19 Januari 2013

TRINITAS

By. Gordon H. Clark


Trinitas Bagian 1 
Kekristenan selalu mempunyai musuh, di antaranya adalah mereka yang mengaku Kristen. Sebagian musuh iman tersebut menolak doktrin dan mengagungkan perbuatan dan mendorong orang Kristen lebih aktif bekerja dan tidak membuang waktu belajar, berspekulasi, dan belajar doktrin yang mengakibatkan perpecahan. Yang lain menolak doktrin dan menekankan bahwa kesucian sebenarnya adalah mendengarkan Allah berbicara melalui gereja, teman, dan kata hati sendiri. Baca kelanjutannya di sini

Trinitas Bagian 2 
Setiap orang yang menghadiri kebaktian gereja injili yang hanya sedikit saja ortodoks pasti pernah mendengar tentang Trinitas. Kalau bukan karena lagu, “Suci, Suci, Suci, Allah Tritunggal, Agung nama-Mu,” pendeta mungkin mengakhiri kebaktian dengan berkat apostolik trinitarian. Namun bahkan mereka yang rajin ke gereja sekalipun jarang sekali (kalau pernah) mendengar khotbah tentang Trinitas. Selama tiga puluh tahun, penulis telah menghadiri kebaktian di banyak tempat di antara Philadelphia dan San Diego: Indianapolis; St. Louis; Vinita, Kansas; Minco, Oklahoma; Grand Junction; Alamagordo; Las Cruces; Tucson; dan Seattle. Di Gereja-gereja, Baptis, Presbyterian, Lutheran, dan independen, saya tidak pernah mendengar khotbah tentang Trinitas. Baca kelanjutannya di sini

Trinitas Bagian 3 
Untuk memulai topik ini, tulisan saya akan dimulai dengan pendekatan kronologis atau historis, walaupun secara berangsur-angsur akan lebih mengambil pendekatan logis daripada historis. Apapun pendekatannya, kita akan memulai dengan Perjanjian Lama. Pendekatan historis ini bukan hanya mempermudah; namun secara pedagogis harus diambil. Mahasiswa seminari saat ini biasanya memiliki pemahaman yang kurang tentang bahan-bahan Alkitab atau katekismus, kecuali mereka berasal dari sekolah kristen. Karena itu, mengingat materi yang digunakan untuk meyusun doktrin Trinitas adalah data Alkitab, maka pasal-pasal yang digunakan harus tetap diingat atau kalau tidak maka diskusi ini tidak akan bermanfaat. Baca kelanjutannya di sini

Trinitas Bagian 4 
Kegagalan orang Yahudi untuk melihat adanya lebih dari satu Pribadi Allah terbawa sampai ke dalam gereja Kristen – tetapi dengan perbedaan besar yaitu bahwa: [gereja] harus mengatakan sesuatu tentang Kristus. Pandangan [tentang Kristus] yang mungkin adalah: Ada tiga Allah yang independen; hanya ada satu Allah yang menampakkan diri dan bekerja dengan tiga cara berbeda; hanya satu Pribadi yang adalah Allah dan Kristus adalah Ciptaan Pertama; dan akhirnya ada satu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi. Tulisan ini hanya akan sedikit berbicara tentang Sabellianisme dan akan berbicara banyak tentang pertentangan antara pengikut Arius dan Athanasius. Baca kelanjutannya di sini

Trinitas Bagian 5

Pada fase manapun diskusi tentang doktrin Trinitas, keilahian Kristus selalu termasuk bahan diskusi dan bahan Kitab Suci yang akan dibahas sekarang ada kaitan dengan keilahian Kristus. Bahkan kalau orang ingin menulis tentang Roh Kudus saja, dengan cara tertentu Keilhaian Kristus selalu diprasyaratkan. Bahkan doktrin tentang Roh Kudus harus menunggu ajaran tentang Anak [untuk selesai]. Adalah teka-teki pribadi Kristus yang memaksa gereja abad kedua dan ketiga untuk memformulasi doktrin Trinitas pada awal abad ke-empat. Daftar berikut adalah beberapa bahan yang teolog jaman itu harus pelajari. Baca kelanjutannya di sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini