13 Mei 2013

SARDIS : JEMAAT YANG HAMPIR MATI (Part 4)

By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.


Wah 3:1-6 – (1) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! (2) Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. (3) Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. (4) Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. (5) Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. (6) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."


Kita sudah membicarakan IV point dalam pembahasan tentang jemaat Sardis ini, dan sekarang kita akan melanjutkan pembahasan kita pada point selanjutnya yakni point V.

V.  JANJI TUHAN BAGI JEMAAT SARDIS. 

Pada bagian point IV kita sudah melihat bagaimana nasihat Tuhan pada jemaat Sardis yakni supaya mereka berjaga-jaga, supaya mereka memperbaiki diri dan supaya mereka mengingat kembali Injil dan bertobat. Jika mereka mau melakukan seperti nasihat Tuhan itu, mereka dikatakan sebagai orang yang menang. Dan untuk orang-orang yang  menang itu, Tuhan menjanjikan sejumlah hal pada mereka. Berikut ini adalah janji Tuhan pada mereka :

Wah 3:5 - Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

Dari kata-kata Tuhan ini kita melihat ada 3 janji yang terkandung di dalamnya :

a.      Tuhan berjanji akan mengenakan pakaian putih kepada mereka.

Wah 3:5 - Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian;…”

Ayat ini jelas berhubungan dengan ayat sebelumnya yang berbicara tentang beberapa orang di Sardis yang tidak mencemarkan pakaian mereka (tidak hidup di dalam dosa).

Wah 3:4 - Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.

Itulah sebabnya dikatakan : “Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian”. Artinya adalah barangsiapa yang menang akan dikenakan pakaian putih seperti yang diberikan pada beberapa orang Sardis yang hidup dalam kesucian itu.

Pada bagian sebelumnya sudah saya jelaskan bahwa nasihat Tuhan pada jemaat Sardis diangkat dari latar belakang kota mereka sendiri yang pernah 2 kali ditaklukkan karena mereka tidak berjaga-jaga. Karena itu nasihat untuk berjaga-jaga adalah sebuah nasihat yang sangat familiar bagi orang-orang Sardis. Maka di sini janji Tuhan kepada mereka juga diangkat dari hal-hal yang sangat familiar dengan warga Sardis ini. Di sini Tuhan menjanjikan pakaian putih bagi mereka. Mengapa demikian? Karena pakaian putih bukanlah pakaian asing bagi orang-orang Sardis. Sebelumnya sudah saya jelaskan bahwa di Sardis ada pabrik kain dan pakaian dari kulit domba yang sudah pasti berwarna putih. Karena itu pakaian putih bukanlah pakaian asing bagi orang Sardis. Itu adalah pakaian produksi kota mereka sendiri. Dan menariknya adalah untuk orang-orang Sardis yang memproduksi pakaian putih ini, Tuhan justru menjanjikan pakaian putih bagi mereka yang menang.

Jakob P.D. Groen - Janji itu cukup jelas bagi penduduk kota Sardis, yang pada zaman itu terkenal sebagai ahli pakaian bulu domba (wol, putih). Mereka perlu mendapat pakaian dari TUHAN. (Aku Datang Segera, hal. 62).

Pakaian putih yang dijanjikan Tuhan Yesus ini pasti lebih putih daripada pakaian putih “Made in Sardis”. Saking putihnya bisa bercahaya seperti matahari.

Mat 13:43 - Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Wah 19:8 - Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!"…”

Perlu diingat bahwa pakaian dengan “warna surgawi” ini adalah pakaian yang sama yang dikenakan para malaikat dan juga Yesus dalam peristiwa transfigurasi.

Luk 24:4 - Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan.

Wah 15:6 - Dan ketujuh malaikat dengan ketujuh malapetaka itu, keluar dari Bait Suci, berpakaian lenan yang putih bersih dan berkilau-kilauan dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

Luk 9:29 - Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

Jadi pakaian yang dijanjikan bagi orang-orang yang menang di Sardis ini adalah pakaian produk surga (“Made in Heaven”).

Janji pemberian pakaian putih bagi mereka yang menang juga bisa dilatarbelakangi oleh tradisi Romawi kuno sebagaimana dikatakan Barclay.

William Barclay - Di dunia kuno jubah putih menandakan kemenangan. Pada hari perayaan kemenangan Roma semua warga mengenakan pakaian putih; kota itu sendiri dinamakan urbs Candida, kota dalam keadaan putih. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 181).

Jelas pakaian putih yang dijanjikan Tuhan ini tidaklah bersifat hurufiah tetapi simbolik. Nah, apa artinya pakaian putih di sini? Ada banyak penafsiran tentang ini tetapi ada 2 penafsiran yang menonjol dan banyak dipegang oleh mayoritas penafsir : 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)