22 Juni 2009

TRITUNGGAL DOKTRIN YANG BERAKAR DAN BERDASAR PADA ALKITAB

Menanggapi Tulisan Julius Sangguwali

Oleh : Pdt. Ady W. F. Ndiy, S.Th


Berbicara tentang doktrin tentang Allah, berarti kita berbicara tentang suatu realitas yang tidak terbatas, serba Maha, Pencipta segala sesuatu termasuk manusia, yang melampaui akal dan pikiran manusia yang terbatas. Artinya tidak mungkin manusia dapat memahami Allah secara tuntas serta mengurung Allah yang tidak terbatas didalam akalnya yang tidak terbatas. Tetapi itu tidak berarti bahwa kita tidak dapat mengenal Dia atau menjelaskan tentang siapa Allah.

Kita dapat mengenal Allah sebatas Ia menyatakan diri-Nya kepada manusia didalam dan melalui FirmanNya. Satu hal yang harus di ingat bahwa berbicara tentang Allah, berarti kita berbicara tentang Allah yang pada hakekatnya Roh adanya dan bukan materi, sehingga Allah tidak dapat kita batasi pada ruang dan waktu seperti halnya manusia yang bersifat materi.

Mengikuti polemik berkepanjangan antara Unitarian dan Trinitarian tentang doktrin Trinitas/Tritunggal, maka penulis merasa terpanggil untuk turut serta menyampaikan atau memaparkan kebenaran Alkitab tentang realitas Allah Tritunggal. Mengapa, sebab Julius Sangguwali (JS) dkk (Unitarian) mengklaim bahwa ajaran tentang Tritunggal adalah sesat dan tidak berakar atau berdasar pada Alkitab, padahal secara jelas dan gamblang Ev. Esra Soru sudah memaparkan dan mengupas beberapa bukti Alkitabiah yang menjadi dasar ajaran tentang Trinitas.

Entah apa yang menyebabkan sdr JS dkk belum juga memahaminya, tetapi satu hal yang membuat penulis dapat memahami ketidakpahaman dan penolakan mereka akan doktrin Trinitas adalah karena Alkitab sendiri menyatakan bahwa selama Roh Kudus belum menjamah dan membuka hati seseorang, maka orang itu tidak akan mungkin bertobat dan mengakui realitas Allah Tritunggal sebagai satu-satunya Allah yang benar - yang Esa, sekalipun orang tersebut berpendidikan tinggi- misalkan Saulus yang kemudian menjadi Paulus.

Namun demikian hal ini tidak menyurutkan niat dan semangat penulis untuk menulis dan memaparkan beberapa bukti Alkitabiah tentang ajaran atau doktrin Trinitas. Untuk itu, maka berikut ini penulis akan memaparkan beberapa bukti dan dasar alkitabiah dari ajaran Trinitas baik dalam perjanjian lama, maupaun perjanjian baru.

1. Penyataan Allah Tritunggal dalam PL

Satu hal yang harus di ingat bahwa kekristenan pada dasarnya mengakui bahwa Allah itu Esa, tetapi Allah yang Esa itu adalah Tritunggal. Jadi bukan tiga Allah, melainkan satu esensi (Allah), tiga pribadi (Bapa, Anak dan Roh Kudus)

Didalam perjanjian lama, ayat yang pertama kali menyiratkan mengenai ketritunggalan adalah Kejadian 1:26 “berfirmanlah Allah: “baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka ………… ”. Selain itu terdapat juga dalam Kejadian 3:22 dan 11:7. Kata “Kita” merupakan bentuk jamak, hal ini menyatakan bahwa sejak awal penciptaan, ketiga pribadi Allah telah bekerja sama untuk menciptakan alam semesta ini. Bahkan Kejadian 1:2 menegaskan peran Roh Allah dalam penciptaan bumi. Demikian juga, dalam Kejadian 1:1, kata yang digunakan untuk Allah ditranslasikan dari bahasa Ibrani “Elohim” yang adalah bentuk jamak, sedangkan bentuk tunggalnya adalah “El”. Perlu diketahui bahwa dalam bahsa Ibrani, ada tiga macam bentuk kata yaitu, tunggal, dual dan jamak.

Bentuk dual digunakan untuk hal-hal yang berpasangan, seperti mata, telinga tangan dan kaki. Sedangkan kata “Elohim” dan kata ganti “kita” adalah bentuk jamak- jelas lebih dari dua. Artinya bahwa orang Ibrani memahami dengan tepat bahwa YHWH yang Esa itu adalah Elohim yang jamak, mereka tau persis bahwa Elohim yang mereka sembah terdiri lebih dari satu pribadi, itulah sebabnya ketika mereka membaca Kejadian 1:26, 3:22 dan 11:7, mereka tidak heran dengan penggunaan kata “kita” oleh Allah.

Dalam Kitab Ulangan 6:4, yang merupakan doa dan pengakuan Iman bagsa Israel, berbunyi : “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah Kita Tuhan itu Esa!” atau dalam bahasa Ibraninya “SYEMA (dengarlah) YISRAEL (wahai Israel) YHWH (TUHAN) ELOHEYNU (Allah kita )YHWH (TUHAN) EKHAD (Satu, Esa)”. Kata Esa dalam bahasa Ibrani yang digunakan disini adalah Echad yang artinya satu, maksudnya adalah “Unified One”- kesatuan, bukan numerik, hal ini sama dengan yang digunakan dalam Kejadian 2:24 ; “keduanya (yaitu Adam dan Hawa/suami dan istri) menjadi satu (ekhad) daging”, Kejadian 11:6; “mereka itu satu (ekhad) bangsa”. Kata “esa” berasal dari bahasa Sansekerta dan dipakai untuk menterjemahkan kata Ibrani “ekhad” – satu dan juga kata Yunani “heis” = satu. Bahasa Ibrani mempunyai dua istilah untuk “satu” yaitu “ekhad” dan ”yakhid”. Kata “yakhid” mengandung arti tunggal (bd. Kej. 22:2 + 16 ; Hak. 11:34.) dan tidak pernah dipakai bagi keesaan Allah. Kitab suci selalu menggunakan kata “ekhad” berhubungan dengan keesaan Allah; “ekhad” mengandung arti “kesatuan”, yaitu kesatuan kelompok, kesatuan dalam arti kolektif (compound unity).

Contoh penggunaan “heis”-satu yang bermakna kesatuan persekutuan dalam arti kolektif dalam kitab perjanjian baru I Kor, 12:13 ; “kita semua, baik orang Yahudi maupun orang Yunani telah dibabtis menjasi satu (heis)tubuh”. Dari arti kata ekhad sebagai kesatuan maka dapat disimpulkan bahwa keesaan Allah itu bersifat kesatuan.
Namun demikian, pada masa perjanjian lama Allah belum menyingkapkan ketiga pribadi Tritunggal (Bapa, Putra dan Roh Kudus) kepada bangsa Israel. Hal itu terjadi pada masa Perjanjian Baru.

Pertanyaan buat saudara JS dkk:
• Jikalau TUHAN adalah Esa – Tunggal, bukan Esa - Kesatuan (jamak) maka mengapa dalam penyataan diri-Nya didalam Alkitab, tidak menggunakan kata “yakhid” melainkan “Ekhad” ???
• Dalam Kejadian 1:1 dikatakan: “pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Allah dalam bahasa Ibrani “Elohim”-bentuk jamak, namun mengapa kata menciptakan yang bahasa Ibraninya digunakan kata kerja bentuk tunggal (Singular) ”Bara”???bukankah ini menggambarkan keesaan Allah yang serba kompleks???

2. Penyataan Allah Tritunggal dalam PB

Apa yang belum disingkapkan Allah pada masa perjanjian lama, akhirnya disingkapkan pada masa perjanjian baru oleh Yesus. Hal ini tampak dengan jelas ketika Yesus mengatakan dalam Matius 28:19; “…….babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,”. Bapa, Anak dan Roh Kudus oleh kalangan non Kristen dipandang seolah-olah 3 allah, tetapi dalam Alkitab bahasa asliya (Yunani) kata nama yang saya garis bawahi ditulis dengan “ONOMA” yang adalah bentuk tunggal dan bukan dengan “ONOMATA” yang adalah bentuk jamak.

Text bahasa aslinya berbunyi : “poreuthentes oun mathêteusate panta ta ethnê baptizontes autous eis to onoma tou patros kai tou huiou kai tou hagiou pneumatos”
Disini jelas bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus bukanlah “nama-nama” dengan kata lain Alkitab menyatakan bahwa kita dibabtis didalam satu nama yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Hal ini sudah menyiratkan keesaan Allah yang serba kompleks (Tritunggal). Disini jelas sekali Yesus mengajarkan tentang keesaan Allah – Monotheisme. Bapak gereja yaitu Tertulianus, oleh tuntunan Roh Kudus menemukan kebenaran realitas Tritunggal lewat firman Tuhan ini dan ialah yang pertama mencetuskan ide, menjabarkannya dalam satu doktrin yang berbunyi “una substantia tres personae”, satu substansi/hakekat tiga pribadi. Jadi mengakui dan mengimani Allah Tritunggal tidak berarti mengimani adanya tiga Allah seperti yang dibanyangkan secara salah oleh beberapa kalangan, termasuk beberapa kelompok “Kristen” (saksi yehova dan Unitarian). Allah itu Esa, dan Allah yang Esa itu terdiri dari tiga pribadi, bukan tiga Allah.

Jadi yang disebut Tritunggal adalah suatu Istilah dan penjelasan teologis mengenai keberadaan yang ada didalam diri Allah yang Esa itu. Memang istilah Trinitas/Tritunggal itu sendiri tidak terdapat didalam Alkitab, namun konsep ajaran dan realitas dari Tritunggal itu sendiri nampak dengan jelas didalam Alkitab.

Sehingga sangat keliru ketika saudara JS mengklaim bahwa karena istilah Trinitas/Tritunggal tidak ada berarti tidak Alkitabiah, saya sarankan saudara JS untuk membaca dan meneliti Alkitab secara cermat, sambil berdoa agar Roh Kudus menuntun saudara menemukan kebenaran tentang realitas Tritunggal,
Pertanyaan buat sdr. JS dkk :

“bila ayat ini tidak menggambarkan tentang Tritunggal, maka mengapa dalam perintahNya Yesus tidak menggunakan bentuk plural - “ANOMATA” melainkan single - “ANOMA”??? Selain itu, penyataan Allah Tritunggal ini nampak dengan jelas dalam peristiwa pembabtisan Yesus (Matius 3:16-17) dimana ketiganya menyatakan diri, dan juga tercermin dalam peristiwa pengurapan Yesus yang berinkarnasi (Lukas 4:18-19; Yesaya 61:1,2), demikian juga salam Paulus mengungkapkan keesaan ketiganya (II Korintus 13:13), dan Petrus dalam suratnya yang pertama (I Pet. 1:2 ) menyebut Allah Bapa sebagai perencana, Yesus sebagai Penebus dan Roh Kudus sebagai Pengudus, bnd. dengan Yesaya 48: 16-17, yang mengungkapkan ketiga oknum Allah bersama-sama dalam karya keselamatan.

Menolak doktrin Tritunggal berarti menolak bahwa Yesus adalah Allah, dan juga Menolak Roh Kudus adalah Allah, padahal dalam banyak bagian Alkitab dinyatakan dengan jelas bahwa Yesus adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah. Yohanis 1:1 memaparkan dengan jelas tentang Yesus Pra Inkarnasi; “pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” atau dalam bahasa Yunaninya : “en erkhê ên ho logos ên pros ton theon kai theos ên ho logos” yang kemudian dilanjutkan dalam Yohanis 1:14, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Dalam kedua bagian ayat ini, dengan jelas dikatakan bahwa Yesus adalah Allah yang kemudian berinkarnasi menjadi manusia. Dalam Yohanes 5:18, jelas Yesus dibenci karena Ia menyamakan diriNya dengan Allah, Demikian juga dalam Kisah 5:3-4 ,9 dan ! Kor 3:16, menyatakan dengan jelas Keilahian Roh Kudus. Perhatikan bahwa dalam Kisah.5:3 Petrus berkata bahwa Ananias mendustai Roh Kudus, dilanjutkan dalam Kisah 5:4 Petrus berkata Bahwa Ananias mendustai Allah, lalu dalam Kis. 5:9 Petrus berkata bahwa mereka mencobai Roh Tuhan. Hal ini menunjukan dengan jelas bahwa Roh Kudus adalah Allah.

Hal yang sama juga dengan I Kor 3:16, Paulus berkata bahwa tubuh kita bait Allah, kemudian ia melanjutkan dengan berkata Roh Allah diam didalam kamu. Bahkan dalam I Kor. 6:19 Paulus katakan bahwa “tubuh kita adalah bait Roh Kudus” . Hal ini menunjukan dengan jelas bahwa Roh Kudus adalah Allah. Pertanyaan buat JS; Kalau tubuh ini bait Allah, bukankah seharusnya Allahlah yang tinggal didalam tubuh kita, tapi mengapa Paulus katakan Roh Allah berdiam didalam kamu ??? bukankah ini berarti Roh Kudus adalah Allah ???

3. Kesimpulan

Dari beberapa ayat tersebut, baik dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru, sudah cukup membuktikan bahwa Doktrin Trinitas/Tritunggal adalah doktrin yang berakar dan berdasar kuat pada Alkitab, dan bukan hasil ciptaan manusia. Diakui, memang istilah Trinitas/Tritunggal tidak terdapat dalam Alkitab, tetapi ajaran dan realitas Tritunggal ada didalam Alkitab. Trinitas (bhs. Latin) adalah suatu istilah yang digunakan untuk menjelaskan kepenuhan dari Allah baik dalam hal keesaan-Nya maupun dalam hal keragaman-Nya. Allah itu Esa namun Allah yang Esa itu menyatakan diri-Nya dalam tiga pribadi yang sehakikat, sederajat, setingkat, tidak terbagi, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus (satu Allah tiga Pribadi).

Allah melampaui Akal dan pikiran manusia, sehingga Allah tidak dapat dipahami dengan tuntas, terlebih lagi misteri Tritunggal, dibutuhkan Iman untuk menerima realitas Allah Tritunggal. Untuk itu, pada akhir dari tulisan ini, penulis menganjurkan bagi sdr. JS dan Frans Donald dkk untuk selalu terlebih dahulu berdoa meminta tuntunan Roh Kudus sebelum mempelajari kitab Suci, serta menundukan segala akal/ rasio dan pikiran dibawah Alkitab.

Saya percaya bahwa penyelidikan kitab suci yang dilakukan dengan jujur dan dibawah tuntunan Roh Kudus, akan membaw saudara JS dan Frans Donald kepada pengakuan akan Allah Tritunggal yang Esa, yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus. Pertanyaan penutup dari saya buat sdr, JS : kalau Yesus bukan Allah, mengapa Ia mengampuni dosa, bukankah hanya TUHAN yang berhak mengampuni dosa??? Kalau Yesus bukan Alah, mengapa ia menerima penyembahan??? Mengapa banyak orang Yahudi membenci Yesus (Yohanis 5 & 8), bukankah hal itu karena Ia menyamakan diri-Nya dengan Allah ???

Kiranya Allah Tritunggal Yang Kudus, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu satu-satunya Allah yang kepadanya kami percaya memberkati kita sekalian. Syalom! Soli Deo Gloria (SDG)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini