21 Juni 2009

YESUS BUKAN ALLAH?

Tanggapan Terhadap Tulisan Frans Donald

Esra Alfred Soru


Pada bagian pertama tulisan ini sudah saya ceritakan sedikit tentang perdebatan Unitarian VS Trinitarian di Surabaya tahun 2007 lalu. Sekarang saya akan mulai menanggapi klaim-klaim dari FD. FD memulai argumentasinya untuk membuktikan bahwa Yesus bukan Allah sejati dengan menjelaskan perbedaan istilah “Tuhan” dan “Allah” yang menurutnya kata “Tuhan” dan “Allah” ini mengandung makna yang sangat berbeda substansinya. FD menulis : “Kata “tuhan” dalam Alkitab, bahasa aslinya adalah “adon [adonay]” (Ibrani), atau “kurios” (Yunani). Bahasa Inggrisnya “lord”. Nah, “adonay” / “kurios” / “lord” ini, ternyata padanannya yang tepat dalam bahasa Indonesia adalah : “Tuan” (tanpa huruf “h”)”. Ia pun lalu memberikan contoh dari 1 Pet 3:6 di mana Sara memanggil Abraham sebagai “kurios” (tuan) dan melanjutkan komentarnya : “Artinya, Abraham layak disebut sebagai “lord” / “kurios” / “tuan”, sebuah gelar yang persis juga dikenakan kepada Yesus”. FD pun menjelaskan latar belakang perubahan istilah “tuan” menjadi “Tuhan” dengan mengacu pada Remy Silado (Kompas 11 September 2002) dan mencapai kesimpulan sebagai berikut : “…dapat dipastikan bahwa kata “Tuhan” yang dipakai dalam Alkitab bahasa Indonesia sama maknanya dengan “Tuan”. Oleh karena itu, maka, musti dipahami betul bahwa : Tuhan Yesus (Yunani: kuriou Iesou), artinya = Tuan Yesus (BUKAN ALLAH YESUS!). Tuhan Allah (kuriou ho theou), artinya = Tuan Allah. Poin yang sangat perlu dipahami benar: bahwa gelar “Tu(h)an” beda maknanya dengan “Allah”. Kata “Tuhan” dan “Tuan” di Alkitab sebetulnya tidak ada perbedaan arti, sama-sama berasal dari kata “adonay” atau “kurios”. Konsekuensinya jelas, saat membaca Alkitab, maka “Tuhan” tidak boleh sembarang disamakan dengan “Allah”.

Selanjutnya FD pun membahas pengertian kata “Allah”. Ia berkata : “Kata “Allah” sejatinya adalah kata serapan dari bahasa Arab. Padanannya di dalam Alkitab istilah kata yang dipakai adalah “elohim” (bhs. Ibrani) atau “theos” (bhs. Yunani), atau “god” (bhs. Inggris) yang mengandung makna “sesembahan” atau “yang patut diibadahi”. Ia juga menjelaskan bahwa kata “elohim” atau “theos” atau “God” ini selain bisa dipakai untuk menunjuk pada YAHWEH (Allahnya Israel) ternyata kerap kali juga dipakai untuk menunjuk pada pribadi-pribadi yang tampil sebagai utusan dari YAHWEH. Artinya, “Allah / elohim / Theos / God, di Alkitab, memiliki dua makna utama, Pertama : “elohim”(Allah) menunjuk kepada YAHWEH. Misalnya dalam Keluaran 20:2-3 dan Ulangan 6:4. Kedua: “elohim” (Allah) menunjuk pada utusan-utusan YAHWEH yang tampil atau datang atas nama YAHWEH. Misalnya dalam Ul 10:17 dan Maz 82:1,6 khususnya frase “segala allah” dan “para allah”, Keluaran 7:1
di mana Musa disebut sebagai “allah” bagi Firaun, Keluaran 22:8-9 di mana para hakim disebut juga sebagai “Allah / elohim”. Di dalam bahasa Yunani menurut FD, disebutkan pula bahwa ‘Penerima dan Pembawa Firman’ juga boleh disebut sebagai “Theos (Allah)” (Yohanes 10:34-35, Yoh 1:1). Setelah itu FD menyimpulkan : “Jelas sudah, Alkitab mengungkapkan cukup gamblang istilah “Allah / elohim / theos / god”, dapat dikenakan juga kepada sosok-sosok lain selain Yahweh (selain Allah Sejati) yang secara fungsional mereka tampil sebagai wakil utusan Yahweh. Namun, bagi sebuah pengakuan iman, orang-orang percaya akan mengatakan: Yahweh-lah Allah, tidak ada sesembahan lain selain Yahweh - Kel 20:2-3 (setara: La illaha ilallah). Seperti juga pengakuan iman Rasul Paulus: “Sebab sungguhpun ada apa yang disebut “allah / theos”, baik di sorga, maupun di bumi – dan memang benar ada banyak “allah /theos” dan banyak “tuhan” yang demikian – namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa (Yahweh), yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan (lord, kurios, pemimpin) saja, yaitu Yesus Kristus, yang melaluinya (Inggris: through, Yunani: dia) segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena dia kita hidup” – 1 Kor 8:5-6”. Ia pun melanjutkan : “Dalam Alkitab, jelas “Allah” tidak boleh sembarang disamakan dengan “Tuhan”. Kata “Allah” (elohim / theos) berarti makhluk ilahi atau sesembahan, sedangkan “Tu(h)an” (adonay / kurios) berarti seseorang yang berkuasa, atau pimpinan atau orang terhormat. Allah pasti Tu(h)an, tetapi Tu(h)an belum tentu Allah. Sesembahan pasti dihormati, tetapi orang yang kita hormati belum tentu kita sembah. Sekali lagi harus diingat betul, kata “Allah” dengan “Tuhan” di Alkitab bukanlah dua kata yang sepadan maknanya!

Setelah memberikan penjelasan tentang makna kata “Tuhan” dan “Allah” FD pun mulai memakainya sebagai dasar untuk menelaah makna ke-tuhan-an Yesus. Dengan mengutip Yoh 13:13 di mana Yesus disebut sebagai guru dan Tuhan, Kis 2:32,36 di mana Allah telah membuat Yesus menjadi Tuhan dan Kristus dengan sejumlah penjelasan, FD akhirnya menyimpulkan bahwa Yesus Kristus bukan Allah sejati (Yahweh).

Logika Kacau Balau Unitarian

Pertama-tama harus diakui bahwa apa yang dikatakan FD bahwa kata “Tuhan” (Adonay/Kurios) belum tentu menunjuk kepada Allah. Jadi kata “Adonay” atau “Kurios” memang bisa diterjemahkan sebagai ‘tuan’ dalam arti orang yang dihormati saja seperti Abraham. Nah, kalau demikian apakah semua kata “Tuhan” yang dikenakan pada Yesus harus diartikan sebagai seseorang yang dihormati saja dan bukan sebagai Allah seperti kesimpulan FD bahwa Tuhan Yesus (Yunani: kuriou Iesou), artinya = Tuan Yesus (BUKAN ALLAH YESUS!)? Bagi saya kesimpulan FD ini sangat gegabah dan ngawur dan hanya memperlihatkan kedangkalan pemahaman Kitab Sucinya. Bukankah semboyan Unitarian adalah “Allah pasti Tu(h)an tetapi Tu(h)an belum tentu Allah?” Jadi yang bukan Allah bisa disebut Tuhan dan Allah pasti disebut Tuhan. Jika demikian maka apabila seseorang disebut sebagai “Tu(h)an” tidak serta merta menunjukkan bahwa dia bukan Allah. Toh faktanya Allah juga disebut Tuhan. Karena itu ketika Alkitab menyebut Yesus sebagai Tuhan lantas langsung diklaim bahwa berarti Yesus bukan Allah adalah kesimpulan yang salah, ngawur dan gegabah. Dan itulah yang dilakukan FD dan teman-teman Unitariannya. Kita seharusnya mencari data lain untuk membuktikan Yesus adalah Allah atau bukan. Jika Yesus bisa dibuktikan sebagai bukan Allah maka kata “Tuhan” yang dikenakan padanya harus ditafsirkan sama seperti kata “Tuan” yang dikenakan pada Abraham. Tapi jika Yesus bisa dibuktikan sebagai Allah maka mau tidak mau kata “Tuhan” yang dikenakan padaNya harus ditafsirkan sama seperti yang dikenakan pada Yahweh. Ini logika yang benar dan bukannya membuktikan Yesus bukan Allah hanya dari kata “Tuhan” yang dikenakan padaNya. Kesimpulan FD bukan hanya membuktikan kedangkalan pemahaman Kitab Suci tapi juga cara berlogika yang kacau balau.

Perhatikan bahwa dalam argumentasinya, FD juga memakai ayat 1 Kor 8:5-6. Ada hal lain lagi yang menarik. Ingat bahwa motto kelompok Unitarian ini adalah ‘Allah pasti Tuhan tapi Tuhan belum tentu Allah’ dan ini didengungkan berulang-ulang. Tetapi dalam perdebatan terbuka di Surabaya antara saya dan Pdt. Budi Asali melawan FD dan kawan-kawannya, kami pernah memperdebatkan ayat ini mulai dari ayat 4 : “(4) Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: ‘tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.’ (5) Sebab sungguhpun ada apa yang disebut ‘allah’, baik di sorga, maupun di bumi - dan memang benar ada banyak ‘allah’ dan banyak ‘tuhan’ yang demikian - (6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan SATU TUHAN SAJA YAITU YESUS KRISTUS, yang olehNya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”. Pihak Unitarian menekankan bagian yang saya beri garis bawah yaitu kata-kata ‘bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa’. Dan mereka lalu mengatakan bahwa ini membuktikan bahwa Yesus bukan Allah. Kami menjawab dengan mengatakan bahwa kata-kata ‘bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa’ (ay 6a) menunjukkan bahwa Yesus bukan Allah, maka konsekuensinya adalah bahwa kata-kata yang berhuruf besar semuanya, yaitu ‘SATU TUHAN SAJA, YAITU YESUS KRISTUS’ (ay 6b) harus diartikan bahwa Bapa bukan Tuhan. Soalnya Tuhan kan hanya satu yaitu Yesus. Ini bertentangan dengan motto Unitarian “Allah pasti Tuhan”. Kami lalu menekan FD dan kawan-kawan dengan pertanyaan : ‘Bagi kalian Bapa itu Tuhan atau bukan? Kalau Ya, maka ada dua Tuhan, dan itu bertentangan dengan ay 6b itu’. (Note : perlu diperhatikan bahwa kata-kata ‘satu Allah’ dan ‘satu Tuhan’ dalam ay 6 kontras dengan kata-kata ‘banyak allah’ dan ‘banyak tuhan’ dalam ay 5. Yang dalam ay 5 jelas menunjuk kepada dewa-dewa palsu, tetapi yang dalam ay 6 pasti menunjuk kepada Allah / Tuhan yang sungguh-sungguh!) Bagi kami sebagai seorang Trinitarian, ayat ini tidak menimbulkan problem. Bapa memang Allah tetapi Yesus juga. Apakah berarti ada dua Allah? Tidak! Karena Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30). Demikian juga Yesus adalah Tuhan. Bapa juga adalah Tuhan. Apakah berarti ada dua Tuhan? Tidak! Karena Yesus dan Bapa adalah satu. Pengakuan Iman Athanasius berkata : “15. Demikian juga Bapa adalah Allah, Anak adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah. 16. Tetapi tidak ada tiga Allah, tetapi satu Allah. 17. Demikian pula Bapa adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan. 18. Tetapi tidak ada tiga Tuhan, tetapi satu Tuhan. 19. Karena sebagaimana kami didorong seperti itu oleh kebenaran Kristen untuk mengakui setiap pribadi secara terpisah / individuil sebagai Allah dan Tuhan; demikian pula kami dilarang oleh agama Katolik / universal / am untuk mengatakan bahwa ada tiga Allah atau Tuhan”. (A. A. Hodge, ‘Outlines of Theology’, hal 117-118). Tetapi bagi pihak Unitarian, yang mempercayai bahwa Bapa dan Yesus itu adalah merupakan dua pribadi yang terpisah total, maka 1Kor 8:6 ini pasti menjadi seperti duri dalam mata mereka! Mereka berputar-putar tidak mau menjawab pertanyaan kami. (Ini memang keahlian mereka). Tetapi kami menekan terus dan memburu mereka, sehingga akhirnya FD dan rekannya Benny mengatakan (dengan terpaksa) bahwa dalam konteks itu Bapa bukan Tuhan! Saya lalu berkata kepada mereka “Oh, jadi Bapa adalah Tuhan atau bukan tergantung konteks?” Kelihatan agak bingung lalu mereka mulai memakai jurus tupai, meloncat ke sana-sini lalu tidak menjawab pertanyaan saya. Jika dalam ayat itu Bapa bukan Tuhan, lalu bagaimana dengan motto mereka bahwa ‘Allah pasti Tuhan tapi Tuhan belum tentu Allah’???? Semua ini memperlihatkan bahwa memang teologia maupun logika mereka kacau balau. Bagi orang yang membaca tulisan FD sepintas lalu, kelihatan teorinya masuk akal tapi kalau dipikir lebih dalam dan lebih serius maka itu sama sekali tidak masuk akal dan memperlihatkan kekacauan cara berpikir saja! Sepertinya FD harus kembali belajar ilmu logika dasar!

Yesus adalah Allah

Sudah saya jelaskan di atas bahwa kata “Tuhan” yang dikenakan pada Yesus tidak serta merta membuktikan bahwa Dia bukan Allah. Pembuktian untuk hal ini harus dicari dari sumber/bagian yang lain. Dan mengingat bahwa FD dalam awal tulisannya berkata pembuktian untuk semua ini harus bersumber dari Alkitab dan bukannya targum-targum Yahudi, tulisan-tulisan teolog zaman dulu, atau kitab yang lainnya maka saya akan membuktikan bahwa Alkitab memang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah. Yesus adalah Allah bukanlah kesimpulan yang diambil dari targum Yahudi, kata teolog zaman dulu dan kitab-kitab yang lain. Kalau pun ada kata-kata teolog zaman dulu, itu adalah sumber sukender dan bukan dasar utama. Lagi pula kata-kata teolog zaman dulu tidak otomatis salah. Jika kata-kata mereka cocok dengan kata Alkitab, mengapa tidak bisa dipakai? Yang harus dibuang adalah kata-kata teolog yang tidak sesuai dengan Alkitab. Atas dasar ini jugalah jika ternyata Alkitab memang bersaksi bahwa Yesus adalah Allah maka kata-kata FD mesti dibuang ke tong sampah dan dianggap sebagai ajaran sesat.

Ada banyak bukti yang bisa diajukan sebagai pembuktian bahwa Yesus adalah Allah tetapi saya hanya akan mengungkapkan ayat-ayat Alkitab yang eksplisit saja untuk itu. Yesaya 9:5 : “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Jelas ini adalah nubuatan tentang Yesus bukan? Dan secara eksplisit dikatakan bahwa Ia adalah Allah yang perkasa. Ini bukan kata-kata targum Yahudi atau teolog zaman dulu. Ini kata Alkitab!!! Yoh 1:1 : “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”. Firman yang dimaksudkan di sana adalah Yesus. Jadi Yesus adalah Allah bukan? Ini bukan kata-kata targum Yahudi atau teolog zaman dulu. Ini kata Alkitab!!! Yoh 20:28 : “Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Perhatikan bahwa Tomas mengarahkan kata-kata itu kepada Yesus dan menyebut Yesus sebagai Tuhan dan Allah. Dan sama sekali Yesus tidak memprotesnya. Ini bukan kata-kata targum Yahudi atau teolog zaman dulu. Ini kata Alkitab!!! Rom 9:5 : “Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! Jelas bahwa Ia yang dimaksudkan di sana adalah Mesias yakni Yesus. Jadi Yesus adalah Allah. Ini bukan kata-kata targum Yahudi atau teolog zaman dulu. Ini kata Alkitab!!! Fil 2 :5-7 : (5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Jelas bukan bahwa Yesus disebut ‘berada dalam rupa Allah’ dan juga ‘setara dengan Allah’. Ini bukan kata-kata targum Yahudi atau teolog zaman dulu. Ini kata Alkitab!!! Tit 2:13 : “dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” Bagi orang yang mengerti bahasa Yunani dengan baik akan tahu bahwa “Allah yang Mahabesar” dan “Juruselamat kita” di dalam ayat ini hanya menunjuk pada satu pribadi yakni Yesus Kristus. Jadi Yesus Kristus adalah Allah yang Mahabesar. Ini bukan kata-kata targum Yahudi atau teolog zaman dulu. Ini kata Alkitab!!! Ibr 1:8 : Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. Jelas kata “Allah” di sana adalah “tentang Anak” yaitu Yesus. Dan yang mengatakan ini adalah Bapa sendiri. Jadi Bapa menyebut Anak dengan sebutan Allah. Ini bukan kata-kata targum Yahudi atau teolog zaman dulu. Lebih-lebih ini adalah kata Allah Bapa sendiri. Wah 1:8 : "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Sesuai konteks ayat ini maka “Aku” yang dimaksud di sana adalah Yesus dan karenanya sebutan “Tuhan Allah” dalam ayat ini dikenakan padaNya. Ini bukan kata-kata targum Yahudi atau teolog zaman dulu. Lebih daripada itu, ini adalah kata-kata Yesus sendiri!

Ayat-ayat di atas dengan sangat jelas mengatakan bahwa Yesus adalah Allah. Nah sesuai dengan motto Unitarian bahwa “Allah pasti Tuhan” maka dengan demikian kata “Tuhan” yang dikenakan pada Yesus harus dimengerti lebih dari sekedar sapaan penghormatan seperti yang dikenakan pada Abraham. Alkitab jelas memperlihatkan bahwa sebutan “Tuhan” yang dikenakan pada Yesus memang mempunyai makna yang lebih tinggi dari sekedar seseorang yang dihormati. Misalnya Mat 12:8 : “Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." Yesus disebut sebagai “Tuhan atas hari Sabat”. Kalau Yesus bukan Allah bagaimana bisa Ia menjadi Tuhan atas hari Sabat padahal Allahlah yang menetapkan Sabat. Yoh 20:28 : “Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kalau Yesus bukan Allah mengapa Tomas menambahkan kata “Allahku” setelah kata “ya Tuhanku”? Kis 2:20-21 : “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Jelas kata “Tuhan” di sini lebih dari sekedar penghormatan karena nama “Tuhan “ di sana ternyata dapat menyelamatkan padahal kita tahu bahwa dalam PL Allahlah yang menyelamatkan. Wah 1:8 : "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Jika Yesus bukan Allah mengapa kata “Allah” disebutkan setelah kata “Tuhan”? Dan mengapa pula harus didahului kalimat "Aku adalah Alfa dan Omega” yang jelas menunjukkan kekekalan? Dan masih banyak contoh lainnya. Jelas bahwa kata Tuhan yang dikenakan pada Yesus harus dimengerti lebih dari sekedar penghormatan seperti pada Abraham. Mengapa? Karena Dia adalah Allah sendiri.

Saya sudah perlihatkan dari Alkitab bahwa Yesus memang adalah Allah. Menurut FD seorang Kristen sejati pasti mendasarkan segala ajarannya berdasar Alkitab. Nah sekarang pembaca sekalian dapat melihat mana yang sejati dan mana yang palsu. Memang ayat-ayat ini sudah dibantah FD dan kawan-kawan Unitariannya dalam perdebatan-perdebatan kami tapi kami juga sudah mematahkan semua bantahan mereka. Kita lihat saja apakah FD akan memberikan bantahannya terhadap ayat-ayat di atas melalui opini Timex ini atau tidak. FD memang sudah membahas ayat-ayat di atas di dalam bukunya dan menyimpulkan bahwa ayat-ayat tersebut tidak membuktikan bahwa Yesus adalah Allah yang sejati tetapi saya juga ingin berkata kepada para pembaca sekalian bahwa bantahan terhadap semua argumentasi FD juga sudah dibukakan, baik tulisan saya dengan judul “Perdebatan Trinitarianisme VS Unitarianisme” maupun tulisan Pdt. Budi Asali dengan judul “Unitarianisme” maupun “Tanggapan Terhadap Buku ‘Allah Dalam Alkitab dan Alquran’ Karangan Frans Donald”. Tulisan Pdt. Budi Asali ini sudah saya kirimkan langsung ke alamat e-mail FD tahun yang lalu dan setelah itu saya mengirimkan SMS kepadanya untuk meminta tanggapan balik terhadap tulisan itu tapi sampai hari ini tak ada bantahan/tanggapan balik sama sekali dari dia. Anda juga dapat menyaksikan jalannya perdebatan-perdebatan terbuka antara saya dan Pdt. Budi Asali VS FD, dkk hingga menyerahnya mereka pada debat ke 9, dan silahkan lihat sendiri bagaimana hancurnya argumentasi mereka. Semua buku dan VCD perdebatan ini dapat dipesan via 081339488408 atau langsung ke toko ‘CHRISTINE’, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 15 Kota Baru – Kupang. Bersambung…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini