18 Maret 2013

PENANGKAPAN YESUS


By. Ev. Sonya G. Umbu Rey, STh.



Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, saat ini kita berada dalam peringatan minggu-minggu sengsara Tuhan Yesus menurut kalender gerjawi kita, dan minggu ini kita sudah berada pada minggu sengsara yang ke 6. Minggu lalu kita telah belajar tentang pergumulan Yesus di Getsemani, bagaimana Yesus begitu sangat bergumul sesaat sebelum Ia ditangkap dan disalib. Yesus bergumul karena Ia akan menghadapi murka Allah yang luar biasa beratnya. Dan setelah Yesus melewati pergumulan-Nya begitu berat, Yesus akhirnya di tangkap di taman Getsemani itu. Mari kita perhatikan teksnya :

Matius 26:46-56 : (46) Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat." (47) Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. (48) Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia." (49) Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia. (50) Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Hai teman, untuk itukah engkau datang?" Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. (51) Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya. (52) Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. (53) Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? (54) Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?" (55) Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. (56) Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Kalau kita perhatikan teksnya, maka teks ini menceritakan 2 hal penting yakni pengkhianatan Yudas Iskariot dan penangkapan terhadap Yesus. Kita akan bahas 2 bagian ini satu per satu :

I.       PENGKHIATAN YUDAS.

Cerita tentang pengkhianatan Yudas ini ditampilkan dalam ayat 47-49 :

Mat 26:47-49 : (47) Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. (48) Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia." (49) Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia.

Dalam ayat-ayat ini nampak beberapa hal penting di sana :

  1. Yudas yang mengkhianati Yesus ini disebut sebagai salah seorang dari 12 murid.

Mat 26:47 - Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.

Hal yang sama dilakukan juga oleh penulis Injil yang lain.

Mark 14:10 - Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.

Luk 22:3-4 – (3) “…Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu. (4) Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.

Ini berarti bahwa keberadaan Yudas si pengkhianat ini sebagai salah seorang rasul sangat ditekankan. Mengapa ini perlu ditekankan? Untuk memberitahu pembaca bahwa orang dengan jabatan rohani yang paling tinggi sekalipun dapat membuat kejahatan yang paling besar.

Matthew Henry – Kalau di antara dua belas orang saja sudah ada satu yang jahat, maka tentu saja kita tidak bisa mengharapkan adanya suatu masyarakat yang sepenuhnya murni di tempat di seberang sorga ini. (Injil Matius 15-28, hal. 1363).
 
Selanjutnya....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini