami?). (Dalam hal ini terjemahan bahasa Indonesia keliru). Dan juga sering kali Allah berbicara kepada umatNya melalui Alkitab dengan istilah jamak, walaupun tunggal Ia menyebutkannya sebanyak tiga kali. TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau: TUHAN menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bilangan 6: 24-26). Penggunaan nama 'TUHAN' (YAHWEH / YEHOVAH) 3 x berturut-turut dalam Bil 6:24-26 dan sebutan 'kudus' bagi Allah 3 x berturut-turut dalam Yes 6:3. Tidak anehkah bahwa ayat-ayat itu menyebutkan 'TUHAN' dan 'kudus' sebanyak 3 kali? Mengapa tidak 2 kali, atau 5 kali, atau 7 kali? Jelas karena ada hubungannya dengan Allah Tritunggal! Dan juga Berkhof dalam Teologi Sistematika menyatakan bahwa di dalam Perjanjian Lama ditemukan ada begitu banyak ayat yang membicarakan tentang Malaikat Yehovah (yang merupakan personifikasi dari pribadi kedua dari Allah Tritunggal), yang disatu pihak berbeda dengan Dia, tetapi dipihak lain identik dengan Yehovah. Dalam Kej 16:7 - disebut sebagai Malaikat TUHAN. Dalam Kej 16:13 - disebut sebagai TUHAN sendiri. Dalam Kej 22:11 - disebut sebagai Malaikat TUHAN. Dalam Kej 22:12 - disebut sebagai Allah sendiri. Juga, dalam Kel 23:20-23, malaikat TUHAN ini mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa. Semua ini menunjukkan bahwa Malaikat TUHAN itu adalah Allah / TUHAN sendiri. Bahkan dalam beberapa hal ketika Allah berbicara tentang diri-Nya dalam Alkitab menggunakan frasa yang menunjuk kepada lebih dari satu pribadi (Mzm.33:6; 45:6-7) dan di tempat lain Allah adalah pembicaranya dan menyebutkan baik Mesias maupun Roh (Yes.48:16; 61:1; 63:9,10). Jadi Perjanjian Lama berisi antisipasi yang jelas dari wahyu yang lebih lengkap dari Tritunggal dalam Perjanjian Baru.

Di dalam Perjanjian Baru lebih jelas terlihat penggambaran Alkitab tentang ketritunggalan. Dalam Matius pasal 28:19-20, dalam amanat agung Yesus sebelum terangkat ke surga memberikan kepada kita suatu pemahaman mengenai ketritunggalan Allah, Allah yang esa dengan 3 pribadi. Dalam Mat 28:19 dikatakan 'dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus'. Sesuatu yang menarik adalah: sekalipun disini disebutkan 3 buah nama, tetapi kata 'nama' itu ada dalam bentuk tunggal, bukan bentuk jamak! Dalam bahasa Inggris diterjemahkan name, bukan names. Karena itu ayat ini bukan hanya menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu setingkat, tetapi juga menunjukkan bahwa ketiga Pribadi itu adalah satu! Dalam Yohanes 14:23 Tuhan berkata “ Jika seseorang mengasihi Aku ..... BapaKu akan mengasihi dia, dan kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia ... Dalam fasal 17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepadaMu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam namaMu, yaitu namaMu yang telah Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Injil Yohanes mengungkapkan kebenaran penting tentang adanya Allah Tritunggal, bahwa Bapa sebagai sumber (13:3) Allah Bapa belum pernah terlihat siapapun (1:18; 5:37) segala sesuatu yang Bapa punya anak juga punya(16:15) Bapa terekspresi oleh anak (14:7-11). Bapa yang diam dalam Anaklah yang mengerjakan pekerjaanNya (14:10). Bapa dan anak adalah satu (10:30) Bahwa Anak adalah firman yang hidup yang bersama dengan Allah (1:1), mengekspresikan Bapa (1:18), Sama dengan Allah (5:18,23) Ia datang dari Allah (13:3; 7:29) menyatakan Bapa (14:8,9) hidup oleh Bapa (6:57)Menjadi manusia (1:14) dan anak domba (1:29) dan kemudian mati mencucurkan darahNya untuk menebus manusia dari dosa (20:22). Dalam surat-surat Paulus, Petrus dan Yohanes serta Rasul-rasul yang lain juga kita dapat melihat bagaimana para Rasul memberikan begitu banyak implikasi dan pernyataan-pernyataan di dalam Kitab suci mengenai Tritunggal bahwa Alkitab benar-benar mengajarkan kepada kita doktrin Tritunggal. Gal 3:13 4:5 Tit 2:13, Gal 4:4 Ibr 1:6 1Yoh 4:9, Gal 4:6, 1Kor 12:4-6 2Kor 13:13 1Pet 1:2 Wah 1:4-5. Dari pengajaran Alkitab tersebut, kita melihat bahwa di satu sisi Alkitab menegaskan keesaan Allah, tapi di sisi lain, kita menemukan adanya kejamakan di dalam keesaan tersebut yang menunjuk kepada ketritunggalan.

Sehingga untuk menjawab pandangan Donald bahwa Alkitab tidak mengajarkan tentang tritunggal dan bahwa doktrin tritunggal adalah hasil konsili yang penuh dengan unsur politik dan tradisi pagan maka saya menyimpulkan bahwa ada begitu banyak ayat di dalam Alkitab yang mengajarkan tentang Yesus yang adalah Allah sejati dan juga mengenai tritunggal, dan sekali lagi tidak ada agama lain yang mempunyai konsep Tritunggal seperti yang dipaparkan oleh Alkitab bagi kita (1 hakekat, 3 pribadi yang setingkat). Yang ada pada mereka adalah kepercayaan terhadap 3 allah / dewa (Polytheisme / Tritheisme), dan ini sangat berbeda dengan konsep kristen tentang Allah Tritunggal. Sebagai contoh, dalam agama Hindu, Syiwa dipercaya sebagai dewa perusak, Brahma sebagai dewa pencipta, dan Wisnu sebagai dewa pemelihara. Jelas bahwa mereka dipercaya sebagai tiga dewa, yang bahkan berbeda sifat-sifatnya satu dengan yang lain. Kaum Unitarian khususnya Donald itu betul-betul bukan main tololnya kalau mereka menyatakan bahwa ajaran ini bersumber dari tradisi pagan. Doktrin Allah Tritunggal jelas berasal dari Kitab Suci, karena dalam Kitab Suci / Firman Allah inilah Allah mewahyukan / menyatakan diriNya kepada kita supaya kita bisa mengenal Allah yang benar. Manusia tidak bisa mengerti doktrin Allah Tritunggal itu secara keseluruhan; lalu bagaimana mungkin manusia bisa menciptakannya?

Dan pada akhirnya dengan sedikit berbeda sikap dengan saudara Anton Bele yang menanggapi tulisan saudara Donald dengan sedikit keras dengan berkata ‘Anathema Sit!’ (Terkutuklah dia!), saya mau mengatakan kepada saudara Frans Donald dengan mengutip seruan Yohanes pembaptis kepada setiap orang yang mengaku mengenal Allah namun pada kenyataannya masih jauh dari Allah bahkan menolak Allah yang benar “bertobatlah, sebab kerajaan sorga sudah dekat!”(Matius 3:2), jangan tunggu sampai kesempatan itu ditutup dan Anak Allah yaitu Yesus Kristus yang berkata kepadamu “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan”(Matius. 7:21). Solideo Gloria.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini