19 Juni 2012

PERGAMUS : GEREJA YANG BERDIAM DI TAKHTA IBLIS (2)

By. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.


Wah 2:12-17 – (12) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua: (13) Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. (14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. (15) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. (16) Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. (17) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya."

Pada bagian sebelumnya kita sudah membahas 2 hal tentang jemaat Pergamus yakni :

1.      Kota dan jemaat Pergamus.

Di mana kota ini adalah pusat penyembahan berhala di Asia pada masa itu dan karena itulah ia dikatakan sebagai takhta Iblis (ayat 13).

2.      Pujian kepada jemaat Pergamus.

Di mana jemaat ini dipuji Kristus karena 2 hal yakni karena mereka tinggal menetap di takhta Iblis itu dan mereka menunjukkan kesetiaan kepada nama Kristus di tengah-tengah penderitaan dan aniaya.

Sekarang kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang jemaat Pergamus ini dan ada 1 hal saja yang akan kita bahas sebagai sambungan dari pembahasan sebelumnya (sisanya akan dibahas lagi pada bagian 3) :

III. TEGURAN TERHADAP JEMAAT PERGAMUS.

Kristus bukan hanya memuji jemaat Pergamus tetapi Ia juga memberikan teguran pada mereka dan teguran ini terkait dengan adanya ajaran sesat di dalam jemaat Pergamus yakni ajaran Bileam dan ajaran pengikut Nikolaus.

Wah 2:14-15 - (14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. (15) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

Kata-kata “di antaramu ada beberapa orang” dan “ada padamu orang-orang” menunjukkan bahwa tidak seluruh jemaat Pergamus yang terlibat dalam ajaran-ajaran sesat melainkan hanya sebagaian saja.

Wah 2:14-15 - (14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. (15) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

Juga menarik untuk diketahui bahwa kata “menganut” di dalam ayat 14 dan kata “berpegang” di dalam ayat 15 menggunakan kata Yunani yang sama dengan kata “berpegang” dalam ayat 13 yakni “KRATEO”.

Wah 2:13-15 - (13) Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang (KRATEO) kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. (14) Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut (KRATEO) ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. (15) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang (KRATEO) kepada ajaran pengikut Nikolaus.

Ini berarti bahwa kalau sebagian jemaat berpegang dengan erat pada nama Kristus (ayat 13), maka sebagian yang lain justru berpegang erat dengan cara yang sama pada ajaran Bileam (ayat 14) dan / atau pada ajaran pengikut Nikolaus (ayat 15). Nah kalau begitu bagaimana sesungguhnya ajaran Bileam dan pengikut Nikolaus ini?

a.      Bileam dan ajarannya.

Sudah pasti nama Bileam di sini dikaitkan dengan Bileam di dalam Perjanjian Lama, yakni seorang nabi atau lebih tepat dukun yang diminta oleh Balak (raja Moab) untuk mengutuk bangsa Israel (Bil 22-25). Hanya saja Bileam tidak bisa mengucapkan kutuk-kutuknya kepada Israel karena ada intervensi langsung dari Tuhan sehingga ia justru bukan mengucapkan kata-kata kutuk pada Israel malah kata-kata berkat. Bandingkan :

Ul 23:5 - Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau.

Yos 24:9-10 – (9) Ketika itu Balak bin Zipor, raja Moab, bangkit berperang melawan orang Israel. Disuruhnya memanggil Bileam bin Beor untuk mengutuki kamu. (10) Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga ia pun memberkati kamu. Demikianlah Aku melepaskan kamu dari tangannya.

Di dalam Bilangan 25 kita mendapati cerita bahwa ada banyak orang Israel yang terlibat perzinahan dengan perempuan-perempuan Moab, dan lalu perempuan-perempuan Moab itu membujuk mereka sehingga mereka terlibat dalam penyembahan berhala dan makan makanan berhala yang diperuntukkan bagi dewa-dewa Moab.

Bil 25:1-3 – (1) Sementara Israel tinggal di Sitim, mulailah bangsa itu berzinah dengan perempuan-perempuan Moab. (2) Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu. (3) Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, …”

Ini jelas membuat Tuhan menjadi sangat murka dan memerintahkan kepada Musa untuk membunuh dan menggantung semua orang Israel yang berzinah itu dan menyembah berhala Moab.

Bil 25:4-5 – (4) lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Tangkaplah semua orang yang mengepalai bangsa itu dan gantunglah mereka di hadapan TUHAN di tempat terang, supaya murka TUHAN yang bernyala-nyala itu surut dari pada Israel." (5) Lalu berkatalah Musa kepada hakim-hakim Israel: "Baiklah masing-masing kamu membunuh orang-orangnya yang telah berpasangan dengan Baal-Peor."

Akibatnya jumlah orang yang terbunuh pada saat itu begitu banyak yakni sebanyak 24.000 orang.

Bil 25:9 - Orang yang mati karena tulah itu ada dua puluh empat ribu orang banyaknya.

Bilangan 25 hanya menceritakan peristiwa ini saja tanpa menjelaskan ada apa di balik semua ini dan mengapa sampai begitu banyak orang Israel bisa terlibat perzinahan dengan perempuan-perempuan Moab itu dan bahkan penyembahan berhala? Tetapi belakangan dari kata-kata Musa di Bil 31:16, kita tahu bahwa Bileamlah otak di balik semuanya ini.

Bil 31:16 - Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN.

Dari sini kita bisa ketahui bahwa setelah tidak berhasil mengutuk Israel, rupanya Bileam memberikan nasihat kepada raja Moab (Balak) untuk melakukan strategi / siasat menjebak bangsa Israel dengan menyuruh perempuan-perempuan Moab menggoda orang-orang Israel dan melibatkan mereka pada perzinahan dan penyembahan berhala. Itulah sebabnya teks kita berbunyi demikian :

Wah 2:14 – “…Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

KJV: ‘who taught Balac to cast a stumblingblock before the children of Israel’ (= yang mengajar Balak untuk memberikan batu sandungan di depan anak-anak Israel).

Budi Asali - Siasat setan semacam itu tetap banyak digunakan pada jaman sekarang. Ia memancing kita dengan hal-hal duniawi yang nikmat, seperti seks, uang, kesenangan lain, tetapi begitu kita mulai menikmati hal-hal itu, jerat / jebakan setan itu bekerja dan menghancurkan kita. Karena itu hati-hatilah dengan segala sesuatu yang nikmat!

Dari kisah ini kita bisa simpulkan bahwa yang disebut ajaran Bileam adalah ajaran yang menawarkan suatu kompromi antara kebenaran dan kejahatan, antara dosa dan kesucian, antara Tuhan dan berhala.

Bil 25:2-3 – (2) Perempuan-perempuan ini mengajak bangsa itu ke korban sembelihan bagi allah mereka, lalu bangsa itu turut makan dari korban itu dan menyembah allah orang-orang itu. (3) Ketika Israel berpasangan dengan Baal-Peor, …”

TL - Maka Israelpun berdamping dengan Baal Peor, …”

Kata-kata : “Israel berpasangan / berdamping dengan Baal-Peor” menunjukkan adanya kompromi agama / kepercayaan yang terjadi di kalangan orang Israel. Mereka mau menyembah Yahweh tapi pada saat yang sama mau juga menyembah Baal-Peor (dewa orang Moab). Ini iman pluralisme dan perhatikan bahwa Tuhan begitu murka dengan iman pluralisme semacam ini.

George Eldon Ladd : Dalam teks kita Bileam adalah model mula-mula dari mereka yang berkompromi dalam penyembahan berhala dan ketidakbermoralan. (Commentary on the Revelation of John, hal 47).

Jakob P.D. Groen –  “…ajaran Bileam adalah ajaran damai antara kaum kafir dan bangsa TUHAN, antara gereja palsu dan gereja benar. (Aku Datang Segera – Tafsiran Kitab Wahyu, hal. 49).

Nah, ajaran semacam ini ternyata dianut oleh sebagian jemaat Pergamus.

Wah 2:14 - Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. 

Kalau begitu apakah sesungguhnya yang terjadi di dalam jemaat Pergamus? Sebagaimana sudah dijelaskan bahwa kota Pergamus adalah pusat penyembahan berhala pada saat itu. Di sana ada penyembahan dewa Zeus dengan altarnya yang besar sekali, ada kuil penyembahan dewa kesehatan dan pengobatan Asclepius, dan juga ada kuil penyembahan kaisar-kaisar Romawi. Itulah sebabnya Pergamus disebut takhta Iblis (Wah 2:13). Dalam kota yang kafir seperti ini godaan untuk terlihat di dalam aktifitas-aktifitas agama kafir seperti pesta-pesta kafir cukup besar dan kuat.

William Hendriksen : Perdagangan mempunyai dewa penjaga / pelindung yang disembah pada pesta-pesta itu. Penolakan untuk bergabung dalam pesta-pesta ini sering berarti bahwa seseorang akan kehilangan pekerjaannya dan langganannya; dan ia akan menjadi orang buangan / orang yang diusir dari masyarakat. (The Book of Revelation, hal. 67).

Akibat dari ini sebagian jemaat Pergamus mulai tergoda untuk berkompromi dan ikut terlibat di dalam pesta-pesta kafir, ikut makan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala, dan bahkan ikut mempersembahkan dupa / kemenyan kepada berhala.

George Eldon Ladd : Sekalipun orang-orang Kristen Pergamum berpegang erat-erat pada nama Yesus dan tidak meninggalkan iman mereka kepada-Nya di bawah tekanan dari ancaman penganiayaan, mereka membiarkan / mengijinkan moral kafir mempengaruhi mereka. Commentary on the Revelation of John, hal 47).

Ini dianggap sebagai perzinahan, perzinahan rohani.

Wah 2:14 - Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah

Dalam hal ini, mereka sama seperti orang-orang Israel yang berzinah dengan perempuan-perempuan Moab dan ikut makan makanan berhala dan terlibat dalam penyembahan Baal-Peor.

Nah, terhadap jemaat-jemaat seperti ini, ternyata gereja Pergamus tidak tegas. Bahkan beberapa orang penting di dalam jemaat Pergamus merasa bahwa hal itu tidak apa-apa mengingat toh berhala itu sebenarnya tidak ada dan memakan makanan berhala itu tidak ada salahnya. Mereka mengacu pada ajaran Paulus :

1 Kor 8:4,6,8 – (4) Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."… (6) namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, … dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus,… (8) "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."

Dengan demikian ajaran mereka ini menjadi dukungan bagi jemaat-jemaat untuk berkompromi dengan ibadah-ibadah kafir yang ada di Pergamus dengan cara ikut terlibat di dalam pesta-pesta kafir dan makan makanan-makanan yang dipersembahkan kepada berhala tetapi tetap menjadi orang Kristen. Orang-orang dengan ajaran seperti inilah yang disebut : “menganut ajaran Bileam”. Dan dalam hal inilah Tuhan Yesus menegur jemaat Pergamus.

Wah 2:14 - Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. 

Terkait dengan masalah ini, peru juga kita bahas sedikit tentang masalah makan makanan berhala. Apakah diperbolehkan atau tidak? Jika mengacu pada ajaran Paulus di dalam 1 Kor 8 sebagaimana yang dikutip di atas kelihatannya makan makanan berhala bukanlah suatu masalah/dosa karena toh sesungguhnya tidak ada Allah lain daripada Allah yang esa. Memang benar! Sebetulnya makan persembahan berhala tidak membawa keuntungan ataupun kerugian rohani apa pun bagi kita (1Kor 8:8), kecuali kalau mereka makan dengan kepercayaan tertentu pada makanan itu (1Kor 8:7).

1 Kor 8:7-8 – (7) Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya. (8) "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."

Tetapi pada waktu kita makan persembahan berhala, itu bisa membuat orang lain jatuh ke dalam dosa dengan ikut makan sambil percaya pada makanan itu. Karena itulah Paulus mengatakan jangan makan persembahan berhala (1Kor 8:9-13).

1 Kor 8:9-13 – (9) Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. (10) Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala? (11) Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan"mu. (12) Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus. (13) Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Selanjutnya Paulus lalu memberikan beberapa situasi tentang makan persembahan berhala, dan boleh atau tidaknya kita makan dalam situasi tersebut :

§  Makan daging persembahan berhala dalam upacara penyembahan berhala dari agama kafir, ini jelas dilarang.  

1 Kor 10:21-22 – (21) Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat. (22) Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?

§  Makan daging bekas persembahan berhala yang lalu dijual di pasar, di mana kita tidak bisa tahu mana daging yang bekas persembahan dan mana yang tidak, maka ini diperbolehkan.

1 Kor 10:25-26 – (25) Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. (26) Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan.

§  Makan suguhan yang diberikan oleh orang yang mengundang kita. Ini terbagi dalam 2 kemungkinan. Kalau orang yang mengundang itu tidak mengatakan apa-apa (apakah makanan itu bekas persembahan berhala atau bukan), maka kita boleh makan apa saja yang dihidangkan.

1 Kor 10:27 - Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.

Tetapi kalau orang yang mengundang itu berkata bahwa itu adalah persembahan berhala, maka itu tidak boleh dimakan.

1 Kor 10:28-33 – (28) Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani. (29) Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain? (30) Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?" (31) Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. (32) Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah. (33) Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

Jadi inilah aturannya! Persoalannya adalah para pengajar di jemaat Pergamus itu justru mengajarkan sedemikian rupa sehingga sebagian jemaat menjadi terseret dan ikut ke dalam pesta-pesta kafir di mana di sana mereka turut makan makanan-makanan berhala dan itu dianggap Tuhan sebagai perzinahan rohani. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menegur mereka karena di antara mereka ada yang menganut ajaran Bileam.

b.      Ajaran pengikut Nikolaus.

Ajaran pengikut Nikolaus ini sebelumnya sudah muncul juga di jemaat Efesus.

Wah 2:6 - Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.

Tetapi bedanya adalah jemaat Efesus membenci ajaran ini sedangkan jemaat Pergamus justru berpegang pada ajaran ini.

Wah 2:15 - Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

Perhatikan bahwa yang dibicarakan di sini bukanlah ajaran Nikolaus melainkan ajaran pengikut Nikolaus. Jadi kelihatannya yang bermasalah bukanlah Nikolaus sendiri tetapi para pengikutnya. Lalu siapa itu Nikolaus itu? Tidak ada kejelasan tentang orang ini. Ada banyak orang yang mengatakan bahwa Nikolaus ini sama dengan Nikolaus yang merupakan salah satu dari 7 diaken dalam Kis 6:1-6, yang lalu menjadi sesat, tetapi banyak juga yang menentang pandangan ini. Saya juga tidak setuju dengan pandangan demikian. Biar pun tidak ada kejelasan tentang Nikolaus, ajaran pengikutnya cukup dikenal.

Simon Kistemaker – Walaupun informasi tentang orang-orang ini sangat kurang, kami beranggapan bahwa gaya hidup para pengikut Nikolaus ini bercirikan dosa-dosa amoralitas seksual, makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dan penyelewengkan ajaran para Rasul (2:14-16).  Dalam hal penekanan terhadap kebebasan Kristen, tampaknya mereka telah mengajarkan bahwa aktifitas fisik yang menyangkut seks dan makanan bukan merupakan dosa.

William Barclay - Irenaeus memberi keterangan mengenai kelompok Nikolaus bahwa "mereka hidup dengan  mengikuti   hawa   nafsu   yang  tidak   dibatasi" (Against  Heresies, 1.26.3)…. The Apostolic Constitutions (6:8) menjelaskan bahwa pengikut Nikolaus "tidak mempunyai rasa malu dalam hal yang kotor". Clement dari Aleksandria mengatakan bahwa mereka "menenggelamkan diri sendiri ke dalam kenikmatan bagaikan binatang kambing ... mengikuti kehidupan yang penuh kenikmatan diri" namun, ia tidak menimpakan semua kesalahan pada diri Nikolaus, sebab para pengikutnyalah yang menyalahgunakan atau menyimpangkan perkataannya "bahwa daging harus disiksa". Maksud Nikolaus yang sebenarnya ialah bahwa tubuh harus dikuasai; para penyesat menyimpangkannya sehingga maknanya menjadi : tubuh dapat digunakan untuk hal apa pun yang memalukan sesuai dengan keinginan manusia (The Miscellanies 2:20). Ajaran pengikut Nikolaus jelas merusak kehidupan. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 99-100).

Herman Hoeksema: Bukannya mustahil bahwa pengikut Nikolaus ini adalah orang yang anti hukum, orang yang dengan sengaja mengajar bahwa tidak jadi soal bagaimana orang Kristen hidup di dunia ini karena Kristus telah menggenapi hukum dan bagaimana pun juga Adam yang lama pasti akan dihancurkan. Mereka tidaklah terlalu teliti / cermat berkenaan dengan hidup mereka.... Singkatnya, mereka adalah segolongan orang yang dengan ajaran dan hidup mereka mengancam untuk menghapuskan perbedaan antara gereja dan dunia di Pergamus, ... (Behold He Cometh, hal. 89-90).

Tetapi mengapa mereka bisa mengajarkan demikian? Barclay mengatakan bahwa dasar pemikiran mereka adalah :
§  Hukum Taurat sudah tidak berlaku, dan karena itu orang Kristen boleh berbuat sekehendak mereka.
§  Tubuh ini jahat dan karena itu bagaiman apun seseorang hidup, itu tidak mempengaruhinya.
§  Orang Kristen dibela oleh kasih karunia Allah, sehingga tidak akan ada ruginya sekalipun hidup berdosa.

Akibat dari ajaran semacam ini maka sejumlah orang Kristen di Pergamus merasa bahwa tidak ada salahnya mereka terlibat di dalam aktifitas-aktifitas kafir Pergamus termasuk di dalamnya adalah memakan makanan-makanan berhala dan terlibat dalam dosa-dosa seks yang hebat. Jadi pada dasarnya ajaran pengikut Nikolaus ini mempunyai muara yang sama dengan ajaran Bileam di mana keduanya mengajarkan kompromi antara gereja dan dunia, antara terang dan gelap, antara Tuhan dan berhala, antara kesucian dan dosa. Dan sesungguhnya ini adalah ajaran yang berbahaya bagi gereja Tuhan.

William BarclayBagi Yohanes, kelompok Nikolaus ini lebih buruk dibanding penyembah berhala karena mereka adalah “musuh di dalam rumah sendiri”. Para pengikut Nikolaus tidak siap untuk menjadi berbeda; dipandang dari sudut praktis, mereka adalah bahaya terbesar dibanding semua bidat, karena, seandainya ajaran mereka sukses, dunialah yang akan mengubah kekristenan dan bukan kekristenan yang mengubah dunia. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal.101).

Itulah sebabnya Tuhan Yesus sangat membenci ajaran pengikut Nikolaus ini.

Wah 2:6 - Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.

Dari semua penjelasan ini terlihat bahwa Tuhan menegur jemaat Pergamus karena 2 hal :

a.      Karena beberapa orang di antara mereka tidak siap untuk hidup berbeda dengan dunia.

Tadi sudah saya jelaskan bahwa karena tekanan yang dihadapi orang Kristen di Pergamus sangat kuat maka beberapa orang jemaat akhirnya melibatkan diri di dalam berbagai upacara dan aktifitas agama-agama kafir, termasuk hadir di dalam pertemuan-pertemuan mereka dan turut makan makanan-makanan berhala. Demikian juga sejumlah jemaat dipengaruhi oleh doktrin dari pengikut Nikolaus yang lalu hidup secara tidak bermoral di hadapan Tuhan. Semua ini menunjukkan bahwa mereka tidak siap untuk hidup secara berbeda dengan dunia di mana mereka tinggal. Mereka justru cenderung untuk menghilangkan perbedaan itu dan menyamakan dirinya dengan orang-orang kafir. Inilah dosa / kejatuhan sebagian jemaat Pergamus dan karena itulah Tuhan menegur mereka. Ingat bahwa orang Kristen dipanggil untuk hidup secara berbeda dengan dunia ini.

Rom 12:2 - Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Efs 4:17 - Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
Mat 5:46 - Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Di sini terlihat bahwa Tuhan menghendaki suatu gaya hidup yang berbeda daripada kehidupan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Ini tidak berarti bahwa orang Kristen harus hidup berbeda dengan dunia ini dalam segala hal. Misalnya kalau orang dunia makan nasi maka orang Kristen harus makan batu, kalau orang dunia naik mobil maka orang Kristen harus naik keledai / dokar, kalau orang dunia pakai HP maka orang Kristen tidak boleh pakai, lalau orang dunia nonton bola maka orang Kristen tidak boleh nonton bola, dll. Tidak! Kita hanya harus hidup berbeda dengan dunia ini dalam hal-hal yang bersifat dosa. Misalnya kalau orang dunia suka berdusta, maka orang Kristen tidak boleh berdusta, kalau orang dunia suka menyontek, maka orang Kristen tidak boleh menyontek, kalau orang dunia sering korupsi, maka orang Kristen tidak boleh korupsi, kalau orang dunia suka menggunakan kata-kata kotor dan memfitnah, maka orang Kristen tidak boleh menggunakan kata-kata kotor dan memfitnah, kalau orang dunia membenci dan mendendam, maka orang Kristen harus mengasihi dan mengampuni, bahkan musuh sekalipun, dll. Kita dipanggil untuk hidup berbeda dengan dunia dalam hal-hal seperti ini.

Persoalannya adalah banyak orang Kristen persis seperti sebagian jemaat Pergamus yang tidak siap untuk hidup berbeda dengan dunia. Mereka justru berkompromi dan berusaha menyamakan dirinya dengan dunia ini. Mengapa? Karena hidup berbeda dengan dunia ini bisa mengakibatkan orang Kristen kehilangan teman, kehilangan pekerjaan, kehilangan pelanggan, kehilangan keuntungan, dll. Sebaliknya hidup mirip dengan dunia atau bersahabat dengan dunia, kompromi dengan dunia akan membuat seseorang mendapatkan banyak sahabat, keuntungan, dll. Persoalannya adalah Firman Tuhan berkata :

Yak 4:4 – “…Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

Karena itu jika kita mau hidup sama seperti dunia, berkompromi dengan dunia, bersahabat dengan dunia, maka pada hakikatnya kita membuat diri kita sendiri menjadi musuh Allah. Ini perlu dicamkan karena terlalu banyak orang Kristen yang kehilangan kesaksian kristianinya atau “terangnya” karena hidup secara tidak berbeda dan berkompromi dengan dunia ini bahkan hidup lebih buruk dari dunia ini.

Saya pernah membaca berita bola yang menceritakan tentang pemain sepak bola dari klub Manchester City bernama Yaya Toure yang menolak merayakan kemenangan klubnya dengan meminum sampanye. Ketika ia diberikan sampanye oleh teman-temannya yang Kristen, ia justru berkata : “Saya seorang Muslim dan karena itu saya tidak minum minuman keras”. Menurut saya ini sesuatu yang seharusnya memalukan bagi orang Kristen karena seolah-olah itu mau berkata bahwa memang orang Kristen menghalalkan minum minuman keras seperti itu. Ini disebbakan karena teman-temannya yang Kristen tidak menunjukkan ciri khas mereka sebagai Kristen.  

Seharusnya kita tidak demikian! Kita harus meneladani kehidupan Nuh yang sekalipun hidup di tengah-tengah bangsa yang bejad, tetapi ia bisa menampilkan hidup yang berbeda dengan mereka.

Kej 6:9 - Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Maukah saudara menampilkan hidup yang berbeda dengan kehidupan dunia di sekitar saudara? Kalau orang-orang di sekitar saudara suka berdusta, apakah saudara mau tidak berdusta? Kalau orang-orang di sekitar saudara bekerja mencari uang dengan cara yang tidak jujur (misalnya korupsi), apakah saudara mau bekerja mencari uang dengan jujur (tidak korupsi)? Kalau orang-orang di sekitar saudara menyontek pada saat ulangan / ujian, apakah saudara mau jujur dan tidak menyontek? Kalau orang-orang di sekitar saudara suka bergosip dan memfitnah orang lain, apakah saudara mau tidak terlibat di sana? Kalau orang-orang di sekitar saudara suka menggunakan kata-kata kotor, maukah saudara tidak menggunakannya?, dll.

Memang tidak gampang untuk hidup secara Kristen di tengah-tengah dunia yang kafir, tidak gampang untuk hidup secara Kristen di tengah-tengah keluarga kafir / Kristen KTP, dan tidak gampang untuk hidup secara Kristen di tengah-tengah gereja yang penuh dengan orang Kristen KTP. Tetapi kita harus tetap berusaha dengan pertolongan Tuhan. Kita harus bertekad untuk hidup berbeda dari dunia ini. Kita harus bertekad untuk tidak berkompromi dengan dunia ini.  Ingat nasihat Firman Tuhan :

2 Kor 6:14-17 – (14) Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (15) Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? (16) Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini:  "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka  dan hidup di tengah-tengah mereka,  dan Aku akan menjadi Allah mereka,  dan mereka akan menjadi umat-Ku. (17) Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis,  maka Aku akan menerima kamu.

Gereja Tuhan atau jemaat Tuhan harus hidup berbeda dengan dunia ini dan dengan demikian ia dapat menerangi kegelapan dunia ini. Maukah saudara?

b.      Karena mereka membiarkan adanya ajaran sesat di dalam gereja mereka.

Sudah jelas bahwa ajaran Bileam dan ajaran pengikut Nikolaus adalah ajaran sesat. Bukan hanya sesat dalam doktrin, tetapi juga sesat di dalam praktek hidup. Tetapi mengapa ajaran sesat seperti ini bisa timbul dan bahkan dianut / dipegang oleh beberapa orang jemaat? Menurut saya ini disebabkan karena jemaat Pergamus tidak kuat di dalam pengajaran yang alkitabiah.  Kita sudah melihat bahwa ajaran Bileam yang berkembang di Pergamus adalah ajaran yang dihasilkan dari penafsiran yang salah terhadap pengajaran Paulus terkait dengan berhala-berhala dan makan makanan berhala (1 Kor 8). Demikian juga ajaran pengikut Nikolaus adalah penyimpangan dari ajaran Paulus tentang kebebasan orang Kristen dari hukum Taurat dan beradanya orang Kristen di bawah kasih karunia. Benarlah kata Petrus :

2 Pet 3:15-16 – (15) “…Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. (16) … Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

Tetapi mengapa semua ini bisa terjadi? Sekali lagi itu disebabkan karena jemaat Pergamus tidak kuat di dalam pengajaran doktrin-doktrin Kristen. Seandainya saja jemaat ini terdidik dengan baik secara doktrinal, saya percaya mereka tidak akan mudah terseret oleh 2 ajaran sesat ini. Mereka tidak sama dengan jemaat Efesus yang sangat kuat di dalam doktrin.

Wah 2:2 – “… Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta

Mereka memang setia berpegang kepada nama Tuhan ketika mereka hidup di tengah-tengah takhta Iblis, dan untuk itu mereka telah dipuji. Tetapi mereka sangat lemah dalam urusan pengajaran Firman Tuhan, dan untuk ini mereka dikritik dan ditegur oleh Tuhan Yesus.

Semua ini mengajarkan pada kita betapa pentingnya pengajaran Firman Tuhan / doktrin Kristen di dalam gereja Tuhan. Sayangnya 90% gereja saat ini tidak mengajarkan doktrin Kristen. Khotbah-khotbah dari mimbar-mimbar gereja hanya melulu tentang soal praktis, moral dan etika. Bahkan ada banyak pendeta yang sebenarnya tidak paham doktrin Kristen.  Lebih parah daripada itu, khotbah-khotbah hanya dipenuhi lelucon-lelucon saja dan para pengkhotbahnya sudah merasa puas kalau jemaat bisa tertawa terpingkal-pingkal mendengar lelucon mereka. Ini namanya khotbah ala OVJ (Opera Van Java). Karena itu jangan heran kalau banyak orang sudah tua di dalam gereja itu tetapi tidak mengerti ajaran-ajaran dasar kekristenan bahkan bisa jadi mereka menganut ajaran yang salah / sesat seperti yang terjadi pada jemaat Pergamus. Gereja-gereja seperti ini mungkin akan dipenuhi banyak jemaat, dan pengkhotbah-pengkhotbahnya mungkin akan menjadi idola banyak orang dan laris di mana-mana, tetapi camkan ini, Tuhan sangat tidak senang dengan gereja seperti ini. Tuhan mau gerejanya tekun dan kuat di dalam pengajaran Firman Tuhan.  Gereja-gereja masa kini harus meneladani jemaat mula-mula :

Kis 2:42 - Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

KJV - And they continued stedfastly in the apostles' doctrine and fellowship, and in breaking of bread, and in prayers.

Untuk itu pendeta-pendeta / pengkhotbah-pengkhotbah / penginjil-penginjil / guru-gurunya harus mengerti doktrin. Setelah mengerti doktrin, harus mau mengkhotbahkan / mengajarkan doktrin kepada jemaat (entah lewat khotbah minggu ataupun kelas Pemahaman Alkitab). Jemaat dan majelisnya juga harus mau mendengar khotbah yang bersifat doktrin atau mau mengikuti kelas Pelajaran Alkitab yang mengajarkan doktrin-doktrin (walaupun ini agak berat dan membutuhkan waktu yang lama). Jikalau semua kita melakukan itu maka gereja kita akan menjadi kuat di dalam ajaran dan tidak mudah diseret oleh ajaran-ajaran sesat yang bagaimana pun juga. Biarlah kita belajar dari kelemahan jemaat Pergamus dan tidak jatuh pada lubang yang sama di mana mereka telah jatuh.


- AMIN -




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Share it