22 Agustus 2012

TIATIRA : GEREJA YANG BERKOMPROMI DENGAN KESESATAN (2)

By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK.



Wah 2:18-29 – (18) "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga: (19) Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. (20) Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. (21) Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. (22) Lihatlah, Aku akan melemparkan dia ke atas ranjang orang sakit dan mereka yang berbuat zinah dengan dia akan Kulemparkan ke dalam kesukaran besar, jika mereka tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan perempuan itu. (23) Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya. (24) Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu. (25) Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang. (26) Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; (27) dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku – (28) dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. (29) Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."


P
ada bagian pertama dari pembahasan tentang jemaat Tiatira ini, kita sudah belajar tentang latar belakang kota dan jemaat Tiatira, juga pujian Tuhan bagi jemaat Tiatira di mana Tuhan memuji kasih mereka, iman mereka, pelayanan mereka, ketekunan mereka dan kemajuan mereka di mana dikatakan bahwa pekerjaan mereka yang terakhir lebih banyak daripada yang pertama. (Wah 2:19). Sekarang kita akan melanjutkan pembahasan tentang jemaat Tiatira ini pada bagian yang ketiga.

III. KESESATAN DI DALAM JEMAAT TIATIRA.

Dalam point ini ada 2 hal yang akan saya bahas :

a.      Ajaran sesat dalam jemaat Tiatira.

Ajaran sesat di dalam jemaat Tiatira ini nampak dalam ayat 20 :

Wah 2:20 - Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

Dari ayat ini terlihat bahwa kesesatan dalam jemaat di Tiatira berkaitan dengan seorang wanita yang bernama Izebel. Terhadap wanita yang disebut Izebel ini, ada banyak penafsiran diberikan. Ada yang mengatakan bahwa ini adalah isteri dari uskup Tiatira, ada juga yang berkata bahwa ini adalah sebutan untuk Lidia (penjual kain ungu yang bertobat karena pemberitaan Injil rasul Paulus) yang kemudian menjadi murtad, ada pula yang mengatakan bahwa ini menunjuk pada seorang ahli nujum di Tiatira yang bernama Sambathe. Tetapi kelihatannya dugaan-dugaan ini tidak mempunyai dasar sama sekali. John Stott dan Herman Hoeksema berpendapat bahwa Izebel ini benar-benar adalah seorang wanita hanya saja namanya di sini tidaklah bersifat hurufiah melainkan simbolis. Maksudnya adalah dia tidak benar-benar bernama Izebel tetapi disebut demikian karena memiliki kemiripan dengan Izebel (Saya setuju dengan penafsiran ini). Kalau begitu kita perlu menelusuri dulu Izebel yang asli yang mana sifatnya dikaitkan dengan wanita di Tiatira ini.

William Barclay – Perempuan ini dinamakan Izebel, dan oleh karena itu, ciri-cirinya harus disingkapkan dalam diri Izebel yang asli. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 156).

Nama Izebel muncul dalam Perjanjian Lama, ia adalah anak perempuan dari Etbaal (raja Sidon) yang adalah seorang kafir / penyembah berhala dan dengan demikian dia (Izebel) juga adalah seorang kafir / penyembah berhala. Dia lalu diambil menjadi isteri oleh seorang raja Israel yang bernama Ahab. Pada waktu menikah dengan Ahab, ia membawa dewa-dewanya dari Sidon ke Israel dan lalu mempengaruhi Ahab sehingga Ahab akhirnya terlibat di dalam penyembahan berhala.

1 Raj 16:31-33 – (31) “….ia mengambil pula Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya. (32) Kemudian ia membuat mezbah untuk Baal itu di kuil Baal yang didirikannya di Samaria. (33) Sesudah itu Ahab membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati TUHAN, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya.
1 Raj 21:25-26 – (25) Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya. (26) Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala,…”

Di bawah pengaruh Izebel, penyembahan berhala pada zaman Ahab berkembang dengan pesat dan menyeret banyak orang Israel ke dalam penyembahan berhala.

William Barclay – Sebenarnya ia tidak bermaksud untuk memusnahkan penyembahan Yahweh, seandainya para nabi Yahweh mau menerima Baal sebagai tambahan atas Yahweh. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 156).

Jadi ia ingin menawarkan semacam iman pluralisme di dalam kehidupan bangsa Israel. Tapi karena para nabi Yahweh ini menolak Baal, Izebel ini lalu membunuh banyak nabi Yahweh dan mengangkat nabi-nabi kafirnya.

1 Raj 18:4,13,19 - (4) Karena pada waktu Izebel melenyapkan nabi-nabi TUHAN, Obaja mengambil seratus orang nabi, lalu menyembunyikan mereka … (13) Tidakkah diberitahukan kepada tuanku apa yang telah kulakukan pada waktu Izebel membunuh nabi-nabi TUHAN, bagaimana aku menyembunyikan seratus orang nabi-nabi TUHAN dalam gua,… (19) Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel."
Nanti nabi-nabi Baal inilah yang berlomba dengan Elia untuk menurunkan api dari langit dan lalu dibunuh oleh Elia. (1 Raj 18:23 dst). Izebel ini lalu dikenang sebagai nama terkenal untuk orang-orang sundal dan para penyihir.

2 Raj 9:22 - Tatkala Yoram melihat Yehu, bertanyalah ia: "Apakah ini kabar damai, hai Yehu?" Jawabnya: "Bagaimana ada damai, selama sundal dan orang sihir ibumu Izebel begitu banyak!"
Ada penafsir yang mengatakan bahwa “sundal” (seharusnya “zinah”) di sini menunjuk pada perzinahan rohani.

Dari sekian data ini terlihat bahwa Izebel adalah orang yang mempengaruhi / menyeret / menyebabkan orang lain jatuh ke dalam penyembahan berhala / perzinahan secara rohani. Karena itu maka nama Izebel lalu akhirnya dikaitkan dengan setiap orang yang menyebabkan orang lain jatuh ke dalam penyembahan berhala dan perzinahan sama seperti nama Yudas Iskariot dikaitkan dengan setiap orang yang berkhianat atau mencuri uang dari kas.

William Hendriksen - Namanya merupakan sinonim untuk bujukan kepada penyembahan berhala dan kehidupan yang tidak bermoral. (The Book of Revelation, hal. 72).

Karena itu wanita di Tiatira ini disebut Izebel bukan karena nama aslinya adalah Izebel melainkan dia memiliki kesamaan dengan Izebel di Perjanjian Lama yakni menyeret orang banyak ke dalam penyembahan berhala dan perzinahan.

Wah 2:20 – “…. wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

Jakob P.D. Groen – Orang di jemaat Tiatira yang disebut dengan nama ini rupanya mempunyai pengaruh yang sama dengan pengaruh Izebel pada zaman Ahab. Seperti Izebel merusak jemaat Perjanjian Lama, demikian juga orang yang berciri “Izebel” akan merusak jemaat di Tiatira. (Aku Datang Segera, hal. 53).

Kelihatannya dia adalah wanita yang cukup terpandang di dalam jemaat Tiatira dan menarik karena dikatakan bahwa ia “menyebut dirinya nabiah”. Kita tahu bahwa orang menjadi nabi, rasul, pendeta tidak boleh karena kehendaknya sendiri, tetapi harus ada panggilan Tuhan (1 Kor 1:1; 2 Kor 1:1; Gal 1:1,15-17; Efs 1:1; Kol 1:1) tetapi ‘wanita Izebel’ ini menjadikan / menyebut dirinya sendiri nabiah.

Lalu apa sebenarnya yang dia ajarkan di dalam jemaat Tiatira? Hal ini terkait dengan apa yang sudah saya jelaskan pada bagian 1 bahwa Tiatira adalah sebuah kota dengan banyak serikat kerja seperti serikat kerja di bidang wol, kulit, lenan, dan perunggu, para pengrajin pakaian luar, para ahli celup, pengrajin tembikar, pembuat roti, pedagang budak, tukang cat, tukang besi, tukang tenun, dll. Setiap serikat kerja ini mempunyai dewa pelindung / penjaganya sendiri-sendiri, dan karena itu setiap serikat kerja berhubungan dengan penyembahan terhadap dewa pelindung / penjaga tersebut. Demi kesuksesan suatu usaha, maka upacara-upacara tertentu harus dilaksanakan oleh semua anggota serikat terhadap dewa mereka dan seringkali dalam upacara-upacara itu dilakukan juga pesta-pesta kafir di mana makan makanan berhala dan perzinahan fisik sukar dihindari. Di sinilah muncul persoalan bagi orang-orang Kristen Tiatira. Jika mereka tidak mau terlibat di dalam upacara-upacara dan pesta-pesta kafir itu maka mereka akan dikucilkan dari serikatnya, dan kalau tidak menjadi anggota dari sebuah serikat dagang, mereka sama sekali tidak bisa berdagang / mencari nafkah.

William Barclay – Menjauhkan diri dari serikat dagang ini atau tidak menjadi anggotanya sama saja dengan bunuh diri di bidang bisnis. (Pemahaman Alkitab Setiap Hari : Wahyu 1-5, hal. 158).

Tetapi kalau mereka harus terlibat di dalamnya, berarti mereka akan didesak untuk makan makanan berhala dan terlibat dalam perzinahan. Nah, dalam dilema semacam ini, muncullah Izebel ini dengan ajarannya. Dari ayat 20 jelas bahwa ajarannya Izebel ini lalu menyereret banyak jemaat ke dalam perzinahan dan makan persembahan berhala.

Wah 2:20 – “…. wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

Tetapi bagaimana ajaran atau argaumentasi dari Izebel ini? Kelihatannya ini ada kaitan dengan ayat 24 :

Wah 2:24 - Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, …”

KJV : ‘the depths of Satan’ (kedalaman dari Setan).

RSV/NASB : ‘the deep things of Satan’ (hal-hal yang dalam dari Setan).

NIV : ‘Satan’s so-called deep secrets’ (yang disebut rahasia-rahasia yang dalam dari Setan).

Berarti ajaran Izebel itu disebut “seluk beluk Iblis”. Dan Izebel mengajar agar mereka mau “menyelidiki” seluk beluk Iblis itu atau rahasia-rahasia setan. Apa maksudnya? Perhatikan komentar Hendriksen :

William Hendriksen - Dalam situasi yang sukar ini nabiah Izebel menganggap dirinya tahu pemecahan yang sebenarnya dari problem itu, jalan keluar dari kesukaran. Kelihatannya ia berargumentasi demikian : untuk mengalahkan Iblis, engkau harus mengenal dia. Engkau tidak bisa mengalahkan dosa kecuali engkau telah mengenalnya sepenuhnya dengan mengalaminya. Singkatnya, seorang Kristen harus belajar untuk mengenal ‘hal-hal yang dalam dari Iblis / seluk beluk Iblis’. Hadirilah selalu pesta / perayaan dari serikat kerja dan lakukanlah perzinahan ... dan tetaplah sebagai orang Kristen, bahkan jadilah orang Kristen yang lebih baik. (The Book of Revelation, hal. 71-72).

Dengan kata lain Izebel mengajarkan bahwa orang Kristen harus menjadi “musuh dalam selimut” bagi Iblis. Orang Kristen harus bisa menyusup ke dalam organisasi-organisasi Iblis, terlibat di dalam praktek-praktek / upacara-upacara Iblis, dan bahkan melakukan semua aktifitas Iblis (dosa). Dengan demikian ia bisa benar-benar mengenal Iblis, sang musuh itu secara detail. Pengajaran seperti ini pernah saya dengar dari seseorang. Orang itu berkata bahwa untuk bisa menyelamatkan manusia, Allah lalu menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Karena itu untuk bisa mengetahui pergumulan seorang pemabuk, kita juga harus menjadi pemabuk. Untuk bisa menolong para pelacur, kita juga harus menjadi pelacur., dsb. Ada kemungkinan juga bahwa ini Izebel dipengaruhi oleh ajaran Gnosticisme yang mengajarkan bahwa apa pun yang dilakukan oleh tubuh tidak ada pengaruhnya pada jiwa / roh seseorang.

Robert Mounce - Di sisi yang lain, ‘seluk beluk iblis’ bisa merupakan suatu petunjuk pada pandangan yang mengatakan bahwa untuk bisa menghargai sepenuhnya kasih karunia Allah, pertama-tama seseorang harus tenggelam ke kedalaman kejahatan. Para pengikut Gnosticisme yang belakangan membanggakan bahwa justru dengan masuk ke dalam benteng dari setanlah yang menyebabkan orang-orang percaya bisa mempelajari batas dari kuasanya dan muncul sebagai pemenang. Berdasarkan pandangan bahwa kerohanian orang percaya tidak dipengaruhi oleh apa yang ia lakukan dengan tubuhnya, Izebel bisa berargumentasi bahwa orang-orang Kristen Tiatira harus ikut ambil bagian dalam pesta serikat kerja kafir (bahkan jika mereka berhubungan dengan hal-hal yang dalam dari setan) dan dengan demikian membuktikan betapa tak berdayanya kejahatan untuk mengubah sifat dari kasih karunia. (New International Commentary of the New Testament, hal. 105-106).

Demikianlah banyak jemaat yang terseret ke dalam perzinahan dan makan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala dengan anggapan bahwa toh semua itu tidak akan berpengaruh apa-apa pada kondisi rohani mereka. Demikianlah ajaran sesat ini bertumbuh dengan subur di dalam jemaat Tiatira.

Di bagian pertama kita sudah melihat bahwa jemaat Tiatira ini adalah jemaat yang baik dan karena itu mereka dipuji oleh Tuhan.

Wah 2:19 - Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.

Tetapi sekarang kita melihat bahwa di dalam jemaat yang bagus ini ternyata bisa tumbuh dengan subur suatu ajaran yang begitu menyesatkan. Semua ini menunjukkan bahwa setan bekerja dengan sangat hebat. Ia bisa menyusupkan pengajar-pengajarnya (seperti Izebel) ke dalam gereja yang bagus bahkan kaki tangan setan itu bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi di dalam jemaat seperti pendeta dan bisa menjadi pengajar (nabi / nabiah).

2 Pet 2:1-3 – (1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. (3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.

Banyak gereja sebenarnya sudah disusupi oleh para pengajar sesat ini hanya saja mereka tidak menyadarinya. Mengapa? Karena sepintas lalu ajaran para guru palsu itu sangat mirip dengan ajaran yang benar. Tetapi ini sebenarnya adalah strategi setan. Setan tidak akan menyuruh kaki tangannya itu menyebarkan ajaran yang sama sekali frontal dengan ajaran Kristen. Justru mereka akan mengajarkan ajaran yang nyaris mirip dengan kekristenan yang alkitabiah tetapi lalu disusupi dengan sedikit kesesatan. Coba dipikirkan, jika kita ingin meracuni seseorang, apakah kita akan mencampurkan sedikit racun pada nasi atau sedikit nasi pada racun? Tentu kita akan memberikan sedikit racun pada nasi bukan? Jadi nasinya harus lebih banyak dari racunnya. Begitu juga, setan tidak akan menyuruh guru-guru palsu untuk memberikan full ajaran sesat dalam setiap khotbah dan pengajaran mereka. Bisa jadi ada banyak ajaran yang benar (95%), sedangkan sisanya (5%) adalah ajaran sesat. Karena itu jangan heran kalau ajaran dari guru-guru palsu akan terlihat sangat mirip dengan ajaran yang benar. Perhatikan juga bahwa kalau kita ingin membuat uang palsu maka kita akan membuat uang itu semirip mungkin dengan uang asli bukan? Kita akan membuat uang dengan warna, ukuran, gambar dan font yang sama. Hanya orang bodoh yang membuat uang palsu yang sama sekali berbeda secara menyolok dengan uang asli. Misalnya jika uang kertas Rp. 1000 seperti ini :



 












Tentu kita tidak akan membuat uang palsunya seperti gambar di bawah ini bukan?