01 April 2013

IA DISALIBKAN DENGAN TELANJANG

By. Pdt. Esra Alfred Soru, STh, MPdK




H
ari ini untuk kesekian kalinya kita kembali memperingati salah satu peristiwa penting di dalam sejarah umat manusia yakni penyaliban Yesus Kristus. Saya sudah pernah membahas penyaliban Kristus ini secara detail dalam rangkaian khotbah tentang penyaliban Kristus di antaranya :

1.      Ia disalibkan di Golgota.
2.      Ia disalibkan di antara penjahat.
3.      Ia disalibkan dan ditinggalkan.
4.      Ia disalibkan dengan penderitaan.

Note : Bagi yang tidak mengikutinya dapat membacanya pada buku saya “IA DISALIBKAN”.

Sebenarnya ada banyak hal yang dialami oleh Kristus sewaktu Ia disalibkan (bukan hanya 4 hal yang sudah saya bahas itu) dan semuanya itu semakin menegaskan kepada kita betapa menderita Ia karena dosa-dosa kita. Hari ini kita akan mempelajari satu peristiwa lain yang juga dialami / terjadi pada Kristus saat ia disalib. Mari kita perhatikan sejumlah teks Alkitab berikut ini :

Mat 27:35 - Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaianNya dengan mem-buang undi”.

Mark 15:24 - “Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaianNya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing”.

Luk 23:34b - Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaianNya.

Tiga ayat ini menunjukkan bahwa pada saat Yesus disalibkan, para prajurit yang menyalibkan-Nya membagi-bagi pakaian-Nya. Tetapi kalau kita memperhatikan catatan Injil Yohanes, ternyata yang diambil dan dibagi-bagi oleh para prajurit itu bukan hanya pakaian tetapi dikatakan juga jubah.

Yoh 19:23 - Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

Hanya saja dalam ayat itu kata “jubah” merupakan terjemahan yang salah. Kata Yunani yang diterjemahkan “jubah” di sini adalah “KHITONA” yang bukan berarti jubah (karena jubah sering dimengerti sebagai pakaian luar) tetapi artinya adalah pakaian dalam.

Note : Pakaian dalam orang Yahudi berbeda dengan pakaian dalam kita; pakaian dalam mereka bisa dipakai untuk pergi ke luar tanpa jubah.

Jadi arti dari Yoh 19:23 seharusnya berbunyi demikian :

Yoh 19:23 - Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya (pakaian luar) lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian -- dan pakaian dalam-Nya juga mereka ambil. Pakaian dalam itu itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

Bandingkan dengan sejumlah terjemahan berikut :

NIV - When the soldiers crucified Jesus, they took his clothes (pakaian), dividing them into four shares, one for each of them, with the undergarment (pakaian dalam) remaining. This garment was seamless, woven in one piece from top to bottom.

Di sini NIV menerjemahkan kata pertama dan kedua dengan tepat tetapi kata ketiga diterjemahkan‘garment’ (pakaian). Ini aneh, karena dalam bahasa Yunani kata kedua dan ketiga adalah sama.

NASB – Then the soldiers, when they had crucified Jesus, took His outer garments (pakaian luar) and made four parts, a part to every soldier and also the tunic (pakaian dalam); now the tunic (pakaian dalam) was seamless, woven in one piece.

LITV - Then when they crucified Jesus, the soldiers took His garments (pakaian) and made four parts, a part to each soldier, also the tunic (pakaian dalam). And the tunic (pakaian dalam) was seamless, woven from the top throughout.

Ini adalah terjemahan yang tepat karena dalam bahasa Yunaninya kata pertama menggunakan kata “HIMATIA” dan kata kedua dan ketiga menggunakan kata “KHITONA”. Para penafsir seperti Adam Clarke dan beberapa yang lain mengatakan bahwa “HIMATIA” menunjuk pada pakaian / jubah luar, sedangkan “KHITONA” menunjuk pada pakaian dalam.

William Hendriksen - Ini (“KHITONA”) adalah pakaian yang dipakai persis setelah kulit (menempel pada kulit dari si pemakai).

Apa arti semuanya ini? Artinya adalah pada saat Yesus disalibkan, para prajurit itu mengambil pakaian (luar)-Nya lalu membaginya menjadi 4 bagian dan mereka mengambil juga pakaian dalam-Nya. Jikalau pakaian luar dan pakaian dalam diambil semua oleh para prajurit itu, maka Yesus pasti disalibkan dalam keadaan telanjang.

Matthew Poole - Saya tidak melihat dasar dari mereka yang mengatakan bahwa dalam kasus-kasus seperti itu mereka (para prajurit) hanya melepaskan jubah luar dari orang hukuman itu. Penceritaan Yohanes kelihatannya menentang hal ini; ia berkata : pakaian dalam-Nya (juga dilepaskan).

Pulpit Commentary - Secara tidak langsung dikatakan bahwa tubuh-Nya terbuka dan telanjang pada salib.

Apakah ia memang disalibkan dalam keadaan “telanjang bulat” ataukah masih ditinggalkan sehelai kain yang menutupi kemaluan-Nya?



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar anda dan jangan lupa mencantumkan nama dan kota.propinsi tempat anda berdomisili. Misalnya : Yutmen (Jogja)

Ada kesalahan di dalam gadget ini