11 September 2012

TIATIRA : GEREJA YANG BERKOMPROMI DENGAN KESESATAN (3)

-->By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK. -->
Wah 2:18-29 – (18) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga: (19) Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. (20) Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. (21) Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. (22) Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. (23) Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya. (24) Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu. (25) Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang. (26) Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; (27) dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku – (28) dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. (29) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
K
ita akan melanjutkan pembahasan kita tentang jemaat Tiatira. Dalam bagian kedua saya sudah jelaskan tentang ajaran sesat yang ada di dalam jemaat Tiatira yang disebarkan oleh seorang wanita bernama Izebel di mana ia menyuruh orang-orang untuk berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala (ayat 20b). Kita juga melihat bagaimana Tuhan mencela jemaat Tiatira karena mereka membiarkan/bertoleransi terhadap Izebel dan ajaran sesatnya (ayat 20a). Sekarang kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang jemaat Tiatira ini.
V.    HUKUMAN TUHAN BAGI PENYESAT DAN PENDOSA.
Teks kita tidak hanya menunjukkan kesesatan dalam jemaat Tiatira dan bagaimana sikap jemaat Tiatira yang membiarkan ajaran sesat itu tumbuh subur tetapi juga menunjukkan bagaimana reaksi Tuhan atas penyesatan tersebut terutama penyesatnya yakni dengan cara menjatuhkan hukuman-Nya. Perhatikan ayat 21-23 :
Wah 2:21-23 - (21) Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. (22) Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. (23) Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.
Dari teks ini kita bisa melihat beberapa hal penting terkait hukuman Tuhan terhadap dosa Izebel ini :
a.      Tuhan menghukum dia setelah memberikan kepadanya kesempatan untuk bertobat.
Wah 2:21-22 - (21) Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. (22) Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit
Jadi terlihat bahwa Tuhan memang menghukum Izebel ini tetapi hukuman datang setelah Izebel menolak untuk bertobat setelah waktu yang diberikan untuk bertobat itu berakhir. Bahwa Tuhan tidak langsung menghukum Izebel tetapi memberikan kepadanya kesempatan untuk bertobat menunjukkan bahwa Kristus begitu sabar terhadap nabiah palsu ini. Ia memberikan waktu kepada penyesat ini untuk bertobat, sayangnya penyesat ini tidak bertobat atau lebih tepatnya tidak mau bertobat dan Tuhan lalu menghukumnya. Prinsip yang sama juga berlaku bagi seadanya dosa. Seringkali kita berdosa dan sepertinya Tuhan tidak bertindak apa-apa. Itu semua bukan berarti Tuhan tidak tahu atau Tuhan tidak peduli dengan dosa-dosa itu. Ingat bahwa tidak kebetulan Alkitab banyak berkata tentang “jahat di mata Tuhan” (57 ayat di seluruh Alkitab).
Kej 38:7 - Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia.
Hak 2:11 - Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.
Ini berarti bahwa setiap dosa/kejahatan yang kita buat, kita seolah-olah melakukannya di depan mata Tuhan. Jadi kalau saudara mencuri, korupsi, berzinah, selingkuh, dll, ingatlah bahwa saudara sementara melakukan semuanya persis di depan mata Tuhan. Jadi sudah pasti Tuhan tahu semua dosa-dosa kita. Tetapi kalau sampai Tuhan kelihatannya tidak berbuat apa-apa untuk menghukum/menghajar saudara, itu bukan berarti Ia setuju dengan perbuatan saudara atau membiarkan saudara. Ingat Tuhan tidak bisa kompromi dengan dosa.
Nah 1:3 -  TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. …
Ayub 10:14 - kalau aku berbuat dosa, maka Engkau akan mengawasi aku, dan Engkau tidak akan membebaskan aku dari pada kesalahanku.
Sebenarnya dengan tidak melakukan apa-apa terhadap orang berdosa, Tuhan sementara menunjukkan kesabaran-Nya seperti yang Ia tunjukkan pada Izebel si penyesat ini. Dan apabila orang berdosa itu tidak mau bertobat, maka hukuman Tuhan akan dijatuhkan.
Rom 2:4-5 – (4) Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (5) Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
Perhatikan bahwa dalam ayat 5 ada kata-kata “menimbun murka”. Bandingkan dengan terjemahan yang lain :
TL : Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan ke atas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil.
BIS - Tetapi kalian keras kepala dan tidak mau berubah. Oleh sebab itu kalian sendirilah yang membuat hukumanmu menjadi bertambah berat pada Hari Kiamat, bila Allah menyatakan murka-Nya dan menjatuhkan hukuman yang adil.
Ini berarti bahwa makin panjang Tuhan bersabar terhadap seseorang, apabila orang tersebut tidak bertobat-bertobat juga maka hukuman yang akan dia terima nanti menjadi lebih besar dari yang seharusnya. Mengapa? Karena selain dosa yang ia lakukan, ia juga membuat dosa yang lain yakni menganggap sepi karunia Allah. Perhatikan ayat 4 nya :
Rom 2:4 - Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya?
Bandingkan bunyi ayat ini dalam terjemahan lain :
TL : Atau engkau hinakankah kemurahan-Nya yang limpah dan sabar dan panjang hati-Nya
BIS - Atau kalian pandang enteng kemurahan Allah dan kelapangan hati serta kesabaran-Nya yang begitu besar?
Karena itu berhati-hatilah kalau saudara terus berbuat dosa yang sementara saudara lakukan saat ini karena kelihatannya Tuhan pun diam, itu artinya Dia masih memberikan kesempatan kepadamu untuk bertobat. Tetapi jika saudara tetap tidak mau bertobat, dia akan menghukum / menghajar saudara lebih banyak / lebih hebat dari yang seharusnya. Nah rupanya wanita Izebel ini telah mendapatkan kesabaran Tuhan tetapi ia tidak mau bertobat dan Tuhan lalu menjatuhkan hukuman kepadanya.
Wah 2:22 - Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit…”
Terkait dengan penyesatan yang dilakukannya. Ini juga menunjukkan bahwa jikalau orang-orang sesat/guru-guru sesat tidak bertobat dari kesesatan dan penyesatan mereka, maka ada saatnya Tuhan akan menghukum mereka.
b.      Tuhan menghukum dia dengan hukuman yang mirip dengan dosa yang dia lakukan.
Alkitab menggambarkan Izebel sebagai seorang perempuan yang berzinah (Wah 2:20; band. 2 Raj 9:22).
Wah 2:20 - Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
2 Raj 9:22 - Tatkala Yoram melihat Yehu, bertanyalah ia: "Apakah ini kabar damai, hai Yehu?" Jawabnya: "Bagaimana ada damai, selama sundal dan orang sihir ibumu Izebel begitu banyak!
Kata “sundal” di sini harusnya zinah. Ada yang menganggap bahwa ini hanyalah perzinahan rohani melalui penyembahan berhala tetapi ada pula yang beranggapan bahwa ini termasuk perzinahan fisik terkait dengan berbagai praktek / kebiasaan orang-orang kafir penyembah berhala saat itu. Tafsiran kedua dapat juga diterima. Jika perzinahan Izebel ini juga termasuk perzinahan fisik maka menarik bahwa hukuman yang Tuhan berikan kepadanya ini berhubungan erat dengan dosa yang dia lakukan. Dosanya adalah ia melakukan perzinahan di atas ranjang, dan hukumannya adalah ia dilemparkan ke atas ranjang (menjadi sakit).
Wah 2:22 - Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit…”
James B. Ramsey - Dosanya menjadi hukumannya. Ia akan menjumpai ranjang kesenangannya sebagai ranjang ketidakberdayaan dan penyakit yang menghancurkan. (Revelation, hal. 157).
Geoffrey B. Wilson - Kristus akan membalik ranjang kesenangan Izebel menjadi ranjang penderitaan. (Revelation, hal. 38).
Mungkin Tuhan melakukan hal ini supaya di atas ranjang penderitaannya itu ‘wanita Izebel’ itu bisa menyadari / teringat akan dosa-dosanya / perzinahannya yang ia lakukan di atas ranjang yang sama, dan bertobat. Memang tidak selamanya Tuhan menghukum / menghajar seseorang dengan cara di mana ia berdosa, tetapi kadang Tuhan melakukan hal seperti ini. Misalnya Yakub yang menipu kakaknya dan ayahnya (dalam kasus berkat kesulungan) juga pamannya (dalam kasus kambing domba), dan Tuhan mengijinkan ia sendiri ditipu oleh pamannya (dalam kasus perkawinannya dengan Lea). Dosanya adalah menipu dan Tuhan menghajar dia dengan tipuan juga. Mungkin suapaya dia tahu rasanya ditipu. Contoh lain adalah Daud yang mengambil dan berzinah dengan isteri orang lain (Betsyeba isteri Uria) dihukum Tuhan dengan cara yang sama.
2 Sam 12:11-12 - (11) Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. (12) Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.
Sebagaimana saya katakan bahwa jenis hukuman yang sama dengan jenis dosa tidak selamanya dilakukan oleh Tuhan dan karena itu, ini tidak bisa dijadikan dasar untuk membenarkan paham tentang hukum karma. Tetapi bahwa Tuhan juga bisa melakukan hal seperti itu membuat kita harus berhati-hati. Jikalau saudara tidak mau sesuatu yang jelek terjadi pada saudara, janganlah melakukan itu pada orang lain. Jikalau saudara tidak mau dimaki, janganlah memaki! Jikalau saudara tidak mau ditipu, jangan menipu! Jikalau saudara tidak mau disakiti, janganlah menyakiti! Jikalau saudara tidak mau dihina, janganlah menghina! Ingat nasihat Firmamn Tuhan :
Mat 7:12 - "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
c.     Tuhan juga menghukum semua orang yang terlibat di dalam dosa / kejahatan yang dilakukannya.
Ternyata Tuhan bukan hanya menghukum Izebel saja tetapi juga semua orang yang terlibat di dalam dosa/kejahatannya.
Wah 2:22-23 - (22) ….mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. (23) Dan anak-anaknya akan Kumatikan ….
Perzinahan terjadi karena ada 2 pihak. Dan perhatikanlah bahwa Tuhan bukan hanya menghukum Izebel yang mengajak orang lain berzinah. Ia juga menghukum orang-orang yang mau diajak berzinah oleh Izebel. Kita tidak tahu apa maksudnya “kesukaran besar” di sini tetapi jelas itu adalah bentuk hukuman/hajaran dari Tuhan. Juga dikatakan bahwa anak-anaknya (anak-anak Izebel) akan Tuhan matikan. Memang ada yang berkata bahwa anak-anak di sini menunjuk pada anak-anak hasil perzinahan Izebel tetapi mayoritas penafsir mengatakan bahwa anak-anak di sini menunjuk pada pengikut-pengikut Izebel. Mereka akan dibunuh oleh Tuhan! 
Bahwa mereka bisa dibunuh oleh Tuhan menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang Kristen KTP karena Tuhan tidak mungkin menghukum anak-anak-Nya yang sejati dengan hukuman mati. Bahkan dalam arti yang ketat, Tuhan tidak pernah bisa menghukum anak-anak-Nya yang sejati, karena semua hukuman sudah ditanggung oleh Kristus (Rom 8:1). Tuhan memang masih bisa menghajar anak-anak-Nya, tetapi karena hajaran ini ditujukan untuk memperbaiki mereka (Ibr 12:5-11), maka tidak mungkin Ia memberikan hajaran dalam bentuk kematian. Memang orang Kristen yang sejati tentu akan mati, tetapi status kematian itu bukan ‘hukuman’ ataupun ‘hajaran’ tetapi sekedar ‘pemanggilan pulang’.
Semua ini mengajarkan pada kita bahwa setiap orang yang berdosa akan dihukum/dihajar oleh Tuhan tetapi orang-orang yang terlibat di dalam dosa orang lain juga tidak akan dibiarkan oleh Tuhan. Karena itu janganlah saudara mau terlibat di dalam dosa / kejahatan orang lain. Jangan mau diajak berbohong termasuk berbohong demi kebaikan. Jangan mau ikut-ikutan memusuhi orang lain hanya karena teman / saudaramu / orang dekatmu memusuhi dia. Jangan ikut-ikutan memfitnah/menyebarkan gosip tentang orang lain, dll. Ingat bahwa Tuhan bukan hanya memandang bersalah biang keroknya tetapi juga semua yang terlibat di dalamnya.
Terkait dengan konteks penyesatan, terlihat bahwa si penyesat dihukum oleh Tuhan tetapi orang-orang yang tersesat atau pengikut-pengikut dari si penyesat juga akan dihukum oleh Tuhan. Karena itu kalau saudara tahu bahwa ajaran seseorang sesat atau kalau sudah ditunjukkan bahwa ajaran seseorang itu sesat dari Alkitab, tapi kalau saudara tetap masih mau ikut juga, apalagi membelanya, saudara juga akan dihukum/dihajar oleh Tuhan. Mengapa Tuhan melakukan semuanya ini?
Wah 2:23 – “…dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.
VI. JANJI TUHAN BAGI JEMAAT TIATIRA YANG SETIA.
Sebagaimana sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa tidak semua jemaat Tiatira terpengaruh dengan ajaran sesat Izebel ini. Memang mereka juga dicela Tuhan karena membiarkan ajaran sesat Izebel bertumbuh dan berkembang dalam jemaat Tiatira tetapi bagaimana pun juga Tuhan tetap membedakan orang-orang yang mengikuti ajaran sesat dan orang-orang yang tidak mengikuti ajaran sesat, sebaliknya tetap berpegang pada ajaran benar. Itulah sebabnya Tuhan berkata :
Wah 2:24 - Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.
Tuhan lalu memberikan janji pada mereka :
Wah 2:25-28 - (25) Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang. (26) Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; (27) dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku – (28) dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.
Kata-kata : “peganglah itu sampai Aku datang” dari konteksnya jelas adalah memegang ajaran yang benar. Terjemahan yang lebih tepat bukan hanya memegang tetapi memegang erat-erat.
KJV - But that which ye have already hold fast (peganglah erat-erat) till I come.
TL - Akan tetapi barang yang ada padamu, peganglah teguh-teguh sehingga Aku datang.
Mengapa disuruh memagang erat-erat? Secara implisit ini menunjukkan bahwa setan selalu berusaha supaya kita melepaskan ajaran yang benar dengan menggunakan ajaran sesat. Camkan juga bahwa ajaran sesat yang didengar terus-menerus bisa menyesatkan orang yang betul-betul sudah mengerti kebenaran. Nah untuk orang-orang yang setia memegang ajaran yang benar sampai akhirnya, mereka disebut orang-aorang yang menang. Dan untuk orang-orang yang menang ini, Tuhan memberikan 2 janji :
a.      Tuhan akan mengaruniakan kepadanya kuasa atas bangsa-bangsa.
Wah 2:26-27 – (26) Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa (27) dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku
Apa maksudnya ini? Ada penafsir yang mengatakan bahwa ini menunjuk pada pemerintahan mereka bersama Kristus terhadap orang-orang yang belum selamat dalam Kerajaan 1000 tahun yang akan datang (bdk. Wah 20:4). Ini jelas merupakan pandangan Premilenialisme (pandangan yang mengatakan bahwa kedatangan Kristus yang keduakalinya mendahului kerajaan 1000 tahun). Saya tidak setuju dengan Premilenialisme, dan karenanya juga tidak bisa menerima pandangan ini. Ada juga yang mengatakan bahwa ini menunjuk pada pemerintahan mereka atas / terhadap orang-orang Kristen lain di surga, dan dengan demikian menunjukkan adanya tingkat di surga (bdk. Mat 25:21,23; Luk 19:17,19; 1Kor 14:41-dst). Saya jelas menolak pandangan ini karena ‘mereka’ dalam ayat 27 itu dikatakan ‘diperintah dengan tongkat besi’, ‘diremukkan seperti tembikar’, sehingga tidak memungkinkan untuk menunjuk kepada orang Kristen. Kalau begitu apa maksudnya ayat ini? Maksudnya adalah bahwa orang-orang yang menang ini akan berpartisipasi dalam pemerintahan bersama dengan Kristus setelah kematian / di surga. Bahwa orang-orang percaya akan ikut memerintah bersama dengan Kristus dari sorga terlihat juga dari :
Wah 3:21 - Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
Wah 20:4 - Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.
Bandingkan :
Dan 7:18,22,27 – (18) sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya, bahkan kekal selama-lamanya. (22) sampai Yang Lanjut Usianya itu datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi dan waktunya datang orang-orang kudus itu memegang pemerintahan. (27) Maka pemerintahan, kekuasaan dan kebesaran dari kerajaan-kerajaan di bawah semesta langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Yang Mahatinggi: pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, dan segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
Mat 19:28 - Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
1 Kor 6:2-3 – (2) Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? … (3) Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? …
Mungkin saja pemerintahan orang-orang kudus ini akan menyisakan banyak pertanyaan di benak kita, tetapi intinya yang tidak bisa dibantah adalah bahwa Firman Tuhan memang mengatakan bahwa oramng-orang kudus akan memerintah bahkan menghakimi bersama dengan Kristus. Memerintah segala bangsa, menghakimi 12 suku Israel, bahkan menghakimi para malaikat.
Kalau memang orang-orang yang percaya akan turut memerintah bersama Kristus, lalu siapakah yang akan diperintah? Orang-orang yang masih ada di bumi ini. Jadi orang-orang yang menang ini ketika mereka mati, mereka akan masuk ke surga dan turut memerintah dunia ini bersama dengan Kristus. Karena itu orang-orang Kristen yang setia, pada saat mati mereka sangat berbahagia. Bukan saja karena mereka masuk surga tetapi karena mereka juga ikut memerintah bersama dengan Kristus terhadap kita yang masih ada di bumi dan terhadap seluruh dunia ini. Karena itu kita seharusnya tidak usah terlalu bersedih jika kekasih-kekasih kita yang percaya kepada Kristus meninggal. Mereka bukan hanya masuk surga tetapi jadi pemerintah di sana. Ini sesuatu yang luar biasa! Mungkin di dunia ini saudara adalah orang miskin, tidak mempunyai kedudukan apa-apa, asal saudara terus berpegang pada ajaran yang benar saudara akan jadi “anggota dewan” di sorga nanti.
Perlu diperhatikan juga bahwa janji untuk memerintah ini bukan hanya diberikan kepada orang-orang yang menang dalam artian setia kepada ajaran yang benar, tetapi juga mereka yang setia di dalam pelayanan sampai akhir.
Wah 2:26 - Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa.
Karena itu saudara, belajarlah setia kepada pelayanan yang Tuhan percayakan kepada suadara. Mungkin dalam pelayanan itu ada banyak tantangan, kesulitan, masalah dan saudara seringkali ingin mundur / berhenti saja, tapi ingatlah, kalau saudara setia melakukan pekerjaan Tuhan sampai akhir, saudara akan turut memerintah dengan Tuhan di sorga. Mungkin dalam pelayanan di dunia ini saudara kurang dihargai, kurang diperhatikan, tidak dibangga-banggakan, bahkan tidak ada yang mengucapkan terima kasih kepada suadara, tetapi jangan sedih! Lakukan saja tugas saudara dan ingatlah bahwa saudara adalah calon “anggota dewan” di surga nanti.
b.      Tuhan akan mengaruniakan kepadanya bintang timur.
Wah 2:26, 28 - (26) Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; … (28) dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur.
Perlu diketahui bahwa kata “bintang timur” ini muncul hanya 4 kali di dalam Alkitab dan pemunculan pertamanya adalah dalam Yes 14:12.
Yes 14:12 - "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
“Bintang Timur” di sini di dalam terjemahan KJV diterjemahkan dengan kata “Lucifer”.
KJV - How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!
Pada abad 4, seorang bapa gereja (kalau tidak salah Origenes) menafsirkan bahwa Bintang Timur / Lucifer ini adalah nama dari komandannya setan. Sejak itu seluruh dunia menerima itu tanpa pernah mempersoalkannya. Tetapi ini adalah tafsiran yang salah. Mengapa? Karena konteks dari Yes 14:12 adalah nubuatan tentang raja Babel dan bukannya setan. Memang kata-kata dari Yes 14:12-14 kelihatannya menunjuk pada kejatuhan setan :
Yes 14:12-14 – (12) "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (13) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. (14) Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Tetapi persoalannya adalah kata-kata ini bersifat puisi dan karena itu tidak boleh dihurufiahkan. Kalau Bintang Timur / Lucifer di sini mau ditafsirkan sebagai komandannya setan, lalu bagaimana mengartikan ayat 18-20?
Yeh 14:18-20 – (18) Semua bekas raja bangsa-bangsa berbaring dalam kemuliaan, masing-masing dalam rumah kuburnya. (19) Tetapi engkau ini telah terlempar, jauh dari kuburmu, seperti taruk yang jijik, ditutupi dengan mayat orang-orang yang tertikam oleh pedang dan jatuh tercampak ke batu-batu liang kubur seperti bangkai yang terinjak-injak. (20) Engkau tidak akan bersama-sama dengan raja-raja itu di dalam kubur, sebab engkau telah merusak negerimu dan membunuh rakyatmu. Anak cucu orang yang berbuat jahat tidak akan disebut-sebut untuk selama-lamanya.
Apakah kita harus menafsirkan bahwa setan bisa dikubur? Apakah kita harus menafsirkan bahwa setan bisa ditutupi dengan mayat-mayat? Apakah kita harus menafsirkan bahwa setan membunuh rakyatnya? Memangnya setan mempunyai rakyat? Apakah kita harus menafsirkan bahwa setan mempunyai anak cucu? Bukankah ini menjadi tafsiran yang sama sekali kacau? Karena itu jelas adalah tafsiran yang keliru kalau beranggapan bahwa Bintang Timur / Lucifer di sini adalah setan. Perhatikan komentar Calvin dan Adam Clarke berikut ini :
Calvin - Eksposisi yang diberikan oleh beberapa orang tentang teks ini, seakan-akan teks ini menunjuk kepada setan / berkenaan dengan setan, muncul / timbul dari ketidaktahuan; karena konteks secara jelas menunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan ini harus dimengerti dalam hubungannya dengan raja Babel. Tetapi pada waktu bagian-bagian Kitab Suci diambil secara sembarangan, dan konteks tidak diperhatikan, kita tidak perlu heran bahwa kesalahan seperti ini muncul / timbul. Tetapi itu merupakan contoh dari ketidaktahuan yang sangat hebat, untuk membayangkan bahwa Lucifer adalah raja dari setan-setan, dan bahwa sang nabi memberikan dia nama ini. Tetapi karena penemuan-penemuan ini tidak mempunyai kemungkinan apapun, marilah kita mengabaikan mereka sebagai dongeng / cerita bohong yang tidak ada gunanya. (Calvin Commentary, hal. 442).
Adam Clarke - Dan sekalipun konteksnya berbicara secara eksplisit tentang Nebukadnezar, tetapi entah mengapa konteks ini telah diterapkan kepada kepala dari malaikat-malaikat yang jatuh, yang secara sangat tidak pantas disebut / dinamakan Lucifer (pembawa terang), suatu julukan yang sama umumnya bagi dia, seperti Iblis dan Setan. Bahwa Roh Kudus oleh nabi-Nya menyebut musuh utama dari Allah dan manusia sebagai pembawa terang, betul-betul merupakan hal yang sangat aneh. Tetapi kebenarannya adalah, teks ini tidak berbicara sama sekali tentang Setan maupun kejatuhannya, ataupun saat / alasan kejatuhan itu, yang dengan keyakinan yang besar telah disimpulkan dari teks ini oleh banyak ahli teologia. Oh, alangkah pentingnya untuk mengerti arti hurufiah dari Kitab Suci, supaya komentar-komentar yang gila-gilaan / tidak masuk akal bisa dicegah. (Adam Clarke’s Commentary on the Bible, hal. 82).
Ingat, sebagaimana disinggung Clarke di atas, Bintang Timur / Lucifer itu artinya adalah pembawa terang. Setan adalah pangeran kegelapan dan karena itu sangat tidak cocok nama Lucifer dikenakan kepadanya. Memang di Yes 14:12, Bintang Timur / Lucifer menunjuk pada raja Babel, tetapi jika nama Lucifer harus diberikan kepada Setan atau Yesus, menurut saya, Yesus lebih layak menyandang sebutan itu daripada setan. Mengapa? Karena Alkitab berkata bahwa Yesus adalah terang. (Yoh 1:9; 8:12). Lebih daripada itu, jika di dalam Yes 14:12, kata “Lucifer” diterjemahkan dari “Bintang Timur” maka dalam kitab Wahyu, Yesus sendiri menyebut diri-Nya sebagai bintang timur.
Wah 22:16 - "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."
Karena itu sepertinya nama “Lucifer” lebih layak disandang Kristus daripada setan. Lepas dari semuanya itu, dalam Wah 22:16 ini Yesus sendiri menyebut diri-Nya bintang timur. Berarti bintang timur itu adalah Yesus dan sekarang Yesus berkata : “barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. Jikalau Yesus sendiri adalah bintang timur, lalu apa maksudnya Ia akan mengaruniakan bintang timur kepada orang-orang yang menang dan yang setia di dalam pelayanan? Mayoritas penafsir mengatakan bahwa ini menunjukan kalau orang-orang yang memang akan mengalami persekutuan dengan Kristus.
The New Bible Commentary - Bintang pagi kelihatannya adalah Kristus sendiri (seperti dalam 22:16); lebih besar daripada hak untuk memerintah bersama Kristus, adalah menikmati persekutuan-Nya tanpa halangan. (hal. 1285).
William BarclayKitab Wahyu sendiri menamakan Yesus "bintang pagi yang cemerlang" atau "bintang timur yang gilang-gemilang" (Why. 22:16). Janji mengenai bintang pagi adalah janji mengenai Kristus sendiri. Jika orang Kristen hidup benar, pada saat hidupnya berakhir ia akan memiliki Kristus, dan tak akan kehilangan Dia lagi untuk selama-lamanya. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 164).
Ya, benar sekali! Jika saudara terus berpegang pada ajaran yang benar, terus setia melakukan pekerjaan Tuhan sampai akhirnya, saudara akan hidup dalam persekutuan yang indah dengan Kristus. Saudara akan memiliki-Nya dan tak akan kehilangan Dia untuk selama-lamanya sebagaimana kata Barclay dan Dia pun akan memiliki saudara selama-lamanya. Ada sebuah lagu tua yang syairnya berkata :
Saya rindu bertemu dengan Yesus
Saya rindu memandang wajah-Nya
Saya capai berjalan dalam dunia yang fana
Saya rindu bertemu dengan Dia
Mungkin lagu itu adalah kerinduan hati saudara untuk bertemu dengan Yesus dalam persekutuan yang indah bersama Dia, tetaplah berpegang pada ajaran yang benar, tetaplah setia melayani Dia sampai akhir hidup saudara, dan Kristus akan menepati janji-Nya dengan mengaruniakan kepadamu bintang timur yakni persekutuan yang intim dengan Dia. Yesus Kristus sudah berjanji :
Luk 22:30 - bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
- AMIN -
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)