15 Desember 2012

VIRGIN BIRTH OF JESUS CHRIST

By. Esra Alfred Soru


Mat 1:18-23 – (18) Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (19) Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. (20) Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. (21) Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (22) Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: (23) "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.


Sebuah peristiwa penting yang tidak boleh dilupakan setiap kali kita merayakan Natal adalah kelahiran Kristus yang ajaib yakni dari seorang perawan (Virgin Birth of Jesus Christ). Alkitab menyaksikan ini secara jelas dalam bacaan kita di atas. Bandingkan :

Luk 1:31, 35 – (31) Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (35) Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Ini juga yang kita ucapkan berulang-ulang dalam Pengakuan Iman Rasuli setiap minggu : “…Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria...”. Ini berarti bahwa fakta ini adalah sesuatu yang sangat penting bagi Kristologi kita dan kekristenan kita. Sayangnya doktrin ini mulai ditinggalkan oleh banyak teolog dan pendeta liberal dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak penting bahkan dongeng.

D. James Kennedy : Dari semua mujizat-mujizat dan misteri dalam Alkitab, mujizat kelahiran Yesus Kristus melalui perawan Maria sudah mengalami serangan yang paling galak. Anehnya, serangan-serangan yang paling bersikap memusuhi datang dari mereka yang menganggap dirinya sebagai ahli teologia dan pelayan-pelayan Injil. Dengan mengaku bahwa mereka hanya ingin membersihkan semua yang berbau “mistik” dan “dongeng” dari kisah-kisah dalam Injil…” (Solving Bible Mysteries; hal. 69-70).

Semua penolakan ini berakar dari otak kotor teolog liberal Rudolf Bultmann yang menulis sebuah buku “New Testament Theology” yang mengatakan bahwa ada banyak mitos dan dongeng di dalam cerita-cerita Alkitab lalu ia menawarkan program “demythologization” untuk mengeluarkan dongeng-dongeng tersebut dari dalam Alkitab.


Salah satu dongeng di dalam Alkitab menurut Bultmann adalah kelahiran Kristus dari perawan. Hasilnya adalah pada tahun 1923 sekitar 1300 pelayan Presbyterians menandatangani yang disebut “Auburn Affirmation” yang isinya menyangkal kelahiran perawan, kebangkitan dan lain sebagainya.

Di abad modern ini, penolakan terhadap doktrin kelahiran Kristus dari perawan ini digemakan kembali oleh seorang pendeta dari gereja megah di New York “Riverside Church” yakni Harry Emerson Fosdick. (Pemimpin aliran teologi liberal di Amerika Serikat).

Harry Emerson Fosdick - Aku ingin meyakinkan anda saat ini juga bahwa aku tidak percaya pada kelahiran melalui seorang perawan dan aku harap anda semua juga tidak.  Doktrin ini mengalihkan perhatian dari kenyataan rohani-Nya kepada persoalan yang sekedar biologis saja. (The Man from Nazaret as His Contemporaries Saw Him, hal. 158-160).

Sejak itu kata-kata Fosdick tersebut selalu bergema di semua gereja liberal di seluruh Amerika dan banyak orang tidak percaya kisah ini lagi. Ini menunjukkan betapa banyak orang tidak menghargai lagi kesaksian Kitab Suci tetapi bagi kita yang percaya, doktrin ini adalah sesuatu yang sangat penting. Berkaitan dengan ini, saya akan membahas 4 hal penting :

I.   INI ADALAH JAWABAN TERHADAP NUBUATAN.

Pertama-tama harus kita sadari bahwa kelahiran Kristus dari seorang perawan ini bukanlah sebuah peristiwa dadakan yang tanpa direncanakan oleh Allah. Allah telah merancangkan peristiwa ini jauh di dalam kekekalan dan dinyatakan di dalam sejarah sesaat setelah manusia jatuh ke dalam dosa. Ketika Allah memberitakan hukumannya kepada iblis di taman Eden, Ia juga memberikan sebuah janji di dalamnya :

Kej 3:15 - Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Dalam ayat ini terlihat adanya suatu janji tentang keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala dari setan. Dan kita percaya bahwa keturunan perempuan yang dimaksud di sana adalah Kristus.

Ibr 2:14 - “…maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;…’

Wycliffe Bible Commentary – Janji Allah bahwa kepala ular itu akan diremukkan menunjuk kepada kedatangan Mesias dan kemenangan yang dijamin. (Vol. I, hal. 40).

The New Bible Commentary – “…yang dimaksudkan dengan ‘nya” (tumitnya) itu juga bukan benih perempuan secara kolektif  tapi juga adalah perorangan (Kristus) – (Vol. I, hal. 86) 

Jika keturunan perempuan yang dimaksud di dalam ayat ini adalah Kristus, maka kita perlu memperhatikan sebuah keterangan penting dalam ayat tersebut yakni Ia (Kristus) disebut “keturunan perempuan”. Sebenarnya ini adalah ungkapan yang tidak biasa di dalam budaya paternalistik Ibrani. Dengan demikian kata “keturunanmu” dalam Kej 3:15 rasanya aneh kalau ditujukan pada seorang perempuan. Bahkan dalam budaya seperti itu, tidak biasa kalau dikatakan bahwa perempuan memperanakkan melainkan laki-laki.

Kej 5:3 – Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.

Kej 5:21 - Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.

Kej 5:32 - Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet.

Tentu yang dimaksud di sini adalah isteri-isteri mereka yang memperanakkan dan bukan mereka sendiri. Jadi perempuan tidak disebutkan tetapi penyebutan laki-laki sudah tercakup di dalamnya perempuan. Tetapi dalam Kej 3:15 disebut “keturunanmu” (perempuan) maka jelas ini tidak menunjukkan adanya keterlibatan laki-laki di dalamnya dan dengan demikian ini hanya menunjuk pada keturunan dari perempuan saja. Dan ini pasti adalah nubuatan tentang kelahiran Kristus dari perawan.

Adam Clarke – Siapakah keturunan perempuan ini? Seorang yang datang melalui seorang perempuan, dan melalui dia saja tanpa persetujuan seorang laki-laki. Oleh karena itu, ini tidak menunjuk pada Adam dan Hawa tetapi Hawa saja, dan itu menunjuk pada tujuan Allah bahwa Yesus Kristus akan dilahirkan dari seorang perawan.

Di sini kita melihat bahwa kelahiran Kristus dari seorang perawan sudah direncanakan oleh Allah sejak mulanya dan diberitakan kepada Hawa. Planning ini juga disampaikan kepada nabi Yesaya :

Yes 7:14 - Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Terjemahan “perempuan muda” di sini kelihatannya tidak menunjukkan bahwa ini adalah seorang perawan tetapi kata Ibrani yang dipakai di sini adalah “ALMAAH” yang harusnya diterjemahkan “perawan”,

Gleason L. Archer : Kata “anak dara” muncul 7 kali dalam PL (Ibr : almaah) tidak pernah ditujukan kepada seorang perempuan yang telah kehilangan keperawanannya (Encyclopedia of Bible Difficulties; hal. 266-268).

Tetapi kalau demikian, ayat ini menjadi sukar sekali untuk ditafsirkan karena Yesaya sebenarnya menujukan kalimat ini kepada raja Ahas (lihat Yes 7:12). Jadi raja Ahas akan mendapat sebuah tanda bahwa seorang perempuan perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak. Ini berarti bahwa pada zaman Ahas dan Yesaya ada perempuan perawan yang juga hamil secara ajaib (tanpa persetubuhan dengan seorang laki-laki) dan itu menjadi tanda bagi Ahas. Dan dengan demikian maka nubuatan Yesaya ini mempunyai penggenapan ganda.
Charles Ryrie – Siapakah gadis tersebut dalam zaman Yesaya? ….Lagi-lagi ada 3 jawaban. (a) Istri Ahas (b) Seorang gadis tak dikenal di antara orang Israel (c) Istri kedua Yesaya yang belum dinikahinya ketika nubuat itu diberikan. Jika (a) benar maka puteranya adalah Yehezkiel. Jika (b) benar maka puteranya tak diketahui. Jika (c) benar maka puteranya mungkin Maher-Syalal Hash-Bas (Yes 8:3) atau putera Yesaya yang lain yang tidak disebutkan. (Basic Theology, hal. 328)

Tetapi kalau ini yang terjadi maka berarti Maria bukan satu-satunya perawan yang mengandung tanpa hubungan seks dan dengan demikian juga Yesus bukan satu-satunya orang yang lahir dari perawan.

Esra Alfred Soru - Bahwa Yesus dilahirkan dari seorang perawan adalah salah satu keunikan Yesus yang tidak dimiliki tokoh manapun juga di bawah kolong langit ini. (Keunikan Yesus Kristus, hal. 23)

Stephen Tong – Tetapi seorang anak dara, seorang yang tidak menikah dan tidak pernah bersetubuh dengan laki-laki, bisa melahirkan seorang anak laki-laki, itu adalah mujizat. Ini hanya boleh terjadi satu kali di sepanjang sejarah umat manusia. Inilah tanda yang tidak bisa terulang kembali dan tidak seorang pun yang bisa berbuat hal yang sama. (Yesus Kristus Juruselamat Dunia, hal. 77).

Tetapi kalau kita mau katakan bahwa nubuatan Yesaya itu hanya mempunyai satu penggenapan yakni kepada Maria, lalu bagaimana relevansi tanda itu bagi raja Ahas? Terus terang ini memusingkan semua teolog dan penafsir Alkitab termasuk saya. (Saya cenderung menolak adanya penggenapan ganda ini karena implikasi dan konsekuensi teologisnya berat sekali). Tapi lepas dari semuanya itu, yang pasti nubuatan itu digenapi oleh Kristus.

Mat 1:22-23 – (22) Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: (23) "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

Jadi sekali lagi, kelahiran Kristus dari seorang perawan itu menggenapi nubuatan-nubuatan di dalam Perjanjian Lama. Tergenapinya nubuatan-nubuatan ini menunjukkan bahwa Alkitab memang benar-benar adalah Firman Tuhan. Jangan pernah saudara ragukan ini!  

II.  PENTINGNYA KRISTUS DILAHIRKAN DARI PERAWAN.

Mungkin anda bertanya, mengapa Kristus harus lahir dari perawan? Memangnya kalau lahir normal atau wajar saja mengapa? Saya akan membahas hal ini tapi biarlah saya katakan bahwa Kristus Sang Juruselamat itu tidak boleh lahir secara wajar seperti semua kita. Mengapa demikian?

a.  Kalau Dia lahir sebagai hasil persetubuhan laki-laki dan perempuan, maka Dia tidak bisa menjadi Allah-Manusia.

Kekristenan yang Injili percaya bahwa Yesus adalah Allah-Manusia. Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia.

Yes 9:5 - Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Yoh 1:1, 14 – (1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, …”

Perhatikan, kalimat-kalimat yang berwarna merah semuanya menunjukkan keallahan Yesus sedangkan yang berwarna biru menunjuk pada kemanusiaan-Nya. Jadi Yesus adalah Allah dan manusia.
Status ini penting demi penebusan kita.

John Wesley Brill : Oleh sebab Ia manusia, dapatlah Ia mengadakan pendamaian. Oleh sebab Ia Allah maka pendamaian itu sangat berharga. Seorang juruselamat yang hanya manusia tidak dapat mendamaikan kita dengan Allah. (Dasar Yang Teguh; 1996 : 92).

Charles Ryrie - Ia harus menjadi manusia agar Ia bisa mati dan ia harus tetap Allah agar menjadikan kematian itu sebagai pembayaran lunas atas dosa. (Basic Theology, hal. 23).

Kita dilahirkan sebagai hasil persetubuhan antara laki-laki (ayah kita) dan perempuan (ibu kita) maka kita benar-benar adalah manusia dan hanya manusia saja. Jikalau Kristus harus lahir sebagai hasil persetubuhan laki-laki dan perempuan, lalu apa bedanya Dia dan kita? Dia akan menjadi manusia saja seperti kita. Tetapi Alkitab berkata bahwa Dia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia maka Dia adalah Allah – Manusia dan karena itu Ia perlu dilahirkan secara ajaib melalui seorang perempuan tanpa seorang laki-laki. Jadi Dia harus lahir tanpa laki-laki supaya Dia tetap Allah tetapi harus dari perempuan supaya Dia manusia. Tanpa laki-laki tetapi harus perempuan maka tidak bisa tidak Ia harus lahir dari seorang perempuan perawan. Jadi kelahiran Kristus dari perawan berguna untuk status-Nya yang unik sebagai Allah-Manusia di mana status ini berguna bagi penebusan kita.

b.  Kalau Dia lahir sebagai hasil persetubuhan laki-laki dan perempuan, maka Dia tidak bisa menjadi Juruselamat manusia.

Mengapa Ia tidak bisa menjadi Juruselamat manusia kalau Ia lahir sebagai hasil persetubuhan laki-laki dan perempuan? Ingat, bahwa syarat Sang Juruselamat adalah tanpa dosa. Karena kalau Sang Juruselamat itu berdosa, bagaimana ia mau menebus dosa orang lain sedangkan dia sendiri berdosa? Jadi Kristus harus lahir tanpa dosa. Masalahnya adalah sejak kejatuhan Adam dan Hawa, maka semua keturunannya otomatis menjadi orang berdosa.

Rom 5:12,18a,19a - (12) Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. ... (18a) Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, ... (19a) Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa”.

Tidak ada keturunan manusia yang bisa menjadi manusia tanpa dosa  Ini sama seperti macan itu binatang buas. Kalau dia melahirkan anaknya, otomatis anak itu menjadi binatang buas/carnivora juga. (Tidak ada macam makan tempe dan tahu). Nah kalau Yesus lahir secara wajar (hasil persetubuhan laki-laki dan perempuan), maka Dia otomatis mewarisi sifat dosa ini dan dengan demikian Dia layak menjadi penebus dosa. Karena itu maka Dia tidak boleh lahir sebagai hasil persetubuhan laki-laki dan perempuan. Tetapi bukankah Dia juga tetap lahir dari perempuan (Maria) yang adalah orang berdosa? Dan dengan demikian Dia mewarisi sifat dosa dari Maria? Ya! Itulah yang seharusnya terjadi tetapi untuk itulah kita melihat peranan Roh Kudus di mana Roh Kudus berperanan untuk menyucikan Yesus sejak dari dalam kandungan. (Dikandung dari Roh Kudus). Orang Katholik gagal melihat ini dan akhirnya menjadikan Maria sebagai orang suci yang tak bisa berdosa demi kesucian Kristus. Pekerjaan Roh Kudus inilah yang akhirnya membuat Yesus terlahir sebagai seorang manusia yang tanpa dosa dan dengan demikian Dia layak menjadi Juruselamat kita.

Inilah pentingnya kelahiran Kristus dari seorang perawan.

III. APAKAH INI TIDAK MASUK DI AKAL?

Kita sudah melihat data Alkitab, juga urgensi dari kelahiran Kristus yang ajaib ini tetapi sebagaimana sudah saya katakan di bagian pendahuluan bahwa kaum liberal sama sekali tidak percaya hal ini. Biasanya keberatan yang paling populer adalah anggapan bahwa kisah ini tidak masuk di akal dan bertentangan dengan hukum alam.  Bagi mereka, mana mungkin seorang perempuan bisa hamil tanpa hubungan dengan seorang laki-laki? Ini adalah suatu hal yang tidak masuk di akal. Sebenarnya akar dari pandangan semacam ini adalah ketidakpercayaan terhadap mujizat.

D. James Kennedy - Jadi mengapa begitu banyak gereja dan hamba-hamba Tuhan yang menolak kelahiran melalui perawan? Alasan pertama adalah bahwa adanya kerancuan (bias) yang anti supernatural, yaitu kerangka pemikiran naturalistik yang sama sekali menolak tentang adanya mujizat. Jelas kalau anda tidak percaya kepada mujizat, anda tidak akan bisa percaya tentang kelahiran melalui seorang perawan”. (Solving Bible Mysteries; hal. 77).

Josh Mc Dowell & Don Steward - Yang menjadi masalah utama bagi banyak orang berkenaan dengan kelahiran dari anak dara itu ialah bahwa kejadian itu suatu mujizat. Kitab Suci tidak membicarakan peristiwa ini sebagai suatu kejadian yang biasa  saja, melainkan sebagai perbuatan Allah yang adikodrati. Mujizat kelahiran dari anak dara ini seharusnya tidak menjadi masalah jika orang mengakui kemungkinan terjadinya mujizat”. (Jawaban Bagi Pertanyaan Orang Yang Belum Percaya; hal. 72).

Jadi kalau kita percaya bahwa Allah adalah Allah yang berada di atas alam semesta maka tidak ada yang mustahil bagi Allah. Ia dapat melakukan apa saja yang Ia kehendaki termasuk memasukkan Yesus ke dalam dunia ini melalui seorang perawan. Ingat, percakapan Maria dan Malaikat :

Luk 1:34,35,37 – (34) Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (35) Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. (37) Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Mannford G. Gutzke - “Kelahiran dari seorang perawan sama sekali bukan masalah bagi Tuhan. Kalau memang ada Allah yang menciptakan alam semesta, kalau Ia melemparkan galaksi-galaksi dari ujung-ujung jari-Nya, kalau Ia menghiasi langit malam dengan kilauan Bima Sakti, maka bagi Dia adalah hal yang amat kecil untuk menciptakan sebuah benih mungil dan menanamkannya dalam rahim seorang perawan Yahudi muda”. (Solving Bible Mysteries; hal. 78).

Bahkan sebenarnya kalau kita mau berbicara secara logika (yang mempercayai kemahakuasaan Allah), maka peristiwa kelahiran Kristus dari perawan ini sangat logis. Allah pernah menciptakan manusia dengan 4 cara :

Tanpa laki-laki tanpa perempuan = Adam
Dengan laki-laki tanpa perempuan = Hawa
Dengan laki-laki dengan perempuan = Kita Semua
Tanpa laki-laki dengan perempuan = Yesus Kristus.

Dengan demikian kita bisa melihat bahwa sebenarnya kelahiran dari anak dara adalah sesuatu yang masuk akal dan bukannya tidak masuk di akal.

Stephen Tong - Allah tidak boleh dibatasi oleh pemikiran dan kehendak manusia. Allah yang sanggup menciptakan manusia tanpa lelaki dan tanpa perempuan, juga adalah Allah yang sanggup menciptakan manusia dengan memakai laki-laki dan perempuan, Allah yang menciptakan Adam, juga adalah Allah yang menciptakan Hawa. Dan Allah yang menjadikan kita semua dengan memakai laki-laki dan perempuan juga adalah Allah yang bisa memakai perempuan tanpa laki-laki untuk melahirkan Yesus Kristus”. (Yesus Kristus Juruselamat Dunia; hal. 78).

Percayakah saudara?

IV.  MELIHAT ALLAH DI BALIK KISAH INI.

Ada satu terminologi teologis di dalam kekristenan yakni “Wahyu”. Wahyu adalah penyingkapan diri Allah dan kekristenan percaya akan adanya wahyu umum dan wahyu khusus. Wahyu khusus adalah penyingkapan diri Allah lewat pribadi Yesus Kristus dan lewat Kitab Suci dan karena itu maka kisah kelahiran Kristus dari perawan yang diceritakan dalam Kitab Suci saya percaya juga mengungkapkan kepada kita tentang Allah. Lalu Allah seperti apakah yang ditampilkan lewat kisah kelahiran Kristus dari perawan ini?  Allah yang ditampilkan dalam kisah kelahiran Kristus dari perawan ini adalah “ALLAH YANG MAHA KUASA”. Karena kemahakuasaan inilah membuat Ia sanggup melakukan mujizat Natal (kelahiran Kristus dari perawan) ini.

Stephen Tong – Jikalau saudara sempat mempelajari ilmu biologi, saudara akan mengetahui bahwa dalam sel telur wanita ada kandungan gen XX dan tidak mengandung unsur Y sama sekali, sementara di dalam sperma pria ada kandungan gen XY. Maka dari sini kita melihat bagaimanapun juga perempuan tidak mungkin melahirkan anak laki-laki dengan cara apa pun jika tidak mendapat benih dari laki-laki yang mempunyai kandungan Y. (Yesus Kristus Juruselamat Dunia; hal. 75-768).

Toni Evans - Para perawan tidak bisa hamil, kecuali secara adikodrati. (Allah Kita Maha Agung; hal. 347).

Inilah yang harus kita sadari ketika kita merayakan Natal bahwa kita berjumpa dengan Allah yang Mahakuasa. Mahakuasa berarti bahwa kuasa-Nya tidak terbatas, dan dengan demikian maka Ia sanggup melakukan apa saja yang Ia kehendaki. Tidak ada satu perkara pun yang membuat Allah sulit menyelesaikannya. Ia sanggup menyelesaikan perkara besar sama mudahnya dengan menyelesaikan perkara kecil.

Esra Alfred Soru : Sebuah gunung dan sebutir pasir sama ringannya di hadapan Tuhan. Sebuah planet dan sebuah kerikil sama ringan juga bagi Tuhan. Ia bisa dengan mudah mencampakkan sebuah gunung ke laut sama seperti engkau mencampakkan pasir dari tanganmu. Ia bisa melemparkan sebuah galaxy sama mudah dengan engkau melemparkan sebuah kerikil.  

Nabi Yeremia berkata :

Yer 32:17 - Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!

Yesus juga pernah berkata : 

Mat 19:26 - Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Karena itu maka kata “tidak mungkin” atau “tidak bisa” atau “mustahil” atau “sukar” tidak ada dalam kamus-Nya Allah.

Jikalau Allah adalah Allah yang Mahakuasa maka apa bagaimana seharusnya kita bersikap? Yang harus kita lakukan adalah jangan pernah membatasi Allah dengan pikiran kita yang sempit. Sebagai manusia kita memang lemah dan terbatas tetapi kelemahan dan keterbatasan kita tidak boleh kita pakai atau menjadi alasan bagi kita untuk membatasi Allah. Tetapi ini justru yang sering terjadi. Keterbatasan dan kelemahan kita seringkali membuat kita lupa bahwa kita memiliki Allah yang tidak terbatas dan Mahakuasa.

Dalam persoalan yang sementara dihadapi oleh gereja kita, mungkin saudara merasa takut, kuatir, cemas, bimbang, apakah kita akan mendapat tempat berkati atau tidak? Saya ingatkan kita, jangan pernah batasi Allah dengan pikiran kita yang sempit. Kita tidak punya uang tapi Dia kaya dan memiliki seluruh alam semesta ini. Kita tidak punya koneksi tetapi Dia menguasai semua manusia. Kita mungkin habis akal tetapi Dia punya 1001 jalan. Lalu untuk apa takut? Untuk apa cemas? Untuk apa bimbang? Marilah di Natal kali ini kita sungguh-sungguh melihat kemahakuasaan Allah kita dan bukan kelemahan dan keterbatasan kita.


 - AMIN -

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini