19 Agustus 2013

LAODIKIA : JEMAAT YANG SUAM-SUAM KUKU (Part 4)

By Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.



Wah 3:14-22 – (14) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: (15) Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! (16) Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. (17) Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, (18) maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. (19) Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! (20) Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (21) Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. (22) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

K
ita sudah membahas 6 hal tentang jemaat Laodikia ini yakni kota dan jemaat Laodikia, gelar Kristus sang pemberi Surat, kondisi rohani jemaat Laodikia, respon Tuhan terhadap kondisi “suam-suam kuku”, penyebab dan akibat dari kondisi kesuaman rohani, bagaimana caranya menjadi panas secara rohani. Sekarang kita akan membahas point terakhir dari jemaat Laodikia ini yakni janji Tuhan kepada jemaat Laodikia.

VI.      JANJI TUHAN BAGI JEMAAT LAODIKIA.

Setelah Tuhan mengadakan penilaian terhadap jemaat Laodikia, mengecamnya, me-nunjukkan respon-Nya dan memberikan solusi terhadap kondisi mereka, Ia menutup surat-Nya kepada jemaat ini dengan memberikan janji bagi mereka.

Kalau kita perhatikan teks kita maka janji Tuhan kepada jemaat Laodikia ini terbagi menjadi 2 bagian :

a.      Janji Tuhan berkenaan dengan kehidupan di masa kini.

Pada bagian sebelumnya sudah saya jelaskan bahwa salah satu cara menjadi panas secara rohani adalah orang harus percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Kondisi suam-suam kuku bisa diakibatkan oleh keadaan di mana orang hanya menjadi Kristen KTP saja tanpa pernah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Ini dibuktikan dengan Tuhan berada di luar mereka :

Wah 3:20 - Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, …”

Jadi orang-orang ini ada di dalam gereja tetapi Kristus tidak ada di dalam mereka / mereka ada di luar Kristus. Karena itulah mereka harus percaya dan menerima Dia di dalam hati / hidup mereka sebagai Tuhan dan Juruselamat. Nah, kalau orang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, ada janji Yesus bagi mereka :

Wah 3:20 - Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

Dari ayat ini terlihat bahwa janji Tuhan kepada mereka yang menerima Dia adalah Ia akan masuk mendapatkan mereka dan makan bersama-sama dengan mereka. Tapi sebelum saya bahas janji ini, ada baiknya kita pelajari ayat ini lebih dalam dan saya akan bahas bagian ini frase demi frase :

·        Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok….

Kata-kata ini menunjukkan bahwa keselamatan sebenarnya adalah inisiatif Allah sendiri. Perhatikan bahwa di sini bukan digambarkan manusia yang berdiri di depan pintu Tuhan dan mengetuk, tetapi Tuhanlah yang berdiri di depan pintu manusia dan mengetuk.

Albert Barnes - Ungkapan ini membuktikan bahwa usaha perdamaian dimulai dengan Sang Juruselamat. Bukan orang berdosa yang keluar untuk menemui Dia atau mencari Dia, tetapi adalah Sang Juruselamat yang menunjukkan diri-Nya sendiri pada pintu hati, seakan-akan Ia ingin menikmati persahabatan manusia.... Keselamatan, dalam Kitab Suci, tidak pernah digambarkan dimulai oleh manusia.

Kata-kata Albert Barnes di atas : “Keselamatan, dalam Kitab Suci, tidak pernah digambarkan dimulai oleh manusia” tepat sekali. Dalam Kej 3, pada waktu Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka mereka tidak mencari Allah (Kej 3:6-7). Sebaliknya pada waktu mereka mendengar kedatangan Allah, maka mereka justru bersembunyi (Kej 3:8). Allahlah yang mencari mereka dengan memanggil : “Di manakah engkau?” (Kej 3:9). Ini tentu tidak berarti bahwa Allah tidak tahu di mana mereka berada. Allah hanya mau mereka datang kepadaNya dan mengaku dosa. Tetapi bagaimanapun juga di sini kita melihat suatu prinsip yang sudah ada sejak manusia jatuh ke dalam dosa untuk pertama kalinya, yaitu Allahlah yang mencari manusia dan bukan sebaliknya! Juga dalam Luk 19:10, Yesus berkata :

Luk 19:10 - Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Istilah ‘Anak Manusia’ menunjuk kepada Yesus, yang juga adalah Allah sendiri. Jadi ayat ini lagi-lagi menunjukkan bahwa pada waktu manusia itu terhilang dalam dosa, Allah mencari manusia untuk menyelamatkannya. Dalam Roma 3:11 juga dikatakan bahwa :

Roma 3:11 - Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.

Semua ini membuktikan bahwa memang bukan manusia yang mencari Allah tetapi Allahlah yang mencari manusia.

William Barclay - Kita melihat permohonan Kristus. Ia berdiri di ambang pintu hati manusia dan mengetuk. Fakta baru yang unik yang dibawa kekristenan ke dalam dunia ialah bahwa Allah adalah pencari manusia. Tidak ada agama lain yang mempunyai visi mengenai Allah yang mencari manusia. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 218-219).

Kata-kata Barclay ini juga benar sekali. Kekristenan adalah satu-satunya agama yang mengajarkan bahwa bukan manusia yang mencari Allah tetapi Allahlah yang mencari manusia. Ini salah satu perbedaan kekristenan dengan semua agama di seluruh dunia.

Thomas Arnold - Perbedaan antara kekristenan dan semua sistem agama lain sebagian besar terletak di sini, yaitu bahwa dalam agama-agama lain, manusia didapati mencari Allah, sedangkan Kekristenan adalah Allah mencari manusia. (‘The Encyclopedia of Religious Quotations’, hal. 95).

Ya! Semua agama mengajarkan bahwa manusia harus mencari Allah. Dan sebetulnya ini tidak masuk akal. Jikalau dikatakan bahwa manusia mencari Allah, itu seolah-olah menunjukkan bahwa Allahlah yang hilang dan karenanya manusia berusaha menemukan Dia. Tetapi faktanya adalah manusialah yang terhilang dan Allahlah yang mencarinya. Juga kalau manusia mencari Allah, bagaimana ia bisa mene-mukannya? Mustahil! Tetapi kalau Allah yang mencari manusia, mustahil Ia tidak menemukannya.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini