06 Maret 2015

FILIPUS (Part 3)

By. Esra Alfred Soru.



Yoh 1:45-47a – (45) Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." (46) Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" (47) Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" ….”

Kita sudah melihat beberapa teladan penting dari Filipus dalam part 1-2 dan sekarang pada part 3 ini saya ingin mengajak kita melihat lagi satu teladan dari Filipus yakni :

FILIPUS MEMPUNYAI PENGERTIAN YANG CUKUP TENTANG FIRMAN TUHAN.

Sekarang perhatikan kata-kata Filipus kepada Natanael ini lagi :

Yoh 1:45 - Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Kata “disebut” di sini sebenarnya adalah “ditulis’.

NIV - the one Moses wrote about in the Law, and about whom the prophets also wrote (orang tentang siapa Musa menuliskan dalam Taurat, dan tentang siapa nabi-nabi juga menuliskan).

Bahwa Musa menulis tentang Yesus nampak dari ayat-ayat berikut :

Kej 3:15 – Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Keturunan perempuan di sini jelas menunjuk pada Kristus.

Kej 22:18 - Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."

Yesuslah keturunan Abraham yang menjadi berkat bagi semua bangsa.

Gal 3:16 - Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.

Kej 49:9-10 – (9) Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? (10) Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.

Jelas ini menunjuk pada Yesus karena Yesus berasal dari suku Yehuda dan gelar-Nya adalah “Singa dari Yehuda”

Wah 5:5 - Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang,…."

Ul 18:15,18 – (15) Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. (18) seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Ada sebagian orang Islam yang menafsirkan bahwa ini nubuatan tentang Muhammad tapi jelas ini tafsiran yang salah. Kata-kata “dari tengah-tengahmu” jelas menunjukkan bahwa nabi ini akan muncul dari bangsa Israel. Dan kata-kata “dari antara saudara-saudaramu” jelas menunjuk pada salah satu dari suku-suku Israel dan ini mengarah kepada Yehuda yang adalah garis keturunan bagi Yesus.

Lalu bahwa nabi-nabi telah menulis tentang Yesus nampak lewat banyak ayat seperti  Yes 7:14; Yes 9:5-6; Yer 23:5, dll. Nah, ketika Filipus berkata kepada Natanael : "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi”, tentulah ia mengacu pada nubuatan-nubuatan ini. Perhatikan ini, bahwa Filipus tahu tentang hal ini, menunjukkan bahwa ia adalah orang yang belajar Firman Tuhan (Perjanjian Lama). Jika tidak, bagaimana ia bisa mengatakan demikian kepada Natanael?

Matthew Henry Betapa beruntungnya dia karena begitu mengenal kitab Perjanjian Lama, yang membantu mempersiapkan pikirannya untuk menerima terang Injil, dan membuat terang itu masuk dengan lebih mudah…Filipus telah mempelajari hal-hal ini, dan pikirannya penuh dengan hal-hal tersebut, dan ini membuatnya siap menyambut Kristus. (Injil Yohanes 1-11, hal. 73).

Filipus adalah seorang Yahudi dan Kitab Suci agama Yahudi adalah Perjanjian Lama. Dan sebagai orang Yahudi, ia memang tekun mempelajari Kitab Sucinya. Perhatikan bahwa ayat-ayat yang diungkapkan di atas masih bersifat nubuatan sehingga itu tidak seberapa jelas menunjuk pada Yesus dibandingkan dengan kita memahaminya setelah adanya Perjanjian Baru. Meskipun demikian kelihatannya Filipus memahaminya dengan baik. Sekarang bagaimana dengan saudara? Saudara adalah orang Kristen, dan Kitab Suci Kristen adalah Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Apakah saudara tekun mempelajari Alkitab atau tidak? Ada begitu banyak orang Kristen yang hanya memikul nama Kristen tetapi tidak pernah belajar Alkitab dengan baik. Itulah sebabnya pengertian mereka tentang Firman Tuhan sangat minim dan kacau balau. Dan juga begitu gampang disesatkan dengan rupa-rupa angin pengajaran. Tidak demikian dengan Filipus. Ia adalah orang yang tekun belajar Firman Tuhan. Dan sikap seperti ini memang seharusnya ada dalam diri setiap orang Kristen.

Maz 1:2 - tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam

Maz 119:97 - Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari

Pertanyaan saya adalah, sudah berapa lama anda menjadi orang Kristen? Dan dengan waktu yang begitu lama, sampai di mana tingkat pemahaman anda terhadap Firman Tuhan/Alkitab? Saya berbicara tentang pemahaman Alkitab dan bukan soal menghafal. Kalau sekedar menghafal saja banyak orang bisa tetapi yang menjadi tekanan di sini adalah memahaminya. Ingat menghafal tanpa memahami maknanya tidak ada gunanya.

Ada suatu cerita tentang zaman Napoleon. Pada zaman Napoleon menjadi kaisar Perancis, maka Perancis sangat berkuasa. Ini menyebabkan ada banyak orang-orang yang bukan orang Perancis yang mau menjadi tentara Perancis. Suatu hari, di suatu pasukan ada orang non Perancis, dan diberitahukan kepada komandannya bahwa beberapa hari lagi Napoleon akan datang untuk memeriksa pasukannya. Komandan itu tahu bahwa sekalipun Napoleon mau menerima orang-orang non Perancis masuk menjadi tentaranya, tetapi ia tidak senang kalau orang itu tidak bisa berbahasa Perancis. Ia tahu juga bahwa tentara non Perancis dalam pasukannya itu tidak bisa berbahasa Perancis sama sekali. Untuk menyenangkan Napoleon, ia memutuskan untuk memberikan ‘kursus kilat’ kepada tentaranya tersebut. Ia lalu memanggil tentara itu, dan berkata: kalau Napoleon datang memeriksa pasukan, ia selalu menanyakan 3 pertanyaan yang sama persis, dengan urut-urutan yang persis juga. Pertanyaan pertama: “Berapa usiamu?”. Pertanyaan kedua: “Sudah berapa tahun kamu menjadi tentara?”. Dan pertanyaan ketiga: “Apakah kamu ikut dalam pertempuran di kota A atau kota B?” Sekarang kamu harus menghafal jawabannya dalam bahasa Perancis. Berapa usiamu?” Tentara itu menjawab: “Dua puluh tiga tahun”. Komandan berkata: “Dua puluh tiga tahun dalam bahasa Perancisnya adalah ini (dia ucapkan dalam bahasa Perancis). “Berapa lama kamu menjadi tentara?”. Tentara itu menjawab: “Tiga tahun”. Komandan berkata: “Tiga tahun, dalam bahasa Perancis adalah ini (dia ucapkan dalam bahasa Perancis). Lalu, “Kamu ikut perang di kota A atau kota B?”. Tentara itu menjawab: “Dua-duanya!”. Komandan berkata: “Dua-duanya dalam bahasa Perancis adalah ini (dia ucapkan dalam bahasa Perancis). Sekarang kamu hafalkan ketiga kalimat itu, dan jawab Napoleon dalam bahasa Perancis kalau dia memeriksa pasukan kita. Berhari-hari tentara itu menghafalkan tiga kalimat pendek itu dalam bahasa Perancis. Akhirnya tiba harinya Napoleon datang untuk memeriksa pasukan itu. Pada waktu melihat tentara itu, Napoleon lalu bertanya. Tetapi di luar kebiasaannya, ia menanyakan pertanyaan kedua lebih dulu. “Berapa lama kamu menjadi tentara?”. Tentara itu menjawab dalam bahasa Perancis yang ia hafalkan: “Dua puluh tiga tahun”. Napoleon menjadi heran. Orang ini kelihatannya masih muda, kok bisa sudah jadi tentara selama 23 tahun? Ia lalu bertanya: “Berapa usiamu?”. Tentara itu menjawab: “Tiga tahun”. Napoleon menjadi marah dan bertanya dengan membentak: “Yang gila kamu atau saya?”. Dan tentara itu menjawab dengan bangga: “Dua-duanya!”.

Beberapa saat yang lalu PM (Perdana Menteri) Mori diberi kursus dasar tentang bahasa Inggris sebelum dia berkunjung ke Washington untuk menemui Presiden Barak Obama. Sang instruktur berkata kepada PM. Mori : “Ketika kamu bertemu presiden Obama, katakanlah kepadanya ‘how are u”? Dan tuan Obama akan berkata padamu ‘I am fine, and you?’ Saat itu kamu harus berkata ‘me too’. Mori senang karena ternyata itu sederhana sekali. Ketika Mori bertemu dengan Obama, ia keliru mengatakan ‘who are you?’ (seharusnya how are you?). Obama menjadi kaget tetapi ia lalu menguasai dirinya dan menjawabnya dengan guyon “Well, I’m Mischelle Husband, haha’. Dan Mori pun langsung menyambung “me too!”.

Ini akibatnya kalau hanya hafal tanpa mengerti! Karena itu pikirkan, sudah seberapa banyak anda memahami Alkitab anda? Gereja kita (GKIN Revival) menyediakan kesempatan (hampir banyak gereja tidak ada kesempatan seperti ini) untuk belajar Alkitab seperti kelas Pelajaran Alkitab Mingguan, kelas Pelajaran Alkitab bulanan, Hermeneutik, dll, di mana saudara akan dituntun untuk memahami Alkitab dengan lebih baik dan lebih dalam. Mengapa anda tidak mau memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam pemahaman tentang Alkitab? Saya memang bersyukur untuk semua kemajuan yang sudah terjadi dan saya gembira melihat semangat belajar Firman Tuhan yang tinggi di kalangan jemaat akhir-akhir ini, tetapi saya merasa bahwa dari segi jumlah itu belum maksimal. Marilah, ambillah tekad untuk belajar Firman Tuhan dan memahami Alkitab lebih dalam.

Yer 15:16 - Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Maukah saudara? 


AMIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)